Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pelatihan Penyusunan Kontrak/Akad Syariah Baiq Mulianah; Habibul Umam Taqiuddin; Irpan Suriadiata
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v2i2.223

Abstract

Kontrak/akad syariah memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan dengan perjanjian atau kontrak konvensional. Adanya perbedaan dasar hukum dan karakteristik ini secara langsung dan tidak langsung akan berpengaruh terhadap klausul-klausul di dalam kontrak. Melalui kegiatan pelatihan ini, para pelaku usaha dapat memahami bagaimana teori dan praktek dalam membuat kontrak/akad syariah. Tujuan kegiatan manfaat kegiatan ini adalah 1) untuk memberikan pengetahuan mengenai kontrak/akad syariah, 2) untuk memberikan pemahaman mengenai teknik-teknik dan panduan mudah dalam penyusunan kontrak/akad syariah dalam transaksi bisnis dan keuangan. Metode pelaksanaan kegiatan pelatihan penyusunan kontrak/akad syariah di Aula Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat adalah focus group discussion (FGD) disertai dengan praktik penyusunan kontrak/akad syariah. Hasil kegiaan pelatihan penyusunan kontrak/akad syariah, di antaranya 1) para peserta sangat antusias dalam setiap materi yang diberikan, karena berhubungan langsung dengan persoalan di lapangan, 2) para peserta mulai memahami kontrak/akad syariah, 3) para peserta mulai memahami dasar-dasar penyusunan kontrak/akad syariah.
Pelatihan Koperasi Syariah Pemuda Baiq Mulianah; Habibul Umam Taqiuddin
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.430

Abstract

Lahirnya koperasi syari’ah merupakan koreksi atas praktik perkoperasian yang dikenal dengan koperasi konvensional yang dinilai tidak sejalan dengan prinsip-prinsip syari’ah. Perbedaan koperasi syariah dengan koperasi konvensional (non syariah) hanya terletak pada teknis operasionalnya saja, dimana koperasi syariah mengharamkan bunga dan mengusung etika moral. tujuan dakegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah (1) Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengurus koperasi syariah bagi pemuda di kecamatan Dasan Agung Kota Mataram, (2) Untuk mengembangkan kinerja pengurus koperasi sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan koperasi syariah pemuda. Metode pelaksanaan kegiatan Pelatihan Koperasi Syariah Pemuda yang dilaksanakan di Kampus Langko Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat adalah focus group discussion (FGD). Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini antara lain 1) Para peserta sangat antusias dalam setiap materi yang diberikan, karena berhubungan langsung dengan persoalan di lapangan; 2) Para peserta mulai memahami prinsip-prinsip dasar koperasi syariah; 3) Para Peserta mulai merumuskan strategi pengembangan koperasi syariah di kalangan pemuda; 4) Para Peserta menginginkan pelatihan koperasi syariah lanjutan untuk mengembangkan koperasi syariah.
Literasi Restoratif Justice (Keadilan Restoratif) Kepada Organisasi Kepemudaan Habibul Umam Taqiuddin; Baiq Mulianah
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.478

Abstract

Restorative justice (keadilan restorative) berakar dari nilai-nilai tradisional dalam masyarakat tradisional seperti nilai keseimbangan, harmonisasi serta kedamaian dalam masyarakat. Oleh karena itu di beberapa negara tercatat bahwa lembaga peradilan adat tetap dipertahankan sebagai sarana bagi masyarakat untuk menyelesaikan sengketa atau permasalahan yang dialaminya termasuk di dalamnya perkara pidana agar pelaku, korban dan masyarakat serta tokoh masyarakat dirasakan lebih memberikan rasa keadilan masyarakat. Tujuan dan manfaat kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai berikut: 1) untuk memberikan pemahaman konsep restorative justice (keadilan restoratif) kepada organisasi kepemudaan, 2) untuk menggerakan tokoh organisasi kepemudaan agar berperan sebagai penengah (mediator) dalam penyelesaian sengketa di luar pengadilan. Metode pelaksanaan kegiatan literasi restoratif justice (keadilan restoratif) kepada Organisasi Kepemudaan dalam bentuk diskusi interaktif. Berdasarkan kegiatan ang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan antara lain sebagai berikut: pertama, Para peserta sangat antusias dalam setiap materi yang diberikan, karena berhubungan langsung dengan persoalan di lapangan terkait dengan penyelesaian sengketa melalui restorative justice (keadilan restoratif). kedua Para peserta mulai memahami peran tokoh pemuda dalam penyelesaian melalui restorative justice (keadilan restoratif). Adapun saran yang ingin diberikan tim pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalan agar penyelesaian sengketa di luar pengadilan lebih optimal, maka sebaiknya perlu dilibatkan tokoh masyarakat terutama tokoh pemuda dalam proses penyelesaian sengketa melalui pendekatan restorative justice (keadilan restoratif).
Literasi Pendidikan Kewirausahaan Pada Organisasi Kepemudaan Baiq Mulianah; Habibul Umam Taqiuddin
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i2.667

Abstract

Kewirausahaan menjadi permasalahan ekonomi di Indonesia dan mempunyai hubungan dengan pengangguran. Untuk membangun kewirausahaan, seseorang harus memiliki bakat dan keterampilan, sehingga tidak semua individu dapat terlibat dalam kegiatan kewirausahaan tersebut. Upaya edukasi pendidikan kewirausahaan perlu dilakukan pada organisasi kepemudaan karena program organisasi kepemudaan berbasis civic literacy, tidak hanya berupaya membentuk pemuda, yang cerdas, dan terampil, tetapi juga mengakomodir penguatan karakter pemuda yang terintegrasi dengan ciri khas atau kepribadiannya; Adapun yang menjadi permasalahan dalam kegiatan pengabdian ini adalah 1) Bagaimanakah hubungan organisasi pemuda dan kewirausahaan?. 2) Bagaimanakah peran organisasi kepemudaan dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada kalangan generasi muda ? Tujuan dan manfaat kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: 1) Untuk memberikan pemahaman mengenai hubungan organisasi kepemudaan dan kewirausahaan. 2) Untuk memberikan pemahaman peran organisasi kepemudaan dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada kalangan generasi muda. Hasil kegiatan literasi pendidikan organisasi kepemudaan adalah 1) peserta dapat memahami bahwa organisasi kepemudaan merupakan wadah pembinaan dan pengembangan serta pemberdayaan dalam upaya mengembangkan kegiatan ekonomi produktif, 2) kegiatan literasi pendidikan kewirausahaan pada organisasi kepemudaan membawa pengaruh yang signifikan terhadap peserta yaitu terbentukny%a jiwa kewirausahaan, kemandirian, kerjasama tim, dan motivasi berwira usaha.
Penyuluhan Pembuatan Minyak Cengkeh sebagai Upaya Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat di Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara Muhsinun Muhsinun; Baiq Mulianah; Dewi Puspita Ningsih
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Desember 2025
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v3i1.155

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan warga dalam memanfaatkan sumber daya lokal melalui pembuatan minyak cengkeh. Desa Santong sebagai wilayah dengan potensi tanaman cengkeh yang cukup memadai memiliki peluang besar untuk pengembangan produk berbasis bahan alam. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pemahaman manfaat kesehatan minyak cengkeh, keterampilan teknis pembuatannya, serta kepercayaan diri masyarakat dalam mengaplikasikannya. Respons peserta cenderung positif, ditandai dengan keterlibatan aktif dalam diskusi dan praktik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi pengetahuan ilmiah dengan praktik lokal dapat menjadi strategi efektif dalam pemberdayaan masyarakat berbasis kesehatan dan ekonomi.
Ritual Perang Topat dan Harmoni Lintas Agama dalam Sejarah Budaya Lombok Barat Ningsih, Dewi Puspita; Mulianah, Baiq; Suryadmaja, Galih; Rahman, Lalu Rohadi; Fauzan, Ahmad; Hidayat, Ahmad Dirgahayu
Varied Knowledge Journal Vol. 3 No. 3 (2026): Varied Knowledge Journal, February 2026
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/vkj.v3i3.173

Abstract

This article examines the Perang Topat ritual as a cultural-historical practice representing interreligious harmony in West Lombok, a region where Sasak and Balinese communities have long interacted, forming a distinctive socio-religious configuration. Held in Lingsar, the ritual functions not only as a religious tradition but also as a cultural mechanism for managing differences in identity, social tensions, and shared interests related to vital water resources. The study focuses on the historical context, ritual structure, symbolic meanings, and social functions of Perang Topat in sustaining intercommunal harmony. Employing a qualitative approach grounded in ethnography and cultural history, data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation studies. The findings reveal that the ritual serves as a space for symbolic communication, social integration, and conflict management between Hindu and Wetu Telu Islam communities. Perang Topat demonstrates that harmony is a product of socio-historical negotiation and remains relevant as a living cultural heritage for strengthening social cohesion in Indonesia’s multicultural society.
Penguatan Kepemimpinan Generasi Z melalui Pelatihan Manajemen Organisasi pada Komunitas Gema Literasi di Desa Sandik, Lombok Barat Mulianah, Baiq; Muhsinun, Muhsinun; Hadi, Heri Sopian; Yuliana, Yuliana; Fauzan, Ahmad
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Maret 2026
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v3i2.149

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan manajemen organisasi Generasi Z melalui pelatihan pada Komunitas Gema Literasi di Desa Sandik, Lombok Barat. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif berbasis pengalaman dengan melibatkan 15 peserta mahasiswa. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, simulasi organisasi, dan evaluasi reflektif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman kepemimpinan dari yang semula bersifat otoritatif menjadi kolaboratif dan partisipatif. Selain itu, peserta mengalami penguatan kemampuan manajemen organisasi, khususnya dalam perencanaan dan pengorganisasian program kerja yang lebih sistematis dan terukur. Pengembangan soft skills juga terlihat pada peningkatan kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan pengambilan keputusan yang lebih rasional dan kolektif. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan berbasis pengalaman efektif dalam membangun kapasitas kepemimpinan Generasi Z yang adaptif terhadap dinamika organisasi modern. Meskipun demikian, keterbatasan durasi pelatihan dan heterogenitas pengalaman peserta menjadi tantangan yang perlu diperhatikan dalam pengembangan program selanjutnya.
Pendidikan Agama Islam sebagai Instrumen Peningkatan Moralitas Untuk Mendukung Pemberantasan Korupsi Baiq Mulianah
RETORIKA: Journal of Law, Social, and Humanities Vol. 2 No. 2 (2024): Retorika: Journal of Law, Social, and Humanities
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to: 1) Analyze the contribution of Islamic religious education in fostering individual morality to prevent corrupt behavior, 2) Assess the role of Islamic religious education in supporting efforts to eradicate corruption in Indonesia. The study uses a literature study method, with data collection through primary and secondary data, as well as data analysis techniques in the form of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that Islamic religious education has a strategic role in shaping individual morality through internalizing the values ​​of honesty, responsibility, justice, and integrity. These values ​​equip individuals with ethical awareness to reject corrupt practices, both in personal life and social interactions, and foster sustainable anti-corruption behavior. In addition, Islamic religious education also contributes to strengthening the anti-corruption culture at the social and institutional levels, encouraging the creation of collective norms that reject corruption, strengthening integrity in decision-making, and supporting the creation of an ethical society and a clean, accountable, and just government system. This study emphasizes the importance of Islamic religious education as a strategic instrument in eradicating corruption in Indonesia.
The Role and Threats of Using ChatGPT in Higher Education: Balancing Pedagogical Potential and Ethical Risks Baiq Mulianah; Fadly Usman; Mauhibur Rokhman; M. Alfin Fatikh; Isni Andriana; Meutia Aisyah Nabila; Mohammad Maulana Nur Kholis
Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 3 (2025): Transformative Islamic Education
Publisher : Universitas Pesantren Kh abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/nzh.v8i3.218

Abstract

The increasing use of generative AI tools in education highlights the need to understand how they can be effectively integrated into university-level teaching and learning. Although these tools offer great promise, the absence of a transparent and ethical framework for their implementation poses real challenges in aligning them with curriculum goals. AI technologies, such as ChatGPT, have already begun to reshape the way students learn, particularly in higher education settings. This research examines how students utilize ChatGPT for academic purposes, including studying, research, and learning activities. Using a quantitative approach, the study identifies usage trends and finds that students generally feel confident using ChatGPT, with many reporting improved engagement and productivity. The lack of regulated ethical standards for ChatGPT use and lecturer interventions prohibiting irresponsible use also impact the widespread use of ChatGPT in higher education settings. This study used quantitative data analysis involving 415 students from four universities: KH Abdul Chalim University, Brawijaya University, Sriwijaya University, and Gadjah Mada University. This research examines the benefits, challenges, and ethical considerations of utilising AI-based software in academic settings, particularly in higher education.