Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL PAUD AGAPEDIA

KOLASE PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK MEMFASILITASI PEMBELAJARAN SENI RUPA ANAK USIA DINI Aini Loita; Nuraly Ma’sum Aprily; Denden Setiaji; Tasya Nur Ramdhani
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 6, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v6i2.55716

Abstract

This research is motivated by problems in early childhood art learning that arise in the field related to the limited availability of teaching materials based on local wisdom, or even almost non-existent. The learning process in PAUD will be carried out optimally if there are components that are relevant and useful for learning, in this case teaching materials with local content. The aim of this research is to develop visual arts teaching materials in the form of collage teaching materials based on local wisdom of traditional games according to field needs for children aged 5-6 years. The method used in this study is the development method with an EDR design based on the McKenney EDR model, which is divided into three parts, namely, analysis and exploration, design and construction, evaluation and reflection. Data collection techniques are observation, interviews, questionnaires, and expert validation. This article presents how to design and construct teaching materials for traditional game collages with the steps for making them. Starting from curriculum analysis covering development programs, core competencies, basic competencies, achievement indicators, as well as learning objectives, expert validation and product design. It is hoped that this traditional game collage teaching material can provide an overview of collage teaching materials as part of a practical and valid learning tool to assist teachers in implementing art learning based on local wisdom of traditional games which can stimulate various child developments optimally. Penelitian ini dilatar belakangi permasalahan pembelajaran seni rupa anak usia dini yang muncul di lapangan terkait ketersediaan bahan ajar berbasis kearifan lokal yang terbatas bahkan nyaris tidak tersedia. Proses pembelajaran di PAUD akan terlaksana secara optimal apabila terdapat komponen yang relevan dan berguna untuk pembelajaran, dalam hal ini bahan ajar dengan muatan lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar seni rupa berupa bahan ajar kolase yang berbasis kearifan lokal permainan tradisional yang sesuai dengan kebutuhan lapangan untuk anak usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengembangan dengan desain EDR yang didasarkan pada model EDR McKenney, yang terbagi menjadi tiga bagian yaitu, analisis dan eksplorasi, desain dan konstruksi, evaluasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, angket, dan validasi ahli. Pada artikel ini disajikan bagaimana desain dan kontruksi perancangan bahan ajar kolase permainan tradisional dengan langkah-langkah pembuatannya. Dimulai dari analisis kurikulum meliputi program pengembangan, kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator pencapaian, serta tujuan pembelajaran, validasi ahli dan perancangan produk. Bahan ajar kolase permainan tradisional ini diharapkan dapat memberikan gambaran bahan ajar kolase sebagai bagian perangkat pembelajaran yang praktis dan valid untuk membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran seni rupa berbasis kearifan lokal permainan tradisional yang dapat menstimulasi berbagai tumbuh kembang anak dengan optimal.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Aktivitas Finger Painting Untuk Memfasilitasi Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini Aini Loita; S. Sumardi; Ririn Nur Afifah
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 7, No 1 (2023): Jurnal PAUD Agapedia: Juni 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v7i1.59904

Abstract

The background of this research is the importance of developing the socio-emotional aspects of early childhood and the development of early childhood learning programs to facilitate child development. The purpose of this study is to describe the basic needs of the importance of social emotional development of children through the design of activities in learning that can facilitate it. In this study, finger painting was chosen as one of the activities to facilitate the social and emotional development of early childhood. Overall this research uses the Educational Design Research (EDR) research method from Mc Kenny Reaves (2012) which includes research steps including: 1) Analysis and exploration; 2) Design and Construction; and 3) Evaluation and Reflection. But, in this article the researcher only presents the results of the research in stage 1, the analysis and exploration stage. The subjects of this study were the teachers and children of group B at SPS TAAM Nurul Amin. Data collection techniques used are literature studies and interviews. The results of the research in stage 1 is social emotional development is very important in the child's learning process so it is necessary to develop a learning activity program to facilitate it. Meanwhile, it was found that the development of learning programs through visual arts activities in schools was still lacking in variety, finger painting was rarely carried out due to media limitations and teacher unpreparedness, and finger painting activities using the group method had never been carried out in schools. Based on the description of this needs analysis, the researcher developed a finger painting activity design using the group method to facilitate the socio-emotional development of early childhood. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya pengembangan aspek sosial emosional anak usia dini dan pengembangan program pembelajaran PAUD untuk memfasilitasi perkembangan anak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan dasar kebutuhan pentingnya pengembangan sosial emosional anak melalui rancangan aktivitas dalam pembelajaran yang dapat memfasilitasinya. Dalam penelitian ini Finger painting dipilih sebagai salah satu aktivitas untuk memfasilitasi perkembangan sosial emosional anak usia dini. Secara keseluruhan penelitian ini menggunakan metode penelitian Educational Design Research (EDR) dari Mc Kenny Reaves (2012) yang meliputi langkah-langkah penelitian diantaranya: 1) Analisis dan eksplorasi; 2) Desain dan Konstruksi; serta 3) Evaluasi dan Refleksi. Namun dalam artikel ini peneliti hanya menyajikan hasil penelitian pada tahap 1 yaitu tahap analisis dan eksplorasi. Subjek penelitian ini yaitu guru dan anak kelompok B di SPS TAAM Nurul Amin. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi literatur dan wawancara. Hasil dari penelitian pada tahap 1 yaitu perkembangan sosial emosional sangat penting dalam proses belajar anak sehingga perlu adanya pengembangan program aktivitas pembelajaran untuk memfasilitasinya. Sementara itu, ditemukan bahwa pengembangan program pembelajaran melalui aktivitas seni rupa di sekolah masih kurang beragam, finger painting jarang dilaksanakan karena keterbatasan media dan ketidaksiapan guru, dan aktivitas finger painting dengan metode kelompok juga belum pernah dilaksanakan di sekolah. Berdasarkan deskripsi analisis kebutuhan ini, peneliti mengembangkan rancangan aktivitas finger painting dengan metode kelompok untuk memfasilitasi perkembangan sosial emosional anak usia dini.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Logis Anak Melalui Media Kotak Ceria Pada Kelompok A Paud Al-Fatan Desa Cisayong Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya Hana Pandora; Aini Loita; Taopik Rahman
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 7, No 1 (2023): Jurnal PAUD Agapedia: Juni 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v7i1.59931

Abstract

Early childhood is a child with an age range of 0-6 years. At this time children are in the golden age or what we often call the golden age. Preschool education is education given to early childhood both formal and non-formal. Education can help in the process of growth and development of children. This resarch was conducted with the aim of improving logical thinking skills through Kotak Ceria learning media at the age of 4-5 years in group a in Al-Fatan kindergarden, Cisayong Village,, Cisayong District, Tasikmalaya Regency. This study uses classroom action research in collaboration with group teachers. The subjects of this study were 10 chidren, namely two gilrs and eight boys. Data collection techniques used are observation and documentation. The research instrument is an observation sheet. This study uses data reduction analysis, data display and conclusions. The stages of this research are first there is pre-action, cycle I, cycle II and cycle III. The results of this study are increasing children’s logical thinkg skills through the use of Kotak Ceria, namely in pre-action only reaching 44% in cycle I increasing to 58%,, in cycle II 66% and in cycle III reaches 86%. Anak usia dini adalah anak dengan rentang usia 0-6 tahun. Pada masa ini anak berada pada masa emas atau sering kita sebut dengan masa golden age. Pendidikan prasekolah merupakan pendidikan yang diberikan kepada anak usia dini baik formal maupun non formal, pendidikan dapat membantu dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis melalui media pembelajaran kotak ceria pada usia 4-5 tahun kelompok A di TK Al-Fatan Desa Cisayong Kecamatan Cisayong Kabupatem Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas berkolaborasi dengan guru kelompok A. Subjek penelitian ini sebanyak 10 orang, 2 orang anak perempuan dan 8 orang anak laki-laki. Teknik pengambilan data yang dilakuk,an yaitu observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian nya yaitu lembar observasi. Penelitian ini menggunakan analisis reduksi data, tampilan data dan kesimpulan. Tahapan Penelitian ini yaitu Pertama ada pra tindakan, siklus I, siklus II dan siklus III. Hasil dari penelitian ini yaitu kemampuan berikir logis anak menggunakan media kotak ceria berhasil meningkat yaitu: pada pra tindakan hanya mencapai 44%, pada siklus I meningkat menjadi 58%, pada siklus II 66% dan pada siklus III mencapai 86%.