Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT GASTROENTERITIS PADA PASIEN PEDIATRI RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT HARAPAN DAN DOA KOTA BENGKULU Setya Enti Rikomah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v8i1.319

Abstract

Gastroenteritis merupakan  masalah yang paling sering terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia, angkakejadian Gastroenteritis disebagianwilayah Indonesia hingga saat ini masih tinggi. Hal ini terjadi disebabkan rendahnya ketersediaan air bersih, sanitasi dan perilaku hidup yang tidak sehat.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat Gastroenteritis pada pasien pediatri rawat inap di Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu pada bulan Januari sampai dengan Maret tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif, dengan perhitungan sampel dilakukan dengan menggunakan rumus cross secsional dengan jumlah responden dalam penelitian 28 pasien. Hasil penelitian ini menunjukan penggunaan obat Gastoenteritis yang paling banyak digunakan adalah L-Bio sebesar 57% dilanjutkan dengan Oralit sebesar 31% dan Zinc sebesar 11%, dan yang paling sedikit digunakan adalah Domperidone 1%.
EFEKTIVITAS DIURETIKA EKSTRAK ETANOL DAUN RANDU (Ceiba Petandra L)PADA MENCIT JANTAN PUTIH ( Mus Musculus ) Setya Enti Rikomah, Yuska Novyanty, Merlin handayani Setya Enti Rikomah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i2.317

Abstract

Daun Randu (Ceiba Petandra L) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder flavonoid, fenolik, terpenoid, saponin, dan alkaloid daun mudanya mengandung fenol, alkaloid, tannin, saponin, phytate, oxalate, trypsin inhibitor dan hemagglutinin, senyawa yang diduga sebagai diuretik adalah flavonoid. Tujuan penelitian mengetahui ekstrak Daun Randu akan efektif untuk diuretik dengann variasi dosis sebagai pembanding.Penelitian di bagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol (-) Na CMC, kontrol (+) Furosemide, (P1) ekstrakdaun randu 1,36 mg, (P2) ekstrak daun randu 2,73 mg dan (P3) ekstrak daun randu4,10 mg.Uji keefektifan ekstrak daun randu terhadap diuretik dilakukan pada 25 ekor mencit jantan (Mus muscullus L.) selama 6 hari. Pengukuran volume urine pada setiap mencit dilkukan setiap 30 menit.Hasil yang diperoleh dianalisis dengan uji analys of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang bermakna/ berbeda signifikan dengan nilai signifikansi yaitu (0,000 < 0,05) antar kontrol (-), kontrol (+), P1,P2,danP3, ekstrak yang berefek diuretik paling baik adalah dosis ekstrak daun randu yang ke 2 sebanyak 2,73 mg.
PENGARUH PEMBERIAN ANTASIDA TERHADAP EFEK ANALGETIK ASPIRIN PADA MENCIT JANTAN (Mus-Musculus L) Setya Enti Rikomah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v1i1.264

Abstract

Antasida merupakan suatu basa lemah yang mengikat asam secara kimia dan menetralkan asam lambung. Aspirin merupakan golongan NSAID yang mempunyai efek sebagai analgetik yang bekerja pada nyeri ringan sampai sedang mempunyai sifat analgetik, antipiretik, dan antiinflamasi. Aspirin dan antasida apabila di berikan dalam waktu yang bersamaan akan menimbulkan interaksi obat, antasida meningkatkan pH urine sehingga klirens salisilat meningkat dan dosis salisilat dalam darah menurun.Proses penelitian ini, menggunakan hewan mencit jantan sebanyak 16 ekor, di bagi dalam 4 kelompok tiap kelompok masing-masing 4 ekor mencit. Metode yang digunakan adalah metode Sigmund, yaitu metode yang menggunakan larutan asam asetat 1% sebanyak 0,3 ml.Hasil penelitian pada percobaan ini,berdasarkan jumlah geliat pada mencit dan hasil pengolahan data SPSS16 bahwa pengaruh pemberian antasida terhadap efek analgetik dari aspirin meningkat. di tunjukan dengan adanya jumlah geliat mencit yang tertinggi.
EFEKTIVITAS ANALGETIK EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH PISANG KEPOK (Musa acuminata x balbisiana ‘saga’) PADAMENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus Setya Enti Rikomah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v5i2.316

Abstract

Pisang kepok (Musa acuminata x balbisiana ‘saga’) merupakan buah yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Kulit pisang merupakan limbah dari buah pisang yang umumnya belum dimanfaatkan secara nyata. Kulit buah pisang kepok (Musa acuminata x balbisiana ‘saga’) yang telah masak berwarna kuning kaya akan senyawa flavonoid, maupun senyawa fenolik lainnya. Flavonoid, alkaloid dan saponin yang terkadung dalam kulit buah pisang kepok diduga berpotensi sebagai analgesik. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu agar kulit buah pisang dapat dimanfaatkan sebagai analgetik. Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode jentik ekor.Hewan uji yang digunakan 25 ekor mencit putih jantan (Mus musculus)dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol positif diberikan Ibuprofen dengan dosis 400 mg/kgBB, kontrol negatif diberikan Na CMC 0,5%, Dosis I diberikan ekstrak etanol kulit buah pisang kepok konsentrasi 1,3 mg/kgBB mencit, Dosis II diberikan ekstrak etanol kulit buah pisang kepok konsentrasi 2,6 mg/kgBB mencit, Dosis III diberikan ekstrak etanol kulit buah pisang kepok konsentrasi 3,9 mg/kgBB mencit. Serta uji evaluasi ekstrak etanol kulit buah pisang kepok yaitu uji organoleptis, uji kelarutan, uji pH dan skrining fitokimia. Hasil uji one-way anova menunjukkanterdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (0,000< 0,05). Hasil uji duncanmenunjukkan kelompok yang memberikan efektivitas analgetik terbaik adalah Dosis II (2,6 mg/kgBB mencit).
EFFECTIVENESS ANTIPYRETIK RANDU SYRUP LEAF EXTRACT ETHANOL (Ceiba pentandra L) ONWHITE MALE Mice (Mus musculus) Setya Enti Rikomah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i2.32

Abstract

Tumbuhan sebagai obat tradisional masih sangat di butuhkan di masyarakat Indonesia terutama di daerah pedesaan yang masih kaya dengan keanekaragaman tumbuhannya. Tanaman randu ( Ceiba pentandra L ) telah banyak digunakan di dunia kefarmasian dalam berbagai bentuk sediaan salah satunya sirup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas antipyretik sirup ekstrak etanol daun randu.    Penelitian ini menggunakan metode induksi vaksin DPT-Hb 0,022/20gr BB mencit sebagai induksi demam, menggunakan 5 kelompok perlakuan yaitu Kontrol Positif (Parasetamol), Kontrol Negatif (F0), Formula I (5%), Formula II (10%), Formula III (15%). Pengamatan dilakukan setiap 30 menit selama 180 menit. Data di analisa menggunakan One Way Anova dengan taraf kepercayaan 95%.    Hasil penelitian di dapatkan semua perlakuan Signifikan dengan nilai P 0.000 <0,05. Hasil Duncan menunjukkan Formula III memiliki efek Antipyretik lebih baik dibandingkan kontrol positif, formula II, kontrol negatif, formula I.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL 70% DAUN SINGKONG (Manihot utilissima Phol) PADA BAKTERI ESCHERICHIA COLI Setya Enti Rikomah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v3i2.266

Abstract

Salah satu tanaman yang secara tradisional digunakan sebagai obat diare adalah daun singkong (Manihot utilissima Phol), diare salah satunya disebabkan oleh e.coli. Penelitianinibertujuanuntukmengetahui daya hambat ekstraketanoldaunsingkong (ManihotutilissimaPhol) pada bakteriEscherichia Coli.Daunsingkong (ManihotutilissimaPhol)diekstrakdenganmetodemaserasidengan pelarut yang digunakan yaitu etanol 70% . Ujidaya hambat antibakteridilakukandenganmetodedifusicakramdiameter6mmpada bakteriEscherichia Coli. Konsentrasiekstrakdaunsingkong(ManihotutilissimaPhol) yang digunakanadalah 10 μg/ml, 50 μg/ml, 100 μg/ml, 500 μg/ml, 1000 μg/ml dalam pelarut DMSO 10%, kontrol positif (+) menggunakankloramfenikol 0,3 % dan kontrol negatif (-) mengunakan DMSO 10%. Kemudian diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37º C. Zona bening diukur dibandingan dengan standar katagori penghambat. Data dianalisis dengan menggunakan SPSS.HasilpenelitianmenunjukanekstrakdaunsingkongmemilikiaktivitasantibakteripadaEscherichia Colidengan diameter zona hambat 1,65 mmpadakonsentrasi 1000μg/mlyang terbaik,data statistic signifikan 0,17>0,05 tidak berbeda signifikan.
GAMBARAN PELAYANAN KEFARMASIAN DIUPTD PUSKESMASPERAWATANBETUNGANKOTABENGKULU Setya Enti Rikomah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v5i1.313

Abstract

Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pelayanan kefarmasian di UPTD Puskesmas Perawatan Betungan Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental yang akan dilakukan analisa data secara deskriptif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan ekslusi sampel yang digunakan. Sampel yang memenuhi persyaratan sebagairesponden, selanjutnya diminta untuk mengisi kuisioner. Penelitian dilakukan dengan pengambilan data secara prospektifdengan jumlah sampel sebanyak 97. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer. Hasil penelitian menyatakan bahwa pelayanan kefarmasian di UPTD puskesmas perawatan di Betungan Kota Bengkulu termasuk kategori baik dengan memenuhi stndar angka penilaian 3,00.
Gambaran Penggunaan Obat Malaria Pada Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Penurunan Kota Bengkulu Setya Enti Rikomah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i1.125

Abstract

Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit plasmodiumyang hidup dan berkembang biak didalam sel darah manusia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran penggunaan obat antimalaria  pada pasien rawat jalan di poli umum Puskesmas Penurunan Kota Bengkulu tahun 2018. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan data sekunder, data yang diambil termasuk data retrospektif.Hasil penelitian di poli umum Puskesmas Penurunan Kota Bengkulu tahun 2018 didapat jenis kelamin perempuan 63,02%, umur >15 tahun 43,84%,  pekerjaan sebagai swasta yang meliputi nelayan dan buruh 46,58%, dan tingkat pendidikan SD 38,36%, penggunaan obat Antimalaria yang banyak yaitu kombinasi 56,17%.
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI (KIE) DI APOTEK "X" KOTA BENGKULU Setya Enti Rikomah; Devi Novia; Leny Febrianti
Jurnal Sains Kesehatan Vol 29, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.29.1.18-25

Abstract

Pelayanan yang bermutu mempengaruhi  tingkat kepuasan pasien yang mencangkup lima dimensi yaitu Reability (kehadalan), Responsivennes (ketanggapan), Assurance (jaminan), emphaty (empati) dan Tangible (berwujud). Penelitian inibertujuan  untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE).Penelitian ini merupakan penelitian observasional non probabilitas sampling dengan data prosperktif. Pengambilan sampel dengan teknik cross sectional, yang memenuhi syarat inklusi dan eksklusi menggunakan instrument kuesioner yang dilkukan uji validasi dan reabilitas. Tingkat kepuasan diukur dengan menggunakan metode Costomers statifaction index(CSI).Hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat kepuasan pasien berdasarkan Costomers statifaction index(CSI)mendapatkan hasil dimensi menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien di Apotek CARE 24 terhadap pelayanan KIE dari dimensi Reability (ketanggapan) didapatkan 76,13%,Responsiveness (kehandalan)  didapatkan 77,65%, dimensi Assurance (jaminan) didapatkan 79,23%, dimensi Emphaty (empati)  didapatkan 78,68% dan dimensi Tangible(berwujud)didapatkan 79,39%. Secara keseluruhan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan KIE di Apotek CARE 24 Bengkulu tergolong  puas dengan hasilCostomers statifaction index(CSI) 81,73% dari 100 responden.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Dagusibu Obat di Kelurahan Tanah Patah Kota Bengkulu Setya Enti Rikomah
Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia Vol. 9 No. 2 (2020): JPFI
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Jl. Kamboja Simpang Baru-Panam, Pekanbaru, Riau 28293 Telp. (0761) 588006, Fax. (0761) 588007 e-mail: editor-jpfi@stifar-riau.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51887/jpfi.v9i2.851

Abstract

Masyarakat banyak yang melakukan swamedikasi untuk mengobati penyakitnya. Dalam pelaksanaan swamedikasi banyak yang belum mendapatkan informasi lengkap terkait dengan obat yang diterima. DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) merupakan program Gerakan Keluarga Sadar Obat untuk mencapai pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat dengan benar. Tujuan penelitian untuk mengetahui persentase pengetahuan (baik, cukup dan kurang) masyarakat tentang DAGUSIBU obat dan untuk mengetahui apakah data sosiodemografi (umur, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan) dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU obat. Penelitian dilakukan dengan membagikan kuesioner sebagai data primer dan pengambilan sampel menggunakan metode cross sectional. Kriteria inklusi dari penelitian ini adalah masyarakat kelurahan Tanah Patah yang melakukan DAGUSIBU obat dan bersedia menjadi responden, berumur 20-35 tahun dan komunikatif. Kriteria inklusinya yaitu masyarakat yang melakukan DAGUSIBU obat namun mengajukan pindah kelurahan dan KTP belum Tanah Patah. Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan masyarakat kelurahan Tanah Patah tentang DAGUSIBU obat dikatakan baik, dengan persentase 46,63% dari 193 responden, berdasarkan sosiodemografi responden usia 26-35 tahun berpegetahuan baik dengan persentase 30,05%, perempuan berpengetahuan baik dengan persentase 29,02%, pendidikan SMA berpengetahuan baik dengan persentase 31,08% dan pekerjaan swasta berpengetahuan baik dengan persentase 35,22%.