Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENINGKATAN KESADARAN KESEHATAN TERHADAP PENYAKIT STROKE DI PONDOK PESANTREN JABAL NOER SIDOARJO Zamzam, Maki; Herdiani, Novera; Hidayat, Muhammad Taufiq; Syifak, Shobihatus; Khurin, Nazilatul; Jannah, Wardatul; Fiyadila, Rizka; Putri, Anisa Qonita
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.22724

Abstract

Stroke merupakan penyakit yang menyerang otak dan terjadi ketika aliran darah ke area otak tersumbat. Dan prevalensi stroke di Indonesia sebesar 12,1 per 1000 penduduk. pondok pesantren Jabal Noer memiliki santri aktif sebanyak 200 orang terdiri dari tingkatan SMP dan SMA yang bermukim di asrama pondok pesantren . Stroke yang dikenal sebagai silent killer yang dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia menjadi alasan perlu dilakukannya edukasi sejak dini pada para santri. Program pengabdian masyarakat ini akan berupaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para santri terhadap penyakat stroke melalui penyuluhan penyakit stroke. Metode yang digunakan dalam program ini adalah penyuluhan kesehatan tentang penyakit stroke. Program ini dilaksanakan selama 1 bulan dengan sasaran peserta adalah santri putra dan putri yang tinggal di pondok pesantren. Dari hasil kegiatan yang dilakukan menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat pemahaman mengenai penyakit stroke. Kesimpulan dari penyuluhan ini adalah bahwa upaya pendidikan kesehatan dapat membawa dampak positif dalam meningkatkan kesejahteraan dan pengetahuan kesehatan masyarakat khususnya santri. Oleh karena itu penyuluhan kesehatan harus rutin dilakukan sebagai usaha menjaga kesehatan para santri.
SENAM DAPUR DALAM RANGKA MENINGKATKAN KEBIASAAN HIGIENE DAN SANITASI MAKANAN DI DAPUR PP. ZAINUL HASAN GENGGONG Aulia, Nurlisa Naila; Syifak, Shobihatus; Faizah, Imamatul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.22859

Abstract

Latar belakang: Higiene dan sanitasi makanan merupakan pengendalian terhadap empat faktor penyehatan makanan yaitu faktor tempat atau bangunan, peralatan, orang, dan bahan makanan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan hiegine dan Sanitasi Makanan di dapur santri PP. Zainul Hasan Genggong Probolinggo. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode presentasi. Rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dimulai dari sesi persiapan yaitu pembuatan materi, pembuatan soal pre dan post-test, dan persiapan dokumen maupun administrasi lain. Soal Pre-test dan post-test diberikan kepada peserta digunakan sebagai indikator tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan materi. Hasil dan pembahasan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan selama satu hari pada tanggal 11 Mei 2023 di PP. Zainul Hasan Genggong Probolinggo. Sasaran peserta adalah santri putra dan putri PP. Zainul Hasan Genggong Probolinggo yang berusia remaja. Acara dihadiri sebanyak 24 peserta. Hasil rata-rata nilai pre-test adalah 82, sedangkan nilai rata-rata post-test adalah 86. Hal ini menunjukkan terdapat peningkatan rata-rata nilai sebesar 4% dari sebelum diberikan materi (pre-test) dengan setelah diberikan materi (post-test). Terdapat peningkatan pengetahuan santri mengenai pengetahuan hiegine dan sanitasi makanan. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah terlaksana dengan baik. Semua peserta hadir dan mengikuti acara dari awal hingga akhir, serta sangat antusias termasuk dalam sesi diskusi. Hasil akhir kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan para peserta pengabdian kepada masyarakat yakni santri PP. Zainul Hasan Genggong Probolinggo.
Profile of Stroke Patients with COVID-19 at Rumah Sakit Islam Surabaya Jemursari, Indonesia Syifak, Shobihatus; Yuniati, Dyah; Surya, Prima Ardiansyah; Saffanah, Vena Saskia Prima
Jurnal Medis Islam Internasional Vol 4 No 2 (2023): June
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/iimj.v4i2.4131

Abstract

Background: Stroke is the number one cause of death in Indonesia, in America stroke is also the number one cause of disability. In COVID-19, most patients experience mild to moderate respiratory symptoms, and need no specific treatment. However, in some patients with comorbidities such as cardiovascular, diabetes mellitus, chronic respiratory disease, and malignancy, it often gives serious manifestation. Objective: This study aimed to profile of stroke patients with COVID-19 at Rumah Sakit Islam Surabaya Jemursari, Indonesia. Method: The type of this research was observational retrospective research. We used all the stroke patient hospitalized at Rumah Sakit Islam Surabaya Jemursari from April to December 2020 that confirmed the diagnosis of COVID-19. We used the general data, data of clinical symptoms, blood pressure, head CT-scan findings, and laboratory findings the data of participants was collected. The data showed as number (frequency) and percentage. Results: The patient’s average age of 57 years, male was common; patients with hypertension were often seen in the comorbidities; ischemic strokes were by far the most prevalent form; subcortical regions were the most frequent location of stroke based on the CT scan. The results of head CT showed that 91.7% of patients had an ischemic stroke and 8.3% of patients had a hemorrhagic stroke. Conclusions: The stroke patients with COVID-19 and hospitalized at Rumah Sakit Islam Surabaya Jemursari, Indonesia have an average age of 57 year, and most of the patient was male. Comorbid hypertension was commonly observed in this study. Based on the type of stroke, ischemic was the most common manifestation and subcortical regions were the most frequent location.
Intracerebral Hemorrhage-Grading Scale (ICH-GS) Score as a Prognosis Prediction of Spontaneous Intracerebral Hemorrhage at Rumah Sakit Islam Surabaya Jemursari Aulia, Nurlisa Naila; Syifak, Shobihatus; Yuniati, Dyah; Alam, Ilham Putera; Surya, Prima Ardiansyah
Jurnal Medis Islam Internasional Vol 4 No 2 (2023): June
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/iimj.v4i2.4153

Abstract

Background: Spontaneous intracerebral hemorrhage or hemorrhagic stroke is one of the leading causes of mortality and disability in Indonesia, but until now there is no specific therapy for this disease. The intracerebral hemorrhage (ICH) score is a widely used predictive tool for the prognosis of death 30 days after spontaneous intracerebral hemorrhage, but the intracerebral hemorrhage-grading scale (ICH-GS) score has a more specific interval to assess the prediction of the prognosis after intracerebral hemorrhage. Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari Surabaya has not carried out data collection related to the ICH-GS score with the outcome (death) of patients with spontaneous intracerebral hemorrhage, especially while still receiving hospital treatment. Objective: To identify the number of ICH-GS scores in patients with spontaneous intracerebral hemorrhage as a predictor of prognosis at RSI Jemursari Surabaya. Method: The type of this research is retrospective research. The population comprised of all patients with spontaneous intracerebral hemorrhage hospitalized at RSI Jemursari Surabaya in 2017-2019, with affordable population of all patients with spontaneous intracerebral hemorrhage diagnosed by a neurologist. Results: The data showed that 5.5% (6 people) had an ICH-GS score of 5; 38.2% (42 people) had an ICG-GS score of 6; 21.8% (24 people) had an ICH-GS score of 7; 20 % (22 people) had an ICH-GS score of 8; 5.5% (6 people) had an ICH-GS score of 9; 4.5% (5 people) had an ICH-GS score of 10; 3.6% (4 people) had an ICH-GS score of 11; and 0.9% (1 patient) had an ICH-GS score of 12. Conclusions: The results of the ICH-GS score can be used to facilitate communication both with fellow health workers and with the patient's family. Trend of the data showed that ICH-GS score is not consistent in showing the prognosis of spontaneous intracerebral hemorrhage (the smaller the ICH-GS score should have better prognosis than the higher score), while the information based only on volume and location can predict the prognosis more consistently`.
Therapy Reminiscence: sebagai Upaya Meningkatkan Memori pada Lansia dengan Demensia Syifak , Shobihatus; Noventi, Iis
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan: Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i2.1746

Abstract

Demensia mengakibatkan penurunan fungsi memori pada lansia, salah satu upaya untuk meningkatkan memori adalah Reminiscence Therapy.  Reminiscence Therapy adalah terapi modalitas dengan mengingat masa lalu yang dapat menurunkan beberapa gangguan kesehatan salah satunya adalah gangguan fungsi memori yang dialami lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Reminiscence Therapy terhadap peningkatan fungsi memori pada lansia di Griya Lansia Wajak. Desain penelitian ini eksperimen semu dengan rancangan pre and post test tanpa kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian adalah seluruh lansia di Griya Lansia Wajak dengan jumlah sampel 20 responden, teknik pengambilan sampelnya yaitu non probability sampling dengan metode consecutive. Instrument pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes kognitif secara menggunakan MMSE Hasil dari penelitian ini menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test terhadap nilai fungsi kognitif sebelum dan sesudah diberikan Reminiscence Therapy mendapatkan nilai signifikan p = 0,002 (p˂α;α=0,05). Temuan tersebut menyatakan bahwa Reminiscence Therapy secara signifikan mempengaruhi lansia dengan gangguan memori. Kesimpulannya, kenangan bermanfaat melalui perubahan hidup yang penuh tekanan, mengurangi gejala depresi, meningkatkan kepuasan hidup dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik pada lansia dengan penyakit demensia.
The Effect of Age and Gender on the Pain Scale of LBP Patients Aulia, Nurlisa Naila; Syifak, Shobihatus; Amsori, Anabela Amoret; Ramadhana, Ain Darojah Siddiq
Jurnal Medis Islam Internasional Vol 7 No 1 (2025): June
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/iimj.v7i1.7252

Abstract

Introduction: Low back pain (LBP) is a prevalent condition affecting people across various age groups and genders. Age-related degeneration and gender-specific hormonal factors are believed to influence pain perception in LBP patients. Objective: This study aims to examine the influence of age and gender on pain intensity in patients with LBP. Methods: A cross-sectional observational study was conducted on 47 patients diagnosed with LBP at RSI Jemursari Surabaya. Pain was assessed using the Numeric Rating Scale (NRS). Respondents were grouped by age (20–30, 31–40, 41–50, 51–60, >60 years) and gender (male, female). Pearson correlation and independent t-tests were used for statistical analysis. Results: Among the respondents, 89.4% were female, with the largest age group being 41–50 years (42.6%). There was a significant positive correlation between age and pain scale (r = 0.42, p = 0.003). Females reported significantly higher pain scores compared to males (p = 0.018). Conclusions: Age and gender are significantly associated with pain severity in LBP patients. Older individuals and females tend to report more intense pain. These findings highlight the importance of personalized pain management strategies considering demographic factors.