Claim Missing Document
Check
Articles

PEMETAAN NILAI INDEKS KUALITAS AIR TANAH UNTUK IRIGASI DI KECAMATAN NEGARA KABUPATEN JEMBRANA PROVINSI BALI Inayah, Luthfi; Siswoyo, Hari; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.07

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada daerah irigasi yang berada di Kecamatan Negara, yang merupakan daerah dengan tingkat tanah kering cukup tinggi serta merupakan daerah irigasi tadah hujan sehingga kebutuhan air irigasinya akan bergantung pada hujan. Melihat beberapa keadaan tersebut potensi dan peluang akan pemanfaatan air tanah untuk irigasi persawahan begitu sangat dibutuhkan. Beberapa solusi atas permasalahan tersebut dapat diperhitungkan melalui nilai indeks kualitas air tanah (IWQI) serta penentuan terkait kesesuaian kualitas air tanah dengan tanaman dan tanah sehingga peningkatan terhadap kualitas dan kuantitas produksi pertanian meningkat. Selain itu sebaran spasial nilai IWQI juga diperlukan sebagai dasar analisis penentuan zona kesesuaian air tanah dan permeabilitas tanah. Berdasarkan hasil yang dihasilkan dalam penelitian ini, terdapat dua kategori yang dinyatakan nilai IWQI yaitu penggunaan air rendah (LR) berkisar 70,43 – 77,69 seluas 90,45% dari total areal dengan rekomendasi menghindarkan tanaman yang sensitif garam, sedangkan penggunaan air sedang (MR) berkisar 67,48 – 69,58 seluas 9,55% dari total areal yang direkomendasikan tanaman pertanian yang toleran terhadap garam untuk ditanam. Selanjutnya pemetaan spasial dilakukan untuk memperoleh zona wilayah dari hasil nilai IWQI dengan kesesuaian jenis tanaman pertanian dan pemetaan permeabilitas tanah yang dapat diterapkan.
Studi Perbandingan Model Horton dan Model Kostiakov Terhadap Laju Infiltrasi Prijanto, Nisrina Amelia; Harisuseno, Donny; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.05

Abstract

Abstract: Lesti watershed, which is located in Malang Regency, is part of the Brantas sub-watershed. Lesti watershed has several problems such as land damage, and erosion that has an impact on infiltration rate. This studi aims to determine the infiltration rate using Horton Model and Kostiakov Model, so that the best model is obtained that approximates the measurement in the field by comparing it with empirical calculations as evidenced by using a model calibration test using the Nash-Sutcliffe Efficiency Test, Root Mean Square Error, Mean Absolute Error, and Relative Error. Infiltration rate data in the field was measured using a Double Ring Infiltrometer, then the data was analyzed using Horton and Kostiakov model empirical formulas. The results of the measurement of the highest initial infiltration rate(fo) at point 4 with a value of 15 mm/minute and the lowest fo value at point 12 with 4 mm/minute value. The results of empirical calculation of the highest value fo Horton model is 12.857 mm/minute at point 4, and Kostiakov is 9.215 at point 4. A calibration test is carried out between the infiltration rate of empirical formula with field calculations at 12 study points. Horton Model is shown to be close to infiltration rate measurement results are indicated by 4 calibration tests. Abstrak: DAS Lesti yang terletak pada Kabupaten Malang adalah bagian dari Sub-DAS Brantas. DAS Lesti memiliki beberapa permasalahan seperti kerusakan lahan, serta erosi yang berdampak terhadap laju infiltrasi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui laju infiltrasi dengan Model Horton dan Model Kostiakov lalu diperoleh model terbaik yang mendekati pengukuran di lapangan dengan cara membandingkan dengan perhitungan empirisnya dibuktikan dengan menggunakan uji kalibrasi model menggunakan Uji Efisiensi Nash-Sutcliffe, Root Mean Square Error, Mean Absolute Error, dan Kesalahan Relatif. Data laju infiltrasi di lapangan diukur menggunakan alat Double Ring Infiltrometer, kemudian dari data tersebut dilakukan analisis menggunakan rumus empiris Model Horton dan Model Kostiakov. Hasil pengukuran laju infiltrasi awal (fo) tertinggi pada titik 4 dengan nilai sebesar 15 mm/menit dan nilai fo terendah pada titik 12 dengan nilai sebesar 4 mm/menit. Hasil perhitungan empiris nilai fo model Horton tertinggi sebesar 12,857 mm/menit pada titik 4, dan Kostiakov sebesar 9,215 pada titik 4. Setelah itu dilakukan uji kalibrasi antara laju infiltrasi rumus empiris dengan perhitungan di lapangan pada 12 titik studi, kemudian didapatkan Model Horton terbukti mendekati laju infiltrasi hasil pengukuran ditunjukkan oleh 4 uji kalibrasi.
Aplikasi Sistem Informasi Geografis Untuk Evaluasi Sistem Jaringan Drainase Di Sub DAS Kota Malang Rochman, Hafid Nuri; Andawayanti, Ussy; FIdari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.10

Abstract

Malang city is an area that has a fairly development. The condition of the city has undergone many changes. Changes in land use Environmental and land use conditions switch functions into enclosed areas and reduce green area. This condition exacerbates drainage problems in the area as a result of inundation and flooding problems that can harm humans. Drainage is an important part of planning an area, especially urban areas. Urban drianage network systems can take advantage of emerging technologies such as Geographic Information Systems (GIS) in the form of spatial and geographic data in terms of evaluation of existing drainage channels and drainage channel planning.In this study, an evaluation of drainage channels using several data including rain data, dimensions of existing drainage channels, topographic and land use data at the study site. Calculation of the design flood discharge using Q10 with rational methods. The determination of Q10 used based on historical innundation. The results of the flood calculation are used to evaluate the condition of the drainage channel.The results of this study were obtained from 43 channels at the study site obtained 8 channels that were unable to accommodate the amount of design discharge so that alternative handling was needed. Alternative handling used is changes in the dimensions of channels, detention ponds, and rainwater harvester.Kota Malang merupakan daerah yang memiliki perkembangan yang cukup tinggi. Keadaan Kota Malang sudah banyak mengalami perubahan. Perubahan penggunaan lahan Keadaan lingkungan dan tata guna lahan mengalami peralihan fungsinya sebagai area tertutup dan meminimalisir lahan terbuka hijau. Kondisi inilah yeng memperburuk persoalan drainase di daerah tersebut akibatnya timbul masalah genangan dan banjir yang dapat merugikan manusia. Drainase merupakan bagian penting dalam perencanaan suatu kawasan khususnya daerah perkotaan. Sistem jaringan drianase pada perkotaan bisa menggunakan pemanfaatan teknologi yang saat ini mengalami perkembangan yaitu Sistem Informasi Geografis (SIG) berupa data spasial dan geografi dalam hal evaluasi saluran drainase yang ada dan perencanaan saluran drainase.Pada penelitian ini, dilakukan evaluasi saluran drainase yang menggunakan beberapa data diantaranya data hujan, dimensi saluran drainase eksisting, data topografi dan tata guna lahan di lokasi studi. Perhitungan debit banjir rancangan menggunakan kala ulang 10 tahun dengan metode rasional. Penentuan kala ulang yang digunakan berdasarkan genangan historis yang pernah terjadi. Hasil perhitungan debit digunakan untuk mengevaluasi kondisi saluran drainase.Hasil dari studi ini didapatkan dari 43 saluran yang ada pada lokasi studi dengan proyeksi debit air kotor selama 10 tahun ke depan didapatkan 8 saluran yang tidak mampu menampung besarnya debit rancangan sehingga diperlukan alternatif penanganan. Alternatif penanganan yang digunakan adalah perubahan dimensi saluran, kolam detensi, dan alat pemanen air hujan pada pemukiman.
Studi Manajemen Proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi Domas Kabupaten Pasuruan Menggunakan Metode Crashing dan Fasttrack Putra, Arya Pradamansyah; Cahya, Evi Nur; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.19

Abstract

Penerapan manajemen konstruksi diperlukan untuk menindaklanjuti penyimpangan yang terjadi pada proyek. Penelitian dilakukan pada proyek pemerintah Rehabilitasi Daerah Irigasi Domas, Kabupaten Pasuruan yang terindikasi mengalami adanya deviasi keterlambatan proyek. Tujuan dalam penelitian ini akan dibahas penggunaan metode Earned Value Analysis sebagai estimasi durasi akhir proyek serta analisa perecepatan proyek menggunakan metode Crashing dan Fasttrack agar dapat kembali on-track. Alternatif yang digunakan pada percepatan Crashing menggunakan penambahan jam lembur, sedangkan Fasttrack dengan memparalelkan hubungan pekerjaan. Pada perhitungan metode Earned Value Analysis, dilakukan titik pemantauan pada minggu ke-7 dan ke-11. Didapatkan hasil Schedule Performance Index (SPI) masing-masing sebesar 0,507 dan 0,751. Hal ini menandakan bahwa proyek mengalami schedule overrun atau ketidakefektifan karena hasil SPI kurang dari satu. Kemudian, dari hasil tersebut, dilakukan perhitungan Estimation Completion Date (ECD) pada titik pemantauan dengan masing-masing hasil -70,66% dan -18,95% terhadap durasi normal jika performa proyek tetap. Maka dari itu, dilakukan perhitungan percepatan dengan metode Crashing yang dimulai pada minggu ke-11 dengan hasil efektivitas durasi sebesar 23,33% dan efisiensi biaya sebesar 14,24%. Berbeda dengan percepatan metode Fasttrack yang dimulai pada minggu ke-7 didapatkan efektivitas durasi sebesar 16,03% dan efisiensi biaya sebesar 14,43%. Implementation of construction management is needed to follow up on deviations that occur in the project. The research was conducted on the government project for the Rehabilitation of the Domas Irrigation Area, Pasuruan Regency which indicated that there was a deviation from project delays. The purpose of this study will be to discuss the use of the Earned Value Analysis method as an estimate of the final project duration and analysis of project acceleration using the Crashing and Fasttrack methods so can be back on track. The alternative used in the acceleration of Crashing is to add overtime hours, whereas Fasttrack is to parallelize the task dependencies. Monitoring points are performed in the Earned Value Analysis method calculation at the 7th and 11th weeks. The Schedule Performance Index (SPI) results are 0.507 and 0.751, respectively. Because the SPI result is less than one, this indicates that the project is experiencing a schedule overrun or ineffectiveness. Hence, based on these results, an Estimation Completion Date (ECD) is calculated at the monitoring point, with results of -70,66% and -18.95%, respectively, of the normal duration if project performance remains. Accordingly, the Crashing method was calculated at week 11 with the results of duration effectiveness is 23,33% and cost-efficiency is 14,24%. In contrast to the Fasttrack method in the 7th week, the duration effectiveness is 16,03% and the cost-efficiency is 14,43%.
Rationalization Study of Rainfall Network Density Using The Kagan-Rodda Method in Sub Watershed of Bango Azhari, Zeinnia Alya; Limantara, Lily Montarcih; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.20

Abstract

Management of water resources in watershed determined by avaibility of accurate rainfall data. The study of rationalization rainfall recorded density result the suggestion of amount and placement of rainfall recorded in watershed. The study was manage in Watershed of Bango with total area 246,4 km2 using Kagan-Rodda method and WMO Standard. The analysis of rainfall recorded using WMO Standard, 100-250 km2/rainfall recorded shown that none of the existing rainfall recorded in Bango Sub-Watershed are qualified. The result of Kagan-Rodda analysis giving recommendation the precise amount of rainfall recorded in Bango Sub-Watershed is Blimbing as point of reference station and form another rainfall recorded, C station. The coverage area of Blimbing is 133,74  km2 and C Station is 112,61 km2.
Perbandingan Metode Alih Ragam Hujan Menjadi Debit dengan FJ. Mock dan NRECA di DAS Welang Kabupaten Pasuruan Anindya, Devita Putri; Suhartanto, Ery; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.24

Abstract

The transformation of rain to discharge is a modeling process that converts rain data into discharge data. Discharge data in a watershed (DAS) is needed to determine the availability of water discharge in a river that will be used to meet the needs of living things around it. However, the availability of river flow data is often incomplete. Therefore, a change in the variety of rain to discharge is needed. This study aims to determine the results of the calculation of the conversion of rainfall into discharge at the Welang watershed location, Pasuruan Regency. The method used is the FJ. Mock and NRECA methods. The calculation results from these two methods will be compared with the AWLR data in the Welang watershed. From the results of the analysis, it was found that the most suitable method for calculating the transfer of rainfall into discharge in the Welang watershed is the FJ. Mock method with an NSE value of 0.629, a PBIAS value of 0.437, and a correlation coefficient (R) of 0.793. The use of the surrounding land influences the discharge condition in a watershed. The relationship between changes in land use and the condition of the annual average discharge of the Welang watershed shows that the discharge value tends to decrease in terms of comparisons in 2006, 2010, 2015, and 2020. Alih ragam hujan menjadi debit merupakan proses permodelan yang mengubah data hujan menjadi data debit. Data debit pada suatu daerah aliran sungai (DAS) diperlukan untuk mengetahui ketersediaan debit air pada suatu sungai yang akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup disekitarnya. Tapi pada kenyataannya ketersediaan data debit aliran sungai sering kali tidak lengkap, Maka dari itu dibutuhkan suatu alih ragam hujan menjadi debit. Pada studi ini bertujuan untuk mengetahui hasil perhitungan alih ragam hujan menjadi debit pada lokasi DAS Welang, Kabupaten Pasuruan. Metode yang digunakan adalah metode FJ. Mock dan NRECA. Hasil perhitungan dari kedua metode tersebut nantinya dibandingkan dengan data AWLR pada DAS Welang. Dari hasil analisis didapatkan bahwa metode yang paling sesuai untuk perhitungan alih ragam hujan menjadi debit pada DAS Welang adalah metode FJ. Mock dengan nilai NSE sebesar 0,629, nilai PBIAS sebesar 0,437 dan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,793. Kondisi debit pada suatu DAS dipengaruhi oleh penggunaan lahan disekitarnya. Hubungan antara perubahan tata guna lahan dengan kondisi debit rerata tahunan DAS Welang menunjukkan nilai debit yang cenderung menurun, ditinjau dari perbandingan tahun 2006, 2010, 2015 dan 2020.
Estimasi Laju Infiltrasi Berdasarkan Kadar Air, Porositas, Dan Komposisi Tanah di Sub DAS Lesti Dermawan, Dhany Amar; Harisuseno, Donny; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.28

Abstract

Infiltrasi yang terganggu akibat berubahnya tata guna lahan yang sebelumnya merupakan daerah resapan air hujan akibat konversi lahan guna menunjang kehidupan manusia akan mengakibatkan terganggunya siklus hidrologi yang dapat membawa bencana alam. Strategi perencanaan konversi lahan, tata guna lahan, manajemen air, dan pengembangan daerah sangat erat kaitannya dengan infiltrasi. oleh karena itu dibutuhkan lebih banyak studi mengenai infiltrasi sebagai tambahan referensi bagi peneliti lain khususnya dalam bidang infiltrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengukuran laju infiltrasi di lokasi penelitian. Mengetahui pengaruh parameter tanah yang berupa porositas, kandungan air, dan komposisi butir Tanah dalam tanah terhadap laju infiltrasi. Studi dilaksanakan pada 12 titik lokasi di Sub DAS Lesti. Data-data merupakan pengamatan langsung dari lapangan. Nilai laju infiltrasi yang didapatkan menggunakan alat Double ring infiltrometer di lokasi studi berkisar antara 0,33 mm/menit hingga 14 mm/menit dengan rerata sebesar 5,528 mm/menit. Dilakukan pengujian pada sampel tanah dari lokasi penelitian di laboratorium untuk mengetahui nilai kadar air, porositas dan komposisi butir tanah. Hasil analisa hubungan kadar air, komposisi butir pasir, lanau, dan lempung memiliki hubungan signifikan terhadap laju infiltrasi. persamaan regresi linear berganda terbaik yang dapat dibangun dalam penelitian ini adalah Ypred = 13,717 – 0,131(%Kadar Air) -0,551-(%Lempung) yang secara simultan mampu menjelaskan 79,1% kejadian dari laju infiltrasi dengan kategori model memuaskan.Disturbed infiltration due to the changing of land use that was previously rain catchment area as a result of land conversion to support human life will result to the disturbance of hydrology cycle that can bring natural disaster. Land conversion planning, land usage, water management, and area development strategies are very closely related with infiltration. Therefore, more studies regarding infiltration as more reference for other researcher especially in infiltration field is needed. This research is intended to know the result of infiltration rate in the research location. Knowing the effect of land parameter which are porosity, water content, and soil grain composition in the land to infiltration rate. The study was conducted on 12 location points in Sub DAS Lesti. The data are direct observation on site. Infiltration rate value obtained using Double Ring Infiltrimeter tool on site ranged around 0.33 mm/min to 14 mm/min with an average of 5.528 mm/min. Testing was done on soil sample from research site in the laboratory to see water content value, porosity, and soil grain composition. Analysis result of the relation between water content, sand grain, silk, and clay composition shows significant correlation towards infiltration rate. The best multiple linear regression equation that can be built in this research is Ypred = 13.717 - 0.131 (Water content %) -0.551-(Clay%) that can simultaneously explain 79.1% occurrences from infiltration rate with satisfying model category.
Analisa Indeks Kinerja Sistem Irigasi D.I Mojowarno Kabupaten Jombang Dengan Menggunakan Aplikasi E-PAKSI Pratama, Adit Bintang; Wahyuni, Sri; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.31

Abstract

One of the main rice-growing regions in Jombang Regency is Mojowarno Subdistrict. The Mojowarno Irrigation Area, which is in Mojowarno Village, Mojowarno District, and Jombang Regency, is one of the Mojowarno District sections that contributes to this. An evaluation of the system performance index is required to sustain and boost the current production since the Mojowarno Irrigation Area's maintenance and restoration efforts aim to maintain the level of rice productivity. Additionally, E-PAKSI software is used in this study's determination of the system performance index value to aid with irrigation. The Mojowarno Irrigation Area, Mojowarno District, and Jombang Regency evaluation findings showed that the irrigation performance index value was 71.68 percent (moderate condition). A small value indicates that irrigation network assets are included in the category of being handled immediately, while a large value indicates that irrigation network assets are included in the category of not being handled immediately, according to the explanation obtained from the calculation of handling priorities. does not require quick attention. A number of structures and irrigation canals need to be restored right away due to their damaged state, according to the findings of establishing the priority of management.Salah satu daerah penghasil padi utama di Kabupaten Jombang adalah Kecamatan Mojowarno. Daerah Irigasi Mojowarno yang berada di Desa Mojowarno, Kecamatan Mojowarno, dan Kabupaten Jombang merupakan salah satu ruas Kecamatan Mojowarno yang berkontribusi terhadap hal tersebut. Evaluasi indeks kinerja sistem diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi saat ini karena upaya pemeliharaan dan restorasi Kawasan Irigasi Mojowarno bertujuan untuk mempertahankan tingkat produktivitas padi. Selain itu, perangkat lunak E-PAKSI digunakan dalam penelitian ini penentuan nilai indeks kinerja sistem untuk membantu irigasi. Temuan evaluasi Wilayah Irigasi Mojowarno, Kecamatan Mojowarno, dan Kabupaten Jombang menunjukkan bahwa nilai indeks kinerja irigasi sebesar 71,68 persen (kondisi sedang). Nilai yang kecil menunjukkan bahwa aset jaringan irigasi termasuk dalam kategori ditangani segera, sedangkan nilai yang besar menunjukkan bahwa aset jaringan irigasi termasuk dalam kategori tidak segera ditangani, sesuai dengan penjelasan yang diperoleh dari perhitungan prioritas penanganan. tidak membutuhkan perhatian cepat. Sejumlah struktur dan saluran irigasi perlu segera dipulihkan karena keadaannya yang rusak, menurut temuan untuk menetapkan prioritas manajemen.  
Validasi Data Curah Hujan Satelit dengan Data Stasiun Hujan di DAS Sadar, Kabupaten Mojokerto Maria, Ana; Suhartanto, Ery; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.30

Abstract

Hydrological analysis is a basis for water building planning. However, the problem in hydrological analysis usually in the availability of data, such as empty/incomplete rain data, inadequate rain stations, rain recording which is still done manually so that it can increase the risk errors. To overcome the problem of the lack of availability of rain data, the alternative that can be used is using satellite rainfall. Satellite rainfall is using remote sensing technology, so it is possible to get wider area coverage, near real time data, fast and free access and economical. This study was include for calibration and validation of uncorrected satellite rainfall data in the Sadar watershed area, Mojokerto Regency and using two types of satellites, TRMM and CHIRPS. The data validation analysis methods used are Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE), Correlation Coefficient (R), and Root Mean Squared Error-observations standard deviation ratio (RSR). The results of the validation of the TRMM and CHIRPS satellite rainfall data show that the TRMM satellite has the suitability of the field data by 70,3% while the CHIRPS satellite has the suitability of the field data by 20,7%. So, from the overall analysis can be concluded that TRMM data can be recommended as an alternative hydrology data in the Sadar watershed.Analisis hidrologi adalah suatu dasar perencanaan bangunan air. Namun, permasalahan dalam analisis hidrologi biasanya terletak pada ketersediaan data yang kurang memadai, contoh seperti data hujan yang kosong/tidak lengkap, stasiun hujan yang tidak memadai, pencatatan hujan yang masih dilakukan secara manual sehingga dapat meningkatkan risiko kesalahan pencatatan. Untuk mengatasi permasalahan tentang minimnya ketersediaan data hujan, maka alternatif yang dapat digunakan adalah menggunakan curah hujan satelit. Curah hujan satelit yang menggunakan teknologi penginderaan jauh, sehingga cakupan wilayah luas, data near real time, akses cepat dan gratis serta ekonomis. Studi ini dilakukan untuk kalibrasi dan validasi terhadap curah hujan satelit belum terkoreksi pada wilayah DAS Sadar, Kabupaten Mojokerto dan menggunakan dua jenis satelit yaitu TRMM dan CHIRPS. Metode analisis validasi data yang digunakan berupa Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE), Koefisien Korelasi (R), dan Root Mean Squared Error- observations standard deviation ratio (RSR). Berdasarkan hasil perhitungan satelit TRMM menunjukan kesesuaian data dengan data lapangan sebesar 70,3%, sedangkan untuk satelit CHIRPS menunjukan kesesuaian data dengan data lapangan sebesar 20,7%, sehingga dapat disimpulkan TRMM dapat direkomendasikan menjadi data alternatif hidrologi 
Studi Penjadwalan Konstruksi Pekerjaan Main Dam Dan Bangunan Pelimpah Bendungan Beton Padat Gilas (RCC) Di Muara Juloi Kalimantan Tengah Dengan Menggunakan Microsoft Project 2021 Afina, Bima Putra; Marsudi, Suwanto; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 2 (2026): Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.2.65

Abstract

Penelitian ini membahas penyusunan penjadwalan konstruksi pada pekerjaan main dam dan bangunan pelimpah Bendungan Muara Juloi dengan menggunakan Microsoft Project Manager 2021 sebagai alat bantu pengolahan data durasi, sumber daya, dan biaya. Analisis dilakukan melalui perhitungan volume pekerjaan, produktivitas alat berat, kebutuhan tenaga kerja, serta estimasi biaya berdasarkan Analisis Harga Satuan Pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total Rencana Anggaran Biaya (RAB) awal proyek pada bagian pekerjaan main dam dan bangunan pelimpah adalah sebesar Rp3.493.946.689.724,00 dan setelah dilakukan pemerataan sumber daya terjadi efisiensi sebesar 0,070%. Studi ini juga mengidentifikasi kebutuhan sumber daya berupa 249 tenaga kerja dari berbagai keahlian serta sejumlah alat berat utama seperti excavator, dump truck, agitator truck, dan vibrator roller yang disesuaikan dengan karakteristik pekerjaan lapangan. Analisis percepatan jadwal dengan metode crashing menunjukkan bahwa penambahan jam lembur mampu menurunkan durasi sebesar 4,89%, sementara penambahan alat berat memberikan reduksi durasi sebesar 6,81%. Kombinasi kedua metode menghasilkan percepatan paling signifikan dengan penurunan durasi sebesar 9,86% dari total durasi awal. Hasil penelitian ini mengonfirmasi bahwa integrasi analisis sumber daya, durasi, dan biaya melalui perangkat lunak penjadwalan mampu meningkatkan efisiensi pelaksanaan proyek serta memberikan dasar pengambilan keputusan yang lebih efektif dalam pengelolaan konstruksi bendungan berskala besar.