Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Metode Alih Ragam Hujan Menjadi Debit dengan FJ. Mock dan NRECA di DAS Rejoso Kabupaten Pasuruan Putri, Angelina Satya; Suhartanto, Ery; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.002.07

Abstract

Pengalihragaman hujan menjadi debit adalah suatu proses permodelan yang mengubah data curah hujan menjadi data debit. Data debit pada DAS digunakan untuk kebutuhan makhluk hidup di sekitar. Pada kenyataannya, ketersediaan data debit sering kalitidak lengkap. Maka dari itu, dilakukan studi ini yaitualih ragam hujan-debit pada lokasi DAS Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Metode yang digunakan adalahmetode FJ. Mock dan NRECA, yang nantinya keduametode tersebut dibandingkan dengan data AWLRpada DAS Rejoso. Pada hasil analisis didapatkanbahwa metode FJ. Mock dan NRECA merupakanmetode yang cocok diterapkan pada DAS Rejosodengan nilai NSE sebesar 0,936, nilai PBIAS sebesar1,351 dan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,968Kondisi debit pada suatu DAS dipengaruhi olehpenggunaan lahan disekitarnya. Hubungan antaraperubahan penggunaan lahan dengan kondisi debitrerata tahunan DAS Rejoso menunjukkan nilai debityang cenderung menaik, ditinjau dari perbandingantahun 2006, 2010, 2015 dan 2020. The transformation of rain to discharge is a modeling process that converts rainfall data into discharge data. Discharge data in the watershed is used for the needs of living things in te vicinity. In fact, the availability of discharge data is often incomplete. Therefore, this study was carried out, namely the variation of rainfall-discharge at the location os the Rejoso Watershed, Pasuruan Regency. The method used is FJ. Mock and NRECA, which later the two methods will be compared wit AWLR data in the Rejoso watershed. The results of the analysis show that the FJ. Mock and NRECA are suitable methods to be appllied to the Rejoso watershed with an NSE value of 0,936, a PBIAS value of 1,351 and a correlation coefficient (r) value of 0,968. The use of the surrounding land influences the discharge condition in a watershed. The relationship changes in land use and condition of the annual average discharge of Rejoso watershed shows that the discharge value tends to decrease in terms of comparisons in 2006, 2010, 2015 and 2020.
Pengaruh Angin Terhadap Dimensi Rip-Rap Bendungan: Studi Kasus : Bendungan Sengguruh Hafifah, Dwi Tiya Ayu; Asmaranto, Runi; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.06

Abstract

Rip-rap Bendungan Sengguruh berfungsi sebagai peredam energi yang dapat mereduksi hempasan ombak agar tidak terjadi penggerusan tanah pada lereng hulu bendungan. Studi ini bertujuan menganalisa potensi terjadinya gelombang air yang diakibatkan oleh angin yang dapat merusak material pada Rip-rap Bendungan Sengguruh dilihat berdasarkan tinggi gelombang yang dihasilkan serta perubahan dimensi Rip-rap yang dihitung dari metode perhitungan angin desain (VMPH). Data yang dibutuhkan yaitu kecepatan angin bulanan (U), dataarah angin yang digunakan untuk menentukan nilai panjang fetch (F), data berat jenis batuan dan kemiringan rip-rap bendungan untuk menghitung berat masing-masing fragmen batuan (W). Dari perhitungan tinggi gelombang menggunakan metode perhitungan angin desain (VMPH) tidak dihasilkan gelombang airakibat pengaruh angin pada Bendungan Sengguruh, diakibatkan nilai fetch (F) pada Bendungan Sengguruh <1 km yaitu sebesar (0,850 km). Pada penelitian kaliini tidak dijumpai pengaruh angin yang signifikan yang dapat merusak rip-rap Bendungan Sengguruh. Berdasarkan perhitungan dan dilihat dari kondisi riprap Bendungan Sengguruh saat ini masih dapat dikatakan aman dari pengaruh angin dan gelombang.
Evaluasi Saluran Drainase Untuk Menanggulangi Genangandi KelurahanLowokwaru,KecamatanLowokwaru, Kota Malang Sari, Rika Rahma; Asmaranto, Runi; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.044

Abstract

Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, merupakan kelurahan dengan masalah genangan yang sering terjadi tiap tahunnya. Hal ini disebabkan karena saluran drainase kecil, sedimentasi drainase, dan kurangnya inlet. Studi ini dilakukan untuk mengetahui genangan yang terjadi dan alternatif penanganannya. Aplikasi SWMM 5.1 digunakan untuk menggambarkan simulasi genangan dan mengetahui besarnya genangan pada daerah studi. Hasil pada simulasi SWMM 5.1 menunjukkan kemampuan saluran drainasedi lokasi studiyang dianalisis dengankala ulang 5 tahun menyebabkanbeberapa saluran mengalami luapan, yaitu di Jalan Nusa Indah, Jalan Tirtonadi, Jalan Sarangan, Jalan Anggrek Vanda, Jalan Mawar, Jalan Bungur, Jalan Cempaka Kuning, dan Jalan Mawar IV.Oleh karena itu, diperlukan alternatif penanganan genangan banjir, yaitu pembersihan saluran di Jalan Nusa Indah, penambahan inletdi Jalan Tirtonadi dan Jalan Sarangan, pengerukan sedimen di Jalan Cempaka Kuning dan Jalan Mawar IV, dan pelebaran saluran di Jalan Nusa Indah, Jalan Anggrek Vanda, Jalan Mawar, Jalan Bungur, Jalan Tirtonadi, dan Jalan Sarangan.