Claim Missing Document
Check
Articles

Flood Prone Mapping based on Surface Runoff Analysis using the SWAT Model at the Upstream Side of Brantas Nurcahyaningtyas, Devi; Harisuseno, Donny; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2024.015.01.4

Abstract

Currently, Batu City is experiencing rapid development both in terms of population and the amount of land building. Where development is uncontrolled and not balanced by reasonable conservation efforts, it will cause water resource problems such as flooding. So, it is necessary to understand flow patterns better as an actual effort in effective water management and flood hazard mitigation. This study aims to obtain a map of flood-prone areas in the Brantas sub-watershed upstream of Batu City. The primary methodology adopted in this research entails the examination of surface runoff through the utilization of the ArcSWAT program, followed by the analysis of pertinent parameters, including rainfall, land use, soil type, land slope, river density, and surface runoff. Then, scoring and weighting are done before overlaying each parameter to get a flood vulnerability map at the research location. The results of this study indicate that the mapping of flood-prone areas at the most significant research location is at a high level of flood vulnerability of 78.31 km2 or 52.22% of the total area of the watershed.
Analisis Curah Hujan Serial Terhadap Debit Maksimum di Sub DAS Kampili, DAS Jeneberang, Sulawesi Selatan Salsabila, Nadia; Limantara, Lily Montarcih; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.33

Abstract

Curah hujan serial yang terjadi di Sulawesi Selatan dengan keadaan curah hujan lebat hingga curah hujan sangat lebat berpotensi menimbulkan bencana hidrometerologi seperti genangan, banjir, tanah longsor, dan banjir bandang. Bencana banjir akibat curah hujan tinggi ini terjadi di beberapa daerah termasuk di Sub DAS Kampili, Kabupaten Gowa. Penelitian ini mengidentifikasi kesetaraan akumulasi curah hujan serial terhadap debit banjir rancangan untuk mengetahui keadaan curah hujan serial penyebab kejadian banjir. Metode yang digunakan adalah Hidrograf Satuan Observasi (HSO) Metode Collins dan Hidrograf Satuan Sintesis (HSS) Nakayasu yang kemudian akan dianalisa kesetaraan akumulasi curah hujan serial dengan debit banjir rancangan secara relatif. Hasil kesalahan relatif (%) pada perbandingan HSO Collins dan HSS Nakayasu untuk waktu puncak (Tp) sebesar 5,35% dan debit puncak (Qp) sebesar 15,36%. Pada studi kasus ini, curah hujan rancangan kala ulang 2 tahun sebesar 98,299 mm setara dengan akumulasi curah hujan serial sebesar 62 mm. Sedangkan untuk Q1,1th sebesar 49,913 m3/dt disebabkan oleh curah hujan serial dengan keadaan curah hujan sedang pada kejadian banjir tanggal 7 Oktober 2012, curah hujan lebat pada kejadian banjir tanggal 9 Maret 2011, 12  Februari 2015, 3 Februari 2017, serta curah hujan sangat lebat pada kejadian banjir tanggal 20 April 2013.
Analisis Curah Hujan Serial Terhadap Debit Maksimum di Sub DAS Lesti, DAS Brantas, Provinsi Jawa Timur Februanto, Aaron Jeremy; Limantara, Lily Montarcih; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.40

Abstract

Changes in climate and land use cause a high potential for flooding in the Lesti watershed. Rainfall that can cause flood discharge varies greatly, so an analysis of the equality of rainfall with discharge is needed. In this study, we will discuss the comparative analysis of serial rainfall with design rainfall to determine the amount of serial rainfall that can cause flooding. The method used in this research is Nakayasu Synthetic Hydrograph Unit and Collins Observation Unit Hydrograph so that the results are equivalent to rain which can cause flooding. Serial rainfall with a height of 58 mm will be equivalent to a design rainfall of 87.37 mm with a return period of 2 years. The peak discharge value and peak time between Collins and Nakayasu have deviation results with a relative error for the peak time of 9.173%, while for peak discharge of 9.999%. The AWLR discharge of 187.29 m3/s on 5 April 2015 will be equivalent to the design flood discharge with a 2-year return period of 189,143 m3/s.Perubahan iklim dan tata guna lahan menyebabkan potensi bencana banjir yang tinggi pada DAS Lesti. Curah hujan yang dapat menyebabkan terjadinya debit banjir sangat bervariasi, sehingga dibutuhkan adanya analisis kesetaraan curah hujan dengan debit. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai analisa perbandingan curah hujan serial dengan curah hujan rancangan untuk mengetahui besaran curah hujan serial yang dapat menyebabkan banjir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu dan Hidrograf Satuan Observasi Collins sehingga didapatkan hasil kesetaraan hujan yang dapat mengakibatkan banjir. Curah hujan serial dengan tinggi sebesar 58 mm akan setara dengan curah hujan rancangan sebesar 87,37 mm dengan kala ulang sebesar 2 tahun. Nilai debit puncak dan waktu puncak antara Collins dan Nakayasu memiliki hasil penyimpangan dengan kesalahan relatif untuk waktu puncak sebesar 9,173%, sedangkan untuk debit puncak sebesar 9,999%. Debit AWLR sebesar 187,29 m3/dt pada tanggal 5 April 2015 akan setara dengan debit banjir rancangan dengan kala ulang 2 tahun sebesar 189.143 m3/dt.
Validasi Data Curah Hujan Satelit TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) dengan Data Pos Penakar Hujan di DAS Grindulu, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur Jarwanti, Dieta Putri; Suhartanto, Ery; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.36

Abstract

Ground stations in Indonesia aren’t evenly distributed, whereas the resulted rainfall data is important. Then validation analysis with TRMM satellite data is required because it can cover a wide area, near real-time availability and fast access. This research aims to validate satellite data with observation data in the Grindulu watershed. Later, used to anticipate observation rainfall data that may be an error or unavailable. Validation methods used are Root Mean Squared Error (RMSE), Relative Error (RE), Nash Sutcliffe-Efficiency (NSE), and Correlation Coefficient (R). This research was done with two steps, those were TRMM data uncorrected and corrected, where the corrected data was done by calibration first. It showed that the best corrected TRMM data were found in a monthly period with a range of nine years of calibration in couple with one year of validation have a value of NSE = 0.929; R = 0.969; RMSE = 46.48 and RE = 8.9%. So, it showed that corrected TRMM data resulted have a better value than uncorrected data because the NSE and R values approaching one and have small values of RMSE and Relative Error. Overall, TRMM Satellite data can be used as an alternative hydrology data in the Grindulu watershed.Pos penakar hujan di Indonesia lokasinya masih kurang tersebar merata, padahal data hujan yang dihasilkan sangat penting. Maka diperlukan analisis validasi dengan data satelit TRMM karena dapat mencakup wilayah luas, tersedia secara near real-time dan aksesnya yang cepat. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi data satelit dengan data observasi di DAS Grindulu yang datanya dianggap lengkap dan dapat diandalkan. Nantinya digunakan untuk mengantisipasi data curah hujan observasi yang mungkin error atau tidak tersedia. Metode validasi yang digunakan berupa Root Mean Squared Error (RMSE), Uji Kesalahan Relatif (KR), Nash Sutcliffe Efficiency (NSE) serta Koefisien Korelasi (R). Penelitian ini menggunakan dua tahap perhitungan, yaitu analisis validasi data tidak terkoreksi dan data terkoreksi, dimana data terkoreksi dilakukan kalibrasi data terlebih dahulu, hasil dari validasi data TRMM terkoreksi terbaik terdapat pada periode bulanan dengan rentang kalibrasi 9 tahun dan validasi 1 tahun dengan hasil NSE = 0,929; R = 0,969; RMSE = 46,48; KR = 8,9%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa data TRMM terkoreksi menghasilkan nilai yang lebih baik dibandingan data TRMM tidak terkoreksi karena memiliki nilai NSE dan R yang mendekati satu dan nilai RMSE dan Kesalahan Relatifnya rendah. Secara kesluruhan, dapat disimpulkan bahwa data TRMM dapat digunakan sebagai data alternatif hidrologi di DAS Grindulu.
Prediksi Laju Infiltrasi Berdasarkan Sifat Porositas Tanah, Distribusi Butiran Pasir, dan Lanau Bachtiar, Yusra Syarifah; Harisuseno, Donny; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.13

Abstract

Laju infiltrasi suatu wilayah memiliki karakteristik dinamis menyesuaikan keadaan terbaru wilayah terkait. Dengan tingginya tingkat pengembangan wilayah zaman ini, maka pembaruan akan laju infiltrasi secara berkala harus dilakukan. Karakteristik laju infiltrasi suatu wilayah sangat dipengaruhi oleh sifat fisik tanah, salah satunya ialah sifat porositas tanah dan distribusi butiran. Studi ini akan merumuskan sebuah model prediksi laju infiltrasi berdasarkan hubungannya dengan sifat porositas tanah, distribusi butiran pasir, dan lanau. Perumusan model prediksi akan memanfaatkan analisis regresi berganda dan analisis asumsi klasik untuk membuktikan bahwa persamaan yang terbentuk layak untuk digunakan atau memenuhi BLUE criteria. Kemudian, dilakukan analisis validasi untuk menggambarkan tingkat error model prediksi yang dimiliki. Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa persamaan yang terbentuk memenuhi BLUE criteria mengacu pada hasil analisis asumsi klasik. Di sisi lain, model prediksi juga dinilai memiliki tingkat kesalahan prediksi yang rendah dengan hasil perhitungan nilai NSE=0,0,84, RMSE=1,13, r=0,792 dan R2 masing - masing 63 %, 76 %, 63 % untuk porositas tanah, distribusi butiran pasir, dan lanau.
Prediksi Laju Infiltrasi Berdasarkan Porositas Tanah dan Komposisi Tanah Sonora, Windy Ellprimus; Harisuseno, Donny; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.63 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.24

Abstract

Penentuan laju infiltrasi di lapangan membutuhkan banyak waktu, biaya dan tenaga, sehingga diperlukan estimasi model empiris laju infiltrasi agar dalam penentuannya menjadi lebih mudah dan efisien. Namun penetapan parameter model empris laju infiltrasi masih sulit ditemukan karena ada banyak faktor yang mempengaruhi laju infiltrasi dan salah satu yang paling berpengaruh adalah sifat fisik tanah diantaranya porositas tanah dan tekstur tanah. Studi ini bertujuan untuk memprediksi model laju infiltrasi berdasarkan porositas tanah dan komposisi tanah di DAS Lesti yang penelitiannya masih terbatas. Dalam studi ini, pengukuran laju infiltrasi dilaksanakan pada 12 titik lokasi studi menggunakan Double Ring Infiltrometer dan analisa sampel tanah dilakukan di Laboratorium. Model prediksi laju infiltrasi dilakukan menggunakan analisa regresi linier berganda pada tiga alternatif variabel yang diajukan. Prediksi laju infiltrasi menghasilkan model persamaan regresi IRp=1.893+0.032(Porosity) -0.049(Silt) yang berasal dari alternatif variabel terbaik yaitu berdasarkan porositas tanah dan komposisi lanau dengan perbandingan antara nilai laju infiltrasi prediksi dan pengukuran di lapangan sebesar R2= 0,989, NSE= 0,724, RMSE= 0,495, dan bland altman plot (bias)= 0,209 yang menunjukkan bahwa akurasi model prediksi laju infiltrasi berdasarkan porositas tanah dan komposisi tanah lanau dapat dikatakan cukup sesuai.
Studi Pengaruh Kemiringan Lereng Terhadap Laju Infiltrasi Qur'ani, Nila Putri Gading; Harisuseno, Donny; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.63 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.20

Abstract

Sub DAS Lesti merupakan salah satu sub das di Kabupaten Malang yang mengalami proses Infiltrasi. Dalam prosesnya, infiltrasi dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah faktor kemiringan lereng. Hal ini dikarenakan lahan dengan kemiringan lereng yang berbeda akan menghasilkan nilai laju infiltrasi yang berbeda pula. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebarapa besar pengaruh kemiringan lereng terhadap laju infiltrasi Di Sub DAS Lesti. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini menggunakan alat Double Ring Infiltrometer untuk menghasilkan data berupa nilai laju infiltrasi dan waktu uji. Data dihitung menggunakan  metode Horton untuk mendapatkan nilai laju infiltrasi kumulatif yang digunakan untuk pembuatan peta persebaran laju infiltrasi sesuai ketentuan US. Soil Conservation. Dari peta tersebut, di dapatkan klasifikasi laju infiltrasi yang akan dibandingkan dengan ketentuan dari Dulbahri. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah berdasarkan ketentuan US. Soil Conservation, pada kemiringan 0-8% menghasilkan nilai 1.208,474 (Sangat cepat) lebih besar dibanding dengan kemiringan 8%-23% yang memiliki nilai 213,789 (Cepat). Selain itu, Dulbahri menetapkan bahwa kemiringan 0-8% memiliki tingkat infiltrasi tinggi, sedangkan di kemiringan 8%-23% memiliki tingkat infiltrasi sedang. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa kemiringan lereng Di Sub DAS Lesti sangat berpengaruh pada nilai laju infiltrasi yang di dapatkan.
Rasionalisasi Jaringan Pos Hujan dan Pos Duga Air Dengan Metode Stepwise dan Standar WMO (World Metrological Organization) di DAS Opak Astuti, Ika Wiji; Suhartanto, Ery; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.31

Abstract

Dalam pembangunan bangunan keairan, membutuhkan data dasar hidrologi yang akurat yang berasal dari jaringan pos hidrologi yang akurat. Rasionalisasi jaringan pos hujan dan pos duga air dengan metode Stepwise dan standar WMO dilaksanakan di DAS Opak dengan menggunakan data hujan tahunan selama 10 tahun sebagai variabel bebas, dan data debit tahunan selama 10 tahun sebagai variabel terikat. Dengan menggunakan standar WMO, dapat diketahui kebutuhan dari jumlah stasiun di DAS Opak berdasarkan karakteristik jenis daerah. Sedangkan dengan metode stepwise dapat mengetahui rekomendasi pos hujan dengan melihat koefisien korelasi pos hujan dengan pos duga airnya. Berdasarkan hasil dari analisa rasionalisasi tersebut, didapatkan hasil kombinasi model regresi terbaik dari pos hujan yang memiliki koefisien korelasi baik dengan pos duga air. Terdapat 10 pos hujan dengan koefisien korelasi sebesar 1,00, yaitu pos hujan Tanjung Tirto (X12), Santan (X6), Prumpung (X9),Terong (X13), Karang Ploso (X11), Bronggang (X3), Plataran (X10), Kedungkeris (X5), Pundong (X8) dan Gedangan Karangmojo (X4).
Studi Perbandingan Model Horton dan Model Philip Terhadap Karakteristik Laju Infiltrasi Pramestiningrum, Novita; Harisuseno, Donny; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.36

Abstract

DAS Lesti, Kabupaten Malang mengalami alih fungsi lahan yang besar akibat pesatnya pembangunan di era modern ini sehingga  mempengaruhi laju infiltrasi. Studi ini ditujukan guna mengetahui besar laju infiltrasi dengan Model Horton dan Model Philip, kemudian didapatkan model yang memiliki prediksi paling sesuai dengan pengukuran di lapangan. Pengambilan data infiltrasi berupa hubungan antara waktu dan besarnya penurunan air di titik-titik pengukuran menggunakan alat Double Ring Infiltrometer, kemudian nilai laju infiltrasi dihitung dengan Model Horton dan Model Philip, setelah itu dilakukan uji validasi menggunakan NSE, Koefisien Determinasi, Kesalahan Relatif, MAE dan RMSE. Hasil pengukuran yang dilakukan pada empat jenis tanah di DAS Lesti didapatkan laju infiltrasi awal tertinggi dengan nilai 15,0 mm/menit yaitu pada titik 4 dan titik 11, sedangkan nilai terendah sebesar 4,00 mm/menit pada titik 12. Dari perhitungan laju infiltrasi dengan Model Horton dan Philip didapatkan bahwa Model Horton memiliki kesesuaian yang baik terhadap lapangan sehingga Model Horton lebih dipilih untuk mengestimasi laju infiltrasi pada daerah studi.
Analisis Hujan TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) menjadi Debit dengan Metode F.J. Mock pada DAS Bango Ilham, Muhammad; Suhartanto, Ery; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.42

Abstract

Keterbatasan data hujan maupun data debit menjadi masalah umum dalam analisis hidrologi. Adanya data satelit meteorologi TRMM dapat memberikan alternatif data hujan spasial yang kemudian dapat dialihragamkan menjadi data debit menggunakan permodelan metode F.J. Mock. Studi ini berlokasi di DAS Bango dengan tujuan mengetahui hasil kalibrasi dan validasi data TRMM serta debit model F.J. Mock terhadap data lapangan. Kalibrasi TRMM dilakukan dengan menggunakan persamaan regresi terpilih untuk mengkoreksi data, sedangkan kalibrasi debit model F.J. Mock dengan menentukan parameter yang mempengaruhi model agar sesuai debit lapangan. Validasi menggunakan parameter statistik Root Mean Squared Error (RMSE), Nash Sutcliffe Efficiency (NSE), Kesalahan Relatif (KR), dan Koefisien Korelasi (R). Hasil kalibrasi dengan TRMM terkoreksi terbaik pada data 9 tahun dengan validasi terbaik pada data 4 tahun ditunjukkan NSE=0,817. Hasil kalibrasi debit model F.J. Mock terbaik pada data 5 tahun dengan validasi terbaik pada data 1 tahun ditunjukkan NSE=0,712. Alihragam TRMM menjadi debit metode F.J. Mock dengan kisaran nilai i=0,20; k=0,55-0,65; ISM=19-76 mm; m=31%; SMC=200 mm. Dari keseluruhan analisis, dapat disimpulkan data debit model F.J. Mock dari hujan TRMM dapat digunakan untuk memprediksi data debit lapangan karena menghasilkan nilai yang mendekati.