Claim Missing Document
Check
Articles

Perencanaan Jaringan Irigasi Air Tanah di Daerah Oncoran Sumur Produksi SDBL 661 Kabupaten Blitar Reza Adiva Pratama; Siswoyo, Hari; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 1 (2023): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.465 KB) | DOI: 10.56071/deteksi.v8i1.461

Abstract

Lahan pertanian di Desa Tlogo, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar sebagian besar kekurangan air irigasi ketika menghadapi musim kemarau. Instansi terkait telah menanggapi permasalahan tersebut dengan membangun sumur produksi SDBL 661 dengan kapasitas sebesar 40,00 liter/detik guna mengairi lahan seluas 51,6 ha. Studi ini dilakukan untuk mendesain jaringan irigasi guna mengalirkan air dari sumur produksi ke petak-petak sawah. Studi perencanaan jaringan irigasi air tanah yang dilakukan meliputi pehitungan luas daerah oncoran, perencanaan jaringan irigasi air tanah dengan sistem perpipaan, perhitungan rencana anggaran biaya serta analisis ekonomi, dan perencanaan sistem pembagian air. Rencana jaringan irigasi air tanah tersebut meliputi: 1 buah sumur produksi yang telah terbangun, 8 buah titik outlet, dan jaringan pipa berbahan PVC berdiameter 8 inchi dengan panjang total 1.696 meter. Total rencana anggaran biaya yang dibutuhkan sebesar Rp. 1.484.095.000,00 dan layak secara ekonomi. Penjadwalan pemberian air tiap blok dilakukan secara bergiliran terhadap 8 blok tersier dengan pengoperasian pompa selama 18 jam/hari.
Evaluation and Comparison of Satellite and Reanalysis Precipitation Products over the Bodor Sub Watershed, Indonesia Sitepu, Haniyah; Harisuseno, Donny; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2025.016.01.8

Abstract

Reliable rainfall data is crucial for managing water resources, especially in agricultural regions like the Bodor Sub Watershed. This study comprehensively evaluates two precipitation products, the satellite-based CHIRPS dataset and the reanalysis ERA 5 dataset within the Bodor Sub Watershed. Both products were compared against gauge data at three timescales (monthly, 15-days, 10-days) for seven locations (Bodor Sub Watershed region and six rain gauges). Statistical parameters, including Nash Sutcliffe Efficiency (NSE), RMSE-observation standard deviation ratio (RSR), Pearson correlation coefficient (CC), and percent bias (PBIAS), were used to assess the performance of each precipitation product. Results consistently demonstrate that ERA 5 outperforms CHIRPS in most locations and time scales, particularly monthly. ERA 5 exhibited superior performance in over 85% of the analyses, with NSE values ranging from 0.164 to 0.862, RSR values from 0.992 to 0.372, and CC values from 0.507 to 0.932. ERA 5 also excelled in 57% of the bias analyses (PBIAS: -13.436 to 10.188). Regional validation consistently showed more favorable results compared to gauge-based validation. Additionally, data availability significantly influences product accuracy, with stations processing longer records exhibiting superior performance. This study offers valuable insights into the suitability of CHIRPS and ERA 5 hydrological applications in Bodor Sub Watershed, particularly in data-scarce regions. It contributes to improved water resources management strategies.
Rasionalisasi Kerapatan Pos Stasiun Hujan dan Pos Duga Air Sub DAS Wonosari dengan Metode Stepwise Ramadian, Bagas; Limantara, Lily Montarcih; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.074

Abstract

Evaluasi kerapatan jaringan stasiun hujan merupakan aspek kritis dalam pemantauan hidrologi yang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis kecukupan kerapatan jaringan 17 stasiun hujan dan satu stasiun pencatat tinggi muka air di Sub-DAS Wonosari, Jawa Timur, Indonesia, berdasarkan standar World Meteorological Organization (WMO). Studi ini menggunakan data curah hujan dan debit air periode 2013-2022, dengan metode analisis meliputi uji konsistensi menggunakan Double Mass Curve Analysis dan RAPS (Rescaled Adjusted Partial Sums), serta analisis kerapatan jaringan menggunakan metode Stepwise dan Poligon Thiessen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Stasiun Kejayan memiliki korelasi tertinggi dengan stasiun pencatat tinggi muka air (R=0,712). Kombinasi optimal lima stasiun (Ancar, Klabang, Pinang Pait, Sumber Dumpyong, dan Sukokerto) menghasilkan koefisien korelasi yang sangat kuat (R=0,998). Distribusi stasiun yang ada dinilai belum optimal karena beberapa stasiun memiliki cakupan area yang terlalu kecil (7,83-79,43 km²). Penelitian ini merekomendasikan rasionalisasi jaringan menjadi lima stasiun hujan dengan distribusi merata untuk mengoptimalkan pemantauan hidrologi sekaligus menjaga kualitas data dan efisiensi operasional.
Flood Prone Mapping based on Surface Runoff Analysis using the SWAT Model at the Upstream Side of Brantas Nurcahyaningtyas, Devi; Harisuseno, Donny; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2024.015.01.4

Abstract

Currently, Batu City is experiencing rapid development both in terms of population and the amount of land building. Where development is uncontrolled and not balanced by reasonable conservation efforts, it will cause water resource problems such as flooding. So, it is necessary to understand flow patterns better as an actual effort in effective water management and flood hazard mitigation. This study aims to obtain a map of flood-prone areas in the Brantas sub-watershed upstream of Batu City. The primary methodology adopted in this research entails the examination of surface runoff through the utilization of the ArcSWAT program, followed by the analysis of pertinent parameters, including rainfall, land use, soil type, land slope, river density, and surface runoff. Then, scoring and weighting are done before overlaying each parameter to get a flood vulnerability map at the research location. The results of this study indicate that the mapping of flood-prone areas at the most significant research location is at a high level of flood vulnerability of 78.31 km2 or 52.22% of the total area of the watershed.
Analisis Curah Hujan Serial Terhadap Debit Maksimum di Sub DAS Kampili, DAS Jeneberang, Sulawesi Selatan Salsabila, Nadia; Limantara, Lily Montarcih; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.33

Abstract

Curah hujan serial yang terjadi di Sulawesi Selatan dengan keadaan curah hujan lebat hingga curah hujan sangat lebat berpotensi menimbulkan bencana hidrometerologi seperti genangan, banjir, tanah longsor, dan banjir bandang. Bencana banjir akibat curah hujan tinggi ini terjadi di beberapa daerah termasuk di Sub DAS Kampili, Kabupaten Gowa. Penelitian ini mengidentifikasi kesetaraan akumulasi curah hujan serial terhadap debit banjir rancangan untuk mengetahui keadaan curah hujan serial penyebab kejadian banjir. Metode yang digunakan adalah Hidrograf Satuan Observasi (HSO) Metode Collins dan Hidrograf Satuan Sintesis (HSS) Nakayasu yang kemudian akan dianalisa kesetaraan akumulasi curah hujan serial dengan debit banjir rancangan secara relatif. Hasil kesalahan relatif (%) pada perbandingan HSO Collins dan HSS Nakayasu untuk waktu puncak (Tp) sebesar 5,35% dan debit puncak (Qp) sebesar 15,36%. Pada studi kasus ini, curah hujan rancangan kala ulang 2 tahun sebesar 98,299 mm setara dengan akumulasi curah hujan serial sebesar 62 mm. Sedangkan untuk Q1,1th sebesar 49,913 m3/dt disebabkan oleh curah hujan serial dengan keadaan curah hujan sedang pada kejadian banjir tanggal 7 Oktober 2012, curah hujan lebat pada kejadian banjir tanggal 9 Maret 2011, 12  Februari 2015, 3 Februari 2017, serta curah hujan sangat lebat pada kejadian banjir tanggal 20 April 2013.
Analisis Curah Hujan Serial Terhadap Debit Maksimum di Sub DAS Lesti, DAS Brantas, Provinsi Jawa Timur Februanto, Aaron Jeremy; Limantara, Lily Montarcih; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.40

Abstract

Changes in climate and land use cause a high potential for flooding in the Lesti watershed. Rainfall that can cause flood discharge varies greatly, so an analysis of the equality of rainfall with discharge is needed. In this study, we will discuss the comparative analysis of serial rainfall with design rainfall to determine the amount of serial rainfall that can cause flooding. The method used in this research is Nakayasu Synthetic Hydrograph Unit and Collins Observation Unit Hydrograph so that the results are equivalent to rain which can cause flooding. Serial rainfall with a height of 58 mm will be equivalent to a design rainfall of 87.37 mm with a return period of 2 years. The peak discharge value and peak time between Collins and Nakayasu have deviation results with a relative error for the peak time of 9.173%, while for peak discharge of 9.999%. The AWLR discharge of 187.29 m3/s on 5 April 2015 will be equivalent to the design flood discharge with a 2-year return period of 189,143 m3/s.Perubahan iklim dan tata guna lahan menyebabkan potensi bencana banjir yang tinggi pada DAS Lesti. Curah hujan yang dapat menyebabkan terjadinya debit banjir sangat bervariasi, sehingga dibutuhkan adanya analisis kesetaraan curah hujan dengan debit. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai analisa perbandingan curah hujan serial dengan curah hujan rancangan untuk mengetahui besaran curah hujan serial yang dapat menyebabkan banjir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu dan Hidrograf Satuan Observasi Collins sehingga didapatkan hasil kesetaraan hujan yang dapat mengakibatkan banjir. Curah hujan serial dengan tinggi sebesar 58 mm akan setara dengan curah hujan rancangan sebesar 87,37 mm dengan kala ulang sebesar 2 tahun. Nilai debit puncak dan waktu puncak antara Collins dan Nakayasu memiliki hasil penyimpangan dengan kesalahan relatif untuk waktu puncak sebesar 9,173%, sedangkan untuk debit puncak sebesar 9,999%. Debit AWLR sebesar 187,29 m3/dt pada tanggal 5 April 2015 akan setara dengan debit banjir rancangan dengan kala ulang 2 tahun sebesar 189.143 m3/dt.
Validasi Data Curah Hujan Satelit TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) dengan Data Pos Penakar Hujan di DAS Grindulu, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur Jarwanti, Dieta Putri; Suhartanto, Ery; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.36

Abstract

Ground stations in Indonesia aren’t evenly distributed, whereas the resulted rainfall data is important. Then validation analysis with TRMM satellite data is required because it can cover a wide area, near real-time availability and fast access. This research aims to validate satellite data with observation data in the Grindulu watershed. Later, used to anticipate observation rainfall data that may be an error or unavailable. Validation methods used are Root Mean Squared Error (RMSE), Relative Error (RE), Nash Sutcliffe-Efficiency (NSE), and Correlation Coefficient (R). This research was done with two steps, those were TRMM data uncorrected and corrected, where the corrected data was done by calibration first. It showed that the best corrected TRMM data were found in a monthly period with a range of nine years of calibration in couple with one year of validation have a value of NSE = 0.929; R = 0.969; RMSE = 46.48 and RE = 8.9%. So, it showed that corrected TRMM data resulted have a better value than uncorrected data because the NSE and R values approaching one and have small values of RMSE and Relative Error. Overall, TRMM Satellite data can be used as an alternative hydrology data in the Grindulu watershed.Pos penakar hujan di Indonesia lokasinya masih kurang tersebar merata, padahal data hujan yang dihasilkan sangat penting. Maka diperlukan analisis validasi dengan data satelit TRMM karena dapat mencakup wilayah luas, tersedia secara near real-time dan aksesnya yang cepat. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi data satelit dengan data observasi di DAS Grindulu yang datanya dianggap lengkap dan dapat diandalkan. Nantinya digunakan untuk mengantisipasi data curah hujan observasi yang mungkin error atau tidak tersedia. Metode validasi yang digunakan berupa Root Mean Squared Error (RMSE), Uji Kesalahan Relatif (KR), Nash Sutcliffe Efficiency (NSE) serta Koefisien Korelasi (R). Penelitian ini menggunakan dua tahap perhitungan, yaitu analisis validasi data tidak terkoreksi dan data terkoreksi, dimana data terkoreksi dilakukan kalibrasi data terlebih dahulu, hasil dari validasi data TRMM terkoreksi terbaik terdapat pada periode bulanan dengan rentang kalibrasi 9 tahun dan validasi 1 tahun dengan hasil NSE = 0,929; R = 0,969; RMSE = 46,48; KR = 8,9%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa data TRMM terkoreksi menghasilkan nilai yang lebih baik dibandingan data TRMM tidak terkoreksi karena memiliki nilai NSE dan R yang mendekati satu dan nilai RMSE dan Kesalahan Relatifnya rendah. Secara kesluruhan, dapat disimpulkan bahwa data TRMM dapat digunakan sebagai data alternatif hidrologi di DAS Grindulu.
Prediksi Laju Infiltrasi Berdasarkan Sifat Porositas Tanah, Distribusi Butiran Pasir, dan Lanau Bachtiar, Yusra Syarifah; Harisuseno, Donny; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.13

Abstract

Laju infiltrasi suatu wilayah memiliki karakteristik dinamis menyesuaikan keadaan terbaru wilayah terkait. Dengan tingginya tingkat pengembangan wilayah zaman ini, maka pembaruan akan laju infiltrasi secara berkala harus dilakukan. Karakteristik laju infiltrasi suatu wilayah sangat dipengaruhi oleh sifat fisik tanah, salah satunya ialah sifat porositas tanah dan distribusi butiran. Studi ini akan merumuskan sebuah model prediksi laju infiltrasi berdasarkan hubungannya dengan sifat porositas tanah, distribusi butiran pasir, dan lanau. Perumusan model prediksi akan memanfaatkan analisis regresi berganda dan analisis asumsi klasik untuk membuktikan bahwa persamaan yang terbentuk layak untuk digunakan atau memenuhi BLUE criteria. Kemudian, dilakukan analisis validasi untuk menggambarkan tingkat error model prediksi yang dimiliki. Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa persamaan yang terbentuk memenuhi BLUE criteria mengacu pada hasil analisis asumsi klasik. Di sisi lain, model prediksi juga dinilai memiliki tingkat kesalahan prediksi yang rendah dengan hasil perhitungan nilai NSE=0,0,84, RMSE=1,13, r=0,792 dan R2 masing - masing 63 %, 76 %, 63 % untuk porositas tanah, distribusi butiran pasir, dan lanau.
Prediksi Laju Infiltrasi Berdasarkan Porositas Tanah dan Komposisi Tanah Sonora, Windy Ellprimus; Harisuseno, Donny; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.63 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.24

Abstract

Penentuan laju infiltrasi di lapangan membutuhkan banyak waktu, biaya dan tenaga, sehingga diperlukan estimasi model empiris laju infiltrasi agar dalam penentuannya menjadi lebih mudah dan efisien. Namun penetapan parameter model empris laju infiltrasi masih sulit ditemukan karena ada banyak faktor yang mempengaruhi laju infiltrasi dan salah satu yang paling berpengaruh adalah sifat fisik tanah diantaranya porositas tanah dan tekstur tanah. Studi ini bertujuan untuk memprediksi model laju infiltrasi berdasarkan porositas tanah dan komposisi tanah di DAS Lesti yang penelitiannya masih terbatas. Dalam studi ini, pengukuran laju infiltrasi dilaksanakan pada 12 titik lokasi studi menggunakan Double Ring Infiltrometer dan analisa sampel tanah dilakukan di Laboratorium. Model prediksi laju infiltrasi dilakukan menggunakan analisa regresi linier berganda pada tiga alternatif variabel yang diajukan. Prediksi laju infiltrasi menghasilkan model persamaan regresi IRp=1.893+0.032(Porosity) -0.049(Silt) yang berasal dari alternatif variabel terbaik yaitu berdasarkan porositas tanah dan komposisi lanau dengan perbandingan antara nilai laju infiltrasi prediksi dan pengukuran di lapangan sebesar R2= 0,989, NSE= 0,724, RMSE= 0,495, dan bland altman plot (bias)= 0,209 yang menunjukkan bahwa akurasi model prediksi laju infiltrasi berdasarkan porositas tanah dan komposisi tanah lanau dapat dikatakan cukup sesuai.
Studi Pengaruh Kemiringan Lereng Terhadap Laju Infiltrasi Qur'ani, Nila Putri Gading; Harisuseno, Donny; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.63 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.20

Abstract

Sub DAS Lesti merupakan salah satu sub das di Kabupaten Malang yang mengalami proses Infiltrasi. Dalam prosesnya, infiltrasi dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah faktor kemiringan lereng. Hal ini dikarenakan lahan dengan kemiringan lereng yang berbeda akan menghasilkan nilai laju infiltrasi yang berbeda pula. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebarapa besar pengaruh kemiringan lereng terhadap laju infiltrasi Di Sub DAS Lesti. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini menggunakan alat Double Ring Infiltrometer untuk menghasilkan data berupa nilai laju infiltrasi dan waktu uji. Data dihitung menggunakan  metode Horton untuk mendapatkan nilai laju infiltrasi kumulatif yang digunakan untuk pembuatan peta persebaran laju infiltrasi sesuai ketentuan US. Soil Conservation. Dari peta tersebut, di dapatkan klasifikasi laju infiltrasi yang akan dibandingkan dengan ketentuan dari Dulbahri. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah berdasarkan ketentuan US. Soil Conservation, pada kemiringan 0-8% menghasilkan nilai 1.208,474 (Sangat cepat) lebih besar dibanding dengan kemiringan 8%-23% yang memiliki nilai 213,789 (Cepat). Selain itu, Dulbahri menetapkan bahwa kemiringan 0-8% memiliki tingkat infiltrasi tinggi, sedangkan di kemiringan 8%-23% memiliki tingkat infiltrasi sedang. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa kemiringan lereng Di Sub DAS Lesti sangat berpengaruh pada nilai laju infiltrasi yang di dapatkan.