Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Hujan TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) menjadi Debit dengan Metode NRECA pada Das Bango Alnino, Nugraha Faiz; Suhartanto, Ery; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.45

Abstract

Perencanaan Hidrologi selalu berkaitan dengan karakteristik DAS. Kenyataanya ketersediaan data untuk mendapatkan debit aliran sering kali tidak lengkap, sehingga perencana bangunan air kesulitan untuk mendapatkan data. Oleh karena itu diperlukan pengalihragaman hujan ke debit yang bertujuan untuk merubah data hujan menjadi debit. Studi ini bertujuan untuk menganalisis Hujan TRMM menjadi debit sungai yang terletak di DAS Bango, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam studi ini yaitu Metode NRECA. Dalam penggunaan data TRMM perlu dilakukan tahap validasi terlebih dahulu. Analisis validasi dilakukan untuk melihat kesesuaian data curah hujan TRMM dengan curah hujan wilayah. Dari hasil tersebut bisa dilanjutkan untuk menjadikan debit sungai dengan  Metode NRECA. Dari Uji tersebut, didapatkan nilai terbaik yaitu, nilai NSE = 0,773 dan nilai R = 0,934. Dari keseluruhan analisis, mendapatkan kesimpulan yaitu data debit model NRECA dari hujan TRMM dapat diunakan karena hampir mendektai dari data debit.
Analisa Pengaruh Penggunaan Mulsa Jerami Padi Dalam Mengontrol Erosi Tanah Menggunakan Rainfall Simulator Aji, Azra Lindu; Haribowo, Riyanto; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.09

Abstract

Installation of rice straw mulch on agricultural land is one of the methods used to control soil erosion. The aim of this study is to determine the effectiveness of rice straw mulch in reducing soil loss before entering the river. The experimental soil used comes from Sumber Brantas Village, Bumiaji Sub-District, City Of Batu. This study was using Armfield S12 Rainfall Simulator – Advanced Environmental Hydrology System, with rainfall of 1.7 and 1 l/min. In this study, the land with rice straw mulch was compared to land without rice straw mulch. The land slope was adjusted to study area conditions, with mild (9%) and steep (15%) slopes. The Three-Way ANOVA method was utilized for statistical analysis. From the simulation results, it was found that rice straw mulch effectively reduced the sediment amount that could enter the river area in a great number. The results of ANOVA analysis also showed that the significance value of the use of rice straw mulch compared to the land without rice straw mulch was 0. These results show that the use of rice straw mulch reduces the sediment amount by 63% approximately.Penginstalasian mulsa jerami padi di lahan pertanian adalah salah satu metode yang digunakan dalam mengontrol erosi tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas mulsa jerami padi dalam mengurangi kehilangan tanah sebelum memasuki sungai. Tanah uji yang digunakan berasal dari Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Studi ini menggunakan Rainfall Simulator Armfield S12 – Advanced Environmental Hydrology System, dengan pemodelan hujan sebesar 1,7 dan 1 liter/menit. Dalam studi ini, lahan dengan mulsa jerami dibandingkan dengan lahan dengan tanpa mulsa jerami padi. Kemiringan lahan disesuaikan dengan kondisi area studi landai (9%) dan curam (15%). Metode ANOVA Tiga Arah digunakan dalam analisa statistik. Berdasarkan hasil analisa, diketahui bahwa mulsa jerami padi efektif mengurangi total sedimen yang masuk ke sungai dalam jumlah yang besar. Hasil analisa ANOVA juga menunjukan  bahwa  nilai signifikansi dari lahan dengan mulsa jerami padi dibandingkan dengan lahan tanpa mulsa jerami padi bernilai 0. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan mulsa jerami padi mengurangi total sedimen sekitar 63%.
Analisa Indeks Kinerja Sistem Irigasi DI Amandit Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan Menggunakan Epaksi Kresnanto, Ilham Adi; Wahyuni, Sri; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.20

Abstract

Amandit Irrigation Area is one of the irrigation areas with an area of 5472 Ha located in the Hulu Sungai Selatan Regency. Although it is in the central authority, this irrigation area has several problems, especially the lack of personnel in the implementation of O&M. Therefore, it is necessary to calculate the needs of optimal personnel and also assess the irrigation performance index to maintain the condition and function of assets. The value of Irrigation System Performance Index (IKSI) for the Amandit Irrigation Area is 64.39% (Less Condition) with values in the physical infrastructure aspect are 29.05%, the planting productivity aspect are 10.96%, the O&M supporting facilities aspect are 7.58%, the personnel organization aspect are 8.54%, the documentation aspect are 2.70% and the P3A aspect are 5.56%. However, overall the condition of the assets in this Irrigation Area has a condition with a moderate value based on the results of average physical condition value of the assets, which is 76.72% and the average channel physical condition value is 74.48%. For the calculation of the Real Needs of Operation and Maintenance for the Amandit Irrigation Area including 5 recommended buildings that have a bad condition is Rp. 2,104,942,125.Daerah Irigasi Amandit adalah satu daerah irigasi dalam kewenangan pusat dengan luasan 5472 Ha yang berada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Meskipun berada dalam kewenangan pusat, daerah irigasi ini memiliki beberapa permasalahan terutama kurangnya personil dalam pelaksanaan O&P. Oleh karena itu diperlukan perhitungan kebutuhan personil optimal dan juga penilaian indeks untuk kinerja irigasi untuk mempertahankan kondisi dan fungsi aset. Nilai Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI) untuk Daerah Irigasi Amandit adalah sebesar 64,39% (Kondisi Kurang) dengan nilai pada aspek prasarana fisik 29,05%, aspek produktivitas tanam 10,96%, aspek sarana penunjang O&P 7,58%, aspek organisasi personalia 8,54%, aspek dokumentasi 2,70% dan aspek P3A sebesar 5,56%. Tetapi secara keseluruhan kondisi aset yang ada pada Daerah Irigasi ini memiliki kondisi dengan nilai sedang berdasarkan hasil nilai kondisi fisik bangunan rata-rata yakni sebesar 76,72% dan nilai kondisi fisik saluran rata-rata yakni sebesar 74,48%. Untuk perhitungan AKNOP atau Angka Kebutuhan Nyata untuk Operasi dan Pemeliharaan untuk Daerah Irigasi Amandit termasuk dengan 5 bangunan rekomendasi yang memiliki nilai jelek ialah sebesar Rp. 2.104.942.125.
Validasi Data Curah Hujan PERSIANN (Precipitation Estimation from Remotely Sensed Information Using Artifial Neural Networks) dengan Pos Stasiun Hujan di DAS Selorejo Patabang, Steven Tandi; Harisuseno, Donny; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.01

Abstract

Loss of rainfall data and the uneven distribution of rainfall stations are the frequently encountered problems. However, complete and accurate rainfall data is needed in hydrological analysis to get maximum results. As technology advances, satellite-based data can be a solution to these problems. One of the available satellite-based data is PERSIANN rainfall data. Before being used, the PERSIANN rainfall data had to be validated to determine whether it represents the data in the field. Selorejo watershed is the location used in this study due to the complete and reliable data. Validation analysis in this study was carried out in two ways, validating the rainfall data for each station and rainfall data in the form of regional averages. The methods used in the validation analysis are Root Mean Squared Error (RMSE), Nash Sutcliffe Efficiency (NSE), Relative Error Test, and Correlation Coefficient (R). The validated data is then subjected to calibration analysis to correct the data and verification analysis to determine the comparison of the uncorrected data with the updated data. The results show that the corrected data is better than the uncorrected data through decreasing RMSE and KR values, increasing NSE values, and stable R values. In conclusion, PERSIANN data can be the alternative rainfall data in the Selorejo watershed.Kehilangan data hujan serta persebaran pos stasiun hujan yang kurang merata menjadi permasalahan yang sering dijumpai di lapangan, namun nyatanya data hujan yang lengkap serta akurat sangat dibutuhkan dalam analisa hidrologi untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Seiring kemajuan teknologi data hujan berbasis satelit bisa menjadi solusi dari permasalahan tersebut. Salah satu data curah hujan berbasis satelit yang bisa digunakan ialah satelit PERSIANN. Sebelum digunakan, data curah hujan PERSIANN harus divalidasi terlebih dahulu untuk mengetahui apakah datanya menggambarkan data di lapangan. DAS Selorejo merupakan lokasi yang digunakan dalam studi ini karena dianggap mempunyai data yang lengkap dan dapat diandalkan. Analisa validasi dalam studi ini dilakukan dengan dua cara yaitu memvalidasi data curah setiap pos stasiun serta memvalidasi data curah hujan dalam bentuk rerata daerah. Metode yang digunakan dalam analisa validasi ialah Root Mean Squared Error (RMSE), Nash Sutcliffe Efficiency (NSE), Uji Kesalahan Relatif (KR), serta Koefisien Korelasi (R). Data yang telah divalidasi selanjutnya di lakukan analisa kalibrasi untuk mengoreksi data serta analisa verifikasi untuk mengetahui perbandingan data yang belum dikoreksi dengan data yang telah dikoreksi. Hasil dari analisa ini menunjukkan data hujan satelit yang telah dikoreksi lebih baik dibandingkan data yang belum dikoreksi melalui nilai RMSE serta KR yang semakin menurun, nilai NSE meningkat serta nilai R yang cenderung stabil. Dapat disimpulkan data PERSIANN dapat digunakan sebagai data hujan alternatif di DAS Selorejo.
Validasi Data Curah Hujan Satelit dengan Data Stasiun Hujan di DAS Ngasinan Hulu, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur Marta, Silvia Dwi; Suhartanto, Ery; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.04

Abstract

: Rainfall data is one of the most important data in hydrological analysis, both water resource planning, and water building planning. But in reality, there is often incomplete data availability in the field. This is caused by several factors, both from the environment and data recording. With the development of technology, one of which is a rain satellite that can be used as an alternative to recording rainfall with wide coverage. Satellites that can be used as alternatives in this research are TRMM 3B42RT and GPM V6, where the two satellites collaborate between JAXA and NASA, both of which have different specifications of coverage area. The 3B42RT's TRMM is 0.250 x 0.250 while the V6's GPM is 0.100 X 0.100. This study estimates the accuracy of rainfall forecasts for TRMM 4B42 and GPM V6 at 4 Rain Stations in the Upper Ngasinan Watershed. However, satellite data cannot be used directly, but measurement data must be validated to minimize errors in satellite data, and satellite data can replace the required observation data. A calibration and data validation process is carried out first to determine the performance of each satellite. The calibration in this study uses multiple linear regression with the selection of a combination of variables, which can be used for correction at the validation stage. Statistical parameters used to determine the accuracy of the satellite in the validation process are using the RMSE, NSE, and R (Correlation Coefficient) values. In this study, TRMM 3B42 and GPM V6 satellites can be used at these location points. This is done using a monthly period that produces different validation values on the GPM V6 satellite at the RSR, NSE, and R values of 0.359; 0,917; 0,964. The best validation results on the 3B42 TRMM satellite with RSR, NSE, and R values of 0,245, respectively; 0,946 ; 0,987. Both satellites can be used at the research location because they produce good parameter values. In this study, the rainfall data for TRMM 3B42 has a higher level of accuracy based on the validation results, which is 61,1%, according to field data Data curah hujan merupakan salah satu data yang sangat penting dalam analisis hidrologi, baik perencanaan sumberdaya air atupun perencanaan bangunan air. Namun dalam kenyataan di lapangan sering terjadi ketersediaan data yang kurang lengkap, hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor baik dari lingkungan ataupun dari pencatatan data. Dengan berkembangnya teknologi, salah satunya adalah satelit hujan yang mana dapat dijadikan alternatif untuk mencatat curah hujan dengan cakupan yang luas. Adapun satelit yang dapat dijadikan alternatif pada studi ini adalah TRMM 3B42RT dan GPM V6 dimana kedua satelit ini merupakan Kerjasama JAXA dan NASA, keduanya mempunyai spesifikasi yang berbeda dari cakupan wilayahnya saja TRMM 3B42RT sebesar 0,250 x 0,250  sedangkan GPM V6 0,100 X 0,100. Dalam studi ini guna untuk akurasi estimasi curah hujan TRMM 4B42 dan GPM V6 pada 4 Stasiun Hujan di DAS Ngasinan Hulu. Namun data satelit tidak dapat langsung digunakan melainkan harus dilakukan validasi terhadap data pengukuran untuk meminimalisir error pada data satelit dan data satelit dapat menggantikan data obeservasi yang dibutuhkan. Untuk mengatahui seberapa performa dari masing-masing satelit dilakukan terlebih dahulu proses kalibrasi dan validasi data. Kalibrasi pada studi ini menggunakan regresi linier berganda dengan pemilihan kombinasi variabel, yang mana persamaan yang di dapat digunakan untuk mengoreksi pada tahapan validasi. Adapun parameter statistik yang digunakan untuk menentukan tingkat akurasi dari satelit pada proses validasi yaitu menggunakan nilai RMSE, NSE, dan R (Koefisien Korelasi). Dalam penelitian kedua satelit TRMM 3B42 dan GPM V6 dapat digunakan pada titik lokasi tersebut dilakukan dengan menggunakan periode bulanan yang menghasilkan nilai validasi yang berbeda-beda pada satelit GPM V6 pada nilai RSR, NSE ,dan R berturut-turut sebesar 0,359 ; 0,917 ; 0,964. Untuk hasi validasi terbaik pada satelit TRMM 3B42 dengan nilai RSR, NSE, dan R berturut-turut sebesar 0,245 ; 0,946 ; 0,987. Kedua satelit dapat digunakan pada lokasi studi diakarenakan mengahsilkan nilai parameter yang baik. Pada penelitian ini data curah hujan TRMM 3B42 memiliki tingkat keakurasian yang lebih tinggi berdasarkan hasil validasi, yaitu menghasilkan sebesar 61,1% sesuai dengan data lapangan.
Analisa Indeks Kinerja Sistem Irigasi DI Amandit Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan Menggunakan Epaksi Kresnanto, Ilham Adi; Wahyuni, Sri; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.05

Abstract

Amandit Irrigation Area is one of the irrigation areas with an area of 5472 Ha located in the Hulu Sungai Selatan Regency. Although it is in the central authority, this irrigation area has several problems, especially the lack of personnel in the implementation of O&M. Therefore, it is necessary to calculate the needs of optimal personnel and also assess the irrigation performance index to maintain the condition and function of assets. The value of Irrigation System Performance Index (IKSI) for the Amandit Irrigation Area is 64.39% (Less Condition) with values in the physical infrastructure aspect are 29.05%, the planting productivity aspect are 10.96%, the O&M supporting facilities aspect are 7.58%, the personnel organization aspect are 8.54%, the documentation aspect are 2.70% and the P3A aspect are 5.56%. However, overall the condition of the assets in this Irrigation Area has a condition with a moderate value based on the results of average physical condition value of the assets, which is 76.72% and the average channel physical condition value is 74.48%. For the calculation of the Real Needs of Operation and Maintenance for the Amandit Irrigation Area including 5 recommended buildings that have a bad condition is Rp. 2,104,942,125.Daerah Irigasi Amandit adalah satu daerah irigasi dalam kewenangan pusat dengan luasan 5472 Ha yang berada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Meskipun berada dalam kewenangan pusat, daerah irigasi ini memiliki beberapa permasalahan terutama kurangnya personil dalam pelaksanaan O&P. Oleh karena itu diperlukan perhitungan kebutuhan personil optimal dan juga penilaian indeks untuk kinerja irigasi untuk mempertahankan kondisi dan fungsi aset. Nilai Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI) untuk Daerah Irigasi Amandit adalah sebesar 64,39% (Kondisi Kurang) dengan nilai pada aspek prasarana fisik 29,05%, aspek produktivitas tanam 10,96%, aspek sarana penunjang O&P 7,58%, aspek organisasi personalia 8,54%, aspek dokumentasi 2,70% dan aspek P3A sebesar 5,56%. Tetapi secara keseluruhan kondisi aset yang ada pada Daerah Irigasi ini memiliki kondisi dengan nilai sedang berdasarkan hasil nilai kondisi fisik bangunan rata-rata yakni sebesar 76,72% dan nilai kondisi fisik saluran rata-rata yakni sebesar 74,48%. Untuk perhitungan AKNOP atau Angka Kebutuhan Nyata untuk Operasi dan Pemeliharaan untuk Daerah Irigasi Amandit termasuk dengan 5 bangunan rekomendasi yang memiliki nilai jelek ialah sebesar Rp. 2.104.942.125.
PERENCANAAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KECAMATAN HULU PALIK KABUPATEN BENGKULU UTARA DENGAN SOFTWARE WATERCAD 8i Rama, Alri Ananda Waskita; Sholichin, Moh; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.39

Abstract

Over time, the need for clean water is increasing. Changes in land use as well as population growth every year further encourage the increase in the need for water. Clean water is one of the main needs in fulfilling water in Indonesia. So water supply needs to be a top priority in each region. Hulu Palik District is part of North Bengkulu Regency, the area has a large and continuous supply of clean water throughout the year at the Batu Layang spring. However, the distribution of clean water is still not good. Thus, an effort is needed to optimize the utilization of water availability by planning clean water distribution of network system so the benefits can be felt by the people of Hulu Palik District. This study is planning a new network with a useful life of up to 2041, so it is required to projection the population and determine discharge of water demand until 2041. Analysis of the hydraulics aspects of the pipe pressure (0.5 atm -10 atm), velocity (0.1 l/s – 2.5 l/s), hydraulic gradient (0 m/km -15 m/km), residual chlorine (0.3 mg – 0.5 mg), and calculation of pipe budget plan referring to Unit Price North Bengkulu Regency work using WaterCAD V8i Software. Based on the budget plan, can calculate the Economic Analysis to determine the price of water. In 2041 the population of the service area is 14341 people with an average daily water requirement of 22.90 l/s, with a domestic demand of 16.6 l/s, non-domestic demand of 2.49 l/s and a water loss factor of 3.82 l/s. At peak hours, the water demand in 2041 is 35.73 l/s and the maximum daily demand is 26.34 l/s. The design feasibility index includes pressure, velocity, residual chlorine hydraulic slope and economic feasibility. Based on research from analysis of feasibility index, clean water distribution network planning for Hulu Palik District was declared feasible. The required budget plan is IDR 11,692,745.64. Economic analysis is carried out using an interest rate of 3.5% and a useful life of up to 2041, a water price of Rp. 3,947.38/m3 is obtained in terms of the parameters of BCT, NPV, IRR and sensitivity analysis.Kecamatan Hulu Palik merupakan bagian dari Kabupaten Bengkulu Utara, daerah tersebut memiliki ketersediaan air bersih yang besar dan kontinu sepanjang tahun pada mata air Batu Layang. Namun, pendistribusian air bersih masih kurang baik. Sehingga, diperlukan suatu upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan ketersediaan air dengan merencanakan sistem jaringan distribusi air bersih yang nantinya dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Kecamatan Hulu Palik. Studi ini melakukan perencanaan jaringan baru dengan usia guna hingga tahun 2041, sehingga perlu dilakukan proyeksi jumlah penduduk dan mengetahui debit kebutuhan air hingga tahun 2041. Analisa terhadap aspek hidrolika pada jaringan perpipaan, kualitas air terhadap sisa klorin dan perhitungan RAB pipa yang mengacu pada Harga Satuan Pekerjaan Kabupaten Bengkulu Utara menggunakan Software WaterCAD V8i. Berdasarkan RAB, dapat menghitung Analisa Ekonomi hingga penentuan harga air.Pada tahun 2041 jumlah penduduk daerah layanan sebanyak 14341 jiwa dengan kebutuhan air harian rerata sebesar 22.90 lt/dt. Indeks kelayakan perencanaan meliputi tekanan, kecepatan, kemiringan hidrolis sisa klorin dan kelayakan ekonomi. Berdasarkan hasil analisa terhadap indeks kelayakan, perencanaan jaringan distribusi air bersih Kecamatan Hulu Palik dinyatakan layak. Rencana anggaran biaya yang diperlukan sebesar Rp 11,692,745,64. Analisa Ekonomi dilakukan dengan menggunakan suku bunga sebesar 3.5% dan usia guna hingga tahun 2041, didapat harga air sebesar Rp 3,947.38/m3.
Perbandingan Metode Alih Ragam Hujan Menjadi Debit dengan FJ. Mock dan NRECA di DAS Rejoso Kabupaten Pasuruan Putri, Angelina Satya; Suhartanto, Ery; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.002.07

Abstract

Pengalihragaman hujan menjadi debit adalah suatu proses permodelan yang mengubah data curah hujan menjadi data debit. Data debit pada DAS digunakan untuk kebutuhan makhluk hidup di sekitar. Pada kenyataannya, ketersediaan data debit sering kalitidak lengkap. Maka dari itu, dilakukan studi ini yaitualih ragam hujan-debit pada lokasi DAS Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Metode yang digunakan adalahmetode FJ. Mock dan NRECA, yang nantinya keduametode tersebut dibandingkan dengan data AWLRpada DAS Rejoso. Pada hasil analisis didapatkanbahwa metode FJ. Mock dan NRECA merupakanmetode yang cocok diterapkan pada DAS Rejosodengan nilai NSE sebesar 0,936, nilai PBIAS sebesar1,351 dan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,968Kondisi debit pada suatu DAS dipengaruhi olehpenggunaan lahan disekitarnya. Hubungan antaraperubahan penggunaan lahan dengan kondisi debitrerata tahunan DAS Rejoso menunjukkan nilai debityang cenderung menaik, ditinjau dari perbandingantahun 2006, 2010, 2015 dan 2020. The transformation of rain to discharge is a modeling process that converts rainfall data into discharge data. Discharge data in the watershed is used for the needs of living things in te vicinity. In fact, the availability of discharge data is often incomplete. Therefore, this study was carried out, namely the variation of rainfall-discharge at the location os the Rejoso Watershed, Pasuruan Regency. The method used is FJ. Mock and NRECA, which later the two methods will be compared wit AWLR data in the Rejoso watershed. The results of the analysis show that the FJ. Mock and NRECA are suitable methods to be appllied to the Rejoso watershed with an NSE value of 0,936, a PBIAS value of 1,351 and a correlation coefficient (r) value of 0,968. The use of the surrounding land influences the discharge condition in a watershed. The relationship changes in land use and condition of the annual average discharge of Rejoso watershed shows that the discharge value tends to decrease in terms of comparisons in 2006, 2010, 2015 and 2020.
Pengaruh Angin Terhadap Dimensi Rip-Rap Bendungan: Studi Kasus : Bendungan Sengguruh Hafifah, Dwi Tiya Ayu; Asmaranto, Runi; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.06

Abstract

Rip-rap Bendungan Sengguruh berfungsi sebagai peredam energi yang dapat mereduksi hempasan ombak agar tidak terjadi penggerusan tanah pada lereng hulu bendungan. Studi ini bertujuan menganalisa potensi terjadinya gelombang air yang diakibatkan oleh angin yang dapat merusak material pada Rip-rap Bendungan Sengguruh dilihat berdasarkan tinggi gelombang yang dihasilkan serta perubahan dimensi Rip-rap yang dihitung dari metode perhitungan angin desain (VMPH). Data yang dibutuhkan yaitu kecepatan angin bulanan (U), dataarah angin yang digunakan untuk menentukan nilai panjang fetch (F), data berat jenis batuan dan kemiringan rip-rap bendungan untuk menghitung berat masing-masing fragmen batuan (W). Dari perhitungan tinggi gelombang menggunakan metode perhitungan angin desain (VMPH) tidak dihasilkan gelombang airakibat pengaruh angin pada Bendungan Sengguruh, diakibatkan nilai fetch (F) pada Bendungan Sengguruh <1 km yaitu sebesar (0,850 km). Pada penelitian kaliini tidak dijumpai pengaruh angin yang signifikan yang dapat merusak rip-rap Bendungan Sengguruh. Berdasarkan perhitungan dan dilihat dari kondisi riprap Bendungan Sengguruh saat ini masih dapat dikatakan aman dari pengaruh angin dan gelombang.
Evaluasi Saluran Drainase Untuk Menanggulangi Genangandi KelurahanLowokwaru,KecamatanLowokwaru, Kota Malang Sari, Rika Rahma; Asmaranto, Runi; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.044

Abstract

Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, merupakan kelurahan dengan masalah genangan yang sering terjadi tiap tahunnya. Hal ini disebabkan karena saluran drainase kecil, sedimentasi drainase, dan kurangnya inlet. Studi ini dilakukan untuk mengetahui genangan yang terjadi dan alternatif penanganannya. Aplikasi SWMM 5.1 digunakan untuk menggambarkan simulasi genangan dan mengetahui besarnya genangan pada daerah studi. Hasil pada simulasi SWMM 5.1 menunjukkan kemampuan saluran drainasedi lokasi studiyang dianalisis dengankala ulang 5 tahun menyebabkanbeberapa saluran mengalami luapan, yaitu di Jalan Nusa Indah, Jalan Tirtonadi, Jalan Sarangan, Jalan Anggrek Vanda, Jalan Mawar, Jalan Bungur, Jalan Cempaka Kuning, dan Jalan Mawar IV.Oleh karena itu, diperlukan alternatif penanganan genangan banjir, yaitu pembersihan saluran di Jalan Nusa Indah, penambahan inletdi Jalan Tirtonadi dan Jalan Sarangan, pengerukan sedimen di Jalan Cempaka Kuning dan Jalan Mawar IV, dan pelebaran saluran di Jalan Nusa Indah, Jalan Anggrek Vanda, Jalan Mawar, Jalan Bungur, Jalan Tirtonadi, dan Jalan Sarangan.