Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Bangunan

SIMULASI DESAIN FASAD DALAM MENINGKATKAN KINERJA PENCAHAYAAN ALAMI PADA BANGUNAN RUMAH TINGGAL DI DAERAH TROPIS Cynthia Permata Dewi
BANGUNAN Vol 27, No 1 (2022): BANGUNAN EDISI MARET
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v27i12022p1-10

Abstract

Abstrak:Desain pencahayaan alami pada bangunan rumah tinggal seringkali tidak dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan maupun kondisi geografis dan lingkungan setempat. pemanfaatan pencahayaan alami pada daerah tropis seperti Indonesia dengan penyinaran yang cukup kuat sepanjang tahun merupakan salah satu faktor yang harus dipertimbangkan. Pada penelitian ini, desain fasad yang meliputi lebar dan posisi bukaan dari lantai serta kombinasi dengan tipe shading device bertujuan untuk memperoleh tingkat pencahayaan alami yang sesuai dengan standar kebutuhan pencahayaan pada bangunan rumah tinggal. Hasil penelitian menunjukkan, desain jendela selebar 0.6m dengan posisi bukaan 0.5m di R1 dan 1.5m di R2 serta penggunaan shading device berupa overhang beton 0.5m mampu menghasilkan tingkat pencahayaan dalam ruang sebesar 300 lux sebesar 50 persen dari luas ruang R2. Desain ini paling efektif dalam mencapai standar kebutuhan pencahayaan dibandingkan alternatif lainnya.Kata-kata kunci: pencahayaan alami, tingkat pencahayaan, fasad, desain bukaan shading deviceAbstract: The design of natural lighting in residential buildings is often not considered according to the needs and geographical conditions and the local environment. the use of natural lighting in tropical areas such as Indonesia with strong enough radiation throughout the year is one of the factors that must be considered. In this study, the facade design which includes the width and position of the opening from the floor as well as the combination with the type of shading device aims to obtain a level of natural lighting that is in accordance with the standard lighting needs of residential buildings. The results showed that the design of a 0.6m wide window with an opening position of 0.5m in R1 and 1.5m in R2 and the use of a shading device in the form of a 0.5m concrete overhang was able to produce an indoor lighting level of 300 lux by 50 percent of the area of R2. This design is most effective in achieving the standard of lighting requirements compared to other alternatives.Keywords: natural lighting, lighting level, facade, design of shading device openings
ANALISIS PENGARUH TIPE INTERNAL SHADING SEBAGAI STRATEGI PENDINGINAN PASIF PADA BANGUNAN Cynthia Permata Dewi
BANGUNAN Vol 26, No 1 (2021): BANGUNAN EDISI MARET
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v26i12021p1-6

Abstract

Abstrak: Strategi pendinginan pasif pada bangunan menjadi salah satu alternatif dalam memperoleh kenyamanan termal dengan meminimalkan konsumsi energi pendinginan bangunan. Posisi Indonesia yang dilewati oleh garis khatulistiwa mengakibatkan terjadinya penyinaran matahari sepanjang tahun. Hal ini memerlukan sebuah perlakuan khusus terhadap bukaan pada fasad bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan melihat pengaruh tipe internal shading pada interior bangunan terhadap variabel solar gain bangunan. penggunaan tipe shading berupa venetian blind, roller shades dan drapes akan diaplikasikan pada bangunan. hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa penggunaan roller shades mampu menurunkan level solar gain sebesar 55 persen. Sedangkan penggunaan venetian blinds dan drapes memberikan hasil penurunan sebesar 31 persen dan 25 persen. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan roller shades memberikan hasil yang cukup efektif dalam menurunkan solar gain pada bangunan.Kata-kata kunci: pendinginan pasif, internal shading, solar gainAbstract: Passive cooling strategy in buildings is an alternative in obtaining thermal comfort by minimizing building cooling energy consumption. The position of Indonesia, which is crossed by the equator, results in solar radiation throughout the year. This requires a special treatment of openings in the facade of the building. This study aims to analyze and see the effect of the type of internal shading on the interior of the building on the variable solar gain of the building. the use of shading types in the form of venetian blinds, roller shades and drapes will be applied to the building. the results of this study found that the use of roller shades was able to reduce the level of solar gain by 55 percent. Meanwhile, the use of venetian blinds and drapes resulted in a decrease of 31 percent and 25 percent, respectively. From this research, it can be concluded that the use of roller shades gives quite effective results in reducing solar gain in buildings.Keywords: passive cooling, internal shading, solar gain
STUDI EKSPERIMENTAL KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH THIN BED MORTAR DENGAN PENAMBAHAN ZAT ADITIF BERBASIS POLYVINYL ACETATE Ramdani, Muhammad Adzin Rifqi; Pratama, M. Mirza Abdillah; Dewi, Cynthia Permata
BANGUNAN Vol 28, No 2 (2023): BANGUNAN EDISI OKTOBER
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v28i22023p25-36

Abstract

Bata ringan atau Autoclaved Aerated Concrete (AAC) merupakan bahan material pengisi dinding yang saat ini sering digunakan. Pemilihan bata ringan sebagai penyusun dinding bangunan karena memiliki bentuk yang seragam, beratnya yang ringan, dan dapat mempercepat kinerja pekerjaan dinding. Pemasangan bata ringan pada umumnya menggunakan mortar dengan lapisan tipis atau dapat disebut sebagai thin bed mortar. Meskipun dinding bukan termasuk bagian struktural pada bangunan, perlu adanya penelitian mengenai kekuatan pasangan bata ringan. Hal tersebut bertujuan untuk meminimalisir keruntuhan dinding bangunan akibat gaya lateral saat terjadi gempa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menciptakan komposisi baru thin bed mortar berbasis semen dengan penambahan polivinil asetat (PVAc) atau dapat disebut sebagai thin bed mortar inovasi (TBMI) untuk meningkatkan nilai kuat tekan dan kuat tarik belah pasangan bata ringan. Penggunaan PVAc pada TBMI diharapkan dapat meningkatkan kekuatan dan keamanan dinding bata ringan dan dapat menjadi alternatif dari penggunaan mortar instan. Penelitian ini dilakukan dalam lingkungan eksperimental dan mengikuti prosedur pengujian sesuai ASTM dan SNI. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu TBMI dengan substitusi 15% PVAc terhadap berat semen mampu memberikan nilai kuat tekan pasangan bata ringan sama besar dengan mortar instan dan kuat tarik belah sebesar 23% lebih besar daripada mortar instan.