Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Rekayasa Sipil

Pengaruh Guna Lahan Terhadap Tarikan Pergerakan, BiayaKemacetan dan Biaya Kecelakaan (di Jalan KH. Abdul Fatah - Jalan Kapten Kasihin Tulungagung) Dyah Kumalasari; Soemarno Soemarno; Achmad Wicaksono
Rekayasa Sipil Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.962 KB)

Abstract

Jalan KH. Abdul Fatah - Jalan Kapten Kasihin merupakan salah satu koridor Jalan dengan intensitas gunalahan dengan fungsi pelayanan dan komersil tinggi di wilayah perkotaan Tulungagung. Dengan tipikal gunalahan tersebut tentunya akan menghasilkan pergerakan yang sangat besar dan berpotensi mengakibatkangangguan sirkulasi lalu lintas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tarikan pergerakan akibatpenggunaan lahan, mengetahui berapa besar biaya kemacetan dan biaya kecelakaan yang terjadi, sertapengaruh guna lahan terhadap tarikan pergerakan, biaya kemacetan dan biaya kecelakaan. Hasil penelitianmemperlihatkan bahwa biaya kemacetan yang terjadi perhari sebesar Rp.135.620.410,-, sehingga dalam satutahun biaya kemacetan mencapai Rp.48.823.347.442,-. Kerugian ini berupa bertambahnya BOK yangsemestinya tidak perlu dikeluarkan apabila kecepatannya bisa mencapai kecepatan desain perencanaan.Untuk biaya kecelakaan terdiri dari biaya kecelakaan berat, kecelakaan ringan, dan kecelakaan dengankerugian harta. Sedangkan untuk biaya kecelakaan fatal pada lokasi penelitian tidak ada mengingat lokasinyaberada di dalam kota. Pengaruh guna lahan terhadap tarikan pergerakan, biaya kemacetan dan biayakecelakaan yaitu dengan analisis jalur atau path analisis. Dari hasil analisis jalur variabel guna lahan terhadapbiaya kecelakaan melalui tarikan pergerakan dan biaya kemacetan memiliki pengaruh yang paling besar.Sedangkan untuk pengaruh secara langsung antar variabel yang tertinggi yaitu pengaruh guna lahan terhadaptarikan pergerakan. 
Determination of Tourist Bus Fares in Batu City Based on Ability to Pay, Willingness to Pay, and Vehicle Operating Cost Mochammad Suhaji Ismail; Achmad Wicaksono; Agus Dwi Wicaksono
Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2025.019.01.2

Abstract

Batu City often experiences traffic congestion. This congestion is caused by the road network in Batu City needing to be proportional to the number of vehicles present. Therefore, breakthroughs (innovations) are required to reduce traffic jams and make it easier for tourists visiting Batu City to reach tourist areas. However, attention must be given to several important factors, including the community's preference for using the Batu City Tourist Bus and the Willingness to Pay (WTP), Ability to Pay (ATP), and Vehicle Operating Costs (BOK) to determine a fare that aligns with these aspects. The method used is a quantitative approach with frequency distribution analysis techniques, Willingness to Pay (WTP) analysis, Ability to Pay (ATP) analysis, and Vehicle Operating Costs (BOK) analysis. The study results show that 71% of tourists are interested in using the tourist bus, mainly because of the ease and comfort of travel, cost efficiency, tourism development, and flexibility. The tourist bus fare based on ATP is IDR 64,397, and the fare of the two routes based on WTP is IDR 24,219 and IDR 24,730. Then, on the BOK calculation, the fare is IDR 54,972 and IDR 45,450. Therefore, the determined fare for the Batu City Tourist Bus for a single round trip is IDR 30,000, with a government subsidy for the tourist bus's BOK amounting to IDR 329,520,297 per year. This study's results are expected to serve as a consideration for the Batu City Government in determining the fare for the Batu City Tourist Bus.