Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Tingkat Pendapatan Petani Tebu di Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri Nugroho, Puthut Setyo; Nuhfil Hanani; Fitria Dina Riana
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tebu sebagai bahan baku industri gula merupakan salah satu komoditi perkebunan yang mempunyai peran strategis dalam perekonomian di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi keuangan petani tebu dan mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap tingkat literasi keuangan petani tebu di Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan dianalisis menggunakan analisis statistif deskriptif dan analisis regresi tobit. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Tingkat Literasi keuangan petani tebu di kecamatan Kepung kabupaten Kediri terindikasi memiliki nilai rendah yang berada pada kisaran <60% sebanyak 47 orang atau 42% dari total responden, sedangkan petani tebu yang memiliki tingkat literasi sedang yang berada di kisaran 60-80% berjumlah 26 orang atau 23% dari total responden, selanjutnya petani tebu yang memiliki tingkat literasi tinggi yang berada di kisaran 80-100% berjumlah 40 orang tahu 35% dari total responden. Serta, faktorusia memiliki hubungan positif yang nyata, luas lahan menunjukan hubungan positif yang nyata, status lahan memiliki hubungan yang negatif yang nyata, Pendidikan memiliki hubungan yang positif dan nyata, lama berusahatani memiliki hubungan positif yang nyata, jumlah tanggungan keluarga memiliki hubungan negative yang tidak nyata terhadap literasi keuangan.
Analisis Tingkat Efisiensi Teknis Usahatani Kentang (Solanum Tuberosum) Di Provinsi Jawa Timur Wahyu, Yanuar; Rosihan Asmara; Dwi Retno Andriani; Nuhfil Hanani; Fahriyah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

This study aims to analyze the level of technical efficiency in potato farming (Solanum tuberosum) in East Java Province, using the Data Envelopment Analysis (DEA) approach. The research locations were selected in Sumber Brantas Village, Batu City, and Wonokerso Village, Probolinggo Regency, involving 120 potato farmers as respondents. The analysis results indicate that the majority of respondent farmers are in the Increasing Return to Scale (IRS) production scale, with 36 farmers, or about 30% of the total respondents, being in a Constant Returns to Scale (CRS) condition, which indicates that they are at a relatively optimal efficiency level, with 71 farmers, or approximately 59.17% of the total respondents, achieving an efficient score of 1.00. On the other hand, there are 13 farmers, or about 10.83% of the total respondents, who are in a Decreasing Return to Scale (DRS) production scale. The average technical efficiency of potato farmers in this study reached 81.2%, with a percentage of 48.33%. Most farmers from the total respondents successfully achieved an efficient value with a score of 1.00. However, there are also two farmers categorized as having very low efficiency at 1.67%. Meanwhile, the percentage of low efficiency is 11.67%, moderate efficiency is 22.50%, and high efficiency is 15.83%, indicating significant potential for improvement. These findings suggest that inefficiency is caused by suboptimal input management and the need for training and guidance to enhance farmers' understanding of better cultivation practices. Therefore, this study recommends interventions in agricultural input management and increased access to technology, capital, and infrastructure support as strategic steps to improve the overall technical efficiency of potato farming