Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Respon Pertumbuhan Setek Mucuna terhadap Konsentrasi dan Lama Perendaman Ekstrak Bawang Merah Enda Sabda Gentri Sembiring; Julaili Irni; Rama Riana Sitinjak; Bayu Pratomo
Agrinula : Jurnal Agroteknologi dan Perkebunan Vol 4 No 2 (2021): Agrinula : Jurnal Agroteknologi dan Perkebunan
Publisher : Prodi. Agroteknologi dan Perkebunan, Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/agri.v4i2.162

Abstract

Introduction: This study aims to determine the growth response of Mucuna bracteata cuttings to the concentration and duration of soaking shallot extract. Materials and Methods: This study used a factorial Randomized Block Design (RBD) with two factors, namely: shallot extract concentration (P) consists of 4 levels, include P0= untreated, P1= 10 ml, P2= 20 ml, P3= 30 ml, meanwhile the soaking time (Q) consists of 4 levels, such as Q0= momentarily dipping, Q1= 15 minutes, Q2= 30 minutes, Q3= 45 minutes. The data was processed by ANOVA and if significant, then further tested with Duncan Multiple Range Test (DMRT) at the rate of 5%. Results: The concentration of shallot extract, soaking time and their interaction had a very significant effect on the survival percentage of Mucuna bracteata D.C. cuttings. The highest survival percentage of cuttings of Mucuna bracteata on the effect of shallot extract concentration and soaking time was obtained in the P0Q0, P0Q1, and P3Q2 treatments after the lid was opened at 4 weeks after planting. In the number of leaves also had significant effect in the interaction of two factors
PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KETAPANG (Terminalia catappa L.) DAN METIL METSULFURON DALAM PENGENDALIAN GULMA DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) Sitinjak, Rama Riana
Agroprimatech Vol. 2 No. 1 (2018): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.951 KB)

Abstract

Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu tanaman industri andalan bagi perekonomian Indonesia. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi kelapa sawit adalah gulma. Gulma merupakan tumbuhan yang memberikan dampak negatif bagi pertumbuhan tanaman budidaya, Dalam penelitian ini, pengendalian gulma dilakukan dengan menggunakan kombinasi antara ekstrak daun ketapang dengan metil metsulfuron. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi ekstrak daun ketapang dan metil metsulfuron yang terbaik dalam mengendalikan gulma diperkebunan kelapa sawit. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama konsentrasi ekstrak T.catappa terdiri dari 4 taraf, yaitu 0% (K0) 10% (K1), 20% (K2), 40% (K3). Faktor kedua metil metsulfuron terdiri dari 4 taraf yaitu, 0 (P0), 10 g/ha (0,1 g/plot) (P1), 20 g/ha (0,2 g/plot) (P2), 50 g/ha (0,5 g/plot) (P3). Terdiri dari 16 perlakuan dengan 2 ulangan, dan 32 plot. Data dianalisis dengan uji analisis varians, dan dilanjut dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak daun ketapang 40% (K3) dengan konsentrasi metil metsulfuron 0,5 gram/m2 (P3) efektif mematikan gulma sebesar 70,38%. Penggunaan ekstrak daun ketapang 10 % dan metil metsulfuron 0,2 g/m2 (P2K1) berpengaruh nyata terhadap persentase pertumbuhan gulma sebesar 8,5 % pada 5 minggu setelah aplikasi.
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI SEKITAR PESISIR PANTAI CERMIN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Sitinjak, Rama Riana
Agroprimatech Vol. 2 No. 1 (2018): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.222 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan yang terdapat di perkebunan kelapa sawit sekitar pesisir pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pembuatan plot contoh dengan metode petak kuadrat ukuran 1m2 per plot. Pengambilan sampel dari total 10 plot adalah dengan sampel jenuh. Hasil analisis vegetasi keragaman tumbuhan menunjukkan bahwa Ageratum conyzoides, Asystasia intrusa, Axonops compresus, Cyclosorus aridus, Cyperus rotundus., Elaeis guineensis, dan Ottochloa nodosa, adalah jenis tumbuhan yang ditemukan dilapangan. Data dianalisis dengan menggunakan perhitungan Indeks vegetasi rumus Shannon – Wiener (H’), dengan kriteria tingkat keragamannya adalah rendah (H’ < 1), sedang (1 < H’≤ 3) dan tinggi (H’ > 3). Indeks vegetasi keragaman H’ = 1,297. Tingkat keanekaragaman tumbuhan di perkebunan kelapa sawit di sepanjang pesisir pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai adalah sedang.
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI PRE NURSERY SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium cepa L.) DENGAN WAKTU PERENDAMAN YANG BERBEDA Sitinjak, Rama Riana
Agroprimatech Vol. 2 No. 2 (2018): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis jacq.) di pre nursery setelah pemberian ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) dengan waktu perendaman yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) dengan 4 taraf : 0% (B0), 25% (B1), 50% (B2), 100% (B3) dan faktor kedua adalah waktu perendaman dengan 4 taraf : 0 jam (P0), 5 jam (P1), 10 jam (P2), 20 jam (P3). Data di analisis dengan menggunakan sidik ragam (Analisis of variance) dengan signifikan 5 %. Dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan atau DMRT (Duncan multiple range test) dengan signifikan 5 %. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa pemberian konsentrasi ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) dan waktu perendaman terhadap bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di pre nursery, tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan (berat segar, berat kering, panjang akar, panjang daun, dan diameter batang) pada minggu ke 4 – 12, kecuali diameter batang pada minggu ke 7.
PENGARUH KOMPOS TONGKOL JAGUNG DAN LAMA PERENDAMAN DENGAN URIN KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT DI PRE NURSERY (Elaeis guineensis Jacq.) Br Ginting, Friska Andriani; Sitinjak, Rama Riana
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 3 (2024): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i3.17623

Abstract

Limbah pertanian dan limbah ternak seperti tonggkol jagung dan urine kambing dapat diolah menjadi pupuk melalui proses fermentasi. Pemakaian pupuk kompos dengan tepat dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos tongkol jagung dan lama perendaman urine kambing terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre-nursery. Metode yang digunakan adalah metode ekperimen dengan rancangan acak kelompok pola factorial.  Faktor pertama adalah pemberian kompos tongkol Jagung (T) dan faktor kedua adalah lama perendaman dalam urin kambing (L). Data dianalisis dengan menggunakan sidik ragam kemudian diuji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos tongkol jagung dan lama perendaman dengan urine kambing berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan tinggi bibit, diameter batang, dan panjang daun bibit kelapa sawit pada minggu ke-4, ke-8, dan ke-12 di pre-nursery. Berdasarkan rataan pengamatan ditemukan bahwa pertumbuhan tinggi tanaman terbaik (24,84 cm) diperoleh pada perlakuan kombinasi 200 g kompos tongkol jagung dan 20 menit lama perendaman dalam urin kambing, pertumbuhan diameter batang terbaik (9,5 mm) diperoleh pada perlakuan kombinasi 300 g kompos tongkol jagung dan 20 menit lama perendaman dalam urine kambing.  
Growth Percentage And Length Of Mucuna Bracteata Tendles With The Provision Of Local Microorganisms (Mol) From Banana Corn Tanjung, Agung Rafiul Naldi; Ginting, Chelvin Van Roy; Sulastri, Yustina Sri; Sihaloho, Martha Adiwaty; Sitinjak, Rama Riana; Pratomo, Bayu
Agroprimatech Vol. 9 No. 1 (2025): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v9i1.5356

Abstract

Mucuna bracteata plants can be propagated in two ways: generatively and vegetatively. Vegetative propagation is done through cuttings, while generative propagation uses seeds. In 1999, Mucuna bracteata found it very difficult to produce flowers, fruits, and seeds. Due to this difficulty, propagation can be done through cuttings. This study uses a Non-Factorial Randomized Block Design (RBD) with 4 Treatments (P) and 6 Replications (U). The concentration of watering consists of 4 levels: P0 (0 ml), P1 (50 ml), P2 (150 ml), and P3 (250 ml). Meanwhile, the soaking duration also consists of 4 levels: P0 (0 minutes), P1 (5 minutes), P2 (10 minutes), and P3 (15 minutes). The results of the study showed that the interaction between the concentration of watering with MOL (Microorganism Local) from banana stems and the soaking duration did not have a significant effect on all parameters. Various concentrations of watering with MOL from banana stems and soaking duration significantly affected the growth of Mucuna bracteata. Although statistically, it did not show a significant effect, several treatment combinations could be observed, such as U6P3, which showed the highest root weight (15.44 grams). Then, the vine length was 117.1 cm, the number of leaves was 20, and the number of nodules was 11. As the highest values from P3, this shows the highest concentration of watering and soaking duration with MOL from banana stems. Thus, this effort can reduce agricultural waste and pathogens.
Pembuatan Pupuk Organik Cair Berbahan Utama Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit dengan Penambahan Effective Microorganism-4 Sitinjak, Rama Riana; Kurniawan, I; Pratomo, B; Irni, J
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 31 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v31i1.2022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh EM4 terhadap pembuatan pupuk organik cair (POC) berbahan utama limbah cair pabrik kelapa sawit, dan menemukan formulasi yang lebih baik dalam pembuatan POC. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) non factorial dengan 6 ulangan. Bioaktivator EM4 yang diberikan ada 4 taraf, yaitu 0 ml (E0), 20 ml (E1), 40 ml (E2), dan 60 ml (E3). Sehingga penelitian ini menggunakan 24 unit percobaan. Bahan EM4 dengan dosis yang berbeda ditambahkan ke dalam bahan baku campuran dari 1 L limbah cair pabrik kelapa sawit, 500 g kulit pisang, 500 g kulit nenas, 500 g kulit semangka, dan 500 ml urine sapi yang difermentasi selama 10 hari. Data dianalisis menggunakan analisis of variance dilanjutkan dengan uji Tukey pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan EM4 berpengaruh tidak nyata terhadap kandungan N, P, K, C-organik pada POC berbahan utama limbah cair kelapa sawit, yang difermentasi selama 10 hari. Namun penambahan EM4 dapat meningkatkan kandungan N, P, K, dan C-organik pada POC tersebut. Formula yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas POC dari limbah berbahan utama cairan pabrik kelapa sawit ini ditemukan pada penambahan 20 ml EM4 dengan nilai analisis yang diperoleh untuk C-organik 3,85%, Nitrogen 0,09%, Fosfor 0,12%, Kalium 0,17% dan pH 3,82. Derajat keasaman dari POC setelah fermentasi hampir mendekat syarat teknis minimal POC berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian RI No. 261/KPTS/S.R.310/M/4/2019.
THE EFFECT OF PLANT GROWTH REGULATOR TRIACONTANOL TO THE GROWTH OF CACAO SEEDLINGS (Theobroma cacao L.) Sitinjak, Rama Riana; Pandiangan, Dingse
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 36, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v36i3.279

Abstract

The aim of this study was to evaluate the effect of  plant growth regulator triacontanol to the growth of cacao seedings (Theobroma cacao L.). A completely randomized design was applied using non-factorial pattern on the treatment triacontanol growing regulator substance to level: 0.0 ml/L, 0.1 ml/L, 0.5 ml/L, 1.0 ml/L and 2.0 ml/L replicated 5 times. The result shows that the given of tria-contanol significantly affected the growth of cacao seedings at the age of 14 weeks. The best tria-contanol concentration was 1.0 ml/L, which was effectively able to increase the growth of cacao seedlings; high seedlings, number of leaves, lenght of leaves, and diameter of stems respectively reached 26.21%; 3.70%; 42.28%; and 10.42% higher than the control. Plant growth regulator triacontanol was efective to increase the growth of cacao seedlings. Keywords: triacontanol, seedling, Theobroma cacao L.
PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KETAPANG (Terminalia catappa L.) DAN METIL METSULFURON DALAM PENGENDALIAN GULMA DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) Sitinjak, Rama Riana
Agroprimatech Vol. 2 No. 1 (2018): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu tanaman industri andalan bagi perekonomian Indonesia. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi kelapa sawit adalah gulma. Gulma merupakan tumbuhan yang memberikan dampak negatif bagi pertumbuhan tanaman budidaya, Dalam penelitian ini, pengendalian gulma dilakukan dengan menggunakan kombinasi antara ekstrak daun ketapang dengan metil metsulfuron. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi ekstrak daun ketapang dan metil metsulfuron yang terbaik dalam mengendalikan gulma diperkebunan kelapa sawit. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama konsentrasi ekstrak T.catappa terdiri dari 4 taraf, yaitu 0% (K0) 10% (K1), 20% (K2), 40% (K3). Faktor kedua metil metsulfuron terdiri dari 4 taraf yaitu, 0 (P0), 10 g/ha (0,1 g/plot) (P1), 20 g/ha (0,2 g/plot) (P2), 50 g/ha (0,5 g/plot) (P3). Terdiri dari 16 perlakuan dengan 2 ulangan, dan 32 plot. Data dianalisis dengan uji analisis varians, dan dilanjut dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak daun ketapang 40% (K3) dengan konsentrasi metil metsulfuron 0,5 gram/m2 (P3) efektif mematikan gulma sebesar 70,38%. Penggunaan ekstrak daun ketapang 10 % dan metil metsulfuron 0,2 g/m2 (P2K1) berpengaruh nyata terhadap persentase pertumbuhan gulma sebesar 8,5 % pada 5 minggu setelah aplikasi.
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI SEKITAR PESISIR PANTAI CERMIN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Sitinjak, Rama Riana
Agroprimatech Vol. 2 No. 1 (2018): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan yang terdapat di perkebunan kelapa sawit sekitar pesisir pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pembuatan plot contoh dengan metode petak kuadrat ukuran 1m2 per plot. Pengambilan sampel dari total 10 plot adalah dengan sampel jenuh. Hasil analisis vegetasi keragaman tumbuhan menunjukkan bahwa Ageratum conyzoides, Asystasia intrusa, Axonops compresus, Cyclosorus aridus, Cyperus rotundus., Elaeis guineensis, dan Ottochloa nodosa, adalah jenis tumbuhan yang ditemukan dilapangan. Data dianalisis dengan menggunakan perhitungan Indeks vegetasi rumus Shannon – Wiener (H’), dengan kriteria tingkat keragamannya adalah rendah (H’ < 1), sedang (1 < H’≤ 3) dan tinggi (H’ > 3). Indeks vegetasi keragaman H’ = 1,297. Tingkat keanekaragaman tumbuhan di perkebunan kelapa sawit di sepanjang pesisir pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai adalah sedang.