Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI PRE NURSERY SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium cepa L.) DENGAN WAKTU PERENDAMAN YANG BERBEDA Sitinjak, Rama Riana
Agroprimatech Vol. 2 No. 2 (2018): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis jacq.) di pre nursery setelah pemberian ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) dengan waktu perendaman yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) dengan 4 taraf : 0% (B0), 25% (B1), 50% (B2), 100% (B3) dan faktor kedua adalah waktu perendaman dengan 4 taraf : 0 jam (P0), 5 jam (P1), 10 jam (P2), 20 jam (P3). Data di analisis dengan menggunakan sidik ragam (Analisis of variance) dengan signifikan 5 %. Dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan atau DMRT (Duncan multiple range test) dengan signifikan 5 %. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa pemberian konsentrasi ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) dan waktu perendaman terhadap bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di pre nursery, tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan (berat segar, berat kering, panjang akar, panjang daun, dan diameter batang) pada minggu ke 4 – 12, kecuali diameter batang pada minggu ke 7.
Growth Percentage And Length Of Mucuna Bracteata Tendles With The Provision Of Local Microorganisms (Mol) From Banana Corn Tanjung, Agung Rafiul Naldi; Ginting, Chelvin Van Roy; Sulastri, Yustina Sri; Sihaloho, Martha Adiwaty; Sitinjak, Rama Riana; Pratomo, Bayu
Agroprimatech Vol. 9 No. 1 (2025): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v9i1.5356

Abstract

Mucuna bracteata plants can be propagated in two ways: generatively and vegetatively. Vegetative propagation is done through cuttings, while generative propagation uses seeds. In 1999, Mucuna bracteata found it very difficult to produce flowers, fruits, and seeds. Due to this difficulty, propagation can be done through cuttings. This study uses a Non-Factorial Randomized Block Design (RBD) with 4 Treatments (P) and 6 Replications (U). The concentration of watering consists of 4 levels: P0 (0 ml), P1 (50 ml), P2 (150 ml), and P3 (250 ml). Meanwhile, the soaking duration also consists of 4 levels: P0 (0 minutes), P1 (5 minutes), P2 (10 minutes), and P3 (15 minutes). The results of the study showed that the interaction between the concentration of watering with MOL (Microorganism Local) from banana stems and the soaking duration did not have a significant effect on all parameters. Various concentrations of watering with MOL from banana stems and soaking duration significantly affected the growth of Mucuna bracteata. Although statistically, it did not show a significant effect, several treatment combinations could be observed, such as U6P3, which showed the highest root weight (15.44 grams). Then, the vine length was 117.1 cm, the number of leaves was 20, and the number of nodules was 11. As the highest values from P3, this shows the highest concentration of watering and soaking duration with MOL from banana stems. Thus, this effort can reduce agricultural waste and pathogens.
Mutu Papan Partikel dari Campuran Batang dan Cangkang Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) dengan Penggunaan Resin Calvin Davidson Silalahi; Rama R. Sitinjak; Bayu Pratomo
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 2 No. 07 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3653.909 KB) | DOI: 10.59141/jist.v2i07.196

Abstract

Saat ini kebutuhan bahan papan terus mengalami peningkatan biasanya bahan papan ini merupakan bahan yang diperoleh dari hutan. Salah satu Tujuan yang dilakukan adalah dengan menggantikan kayu dengan material lain seperti papan partikel untuk memenuhi kebutuhan kayu pada bidang perumahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkang dan batang kelapa sawit dan resin. Cangkang dan batang yang telah dihaluskan dicampur dalam wadah dan diaduk sesuai Komposisi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh kecuali pada daya serap air dan modulus of elasticity pada komposisi papan partikel. Pada pengukuran sifat fisis dan mekanis didapatkan papan dengan kualitas terbaik pada komposisi 90%:10% dengan nilai kerapatan sebesar 1,10 g/cm³, nilai kadar air 1,01%, nilai pengembangan tebal terbaik sebesar 0,56%, nilai MOE terbaik sebesar 30,515 kg/cm² pada komposisi 90%:10%, dan nilai MOR sebesar 236,99 kg/cm². Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian sifat fisis dan mekanis papan partikel telah memenuhi standard SNI 03 - 2105-2006.