Claim Missing Document
Check
Articles

Found 45 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Perancangan Jaringan Backhaul Serat Optik Untuk Layanan Komunikasi Lte Penumpang Kereta Cepat Jakarta-surabaya Sub Pekalongan-cepu Joses Steven Tarigan; Erna Sri Sugesti; Rina Pudji Astuti
eProceedings of Engineering Vol 9, No 2 (2022): April 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kereta api merupakan salah satu moda transpotasi massal yang sangat digemari masyarakat daripada transportasi lainnya karena biaya yang relatif murah, nyaman dan sesuai waktu. Oleh sebab itu, Indonesia akan membangun sarana transportasi kereta cepat pada rute Jakarta – Surabaya dengan kecepatan 140 km/jam pada frekuensi 900 Mhz. Pada teknologi backbone optik dapat digunakan pada SDH (Synchronous Digital Hierarchy) STM-64 DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing), teknologi jaringan akses menggunakan XG-PON, dan teknologi core network LTE (Long Term Evolution) menggunakan EPC. Rancangan yang dibuat berupa dengan parameter delay, power link budget, Q-factor, rise-time, SNR, DAN BER dengan ketentuan standar ITU-T G.987, ITU-T G696.1 DAN 3GPP TS23.203. Parameter delay pada link terjauh downstream yaitu 2,12274208 ms, sedangkan pada sisi upstream 2,12271064 ms. Parameter terendah LPB pada sisi dowstream bernilai -24,421 dBm, Q-factor 5,8221, BER 2,99 x 10-9 , dan RTB 0,046097796 ns. Nilai parameter terendah pada link akses upstream LPB -24,896 dBm, Q-factor 5,669152517, BER 7,39 x 10-9 dan RTB 0,046097843 ns. Pada sisi backbone nilai terendah LPB -26,09, Q-factor 6,425875721, BER 6,71 x 10-11, dan RTB 0,046098000 ns. Kata Kunci: Backhaul, LTE (Long Term Evolution), XGPON (10-Gigabit Passive Optical Network), STM-64 Abstract The train is one of the most popular public transportation than other transportation. because the costs are relatively cheap, convenient and timely. Therefore, Indonesia will build fast train transportation facility on the Jakarta - Surabaya route with a speed of 140 km/hour at a frequency of 900 MHz. Optical backbone technology can be used in Synchronous Digital Hierarchy (SDH) STM-64 Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM), access network technology using XG-PON and LTE (Long Term Evolution) core network technology using EPC. The design is made with parameters delay, power link budget, Q-factor, rise-time, SNR, AND BER with standard provisions of ITU-T G.987, ITU-T G696.1 AND 3GPP TS23,203. Delay parameter on the farthest downstream link which is ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.9, No.2 April 2022 | Page 331 2.12274208 ms, while on upstream side is 2.12271064 ms. The lowest parameter of LPB on dowstream side is -24,421 dBm, Q-factor 5.8221, BER 2.99 x 10-9, and RTB 0.046097796 ns. The lowest parameter value on LPB upstream access link is -24,896 dBm, Q-factor 5.669152517, BER 7.39 x 10-9 and RTB 0.046097843 ns. On the backbone side, the lowest value is LPB -26.09, Q-factor 6.425875721, BER 6.71 x 10-11, and RTB 0.046098000 ns. Keywords: Backhaul, LTE (Long Term Evolution), XGPON (10-Gigabit Passive Optical Network), STM64
Sistem Antena Pemancar Multiple Input Miltiple Output (MIMO) 2x2 Dengan 2 Elemen Array Untuk Base Tranceiver Station (BTS) Sistem Pemantau Sungai Citarum Pada Industrial, Scientific, And Medical (ISM) Band 5725-5875 Mhz Adnan Adzhani; Rina Pudji Astuti; Trasma Yunita
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Perangkat monitoring BTS sungai Citarum memerlukan sistem transmisi yang bisa mengirimkan data secara real time. Oleh karena itu dibutuhkan sistem antena yang mampu mengakomodasikan persyaratan tersebut. Untuk meningkatkan kinerja dari antena salah satunya dengan menggunakan teknik MIMO. Teknik MIMO menggunakan lebih dari satu antena baik disisi pemancar mauupun disisi penerima. Antena mikrostrip memiliki beberapa kelebihan, antara lain memiliki harga yang relatif murah untuk biaya fabrikasinya, ukurannya relatif kecil, dan hampir mampu bekerja disemua frekuensi kerja karena memiliki frekuensi yang fleksibel, menggunakan ISM Band yang bekerja pada rentang frekuensi 5725 MHz sampai 5875 MHz. Pada penelitian ini Sistem Antena Pemancar MIMO 2x2 dengan 2 elemen array patch rectangular dengan arah orientasi antena 90° (Posisi 2) yang paling sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan dengan menghasilkan VSWR 1,0858 yang bekerja pada rentang frekuensi 5,669-5,979 GHz, bandwidth 310 MHz, dan gain 5,931 dB. Pola radiasi yang dihasilkan adalah unidirectional dan polarisasi yang dihasilkan adalah elips. Kata Kunci— MIMO, Array, Gain, Bandwidth, Polarisasi, Pola Radiasi
Sistem Antena Pemancar Mimo (2×8) Menggunakan Multi Substrat 3 Layer Dan Reflektor Pada Frekuensi 3,5 Ghz Untuk Komunikasi 5g Emerson Gabariel Ambarita; Rina Pudji Astuti; Trasma Yunita
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi sistem komunikasi yang semakin meningkat setiap tahunnya memicu semakin tingginya permintaan kecepatan akses internet. Teknologi yang mampu memberikan layanan internet dengan kecepatan tinggi dan mencakup semua wilayah yaitu teknologi 5G(fifth generation). Teknologi 5G memiliki kelebihan seperti data rate yang tinggi, bandwidth yang lebar, mengurangi latency, meningkatkan kapasitas kanal dan lebih hemat energi. Antena yang digunakan dalam teknologi 5G menggunakan sistem MIMO(Multiple Input Multiple Output). Sistem MIMO berfungsi mengurangi pemantulan dan scattering gelombang serta untuk menaikkan kapasitas kanal dengan menggunakan lebih dari satu antena di penerima dan pengirim.Pada Tugas Akhir ini dilakukan perancangan antena massive MIMO di sisi pemancar dengan susunan 2x8 16 elemen yang menggunakan frekuensi 3,5 GHz. Bentuk patch yang dipilih yaitu bentuk circular . Bahan yang digunakan untuk lapisan substrat yaitu FR-4 dengan permitivitas dielektrik 4,3 dan ketebalan 1.6 mm serta bahan untuk lapisan groundplane, patch dan feedline yaitu tembaga (copper). Teknik pencatuan yang digunakan catuan microstrip linefeed.Metode yang digunakan dalam perancangan antena antara lain multi substrat 3 layer untuk meningkatkan bandwidth dan reflektor untuk meningkatkan gain.Hasil yang didapatkan adalah antena yang memiliki nilai VSWR ≤1,5 dengan polaradiasi unidireksional dengan gain ≥ 6,5 dB, bandwidth ≥ 100 MHz dan mutual coupling ≤-20 dB. Kata kunci : antena, MIMO, 5G ,gain,bandwidth, mutual coupling Abstract The development of technology communication system is increasing every year triggers the increasing high demand of speed internet access. The technology that can provide internet services at high speed and cover all the areas, namely 5G technology(fifth generation). 5G technology has the advantages such as high data rate, wide bandwidth, reducing latency, increasing channel capacity and more energy efficient. In this research done by designing the antenna MIMO at the transmitter side with the arrangement of the 2x8 16 elements using a frequency of 3.5 GHz. The shape of the patch using shape circular . The material chosen for the substrate layer that is FR-4 with dielectric permittivity 4.3 and thickness of 1.6 mm and the material for the layer groundplane, the patch and the feedline, i.e. copper (copper). Feeding techniques used ration microstrip linefeed.The methods used in the design of the antenna between the other multisubstrate 3 of the layer to improve the bandwidth and the reflector to increase the gain. The results obtained are an antenna that has a VSWR value of ≤1.5 with unidirectional polarity with a gain of ≥ 6.5 dB, bandwidth ≥ 100 MHz and mutual coupling ≤-20 dB. Keyword : antenna, MIMO, 5G, gain, bandwidth,mutual coupling
Pemancar Antena MIMO untuk Kereta Api Masa Depan Sistem Komunikasi Seluler Masna, Haris Azmil; Astuti, Rina Pudji; Nur , Levy Olivia
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini secara mendalam mengeksplorasi penerapan teknologi Multiple Input Multiple Output (MIMO) dalam Future Railway Mobile Communication Systems (FRMCS), bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kehandalan komunikasi di lingkungan yang padat seperti jalur kereta api. Fokus utama adalah mengoptimalkan antenna MIMO pada frekuensi 1900 MHz, yang krusial dalam aplikasi FRMCS. Menggunakan software simulink, penelitian merancang dan menguji antenna mikrostrip dengan array 2- patch dalam substrat FR-4. Proses eksperimental mencakup pembuatan sinyal dasar, modulasi QPSK, dan penggunaan blok High Power Amplifier (HPA) untuk memastikan daya transmisi yang memadai sebelum sinyal dikirim ke Software Defined Radio (SDR) melalui antarmuka USB. Hasilnya menunjukkan bahwa antenna MIMO ini mencapai pola radiasi unidirectional dengan polarisasi elips dan gain 5,256 dBi, memenuhi persyaratan frekuensi kerja dan menawarkan kinerja yang stabil dalam lingkungan dinamis operasional kereta api. Penemuan ini diharapkan memberikan kontribusi penting dalam pengembangan sistem komunikasi FRMCS, menyediakan solusi yang lebih efisien dan handal untuk mendukung keselamatan serta efisiensi operasional kereta api di masa depan. Kata kunci— Future Railway Mobile Communication Systems (FRMCS), MIMO, antenna mikrostrip, Simulink, Software Defined Radio
MIMO Antenna Receiver for Future Railway Mobile Communication Systems Jamal, Muh. Arham; Astuti, Rina Pudji; Nur, Levy Olivia
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini akan membahas mengenai penerapan teknologi Future Railway Mobile Communications System (FRMCS) menggunakan teknologi antena Multiple Input Multiple Output (MIMO). Penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan efesiensi komunikasi pada sektor kereta api yang dalam kurun waktu akan mengalami transisi teknologi dari Global System for Mobile Communications-Railway (GSM-R) ke FRMCS. Antena akan di rancang pada frekuensi kerja 1900 MHz dan spesifikasi yang disesesuaikan dengan regulasi European Telecommunications Standards Institute (ETSI) dan Electronic Communications Committee (ECC)[1]. Sistem Radio Frequency (RF) akan dirancang menggunakan Low Noise Amplifier (LNA) dan demodulator yang nantinya akan diintegrasikan dengan software simulink menggunakan device USRP yang akan di hubungkan melalui laptop. Hasilnya menunjukan bahwa sistem komunikasi ini dapat menerima sinyal dengan nilai Bit Error Rate yang masih kurang optimal, namun hasil pengujian antena menunjukan antena mencapai pola radiasi unidirectional dan gain sebesar diatas 4 dBi, yang mana sudah memenuhi persyaratan spesifikasi. Diharapkan dari penemuan ini dapat memberikan kontribusi besar bagi pengembangan sistem FRMCS kereta api masa depan. Kata kunci— Future Railway Mobile Communication Systems (FRMCS), MIMO, Simulink
Antena MIMO 4X4 dengan Metode Artificial Ground Structure Rifky, Muhammad; Astuti, Rina Pudji; Prasetya, Budi
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan mengacu pada penelitian sebelumnya, desain antena MIMO 4x4 ini akan memanfaatkan teknik pencatuan EMC dan struktur tanah buatan (AGS) untuk mencapai peningkatan bandwidth dan gain. Penggunaan patch antena berbentuk persegi panjang diharapkan dapat mengoptimalkan kinerja antena untuk aplikasi Wi-Fi. Penelitian ini berfokus pada perancangan antena yang beroperasi pada frekuensi 6 GHz dengan target bandwidth 107 MHz, VSWR maksimal 2, dan gain minimal 6 dBi. Kata kunci— AGS, MIMO, Wi-Fi.
Implementasi Sistem Auto-Tracking Berbasis Visi Komputer untuk Stabilitas Komunikasi Free-Space Optics Syahfwan A , Andi Muh; Astuti, Rina Pudji; Hambali, Ahmad
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan utama teknologi Free-Space Optics (FSO) adalah kerentanannya terhadap gangguan fisik yang dapat memutus komunikasi akibat terjadinya pergeseran sehingga FSO tidak berada pada kondisi Line of Sight (LoS). Sebagai solusi, penelitian ini mengusulkan sebuah purwarupa sistem auto-tracking untuk menjaga stabilitas Free-Space Optics (FSO) agar tetap Line of Sight (LoS) secara otomatis. Metode yang digunakan adalah pengembangan purwarupa berbasis visi komputer yang mengintegrasikan kamera sebagai sensor visual, mikrokontroler Arduino UNO sebagai pengolah data, dan motor servo sebagai aktuator penggerak arah. Algoritma pelacakan dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Python dan pustaka OpenCV untuk mendeteksi serta mengikuti pergerakan target. Sistem ini mampu menjaga presisi arah dalam rentang gerak 0°–180°, serta menunjukkan performa yang responsif dan akurat dalam mempertahankan Line of Sight (LoS). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa sistem pelacakan otomatis merupakan solusi yang layak untuk meningkatkan keandalan dan menjaga kualitas transmisi jaringan Free-Space Optics (FSO) di lingkungan yang dinamis. Kata kunci— auto-tracking, free-space optics, visi komputer, stabilitas tautan, OpenCV, Arduino
Pengaruh Penggunaan Isolation Wall pada Sistem Antena MIMO dengan Polarisasi Circular Terhadap Penurunan Mutual Coupling Kurniadi, Akhdan; Yunita, Trasma; Astuti, Rina Pudji
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-Saat ini banyak dilakukan penelitian tentang antena MIMO untuk mendukung teknologi nirkabel, karena dapat meningkatkan kapasitas kanal dengan menggunakan multi antena pada sisi Tx maupun Rx. Tetapi karena antena MIMO menggunakan elemen antena yang banyak, maka perlu dilakukan pengaturan pada setiap elemennya untuk mengurangi efek mutual coupling. Tugas Akhir ini mengusulkan teknik perbaikan nilai mutual coupling yang dapat meminimalisir efek mutual coupling. Teknik yang digunakan yaitu penambahan isolation wall yang diletakkan antara elemen antena 2x4 dengan frekuensi 3,5 GHz. Susunan antena yang digunakan adalah 2x4 dengan polarisasi circular co-polarization dan cross-polarization. Kemudian dilakukan penambahan isolation wall di antara elemen antena, dan dianalisis nilai mutual coupling yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan polarisasi antena MIMO secara cross-polarization dengan menggunakan isolation wall menghasilkan nilai mutual coupling terendah dengan nilai -52,399 dB antara elemen 3 dan 8 pada frekuensi 3,5 GHz. Sebelum ditambahkan isolation wall nilai mutual coupling yang dihasilkan adalah -44,378 dB. Hal tersebut membuktikan bahwa penambahan isolation wall dapat membuat nilai mutual coupling semakin rendah.Kata Kunci-polarisasi sirkular, isolation wall, mutual coupling
Perancangan Dan Simulasi Antena Massive Mimo Patch Ellipse 3,5 Ghz Untuk Komunikasi 5g Kevin, Raymondus; Astuti, Rina Pudji; Nur, Levy Olivia
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi 5G adalah generasi seluler terbaru yangmenawarkan efisiensi dan kapasitas data yang lebih besar,bandwidth yang lebih tinggi dan transfer data yang lebih cepat,serta konsumsi daya yang lebih rendah daripada sebelumnya.Salah satu fitur utamanya adalah sistem antena Massive MIMO,yang menggunakan banyak antena untuk mempercepattransfer data dan memperluas kapasitas. Proyek ini berfokuspada perancangan antena Massive MIMO 64 elemen yangberoperasi pada frekuensi 3,5 GHz, dengan spesifikasi yangdidasarkan pada persyaratan untuk komunikasi 5G (bandwidthminimum 10 MHz, gain minimum 5 dBi, nilai return loss -10 dB,dan nilai VSWR kurang dari 2). Hasil simulasi desain antenaMassive MIMO menunjukkan penguatan 13,60 dBi, polaradiasidirectional, dan bandwidth 102.859 MHz, dengan nilai MutualCoupling tertinggi dan terendah masing-masing -20,035 dB dan-68,175 dB. Antena ini dapat digunakan sebagai referensi untuklayanan 5G enhanced Mobile Broadband (eMBB).Kata kunci— Antena Microstrip Patch Ellipse, 64 elemenMassive MIMO, 5G
Penggunaan Antena Array Vhf Pada Sistem Monitoring Kebakaran Hutan Pakpahan, Yolanda Jessica; Astuti, Rina Pudji; Edwar, Edwar
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauanterbesar di dunia yang mengalokasikan sekitar 64% atau seluas120,5 juta hektar daratannya sebagai Kawasan Hutan,sedangkan sisanya merupakan Areal Penggunaan Lain (APL).Saat ini kebakaran hutan di Indonesia masih sering terjadi baikterjadi karena kemarau yang berkepanjangan atau juga kasuskebakaran hutan ilegal. Hal ini menyebabkan kerugian besarbagi negara maupun masyarakat sekitar. Kasus kebakaranhutan sering kali tidak dapat dideteksi yang menyebabkankebakaran besar. Pada Tugas Akhir Capstone Design inidilakukan perancangan Sistem Monitoring Kebakaran HutanMenggunakan Antena Array VHF sebagai solusi untukmengatasi masalah kebakaran hutan di Indonesia yang masihsering terjadi.Pada pengukuran parameter return loss, VSWR, dan gainyang dilakukan terdapat perbedaan hasil pengukuran antenatunggal dan antena array 2 elemen. Pada antena tunggal nilaireturn loss sebesar -10,572 dB, VSWR bernilai 1,8110, dan nilaigain sebesar 2, 0186 dBi. Sedangkan pengukuran antena array2 elemen didapatkan nilai return loss -15,575 dB, nilai VSWRsebesar 1,4267, dan gain 3, 8891 dBi. Sedangkan untuk polaradiasi dan polarisasi kedua nya sama yaitu omnidirectional danelips. Kata kunci— Antena, Array, SIMO
Co-Authors A. Ali Muayyadi A. Ali Muayyadi Adit Kurniawan Adnan Adzhani Afief Dias Pambudi Agus Cahya Ananda Yoga Putra Agus Pratondo Ahmad Ardianto Ahmad Hambali, Ahmad Aldo Alessandro Tukat Alfrina Dyah Purnamasari Ali Muayyadi Aloysius Adya Pramudita Anastasia Clara Andriyan B. Suksmono Annisa , Nurul Arfianto Fahmi Argymnasthiar Ramadhana Balthazar Isra Bambang Setia Nugroh Bambang Setia Nugroho Bayu Aziz Jayawardana Bhaskara Narottama Brian Pamukti Budi Prasetya Budi Prasetya Budi Syihabuddin Citra Dewi Anggraeni Dadang Gunawan Denny Darlis Desti Madya Saputri Dharu Arseno DHONI PUTRA SETIAWAN Dwiyanto Dwiyanto, Dwiyanto Dziqru Akbar Edwar EDWAR EDWAR Ema Rachmawati Emerson Gabariel Ambarita Endah Setyowati Erna Sri Sugesti Ersyach Irham Sunny Eva Lucky Wijaya Evander Christy Fabrianto, Muhammad Nahlidzan Fadhilah, Hana Faishal Daffa Fitri Imansyah Furry Rachmawati Gasi Dhias Hafizha, Syahna Harfan Hian Ryanu Herlina, Lisye Hurianti Vidyaningtyas Indra Lukmana Sardi Inung Wijayanto Jamal, Muh. Arham Joses Steven Tarigan Kevin, Raymondus Khoirul Anwar Kurniadi, Akhdan Kurniawan Nur Ramdhani Kusuma, Muhamad Mardanu Kusumawardhani, Eka Levy Olivia Nur Linda Meylani Luh Putu Ayu Sri Aryaningrum Lurina, Manda Manda Lurina Masna, Haris Azmil Maulani, Azka Mausoof, Aldwin Lutffattan Miftadi Sudjai Muhamad Asvial Muhamad Mardanu Kusuma Muhammad Yaser Nabila Amalia Azzahra Nachwan Mufti Adriansyah Nanda Aldira Fakhri Ni'Matul 'Abdah Adhiya Fakhriy Nia Soniyanti Nina Karlina Nur Andini Obed Rhesa Ludwiniananda Pakpahan, Yolanda Jessica Patricius Evander Christy Predarico, Boby Putra, Leonardus Sandy Ade Rachfaizi , Rendhy Raihan Santoso Rayhan Nauvaldi Rheza Rivaldi Hi Hukum Rifky, Muhammad Rizal, Mochammad Fahru Rizky Lazardy Sina Rizwan Jufri Nst Saddam Nusantara Sukoco Salwa Salsabila Sandria Abhiseka Simon Siregar Siren Seven Sugihartono Sugihartono Sugondo Hadiyoso Sutari, Wiyono Syahfwan A , Andi Muh Tomy Irawan Uke Kurniawan Usman Wicaksono, Andika Budi Yaumil Chairiani Yayan Agustian Yoga Julian Yoga Sukma Mahendra Yudi Tri Jayadi YUNITA, TRASMA Yusuf Sugiyarto Yuwono , Fadly Bimo Eka YUYUN SITI ROHMAH