Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Dan Analisis Antena Massive Mimo Mikrostrip Patch Persegi Panjang Dengan Polarisasi Linier Untuk Komunikasi 5g (28 Ghz) Alfrina Dyah Purnamasari; Rina Pudji Astuti; Bambang Setia Nugroho
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi 5G adalah suatu perkembangan teknologi terbaru yang diperkirakan akan mulai diimplementasikan di Indonesia pada tahun 2020. Teknologi ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan layanan berbasis teknologi nirkabel (mobile wireless). Terutama kebutuhan akan very hight data rate, great service, low latency, dan support high mobility yang belum dapat terpenuhi oleh teknologi sebelumnya. Pada tahun 2020, diperkirakan jaringan mobile dapat terkoneksi kapan saja dan dimana saja. Salah satu kriteria 5G adalah mampu beradaptasi dengan jumlah user yang menggunakan. Teknik on/off merupakan salah satu teknik yang dapat dilakukan untuk melihat pola dari beberapa parameter dari suatu antena. Pada penelitian sebelumnya, telah dilakukan perancangan dan analisis antena massive MIMO mikrostrip dengan pencatuan proximity feed berpolarisasi cross linier untuk komunikasi 5G (28 GHz). Kemudian, telah dilakukan juga perancangan antena Massive MIMO dual frekuensi pada frekuensi 28/38 GHz. Pada penelitian tersebut, belum dilakukan belum dilakukan perancangan antena planar massive MIMO pada frekuensi 28 GHz. Pada tugas akhir ini dilakukan perancangan antena Massive MIMO berpolarisasi linier yang bekerja pada frekuensi 28 GHz dan dilakukan penerapan teknik on/off . Antena yang dirancang adalah antena mikrostrip berjumlah 64 elemen antena dengan bentuk patch persegi panjang, berpola radiasi unidireksional dengan menggunakan substrat rogers duroid 5880. Optimasi dilakukan pada tiap tahapan perancangan antena dari 1 antena, 2 antena, empat antena, 8 antena, 16 antena, dan 64 antena. Antena massive MIMO yang telah dirancang memperoleh bentuk polarisasi linier dengan nilai Return Loss rata-rata dibawah -10dB, gain rata-rata diatas 7,5 dB, dan bandwidth lebih besar dari 667 MHz. Kemudian dilakukan teknik on/off dan melihat pengaruh terhadap parameter antena yang telah di buat.Kata kunci : Antena massive MIMO, 5G, Polarisasi Linier
Perancangan Dan Analisis Coverage Area Jaringan Wifi Pada Gerbong Kereta Api Penumpang Eksekutif Jakarta-bandung (design And Analisys Of Coverage Area Wifi Network On Carriage Executive Railway Passenger Depart Jakarta-bandung) Luh Putu Ayu Sri Aryaningrum; Rina Pudji Astuti; Arfianto Fahmi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan layanan internet pada kereta eksekutif sulit untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan belum adanya jaringan yang dapat mendukung layanan internet pada transportasi berkecepatan tinggi seperti kereta api. Pada Penelitian sebelumnya telah dilakukan perencanaan Coverage Dan Capacity Jaringan Long Term Evolution (LTE) sepanjang jalur kereta api Jakarta-Bandung. Dengan teknologi LTE yang mendukung akses data dengan kecepatan tinggi, makro sel sepanjang jalur kereta dapat mendukung koneksi internet pada kereta penumpang dengan performansi yang baik. Pada Kereta Penumpang diinstalasi perangkat Outdoor Antenna WiFi, Modem USB 3G/4G dan Wireless Router pada tiap gerbong yang terkoneksi dengan core network melaui eNodeB. Perencanaan capacity planning dan coverage planning dilakukan dengan perhitungan bandwith per user, offered bit quantity dan link budget. Model propagasi yang digunakan adalah COST 231 Multiwall dengan simulasi menggunakan software RPS (Radiowave Propagation Simulator). Dari hasil perhitungan didapatkan 2 hasil jumlah access point. Pada simulasi menggunakan 1 access point didapatkan hasil terbaik dengan 95% daerah tercover dengan received signal level diatas -72 dBm dan pada simulasi menggunakan 2 access point hasil menunjukkan area tercover dengan 98% received signal diatas -72 dBm. Pada simulasi menggunakan 2 access point diperlukan adanya alokasi channel untuk mengurangi interferensi pada gerbong kereta. Kata Kunci : Coverage area WiFi, COST 231 Multiwall, Radiowave Propagation Simulator, Received Signal Level.
Systematic Block Qc-ldpc Untuk Sistem Komunikasi Berlatensi Rendah Dan Reliable Yoga Julian; Rina Pudji Astuti; Khoirul Anwar
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi telekomunikasi generasi kelima (5G) mensyaratkan bahwa beberapa aplikasi jaringan masa depan harus memenuhi garansi latensi t ≤ 1 ms serta ultra reliable. Tugas Akhir ini mengusulkan Systematic Block (SB) pada Quasy-Cyclic Low Density Parity Check (QC-LDPC) codes, disebut SB QC-LDPC codes, untuk mencapai Ultra Reliable and Low Latency Communications (URLLC). SB QC-LDPC codes yang diusulkan diharapkan dapat mengurangi kompleksitas sistem dengan memperkenalkan matriks identitas dan sebuah vector yang dapat mewakili keseluruhan matriks. Matriks parity check QC-LDPC codes terdiri atas dua buah matriks A1 dan A2 yang keduanya memiliki sifat quasy-cyclic (QC). Tugas Akhir ini mengusulkan A1, yang awalnya QC matriks, digantikan dengan sebuah matriks identitas dengan ukuran yang sama. Penggantian ini diharapkan mampu mengurangi kompleksitas QC-LDPC codes karena proses inversi matriks tidak diperlukan lagi. Sebagai konsekuensinya, kemampuan koreksi error mungkin akan menurun. Dalam Tugas Akhir ini, SB QC-LDPC codes dievaluasi pada Additive White Gaussian Noise (AWGN) channel, slow Rayleigh fading channel, dan fast Rayleigh fading channel sehingga siap diaplikasikan pada user dengan berbagai mobilitas. Untuk memudahkan analisis, modulasi Binary Phase Shift Keying (BPSK) dipilih dalam simulasi komputer, namun teknik ini tetap bisa dikembangkan untuk modulasi yang lebih tinggi. Selain itu, kompleksitas SB QC-LDPC codes juga dievaluasi dengan menganalisis jumlah memory, komponen dan densitas matriks SB QCLDPC codes. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kompleksitas turun sebesar 64;516% dengan konsekuensi berupa degradasi bit-error-rate (BER) performance dibandingkan dengan BER pada QC-LDPC codes biasa. Penurunan performance ini diharapkan tetap bisa diterima, terutama untuk aplikasi yang tidak terlalu sensitif terhadap error, seperti sensor suhu atau smart parking yang lebih mementingkan efisiensi power.Kata Kunci : Channel coding, LDPC codes, Computational complexity, ultra reliable and low latency communications, 5G.
Analisis Perencanaan Jaringan Long Term Evolution (lte) Di Kota Bandung Menggunakan Metode Optimal Fractional Frequency Reuse (offr) Sebagai Manajemen Interferensi Rizwan Jufri Nst; Rina Pudji Astuti; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan akan kebutuhan informasi yang dapat diakses dimana saja menjadi hal yang sangat penting bagi semua user khususnya bagi user yang berada di daerah tepi dari suatu base station, sering sekali mendapatkan sinyal yang sangat lemah. Lemahnya sinyal bisa terjadi akibat interferensi dari banyak sinyal. Oleh karena itu pada tugas akhir ini dilakukan perencanaan jaringan LTE yang dapat meningkatkan performansi khususnya bagi user yang berada di tepi sel. Perencanaan didasarkan pada dua hal, yaitu dari kapasitas bisa didapatkan jumlah sel yang akan digunakan dan pada cakupan bisa didapatkan alokasi daya pancar yang dibutuhkan oleh suatu base station. Untuk mengurangi interferensinya akan digunakan teknik pengalokasian frekuensi yaitu skema frekuensi reuse yang menerapkan metode Optimal Fractional Frequency Reuse. Simulasi perencanaan dilakukan dengan menggunakan software Atoll. Dari perencanaan melalui perhitungan didapatkan hasil estimasi kebutuhan throughput perencanaan sampai tahun 2021 untuk wilayah kota Bandung sebesar 23.189,681Mbps dengan jumlah user yang dapat dilayani sebanyak 632.388 user. Radius sel di tiap-tiap klasifikasi daerahnya sebesar 0.4km (Dense urban), 0.58km(Urban) dan 0.95km(Sub urban). Jumlah site yang diperlukan untuk meng-cover wilayah kota Bandung hingga 5 tahun kedepan ada sebanyak 245 site. Nilai CINR terkecil dengan OFFR hanya ada di 0,03% dari total luas area kota Bandung. Kata kunci: LTE, perencanaan kapasitas, perencanaan cakupan, interferensi, OFFR
Analisis Pengaruh Penerapan Teknik Diagonal Algebraic Space-time-frequency Block Code Pada Mimo-ofdm Citra Dewi Anggraeni; Rina Pudji Astuti; Desti Madya Saputri
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan kualitas komunikasi akibat kanal yang mengandung propagasi multipath dan Doppler shift pada komunikasi nirkabel tidak dapat dihindarkan, namun dapat diminimalisasi salah satunya dengan penggunaan teknik MIMO-OFDM. Teknik MIMO yang dapat memperkuat sinyal dan OFDM yang dapat meningkatkan kapasitas sistem, membuat MIMO-OFDM menjadi solusi yang tepat. Namun begitu, pemilihan teknik pengkodean untuk MIMO-OFDM juga tak kalah pentingnya. Pada tugas akhir ini telah dilakukan analisis terhadap sistem MIMO-OFDM yang menerapkan Diagonal Algebraic Space-TimeFrequency Block Code (DASTFBC) sebagai teknik pengkodeannya. Teknik DASTFBC merupakan kombinasi dari Diagonal Algebraic dengan tiga kombinasi diversitas yaitu diversitas antena (space), waktu (time), dan frekuensi (frequency). Sistem DASTFBC MIMO-OFDM diuji kinerjanya pada berbagai kondisi kanal dan modulasi, dengan sistem STBC MIMO-OFDM sebagai pembanding. Variasi kanal yang digunakan mengikuti model kanal rekomendasi ITU-R M.1225 yaitu model kanal Pedestrian A dan Vehicular A. Sedangkan untuk variasi modulasi, digunakan 16 QAM dan 64 QAM. Hasilnya, sistem DASTFBC cocok untuk komunikasi low mobility. Terbukti pada kanal Pedestrian A dengan kecepatan 3 Km/Jam, ditinjau pada SNR 30 dB, diperoleh BER DASTFBC 5,8x10-3 , sedangkan STBC 2,8x10-2 . Pada kanal Vehicular A kecepatan 120 Km/Jam ditinjau pada SNR 30 dB, diperoleh BER DASTFBC 6,6x10-3 , sedangkan STBC 6,9x10-3 . Untuk mengoptimalkan sistem DASTFBC dapat digunakan modulasi 64 QAM. Terbukti pada modulasi 64 QAM ditinjau pada SNR 30 dB, diperoleh BER DASTFBC 33,6x10-3 sedangkan STBC 31,2x10-3 . Selain itu, penggunaan modulasi 64 QAM mendukung komunikasi high data rate, sesuai dengan tuntutan pada komunikasi nirkabel saat ini.Kata kunci : MIMO-OFDM, DASTFBC, STBC
Pendeteksian Perangkat Menggunakan Uav Dengan Komunikasi Device-to-device Evander Christy; Rina Pudji Astuti; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada area terdampak bencana, konsumsi energi dari masing-masing perangkat dan jaringan menjadi isu yang sangat krusial. Maka dari itu, terdapat kebutuhan untuk membangun jaringan komunikasi nirkabel yang hemat energi di daerah bencana yang luas secara cepat pada saat terjadi kerusakan infrastruktur jaringan komunikasi. Pada tugas akhir ini, diusulkan penggunaan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) sebagai Flying Mobile-Base Tower Station (FM-BTS) untuk mendeteksi perangkatperangkat yang berpotensi untuk membentuk komunikasi Device-to-Device (D2D) di area bencana. Komunikasi D2D yang akan digunakan dapat mengurangi konsumsi energi antar perangkat. Penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya tidak memperhitungkan konsumsi energi dari UAV serta tidak memberikan saran penggunaan pola pada suatu keaadaan bencana alam seperti banjir, gempa bumi, dll. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk memberikan pola terbang UAV yang dapat beradaptasi sesuai kondisi bencana dan tetap memperhatikan faktor konsumsi energi dari UAV. Beberapa pengembangan dari empat skema untuk pola terbang UAV, yaitu: O-Path, Rectangular-Path, ZigZag-Path, dan S-Path telah dilakukan. Peningkatan ini dapat mengurangi gap area pada pola terbang UAV sehingga terjadi peningkatan coverage untuk area tersebut. Untuk memperoleh pola terbang UAV yang terbaik untuk beberapa kasus bencana alam, beberapa simulasi telah dilakukan dan dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa pada kondisi bencana dengan pola kerusakan yang merata, pola terbang UAV yang optimal adalah S-Path dikarenakan coverage yang luas (mencakup sekitar 80 persen dari total perangkat di ketinggian terbang UAV 100 m). Sebaliknya, untuk kondisi bencana dengan pola kerusakan yang memusat,pola terbang UAV yang terbaik adalah O-path, diikuti dengan Rectangular-path dan ZigZag-path dikarenakan durasi terbang yang singkat dan konsumsi energi yang kecil (delapan kali lebih kecil dibanding S-path pada ketinggian terbang UAV 100 m). Kata Kunci : Device-to-Device, UAV, Device Discovery, 5G, Emergency
Deteksi Sinyal Spectrum Sensing Menggunakan Nilai Eigen Pada Cognitive Radio Balthazar Isra; Rina Pudji Astuti; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cognitive Radio adalah sebuah sistem yang dapat memahami lingkungan komunikasinya dan dapat mengatur parameternya secara optimal dalam melakukan proses komunikasi. Dengan teknologi ini Secondary User dapat mengisi lubang spektrum Primary User yang sedang tidak digunakan tanpa mengakibatkan interferensi. Salah satu fungsi utama dari Cognitive Radio adalah Spectrum Sensing. Fungsi inilah yang akan mendeteksi semua lubang spektrum agar bisa dipakai nantinya. Salah satu metode spectrum sensing ini adalah Deteksi Energi. Tetapi karena Deteksi Energi masih sensitif dengan ketidakpastian noise maka dibutuhkan metode lain untuk menunjang performansi metode ini, yaitu dengan menggunakan Nilai Eigen. Pada jurnal ini akan menganalisis kinerja dan membandingkan dua metode yaitu, Deteksi Energi menggunakan Nilai Eigen. Sinyal Primary User akan dibangun menggunakan OFDM yang nantinya akan ditransmisikan melalui kanal yang terdistribusi oleh hamburan Rayleigh dan ditambahkan oleh Additive White Gaussian Noise (AWGN). Setelah itu sinyal yang diterima oleh secondary user (SU) denga menggunakan single detector yang setelahnya disampling dengan jumlah sampel untuk dihitung Nilai Eigen dari matriks tersebut tersebut. Kemudian akan dibandingkan kinerja deteksi kedua metode tersebut menggunakan Kurva Receiver Operating Characteristic (ROC). Kinerja dari Metode Nilai Eigen akan terus meningkat bila menggunakan jumlah antenna 16 ataupun 32. Bila Semakin besar nilai Signal-to-Noise Ratio (SNR). SNR 0 dB akan mempunyai deteksi lebih bagus dibandingkan SNR -8dB Kata kunci :Cognitive Radio, OFDM, Deteksi Energi, Spectrum Sensing, Threshold, Nilai Eigen.
Perencanaan Terrestrial Trunked Radio (tetra) Digital Pada Kereta Bandara Soekarno Hatta – Halim Perdana Kusuma Anastasia Clara; Rina Pudji Astuti; Erna Sri Sugesti
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem komunikasi Kereta Api saat ini menggunakan satu kanal analog frekuensi 167-171 MHz, kondisi trafik wilayah Jakarta membutuhkan lebih dari satu kanal. Kebutuhan ini dapat disolusikan oleh Terresterial Trunked Radio (TETRA) yang memiliki empat kanal dengan frekuensi kerja 410-430 MHz, satu transmitter TETRA menyediakan empat buah kanal dengan satu kanal dipakai untuk kontrol. Perencanaan TETRA dilakukan pada Stasiun Soeta-Halim dengan jarak 43,9 km. Perencanaan ini menggunakan metode planning coverage, dengan mencari nilai parameter link power budget untuk menentukan MAPL dan didapat nilai radius untuk menentukan jumlah site. Metode planning capacity, menentukan demand TETRA dan jumlah kanal dengan bantuan tabel erlang B. Dari metode tersebut dilakukan pengujian dengan simulasi dan validasi perhitungan. Hasil perencanaan membutuhkan 2 buah site, hasil simulasi level sinyal rata-rata adalah -54,45 dBm, dengan validasi perhitungan RSL sebesar -103 dBm dimana nilai level sinyal pada simulasi lebih baik dibandingkan dengan perhitungan. Hasil simulasi C/I sebesar ≥18 dB dimana mendekati hasil perhitungan 75,71%. Mean number of server pada overlapping zone sebesar 1,12, BER sebesar 3x10-5 dan pada backhaul link yang direncanakan memenuhi batas clearance dan tidak mengalami pelemahan sinyal terima. Kata kunci : TETRA, ETSI, planning based on capacity, planning based on coverage, backhaul.
Perancangan Dan Analisis Antena Massive Mimo Mikrostrip Dengan Pencatuan Proximity Feed Berpolarisasi Cross Linier Untuk Komunikasi 5g (28 Ghz) Raihan Santoso; Rina Pudji Astuti; Bambang Setia Nugroho
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi 5G dirancang untuk dapat menanggulangi kebutuhan user yang jumlahnya semakin bertambah. Pada tahun 2020, semua benda dimungkinkan terhubung ke jaringan. Oleh karena itu, salah satu kriteria teknologi 5G adalah mempunyai kemampuan beradaptasi, adaptasi terhadap keadaan cuaca maupun jumlah user yang menggunakannya. Teknik on/off pada antena merupakan salah satu teknik yang dinilai dapat menunjang keadaptifan dari suatu antena. Pada penelitian sebelumnya, telah dilakukan perancangan dan analisis isolasi antara antena massive MIMO cross polarization dengan single polarization yang bekerja di frekuensi 60 GHz. Pada tugas akhir ini dilakukan perancangan antena massive MIMO cross polarization yang bekerja di frekuensi 28 GHz dan dilakukan penerapan skenario teknik on/off, serta simulasi konektor. Antena yang dirancang merupakan antena mikrostrip berjumlah 64 antena dengan patch sirkular, berpola radiasi unidireksional, menggunakan substrat rogers duroid 5880 serta teknik pencatuan proximity coupled. Optimasi dilakukan di setiap tahap penyusunan antena dengan cara merubah dimensi dari antena. Berdasarkan perancangan yang dilakukan, diperoleh antena massive MIMO cross polarization dengan nilai S-Parameter rata-rata dibawah -15 dB, gain sebesar 18.76 dB, dan bandwidth 801 MHz. Setelah dilakukan perancangan, selanjutnya dilakukan pengujian teknik on/off untuk melihat seberapa besar pengaruh teknik on/off terhadap parameter antena yang telah dibuat sebelumnya. Kata kunci : Massive MIMO, Antena, 5G, Cross Polarization
Perancangan Dan Implementasi Algortima Fft 64 Titik Menggunakan Multipath Delay Commutator Pada Fpga Nanda Aldira Fakhri; Rina Pudji Astuti; Denny Darlis
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pengaplikasian Algoritma FFT, kecepatan komputasi, sederhana dalam implementasi dan hemat memori adalah hal yang harus diperhatikan. Untuk kebutuhan tersebut teknik yang paling cocok untuk implementasi adalah pipeline architecture. Keunggulan dari pipeline architecture adalah data bisa diparalelkan saat pemrosesan, bekerja secara real time, pengolahan secara kontinu dan mempunyai latency yang kecil. Pada penelitian ini dilakukan perancangan FFT dengan menggunakan salah satu varian dari teknik pipeline architecture yaitu MDC dikarenakan control yang lebih simpel, jumlah data yang diproses adalah 64 subcarrier dengan menggunakan radix 2 peruraian dalam frekuensi untuk pendekatan algoritma FFT. Perancangan dilakukan berdasarkan standar yang sudah ditentukan. Selanjutnya hasil rancangan disimulasikan pada software ModelSim. Dari hasil pemodelan dan simulasi, kemudian di implementasikan ke perangkat FPGA. Hasil Implementasi menunjukkan bahwa perancangan prototype Algoritma FFT menggunakan teknik MDC dapat diimplementasikan pada board ATLYS Spartan-6. Hasil implementasi menunjukkan penggunaan resource slice registers sebesar 3,6%, penggunaan bonded IOBs sebesar 10,55%, dan delay process menghasilkan 22.900 ns, sedangkan pada penelitian sebelumnya dalam penggunaan resource slice registers sebesar 4,4%, penggunaan bonded IOBs sebesar 34,4% dan menghasilkan delay process 35.400 ns. Sehingga MDC merupakan solusi implementasi algoritma FFT dalam effisiensi memori dan kecepatan komputasi. Prototype ini menghasilkan sistem dengan periode minimum 15,895 ns dan frekuensi kerja 62,914 MHz. Kata kunci : FFT, Multipath Delay Commutator, FPGA
Co-Authors A. Ali Muayyadi A. Ali Muayyadi Adit Kurniawan Adnan Adzhani Afief Dias Pambudi Agus Cahya Ananda Yoga Putra Agus Pratondo Ahmad Ardianto Ahmad Hambali, Ahmad Aldo Alessandro Tukat Alfrina Dyah Purnamasari Ali Muayyadi Aloysius Adya Pramudita Anastasia Clara Andriyan B. Suksmono Annisa , Nurul Arfianto Fahmi Argymnasthiar Ramadhana Balthazar Isra Bambang Setia Nugroh Bambang Setia Nugroho Bayu Aziz Jayawardana Bhaskara Narottama Brian Pamukti Budi Prasetya Budi Prasetya Budi Syihabuddin Citra Dewi Anggraeni Dadang Gunawan Denny Darlis Desti Madya Saputri Dharu Arseno DHONI PUTRA SETIAWAN Dwiyanto Dwiyanto, Dwiyanto Dziqru Akbar Edwar EDWAR EDWAR Ema Rachmawati Emerson Gabariel Ambarita Endah Setyowati Erna Sri Sugesti Ersyach Irham Sunny Eva Lucky Wijaya Evander Christy Faishal Daffa Fitri Imansyah Furry Rachmawati Gasi Dhias Hafizha, Syahna Harfan Hian Ryanu Herlina, Lisye Hurianti Vidyaningtyas Indra Lukmana Sardi Jamal, Muh. Arham Joses Steven Tarigan Kevin, Raymondus Khoirul Anwar Kurniadi, Akhdan Kurniawan Nur Ramdhani Kusuma, Muhamad Mardanu Kusumawardhani, Eka Levy Olivia Nur Linda Meylani Luh Putu Ayu Sri Aryaningrum Lurina, Manda Manda Lurina Masna, Haris Azmil Maulani, Azka Muhamad Asvial Muhamad Mardanu Kusuma Muhammad Yaser Nabila Amalia Azzahra Nachwan Mufti Adriansyah Nanda Aldira Fakhri Ni'Matul 'Abdah Adhiya Fakhriy Nia Soniyanti Nina Karlina Nur Andini Obed Rhesa Ludwiniananda Pakpahan, Yolanda Jessica Patricius Evander Christy Predarico, Boby Putra, Leonardus Sandy Ade Raihan Santoso Rayhan Nauvaldi Rheza Rivaldi Hi Hukum Rifky, Muhammad Rizal, Mochammad Fahru Rizky Lazardy Sina Rizwan Jufri Nst Saddam Nusantara Sukoco Salwa Salsabila Sandria Abhiseka Simon Siregar Siren Seven Sugihartono Sugihartono Sugondo Hadiyoso Sutari, Wiyono Syahfwan A , Andi Muh Tomy Irawan Uke Kurniawan Usman Yaumil Chairiani Yayan Agustian Yoga Julian Yoga Sukma Mahendra Yudi Tri Jayadi YUNITA, TRASMA Yusuf Sugiyarto YUYUN SITI ROHMAH