Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perencanaan Jaringan Akses Dan Backhaul Lte Untuk Cakupan Bumi Perkemahan Kiara Payung Yaumil Chairiani; Rina Pudji Astuti; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring dengan perkembangan di bidang teknologi, maka kebutuhan akan layanan data berkecepatan tinggi semakin bertambah. Jaringan LTE (Long Term Evolution) yang memiliki kemampuan data rate 100 Mbps untuk arah downlink dan 50 Mbps untuk arah uplink merupakan salah satu layanan data yang dirasa mampu memenuhi kebutuhan layanan data berkecepatan tinggi. Tidak hanya untuk daerah perkotaan, daerah wisata alam juga perlu layanan data berkecepatan tinggi. Salah satu daerahnya adalah wisata alam Bumi Perkemahan Kiara Payung Jatinangor. Pada daerah wisata alam biasanya memiliki masalah pada layanan data. Masalah tersebut bisa disebabkan oleh tidak tersedianya layanan data. Pada penelitian ini menggunakan backhaul Microwave di daerah perencanaan Bumi Perkemahan Kiara Payung, Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Perencanaan jaringan ini menggunakan parameter planning: capacity dan coverage pada frekuensi 1800 MHz menggunakan software Pathloss dan software ATOLL. Dari hasil simulasi menggunakan software Atoll yang telah dilakukan pada bagian perencanaan sel LTE didapatkan nilai RSRP sebesar -102,75 dBm dan nilai SINR sebesar 21,29 dB. Sedangkan pada perencanaan link backhaul yang dilakukan, didapatkan hasil pada skenario I nilai daya terima (received signal) sebesar –42,48 dBm dan availability sebesar 99,99998%. Sedangkan pada skenario II didapatkan nilai daya terima (received signal) sebesar -50,29 dBm dan availability sebesar 99,99999%. Kata kunci : LTE, Rural, Backhaul, Microwave. Abstract Along with developments in technology, the need for high-speed data services is increasing. The LTE (Long Term Evolution) network that has the capability of 100 Mbps data for the downlink direction and 50 Mbps for the uplink direction is one of the data services that are considered capable of meeting the needs of high-speed data services. Not only for urban areas, natural tourism areas also need high-speed data services. One of the areas is the nature tourisem of Kiara Payung Jatinangor Campground. In natural tourist areas usually have problems with data services. This problem can be caused by the unavailability of data services. In this study using Microwave backhaul in the planning area of Kiara Payung Campground, Jatinangor, Sumedang Regency. This network planning uses planning parameters: capacity and coverage at 1800 MHz frequency using Pathloss software and ATOLL software. From the simulation results using Atoll software that has been done in the LTE cell planning section, the RSRP value is -102.75 dBm and the SINR value is 21.29 dB. Whereas in the backhaul link planning, the results obtained in scenario I are received signal value of -42.48 dBm and availability of 99.99998%. While in scenario II the received signal value is -50,29 dBm and availability of 99.99999%. Keywords: LTE, Rural, Backhaul, Microwave
Perancangan Jaringan Komunikasi Lte Penumpang Kereta Cepat 160 Km/jam Jakarta-surabaya Jalur Cepu-surabaya Tomy Irawan; Erna Sri Sugesti; Rina Pudji Astuti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kecepatan kereta menimbulkan fluktuasi level daya terima penumpang kereta dalam sistem komunikasi. Salah satu penyebab utama adalah terdapat area cakupan yang buruk. Efek dari hal tersebut menimbulkan kualitas jaringan komunikasi menurun. Tugas akhir ini merancang jaringan LTE untuk penumpang pada kecepatan 160 km/jam dari stasiun Cepu ke stasiun Pasar Turi Surabaya dengan frekuensi 900 MHz. Perancangan jaringan LTE dengan overlapping coverage merupakan solusi dari masalah jaringan pada kereta cepat. Penggunaan Remote Radio Unit (RRU) dengan ketinggian penempatan sel berfokus untuk mendukung jaringan rel kereta. Site Existing sekitar rel kereta digunakan untuk penempatan RRU. Rancangan yang dibuat memperhatikan kecepatan user, delay trafik, serta overlapping coverage untuk handover (HO). Hasil simulasi LTE-Sim dan perhitungan diperoleh delay pada kecepatan 160 km/jam sebesar 0,01850966 detik. Overlapping coverage setiap RRU sebesar 1,7 km untuk HO dengan dua sel mencakup rata-rata 8,5 km panjang rel kereta. Dibutuhkan tujuh RRU diletakkan di site existing dan 12 RRU tambahan untuk rel kereta sejauh 141 km. Simulasi dari perancangan diperoleh RSRP yakni -63,92 dBm dengan 97,1 % area berhasil tercakup dan nilai rata-rata SINR sebesar 10,77 dB. Kata Kunci : LTE, RRU, delay, handover, macro cell, overlapping coverage Abstract Train speed mobility affect to fluctuations in the train passenger receiving power level signal in the communication system. One of the main causes is there is a poor coverage area. The effect of this causes made bad network quality for communication. This final project designed an LTE network for passengers at a speed of 160 km/h from Cepu station to Pasar Turi Surabaya station with a frequency of 900 MHz. The design of the LTE network with overlapping coverage is a solution to network problems on fast trains. The use of the Remote Radio Unit (RRU) with cell placement height focuses on supporting the railroad network. Existing sites around the railroad tracks are used for RRU’s cell placements. The design considered about user speed, traffic delay, and overlapping coverage for handovers (HO). The simulation results of LTE-Sim and calculations obtained delay at a speed of 160 km/h at 0,01850966 seconds. Each RRU's overlapping coverage of 1,7 km for HO with two cells covers an average of 8,5 km of railroad length. It took seven RRUs to be placed on the existing site and 12 RRUs to add 141 km of railroads. The simulation of the design obtained RSRP value is -63,92 dBm with 97,1% of the area successfully covered and the SINR average value of 10,77 dB. Keywords: LTE, RRU, delay, handover, macro cell, overlapping coverage
Desain Coverage Komunikasi Lte Untuk Layanan Data Penumpang Kereta Cepat Jkt-sub 160 Km/jam Track Jakarta-cirebon Rizky Lazardy Sina; Erna Sri Sugesti; Rina Pudji Astuti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jurnal ini mendiskusikan analisis coverage dan handover jaringan LTE untuk kereta cepat Jakarta-Surabaya. Penelitian dilakukan dengan mengadopsi teknologi LTE yang dibangun koridor rel kereta untuk mendukung kecepatan 160 km/jam pada daerah tinjauan track Jakarta-Cirebon. Perhitungan radius cover dan jarak antar site menggunakan frekuensi 900 MHz dengan model propagasi Okumura-Hatta. Langkah sebelumnya adalah melakukan kalkukasi path loss uplink dan downlink dengan nilai link budget. Besar radius adalah 1,86 km berdasarkan model propagasi yang digunakan. Dengan wide area 219 km2 diperoleh jumlah site uniform sebanyak 39. Kondisi rel yang berbeda-beda mempengaruhi jarak antara rel dengan site existing yang digunakan. Pada kasus tersebut perlu dilakukan validasi dengan menggunakan radius site existing sesungguhnya. Perhitungan validasi membutuhkan jarak overlapped saat kereta melakukan handover. Hasil simulasi X2 handover menggunakan NS3 diperoleh nilai rata-rata delay transmission data sebesar 15,14 ms. Dari nilai tersebut diperoleh jarak overlapped sebesar 600m. Dengan menggunakan teori Pythagoras diperoleh jumlah site sebanyak 47. Setelah melakukan simulasi menggunakan software Atoll, analisis coverage by signal level atau RSRP dan SINR telah memenuhi standar yang digunakan. Kata kunci : Kereta Cepat 160 km/jam, LTE, Coverage, Handover. Abstract This journal discusses the analysis of the coverage and submission of the LTE network for the JakartaSurabaya high speed train. The research was carried out by adopting LTE technology that was built on the railway corridor to support speeds of 160 km / h in the Jakarta-Cirebon track review area.. The radius calculation includes and the distance between sites using the 900 MHz frequency with the Okumura-Hatta propagation model. The previous step is calculate the path loss uplink and downlink with the value of the link budget. Value of radius cover is 1.86 km based on the propagation model used. With wide area of 219 km2, there were 39 uniform sites. Different rail conditions differ between rails and existing sites used. In this case, validation is needed by using the existing site radius. Validation calculations require overlapping distances when delivering trains. The X2 handover simulation results using NS3 obtained an average value of data transmission delay of 15.14 ms. From this value overlapping distance of 600m is obtained. By using Pythagoras theory, there are 47 sites. After calculating using software Atoll, analysis of coverage with signal level or RSRP and SINR has obtained the standard used. Keywords: High Speed Railway 160 km/jam, LTE, Coverage, Handover
Desain Jaringan Komunikasi Lte Untuk Penumpang Kereta Cepat 140 Km/jam Jakarta-surabaya Jalur Pekalongan-cepu Nina Karlina; Erna Sri Sugesti; Rina Pudji Astuti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kereta Api adalah salah satu moda transportasi yang digemari oleh masyarakat agar terhindar dari kemacetan. Kualitas sinyal yang kurang baik pada jaringan Long Term Evolution (LTE) menjadi salah satu kendala bagi pengguna internet di Kereta Api. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya, yaitu blankspot area yang terjadi pada jalur kereta Pekalongan-Cepu. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini melakukan perancangan jaringan microcell dengan mempertimbangkan coverage, capaciy, kecepatan, dan throughput sehingga overlapping coverage agar handover dapat berjalan dengan baik dan mampu mendukung komunikasi LTE dengan kecepatan kereta 140 km/jam.Tugas Akhir ini menggunakan software perancangan jaringan dan simulator delay. Usulan perancangan jaringan LTE ini adalah menambahkan Remote Radio Unit (RRU) di sepanjang jalur kereta cepat Pekalongan-Cepu dengan memperhatikan jaringan site existing operator Telkomsel. Tugas Akhir ini menemukan jumlah RRU baru sebanyak 35 site harus ditambahkan. Hasil kelayakan signal didapat dari parameter sesuai standar Key Performance Indicator (KPI) operator Telkomsel, dengan nilai rata-rata Reference Signal Received Power (RSRP) -60,87 dBm ≥ −85 dBm, Signal to Interference Noise Ratio (SINR) 10,02 dB ≤ SINR < 10 dB, dan nilai Throughput 26.929,01 kbps ≥ 12.000 kbps. Hasil simulasi menggunakan simulator delay menghasilkan delay trafik di saat kecepatan 140 km/jam sebesar 19,17 ms dan delay handover sebesar 20 ms. Dengan delay tersebut menghasilkan nilai overlapping coverage sebesar 41% dari radius sel. Kata kunci: Delay handover, LTE, RRU, Delay trafik, Overlapping Abstract Train is one of the type of public transportation to avoid traffic jam. By using trains, the poor quality of Long Term Evolution (LTE) network becomes one of the problems for internet user in trains. This caused by several factors, one of them is blankspot area in Pekalongan-Cepu train line. To resolve this problem, this research is designs a microcell network by considering coverage, capacity, speed, and throughput for overlapping coverage. So that, the submission run well and is able to support LTE communication with a train speed of 140 km/hour. This Final Project uses network design software and delay simulators. The design of the LTE network added the Remote Radio Unit (RRU) along the Pekalongan-Cepu high speed railway with due regard to the existing Telkomsel operator network sites. This Final Project finds that the number of new RRUs of 35 sites must be added. The results of signal feasibility are obtained from parameters according to the standard of the Main Performance Indicator (KPI) of Telkomsel, with an average value of -60.87 dBm Reference Signal Received Power (RSRP) ≥ -85 dBm, Signal to Interference Noise Ratio (SINR) 10.02 dB ≤ SINR <10 dB, and Throughput value 26.929,01 kbps ≥12,000 kbps. The simulation results using the delay simulator generate traffic at a speed of 140 km / h at 19.17 ms and the delay in handover is 20 ms. Delay results in an overlapping coverage value of 41% of the cell radius. Keyword: Delay handover, LTE, RRU, Traffic delay, Overlapping
Desain Jaringan Komunikasi Lte Untuk Penumpang Kereta Cepat 140 Km/jam Jakarta-surabaya Jalur Cirebon – Pekalongan Nia Soniyanti; Erna Sri Sugesti; Rina Pudji Astuti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) penggunaan kereta untuk perjalanan jauh menjadi pilihan utama untuk masyarakat karena biaya yang murah dan tepat waktu. Indonesia akan membangun sarana transportasi kereta cepat pada rute Jakarta – Surabaya dengan kecepatan 140 km/jam pada frekuensi 900 MHz. Namun, sisi negatif ketika berada di dalam kereta cepat, delay yang tinggi menyebabkan packet loss yang sangat besar. Demi menunjang kenyamanan penumpang selama melakukan komunikasi dalam perjalanan dilakukan penelitian agar terpenuhinya Quality of Service (QoS) pada kereta cepat dengan delay maksimal ≤ 40 ms. Metode yang digunakan yaitu coverage dan capacity planning menggunakan network dimensioning dan perhitungan jarak maksimum coverage untuk mengakumulasi jumlah site serta kapasitas tiap site yang diperlukan dan melakukan simulasi. Untuk perhitungan delay total menggunakan simulator delay. Simulasi jaringan microcell LTE dengan memperhitungkan letak eNodeB existing dan RRU extend yang dikhususkan untuk jalur kereta cepat dengan memperhatikan delay, throughput, SINR, RSRP dan overlapping Berdasarkan simulasi dan perhitungan diperoleh delay total sistem yaitu sebesar 38,6287 ms dan delay handover 20 ms. Nilai overlapping 1483 m dengan persentase coverage total area yang didapat yaitu 37,07%. Perancangan dengan adanya eNodeB existing menghasilkan RSRP -62,88 dBm, nilai SINR 8,96 dan jumlah site 37. Perancangan yang tidak memakai eNodeB existing memiliki hasil RSRP -64,81 dBm, SINR sebesar 8,74 dB dan jumlah site 38. Perancangan ini dikatakan layak karena memenuhi persyaratan LTE kereta cepat dimana delay total ≤ 40 ms dan kualitas jaringan memenuhi standar KPI Telkomsel. Kata Kunci: Delay, Handover, Overlapping, LTE, Kereta Cepat Abstract As stated by Badan Pusat Statistik (BPS), long distance travel by train become a first choice for the community because of the safety, low cost and right on time schedule. Indonesia will build high speed train facilities on the Jakarta - Surabaya route with speed 140 km/h at 900 MHz frequency. However, there is a disadvantage when on a high speed train, high latency lead to huge packet loss. In order to provide comfort for passenger during communication, thus a research is conducted on high speed train with maximum allowed delay ≤ 40 ms. Method that used during the research included the design of coverage areas and capacity planning using network dimensioning, which is a method for accumulating the number of sites and the capacity of each site needed. Performing simulation and calculating the total delay using a delay simulator. Simulation network of the LTE communication by taking coordinate existing eNodeB and RRU extend which are specifically for high speed train without neglecting to delay, throughput, SINR, RSRP and overlapping. Based on the simulation and calculation, the total system delay is 38.6287 ms and the handover delay is 20 ms. The value of overlapping is 1483 m with the percentage of total coverage area obtained is 37.07%. Network design that used existing RRU produced RSRP -62.88 dBm, SINR 8.96 and amount of sites are 37. Design that did not use the existing RRU has result RSRP -63.43 dBm, SINR values of 8.74 dB and make 38 sites. This design is feasible, because it meets the requirements of LTE high speed train where total delay ≤ 40 ms and network quality meet requirements Telkomsel KPI Keywords: Delay, Handover, Overlapping, LTE, High Speed Train
Perancangan Alat End-devices Lora Sebagai Alat Pengukur Efisiensi Power Consumption Dengan Menggunakan Metode Spreading Factor Dan Power Transmit Bayu Aziz Jayawardana; Rina Pudji Astuti; Yudi Tri Jayadi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak LoRa LPWAN adalah unlicensed LPWAN yang memiliki kelebihan pada teknik modulasinya chirp spread spectrum(CSS) untuk mengefisiensi konsumsi daya dan menambah radius komunikasi dengan menambah nilai spreading factor pada LoRa end-device. Permasalahan saat ini, konfigurasi LoRa end-device masih mengkonfigurasi secara otomatis pada parameter power transmit 15 dBm dan spreading factor 12 yang mengkonsumsi 223 mJ untuk sekali pentransmisian data. Konfigurasi tersebut tidak cukup efisien untuk jarak tertentu. Sehingga jurnal ini bertujuan merancang LoRa end-device untuk memberikan saran konfigurasi parameter spreading factor dan power transmit yang memiliki konsumsi daya efisien dan jarak komunikasi terjauh pada parameter terntu yaitu, spreading factor(SF) SF 7 – SF 12 dan power transmit 10 dBm – 15 dBm dengan cara mengukur konsumsi arus dan jarak komunikasi terjauh pada parameter tersebut. Abstract LoRa LPWAN is an unlicensed LPWAN which has an advantage on modulation called chirp spread spectrum(CSS) to expect efficiency power consumption and enhance radius communication by adjusting spreading factor value on its LoRa end-device. The problem at this time, LoRa end-device configuration still automatically configure at transmitting power 15 dBm and spreading factor 12 that consumes 223 mJ for once data transmission, which is not efficient enough for certain distances. This paper purpose is designing end-device LoRa for suggesting configuration parameters end-device LoRa such as spreading factor and transmit power, which has low power consumption and farthest radius communication at specific parameters, those are SF 7 - 12 and transmit power 10 dBm - 15 dBm by measuring current consumption and longest communication distance at those parameters.
Sistem Antena Pemancar Mimo (2×4, Susunan 2 Elemen) Menggunakan Multi Substrat 3 Layer Pada Frekuensi 3,5 Ghz Untuk Komunikasi 5g Nabila Amalia Azzahra; Rina Pudji Astuti; Trasma Yunita
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan akan komunikasi nirkabel semakin meningkat setiap tahun sehingga pengembangan komunikasi nirkabel terus dilakukan. Pemilihan multi antena dengan cara mengaplikasikan MIMO digunakan untuk memberikan gain dan kapasitas yang lebih besar serta untuk melayani user yang banyak secara bersamaan. Frekuensi yang digunakan pada generasi kelima (5G) berdasarkan pada persetujan adalah frekuensi 3,5 GHz. Pada Tugas Akhir ini dilakukan perancangan sistem antena pemancar MIMO, 2x4 dengan susunan 2 elemen. Bahan yang digunakan pada substrat yaitu FR-4. Sedangkan bahan yang digunakan pada groundplane dan patch yaitu tembaga. Patch yang digunakan adalah patch berbentuk sirkular dan menggunakan catuan mikrostrip line. Antena yang dirancang disesuaikan dengan spesifikasi yang dibutuhkan pada teknologi 5G. Hasil yang didapatkan adalah antena memiliki VSWR ≤ 1,348 dengan polaradiasi unidireksional, mutual coupling ≤ -21,25 dB serta memiliki gain ≥ 7,06 dB, bandwidth ≥ 142,9 MHz pada frekuensi 3,32 GHz-3,36 GHz . Kata kunci : antena, MIMO, 5G, array, mikrostrip, multi substrat Abstract The need for wireless communication is increasing every year, so that the development of wireless communication continues. Multi antenna selection by applying MIMO it is used to provide greater benefits and capacity as well as to serve multiple users simultaneously. The frequency used in the fifth generation (5G) based on the approval is the 3.5 GHz frequency. MIMO transmitter antenna system, will be designed in the form of a 2x4 with array 2 elements. The material used on the substrate is FR-4. While the material used in the groundplane and patch is copper. The patch used is circular patch and using a microstrip line feeding. An antenna designed to match the specifications needed for 5G technology. The results are antennas that have VSWR ≤ 1.348 with unidirectional radiation pattern, mutual coupling ≤ -21.25 dB, gain ≥ 7.06 dB and bandwidth ≥ 142.9 MHz at frequency 3.32 GHz-3.36 GHz. Keywords: antenna, MIMO, 5G, array, microstrip, multi substrate
Antena Mimo Untuk BTS Sistem Pemantau Sungai Citarum Pada LSM Band 886-906 Mhz Yoga Sukma Mahendra; Rina Pudji Astuti; Trasma Yunita
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perangkat monitoring BTS sungai Citarum membutuhkan sistem transmisi yang dapat mengirimkan data secara real time. Sehingga dibutuhkan sistem antena yang mengakomodasi persyaratannya tersebut. Penelitian ini mengusulkan sistem antena MIMO menggunakan elemen array untuk memenuhi spesifikasi sistem monitoring yang diharapkan. Sistem antena MIMO dapat menjadi solusi karena menawarkan peningkatkan kapasitas dan throughput, meningkatkan data rate, dan mampu mengurangi kerugian akibat multipath fading, serta memiliki frekuensi kerja yang fleksibel hingga dapat bekerja hampir di semua rentang frekuensi kerja. Sedangkan metode array digunakan untuk menghasilkan pola radiasi yang memiliki karakteristik tertentu dan meningkatkan gain. Pada penelitian ini, telah didesain antena MIMO Array 4X4 Rectangular Patch yang bekerja di frekuensi kerja UHF, yaitu pada frekuensi 886-906 MHz. Sebagai antena pemancar yang akan dicoba diimplementasikan pada BTS Sungai Citarum. Antena memiliki gain 3,359 dBi dan bandwidth 20,73 MHz, pola radiasi unidireksional dan polarisasi berbentuk linear. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa antena MIMO Array 4X4 Rectangular Patch sudah memenuhi spesifikasi untuk diterapkan di BTS Sungai Citarum.Kata kunci: Citarum Harum, MIMO, Antena, Frekuensi, Gain, Bandwidth.
Perancangan Jaringan Multihop Wifi 802.11ax Untuk Peningkatan Daya Saing Daerah Sungai Citarum Sektor 7 Di Era Digital Dengan Menggunakan Spektrum Unlicensed 2,4 Ghz Dan 5,8 Ghz Yusuf Sugiyarto; Rina Pudji Astuti; Trasma Yunita
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Fokus Pemerintah Jawa Barat di 2021 yaitu Peningkatan Daya Saing Daerah Melalui Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Sistem Kesehatan Daerah. Dengan adanya pemanfaatan Sungai Citarum sebagai lahan riset diharapkan dapat membantu akselerasi perkembangan Ekonomi Jawa Barat khususnya di Citarum Sektor 7, disamping hal itu kondisi saat ini Sungai Citarum sedang dilaksanakan proyek Citarum Harum, namun belum ada komunikasi internet sebagai penunjang dalam operasionalnya. Dengan adanya fasilitas internet akan menciptakan komunikasi setiap penelitian dapat saling terhubung. Dalam hal ini, penulis menggunakan teknologi WiFi dengan frekuensi unlicensed yaitu 2400MHz dan 5800MHz. Pemilihan teknologi WiFi akan menjadi solusi bagi masyarakat karena teknologi ini paling banyak digunakan dimasyarakat. Penulis mengintegrasikan komunikasi WiFi dengan Teknik multihop untuk koneksi antar akses point. Hasil simulasi diperoleh total jumlah akses poin WiFi di Sektor 7 Citarum sebanyak 26 Site, dengan 14 Multihop, pada penggelaran ini dicapai luasan coverage sebesar 93.3% dari keseluruhan wilayah sector 7, nilai rata-rata SINR sebesar -55.62 dBm Total kebutuhan throughput 121659 Mbps untuk keseluruhan wilayah sector 7 dipenuhi menggunakan bandwith sebesar 160MHz dan modulasi 1024 QAM. Kondisi geografis di Citarum Sektor 7 yang relative tidak rata, sangat berpengaruh terhadap hasil cakupan dari akses poin sehingga penulis perlu menyesuaikan lokasi, ketinggian dan besaran daya pancar agar hasil cakupan dapat optimal. Kata Kunci : WiFi, Internet of Things, Citarum, Unlicensed Spectrum. Abstract The focus of the West Java Government in 2021 is increasing regional competitiveness through accelerating economic recovery and strengthening the regional health system. With the use of the Citarum river as a research area, it is hoped that it can help accelerate the economic development of West Java, especially in Citarum Sector 7, besides that the current condition of the Citarum river is being implemented by the Citarum Harum project, but there is no internet communication for sensors in its operations. With the internet facility will create communication each research can be connected to each other. In this case, the author uses WiFi technology with unlicensed frequencies, namely 2400MHz and 5800MHz. The choice of WiFi technology will be a solution for the community because this technology is the most widely used in the community. The author integrates WiFi communication with multihop technique for connection between access points. The simulation results obtained a total number of WiFi access points in Sector 7 Citarum as many as 26 sites, with 14 Multihops, at this deployment a coverage area of 93.3% was achieved from the entire sector 7 area, an average SINR value of -55.62 dBm. Total throughput requirement of 121659 Mbps for The entire sector 7 area is filled using a bandwidth of 160MHz and 1024 QAM modulation. Geographical conditions in Citarum Sector 7, which are relatively uneven, greatly affect the results of the coverage of the access points, so the authors need to adjust the location, height and magnitude of the transmit power so that the coverage results can be optimal. Kata Kunci : WiFi, Internet of Things, Citarum, Unlicensed Spectrum.
Perancangan Jaringan Serat Optik Untuk Komunikasi Lte Penumpang Pada Kereta Cepat Jakarta-surabaya Sub Jakarta-cirebon Argymnasthiar Ramadhana; Erna Sri Sugesti; Rina Pudji Astuti
eProceedings of Engineering Vol 9, No 2 (2022): April 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak BPS (Badan Pusat Statistik) menyampaikan bahwa jumlah penumpang sepanjang 2020 mengalami penurunan karena pandemi Covid-19 yang terus meningkat, jumlah penumpang kereta untuk Jabodetabek sebanyak 154,591 (ribu) penumpang dan non-jabodetabek sebanyak 28,805 (ribu). Pada teknologi backbone optik dapat digunakan pada (SDH) Synchronous Digital Hierarchy STM-64 DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing), teknologi jaringan akses menggunakan XG-PON, dan teknologi core network LTE (Long Term Evolution) menggunakan EPC. Rancangan yang dibuat berupa dengan parameter delay, power link budget, Q-factor, rise-time, SNR, dan BER dengan ketentuan standar ITU-T G.987, ITU-T G696.1 DAN 3GPP TS23.203. Hasil perancangan membutuhkan satu EPC di Jakarta. Delay pada link sisi Downstream 1.569633952 ms. Link downstream didapat pada link STO Pagaden – Site 26_KROYAML dengan LPB sebesar -19.83 dBm, Q-factor 8,960069158, BER 1,64x10-19 dan RTB 0,046097749 ns. Untuk link upstream total delay yang didapat adalah 1.569123599 ms, LPB terendah didapat pada site tambahan 14 - STO CIKINI dengan LPB sebesar -19,62 dBm, Q-factor 6.76041511, BER 1,02x10-12, dan RTB 0.046097724. Dan link backbone terendah LPB -23,67 dBm, Q-factor 11,08921015, BER 7,133x10-29, dan RTB 0.044821906 ns. Kata Kunci: LTE (Long Term Evolution), Backhaul, Backbone, EPC, XG-PON, DWDM. Abstract BPS (Central Statistics Agency) said that the number of passengers throughout 2020 experienced a decline due to the increasing the Covid-19 pandemic, the number of train passengers for Jabodetabek was 154,591 (thousand) passengers and non-Jabodetabek were 28.805 (thousand).Optical backbone technology can be used on (SDH) Synchronous Digital Hierarchy STM-64 DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing), access network technology using XG-PON, and LTE (Long Term Evolution) core network technology using EPC. The design is made with parameters of delay, power link budget, Q-factor, risetime, SNR, and BER with the standard provisions of ITU-T G.987, ITU-T G696.1 AND 3GPP TS23,203.The design require one EPC in Jakarta. Delay on Downstream side link of 1.569633952 ms. The downstream link is obtained at the STO Pagaden – Site 26_KROYAML with LPB of -19,83 dBm, Q-factor 8.960069158, BER 1.64x10-19 and RTB 0.046097749 ns. For upstream link, total delay obtained is 1.569123599 ms, lowest LPB is obtained at additional site 14 - STO CIKINI with LPB of -19,62 dBm, Q-factor 6.76041511, BER 1.02x10-12, and RTB 0.046097724. And lowest backbone link, LPB is -23,67 dBm, Q-factor is 11.08921015, BER is 7.133x10-29, and RTB is 0.044821906 ns. Keywords: LTE (Long Term Evolution), Backhaul, Backbone, EPC, XG-PON, DWDM
Co-Authors A. Ali Muayyadi A. Ali Muayyadi Adit Kurniawan Adnan Adzhani Afief Dias Pambudi Agus Cahya Ananda Yoga Putra Agus Pratondo Ahmad Ardianto Ahmad Hambali, Ahmad Aldo Alessandro Tukat Alfrina Dyah Purnamasari Ali Muayyadi Aloysius Adya Pramudita Anastasia Clara Andriyan B. Suksmono Annisa , Nurul Arfianto Fahmi Argymnasthiar Ramadhana Balthazar Isra Bambang Setia Nugroh Bambang Setia Nugroho Bayu Aziz Jayawardana Bhaskara Narottama Brian Pamukti Budi Prasetya Budi Prasetya Budi Syihabuddin Citra Dewi Anggraeni Dadang Gunawan Denny Darlis Desti Madya Saputri Dharu Arseno DHONI PUTRA SETIAWAN Dwiyanto Dwiyanto, Dwiyanto Dziqru Akbar Edwar EDWAR EDWAR Ema Rachmawati Emerson Gabariel Ambarita Endah Setyowati Erna Sri Sugesti Ersyach Irham Sunny Eva Lucky Wijaya Evander Christy Faishal Daffa Fitri Imansyah Furry Rachmawati Gasi Dhias Hafizha, Syahna Harfan Hian Ryanu Herlina, Lisye Hurianti Vidyaningtyas Indra Lukmana Sardi Jamal, Muh. Arham Joses Steven Tarigan Kevin, Raymondus Khoirul Anwar Kurniadi, Akhdan Kurniawan Nur Ramdhani Kusuma, Muhamad Mardanu Kusumawardhani, Eka Levy Olivia Nur Linda Meylani Luh Putu Ayu Sri Aryaningrum Lurina, Manda Manda Lurina Masna, Haris Azmil Maulani, Azka Muhamad Asvial Muhamad Mardanu Kusuma Muhammad Yaser Nabila Amalia Azzahra Nachwan Mufti Adriansyah Nanda Aldira Fakhri Ni&#039;Matul &#039;Abdah Adhiya Fakhriy Nia Soniyanti Nina Karlina Nur Andini Obed Rhesa Ludwiniananda Pakpahan, Yolanda Jessica Patricius Evander Christy Predarico, Boby Putra, Leonardus Sandy Ade Raihan Santoso Rayhan Nauvaldi Rheza Rivaldi Hi Hukum Rifky, Muhammad Rizal, Mochammad Fahru Rizky Lazardy Sina Rizwan Jufri Nst Saddam Nusantara Sukoco Salwa Salsabila Sandria Abhiseka Simon Siregar Siren Seven Sugihartono Sugihartono Sugondo Hadiyoso Sutari, Wiyono Syahfwan A , Andi Muh Tomy Irawan Uke Kurniawan Usman Yaumil Chairiani Yayan Agustian Yoga Julian Yoga Sukma Mahendra Yudi Tri Jayadi YUNITA, TRASMA Yusuf Sugiyarto YUYUN SITI ROHMAH