Claim Missing Document
Check
Articles

Found 62 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Perencanaan Perluasan Coverage Area Pada Jaringan Lte Di Area Kabupaten Bandung Barat Nur Fathimah; Arfianto Fahmi; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di Area Kabupaten Bandung Barat terdapat beberapa area yang belum tercover oleh jaringan LTE selain itu terdapat permasalahan blank spot (RSRP>-120 dBm) dengan kualitas sinyal yang kurang baik (SINR>-20 dB) serta throughput yang lambat di beberapa kecamatan. Dalam menangani permasalahan yang terjadi di area Kabupaten Bandung Barat dilakukan perencanaan perluasan coverage area pada jaringan LTE dengan menggunakan dua skenario. Skenario pertama adalah perluasan coverage area menggunakan LTE (FDD) pada frekuensi 1800 MHz dan skenario kedua menggunakan LTE-A (Carrier Aggregation) yang dikombinasikan dengan SFR pada frekuensi 1800 – 850 MHz. Pada perencanan perluasan coverage area di area Kabupaten Bandung Barat dilakukan analisis dan simulasi menggunakan software Atoll 3.3. Pada Tugas Akhir ini, terjadi peningkatan coverage area di area Kabupaten Bandung Barat setelah dilakukan perluasan coverage area sebesar 143,136 km2 dengan perolehan kualitas yang memenuhi nilai standar KPI. Hasil simulasi perencanaan perluasan coverage area menggunakan LTE (FDD) diperoleh total site sebanyak 35 site dengan nilai rata-rata parameter RSRP adalah -74,75 dBm, SINR adalah 23,96 dB, throughput adalah 18,971 Mbps dan user connected adalah 98,7%. Sedangkan Hasil simulasi perencanaan perluasan coverage area menggunakan LTE-A (Carrier Aggregation) yang dikombinasikan dengan SFR diperoleh total site sebanyak 31 site dengan nilai rata-rata parameter RSRP adalah -68,54 dBm, SINR adalah 26,72 dB, throughput adalah 31,236 Mbps dan user connected adalah 98,8%. Kata Kunci : LTE, LTE-A Carrier Aggregation, SFR, RSRP, SINR, Throughput, User Connected, KPI. Abstract West Bandung regency there are some areas that have not been covered by LTE network in addition there is a problem spot blank (RSRP> -120 dBm) with poor signal quality (SINR> -20 dB) and the slow throughput in some districts. In addressing the problems that occur in the area of West Bandung regency planning extension coverage area on the LTE network using two scenarios. The first scenario is the expansion of coverage area using LTE (FDD) at 1800 MHz frequency and second scenario using LTE-A (Carrier Aggregation) combined with SFR at frequency 1800 - 850 MHz. In planning of coverage area expansion in area of West Bandung regency analysis and simulation using software of Atoll 3.2.1 In this Final Project, there is an increase of coverage area in West Bandung regency area after expansion of coverage area is 143,136 km2 with acquisition of quality fulfilling KPI standard value. The result of simulation planning of expansion of coverage area using LTE (FDD) obtained by total of 35 site with RSRP parameter value is -74,75 dBm, SINR is 23,96 dB, throughput is 18,971 Mbps and user connected is 98,7% . While the simulation result of coverage coverage planning using LTE-A (Carrier Aggregation) combined with SFR obtained total site as much as 31 sites with RSRP parameter value is -68,54 dBm, SINR is 26,72 dB, throughput is 31,236 Mbps and user connected is 98.8%. Keyword : LTE, LTE-A Carrier Aggregation, SFR, RSRP, SINR, Throughput, User Connected, KPI.
Analisis Perencanaan Jaringan Lte Picocell Di Stadion Utama Gelora Bung Karno Fajar Adityawarman; Arfianto Fahmi; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) adalah sebuah stadion serbaguna yang berstandar internasional dan sering dijadikan sebagai tempat untuk pertandingan olahraga nasional maupun internasional, acara peringatan hari besar, kampanye partai politik, dan konser musik. Dihitung dari jumlah banyaknya kursi, SUGBK dapat menampung sebanyak 78.000 orang. Banyaknya event yang dapat dilakukan di SUGBK dengan kapasitas penonton yang banyak dan struktur bangunan yang menghalangi propagasi sinyal dari site outdoor sehingga perlu adanya perencanaan jaringan di dalam bangunan tersebut agar pelanggan tetap mendapatkan layanan yang baik dari kemampuan teknologi yang ada saat ini. Pada hasil perencanaan didapatkan nilai RSRP untuk keseluruhan area pada skenario 1 yaitu sebesar -74,10 dBm dan skenario 2 yaitu sebesar -74,08 dBm. Pada hasil perencanaan didapatkan nilai SIR untuk keseluruhan area pada skenario 1 yaitu sebesar 19,04 dB dan skenario 2 yaitu sebesar 21,49 dB. Dengan menggunakan KPI operator acuan yaitu untuk parameter RSRP harus > -90 dBm (90% area) dan parameter SIR harus > 0 dB (90% area) maka hasil prediksi disimulasi nilai RSRP & SIR skenario 1 dan 2 mencapai target KPI.
Analisis Performansi Mimo-ofdm Dengan Menggunakansuccessive Interference Cancellation Mochammad Arfin; Ali Muayyadi; Arfianto Fahmi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi multpile antenna pada OFDM mampu meningkatkan kapasitas sistem dan efisiensi spektrum secara signifikan. MIMO-OFDM juga dapat mengurangi efek dari fading berkat penggunaan teknik diversity[4]. Namun penggunaan teknik multi  antena  juga  memiliki masalah seperti interferensi yang terjadi akibat transmisi antar antena yang digunakan. Pada penelitian ini akan digunakan metode deteksi sinyal  non-linear pada MIMO yaitu successive interference cancellation (SIC) pada penerima untuk meningkatkan kualitas sinyal yang informasi. Sinyal yang diterima akan dideteksi dan SIC akan mengambil satu sinyal yang memiliki nilai  channel  gain  terbesar.  Sinyal  tersebut  akan  diolah  sehingga  mendapatkan  sinyal  yang diinginkan dan menghasilkan sinyal berupa sinyal informasi dan sinyal residu. Sinyal residu tersebut digunakan untuk memperbaiki sinyal yang akan diproses berikutnya. SIC  mampu  memperbaiki performansi sistem terlihat dari  menurunnya nilai  BER.  Pada sistem MISO-OFDM, kondisi user dengan kecepatan 100km/jam mengalami perbaikan oleh SIC sebesar 6dB pada BER 10-5. Pada kondisi user dengan kecepatan 120km/jam terdapat perbaikan sebesar 3dB pada BER 10-4. Dan perbaikan sebesar 3,5dB untuk mencapai BER 10-3 pada kecepatan 150km/jam. untuk sistem MIMO-OFDM, perbaikan sebesar 0,5dB untuk mencapai BER 10-6  pada user dengan kecepatan 50km/jam. Perbaikan sebesar 1dB untuk mencapai BER 10-6 dengan kondisi user bergerak 100km/jam. Untuk kondisi user bergerak dengan kecepatan 120km/jam, perbaikan pada BER 10-6 sebesar 3,3dB. Sedangkan pada user dengan kecepatan 150km/jam, perbaikan dalam mencapai BER 10-6 sebesar 4,2dB. Kata kunci : MIMO-OFDM, SIC, BER, OFDM, STBC
Analisis Resource Allocation Menggunakan Algoritma Ant Colony Optimization (aco) Pada Sistem Sc-fdma Long Term Evolution (lte) Arah Uplink Nur Indah; Arfianto Fahmi; Tjahjo Adiprabowo R
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu isu yang berkaitan dengan pengembangan LTE adalah pemanfaatan multiuser diversity. Multiuser diversity adalah keberagaman kondisi kanal yang muncul dari banyaknya user. Isu ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas sistem, yaitu dengan cara pengalkasian sumber daya radio yang baik. Pada jurnal ini diajukan algoritma Ant Colony Optimization (ACO) pada sistem LTE arah uplink. ACO merupakan salah satu jenis algortima metaheurstik yang bekerja berdasarkan aktifitas semut dimana semut-semut tersebut menggunakan informasi feromon dan nilai heuristik. Semut buatan tersebut bergerak secara parallel dalam melakukan evaluasi solusi pengalokasian. Simulasi dilakukan dengan menggunakan 2 skenario degan melihat varias semut dan variasi iterasinya. Dari simulasi didapatkan bahwa untuk jumlah iterasi sebesar 80, jumlah semut yang sedikit (10 - 40) dapat meningkatkan average user throughput. Sedangkan jumlah iterasi dapat meningkatkan average user throughput dengan persentase kenaikan sebesar 0.05%. ACO juga dapat menjamin fairness yang bagus untuk sistem, yaitu dalam kisaran angka 0,99985 atau 99.985% fair. Sedangkan dalam kompleksitas waktu, ACO memiliki kompleksitas waktu lebih tinggi jika dibandingkan dengan algoritma konvensional, seperti RR. Tetapi tingginya kompleksitas waktu ACO dapat dikurangi dengan mengkuantifikasi dua variabelnya, yaitu jumlah semut dan iterasi, sehingga dapat setara dengan RR. Studi lebih jauh dapat dilakukan dengan meneliti pengaruh perubahan parameter-parameter ACO atau membandingkan dengan metode metaheuristik lainnya. Kata Kunci: LTE, SC-FDMA, ACO, resource block, semut buatan
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Biquad Ganda Untuk Antena Penerima FPV Syaiful Rahmat; Achmad Ali Muayyadi; Arfianto Fahmi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UAV (Unmanned Aerial Vehicle) adalah sebuah mesin terbang tidak berawak yang dapat dikendalikan dari jarak jauh dan bisa digunakan untuk sipil maupun militer, misalnya untuk memantau bencana alam dan dapat mendokumentasikannya dalam bentuk video menggunakan kamera yang terpasang pada pesawat. Untuk melakukan fungsi tersebut dibutuhkan dibutuhkan kanal trasmisi nirkabel yang menghubungkan antar pesawat dengan ground station. Pada penelitian ini dirancang antena mikrostrip dengan menggunakan teknik pencatuan coaxial feeding. Bentuk patch yang digunkan yaitu biquad yang dibuat ganda untuk mendapatkan performasi yang lebih baik. Proses perancangan menggunakan software CST 2014 dengan bahan substrat FR – 4 epoxy yang memelikin konstanta dielkterik sebesar 4,3 pada frekuensi 5,8 GHz. Hasil dari penelitian ini menujukkan pola radiasi dari antena miktrostrip biquad ganda ini yaitu unidireksional dengan nilai VSWR 1,192 dan return loss - 21,124 pada frekuensi 5,8 GHz. Untuk gain capaian pada pengukuran sebesar 7.7 dBi. Antena hasil perancangan dapat diaplikasin sebagai antena peneriam pada sistem UAV pada sisi ground station. Kata kunci: antena mikrostrip biquad ganda, receiver, UAV
Mitigasi Interferensi Mitigation Pada Jaringan Femtocell Arah Uplink Dengan Algoritma Interference-free Power And Resource Block Allocation (ifprba) Mega Nugraha; Arfianto Fahmi; Linda Meylani
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan pengguna telepon seluler semakin bertambah. Operator selaku penyedia layanan harus meningkatkan kualitas layanan seiring pertumbuhan tersebut. Namun, terkadang layanan yang disediakan oleh operator masih mengecewakan ketika pengguna memasuki daerah indoor. Banyaknya lubang cakupan dan lemahnya daya terima menjadi masalah pada daerah indoor tersebut. Kini, femtocell dapat mengatasi masalah tersebut. Tetapi, pengguna sering mengubah posisi alat pemancar femtocell (HeNB) menyebabkan interferensi kerap terjadi. Interferensi yang dibahas disini adalah interferensi yang diakibatkan oleh cakupan femtocell yang saling menumpuk. Interferensi tersebut adalah interferensi co- channel dan co-tier. Keduanya menjadi masalah dalam penggunaan femtocell. Teknik mitigasi interferensi telah banyak diajukan. Algoritma interference-free power and resource block allocation (IFPRBA) merupakan salah satunya. Kali ini pengujian terhadap algoritma IFPRBA dilakukan dengan skenario daya dan physical resource block (PRB) yang berbeda. Algoritma ini merupakan algoritma terbaru dan terbaik saat ini untuk mengatasi interferensi yang diakibatkan oleh cakupan femtocell yang saling bertumpuk. Algoritma ini juga memberikan garansi perbaikan throughput. Pengujian yang dilakukan menunjukan bahwa algoritma IFPRBA konsisten dalam menurunkan daya interferensi dan meningkatkan throughput uplink pengguna. Daya interferensi yang terjadi turun hingga 94.5% dari daya interferensi yang terjadi tanpa algoritma IFPRBA. Throughput uplink pengguna dapat meningkat hingga 2.66 kali lipat dari throughput uplink pengguna tanpa algoritma IFPRBA. Kata kunci: co-channel interference, co-tier interference, femtocell, LTE, mitigasi interferensi, algoritma
Analisis Kinerja Skema Alokasi Sumber Daya Subchannel Reuse Pada Jaringan Femtocell Ofdma Elmira Puspa Sari; Arfianto Fahmi; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Femtocell adalah teknologi micro BTS dengan level daya rendah dan menggunakan frekuensi resmi seperti pada jaringan seluler. Femtocell berfungsi meningkatkan kapasitas dan cakupan sebuah jaringan seluler di dalam ruangan. Penggunaan femtocell secara masal memiliki masalah, adanya intercell- interference yang mengakibatkan kebutuhan data rate tidak mencukupi untuk semua user dan subchannel reuse yang tidak maksimal. Penelitian ini menganalisis kinerja skema pengalokasian sumber daya frekuensi berupa subchannel pada OFDMA untuk memenuhi kebutuhan data-rate user dalam satu femtocell. Metode yang digunakan adalah simulasi kinerja algoritma resource allocation menggunakan aplikasi matlab, kemudian dilakukan analisis hubungan antara kebutuhan data-rate, persentase jaminan user mendapatkan data-rate yang dibutuhkan, SSR(Spectrum Spatial Reuse) dan jumlah user dibandingkan dengan skema universal frequency reuse. Skema tersebut akan diaplikasikan pada level central node dan level FBS. Hasil simulasi dari skema resource allocation meningkatkan persentase jaminan user mendapatkan data-rate yang dibutuhkan dan mengoptimalkan SSR dalam berbagai jumlah user aktif. Kata Kunci: Femtocell, Resource Allocation, Spectrum Spatial Reuse,OFDMA
Simulasi Dan Analisis Data Trafik Scheduling Dan Performansi Pada Sistem Lte Arah Downlink Menggunakan Algoritma Genetika Josia Ezra; Arfianto Fahmi; Linda Meylani
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang proses alokasi resource pada sistem LTE mode FDD (Frequency Division Duplex) menggunakan Algoritma Genetika dan Round Robin yang dimodifikasi serta Algoritma Random untuk pembanding sebagai teknik pengalokasian resource. Algoritma Genetika adalah metode pemecahan masalah dalam masalah optimasi dengan menggunakan prinsip seleksi alam. Penggunaan Algoritma Genetika pada penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan throughput dan efisiensi sistem dengan merapatkan lokasi user data sehingga sistem dapat melayani lebih banyak user. Dari hasil simulasi yang dilakukan didapatkan bahwa penggunaan Algoritma Genetika dalam proses alokasi resource mampu meningkatkan throughput serta efisiensi sistem dibandingkan dengan penggunaan Algoritma Round Robin yang dimodifikasi serta Algoritma Random dengan selisih throughput mencapai 1094,4 kbps dan selisih efisiensi mencapai 7,75%. Kata kunci : OFDMA, resource allocation, algoritma genetika
Mitigasi Inter-cell Interference Menggunakan Vertical Beamforming Untuk Teknik Fractional Frequency Reuse Pada Jaringan LTE Dody Herdianto Rachmat; Arfianto Fahmi; Linda Meylani
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada jurnal ini terdapat sebuah simulasi menunjukkan bagaimana pengaruh dari metoda vertical beamforming yang diterapkan pada teknik fractional frequency reuse. Dari simulasi ini didapatkan bahwa Vertical Beamforming yang mendapatkan -39,78 dB, lebih unggul daripada Excluding Gain yang hanya -40,76 dB. Selain itu didapatkan juga bahwa penambahan elemen antena array akan menghasilkan performa yang lebih baik. Kata kunci : fractional frequency reuse (FFR), beamforming, LTE, antenna array.
Perancangan Dan Analisis Coverage Area Jaringan Wifi Pada Kapal Laut Gasi Dhias; Rina Pudji Astuti; Arfianto Fahmi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi merupakan salah satu kendala yang terjadi pada saat berkendara dengan kapal laut. Dengan perkembangan teknologi saat ini beberapa kapal penumpang telah tersedia BTS dari salah satu operator seluler Indonesia. Akan tetapi fasilitas tersebut hanya dapat dirasakan oleh penumpang dengan pelanggan operator seluler tersebut. Untuk meratakan fasilitas tersebut, maka memanfaatkan jaringan WiFi dapat menjadi salah satu solusi dari permasalahan tersebut. Maka dilakukan perancangan coverage area WiFi agar area availability mencapai 90% dari kabin kapal. Terdapat dua metode dalam perancangan, yaitu berdasarkan capacity planning dan berdasarkan link budget dengan model propagasi COST 231-Multiwall dan MAPL (Maximum Allowed Path Lost) sebagai perhitungan link budget Dari hasil perhitungan link budget, capacity planning, dan analisa dari hasil simulasi diperoleh, pada lantai 1 dibutuhkan 1 access point dengan radius sel 68 m. Pada lantai 2 dibutuhkan 1 access point dengan radius sel 62 m. Pada lantai 3 dibutuhkan 1 access point dengan radius sel 58 m. Pada lantai 4 dibutuhkan 1 access point dengan radius sel 69 m. Kata kunci : Coverage area WiFi, COST 231-Multiwall
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W A.B. Muhammad Abi Hakim Amanullah Achmad Ali Muayyadi Afandi, Mas Aly Afief Dias Pambudi Agus Cahya Ananda Yoga Putra Ahmad Sulaeman Ahmad Tri Hanuranto Aji Maulana Akhmad Hambali Ali Muayadi Ali Muayadi Ali Muayyadi Ali, Erfansyah Alit Dian Saepudin anah Putri Andre Yohanes Antoni Andreana Yunio Prasetya Andri Juli Setiawan Anggun Fitrian Isnawati Anhar Muthaqien Aprian Firlanda Imani Aries Priyadi Ramadhan Bhaskara Narottama Bhaskara Narottama Bobby Juan Pradana Boy Fernando Brian Pamukti Budi Syihabuddin Claudia Sofiana Tamba Dadan Nur Ramadan Dadang Gunawan Denny Darlis Desti Madya Saputri Devin Benz Rizki Dharu Arseno Diah Ayu Lestari, Diah Ayu Doan Perdana Dody Herdianto Rachmat Edwar Elmira Puspa Sari Ema Rachmawati Erwin Priyantono Ezi Rohmat Fairuz Azmi Faishal Daffa Fajar Adityawarman Fajar Adityawarman Ferdi Setyo Ariawan Firli Fauzia Karima Firmansyah Firmansyah Furry Rachmawati Gasi Dhias Gina Ilma Amalia Gina Ramadhanti Ginting, Ishak Hafidh Finandriyanto Hamka Ikhlasul Amal NZ Heroe Wijanto Hurianti Vidyaningtyas I Gede Aditya Pratama I Putu.D Irawan Ilham putra pratama Indra Lukmana Sardi Indrarini Dyah Irawati Jefry Armando Yunas Josia Ezra Kris Sujatmoko Krisna Rangga Pradhana Kurnia Cahya Ade Putra Linda Meylani Luh Putu Ayu Sri Aryaningrum Luthfi Aditama Mega Nugraha Meutia Qoonita Noviyani Mochammad Arfin Mohamad Yasin Ramadhan Muhamad Asvial Muhamad Fithryan Muhammad Irfan Maulana Muhammad Raudhi Azmi Muhammad Salman Al Faris Muhammad Yaser Nachwan Mufti Adriansyah Nur Andini Nur Fathimah Nur Indah Nur'Adli, Luthfi Nuriadnyana, Rana Nyoman Bogi Aditya Karna Obed Rhesa Ludwiniananda Obed Rhesa Ludwiniananda Patricius Evander Christy Patricius Evander Christy Pradika Erta Ardanta Priatama Yadita Purusadi Hastruman Raden Arjani Rosalina Rana Nuriadnyana Rana Nuriadnyana Ray Putra Tarigan Raynanda Chandra Wibisono Rendy Munadi Reni Dyah Wahyuningrum Revi Dianawati Reyza Pratama Rifki Fauzi Nurzaman Rina Pudji Astuti Rizal Haerul Akbar Rizky Wahyudi Robie Zulfalaily AK Rudi Sianipar Saleh Dwi Mardiyanto Salma Pratiwi Simon Siregar Sitha Vrindhavani Devi Putri Suci Monica Sari Sugondo Hadiyoso Suryananda Padmadinata Syaiful Rahmat Tjahjo Adiprabowo R Uke Kurniawan Usman Vinsensius Sigit Vinsensius Sigit Vinsensius Sigit Widhi Prabowo Wildan Maulani Wulan Dwi Anggraini Yayan Agustian Yoga Prahara Novandanu Yosia Raya Peranginangin Yudha Purwanto Yudhi Suryanto Yuyu Wahyu