Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Edukasi Penggunaan Obat dan Perawatan Luka Pasca Khitanan Massal di Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang Ferina Septiani Damanik; Sri Wahyuni; Cut Intan Annisa Puteri; Kiki Rawitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v4i4.1917

Abstract

Khitan merupakan prosedur bedah minor yang umum dilakukan sebagai bagian dari tradisi agama dan budaya di Indonesia. Namun, praktik ini tetap memiliki risiko komplikasi, terutama apabila perawatan luka pasca-prosedur tidak dilakukan dengan benar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua atau wali dalam penggunaan obat dan perawatan luka pasca-khitan pada kegiatan khitanan massal di Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Metode pelaksanaan meliputi pemberian paket obat-obatan, penyuluhan, serta demonstrasi praktik perawatan luka kepada 30 peserta khitan dan orang tua pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas peserta berusia 8–10 tahun, sehingga peran orang tua menjadi krusial dalam mendukung penyembuhan luka. Edukasi yang diberikan berhasil meningkatkan pemahaman orang tua mengenai dosis dan cara penggunaan obat, teknik pembersihan luka, prinsip asepsis, serta tanda-tanda infeksi yang harus diwaspadai. Evaluasi lisan menunjukkan adanya peningkatan rasa percaya diri orang tua dalam melakukan perawatan luka di rumah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model edukasi yang efektif untuk diterapkan pada kegiatan khitanan massal di komunitas lainnya guna meminimalkan risiko komplikasi pasca-khitan.
Masyarakat Sadar Dispepsia: Edukasi Gaya Hidup Sehat dan Penggunaan Obat Lambung yang Aman Ziza Putri Aisyia Fauzi; Cut Intan Annisa Puteri; Haris Munandar Nasution; Ferina Septiani Damanik
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i3.2450

Abstract

Dispepsia merupakan salah satu gangguan saluran pencernaan yang umum terjadi di masyarakat dan berkaitan erat dengan pola hidup tidak sehat serta penggunaan obat yang tidak rasional. Rendahnya literasi kesehatan masyarakat mengenai faktor risiko dispepsia dan penggunaan obat lambung yang aman menjadi permasalahan yang perlu mendapat perhatian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai dispepsia, mendorong penerapan gaya hidup sehat, serta meningkatkan penggunaan obat lambung yang rasional. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Teladan Kota Medan dengan melibatkan 87 peserta yang terdiri dari pasien rawat jalan, keluarga pasien, dan kader kesehatan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, edukasi interaktif, distribusi media edukasi (leaflet, booklet, dan video), pendampingan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserta dari 55,6 menjadi 83,6 dengan selisih sebesar 28,0 poin. Selain itu, terjadi perubahan perilaku kesehatan, dimana 71% peserta mulai menerapkan pola makan teratur, 64% mengurangi konsumsi makanan pemicu, dan 58% mulai berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan obat lambung. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat serta mendorong perubahan perilaku terkait pencegahan dan pengelolaan dispepsia. Program ini berpotensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan dan direplikasi di fasilitas kesehatan lainnya.
Enhancing Community Knowledge on Prudent Medication Use Based on Symptoms Syilvi Rinda Sari; Hindri Syahputri; Kiki Rawitri; Cut Intan Annisa Puteri; Ferina Septiani Damanik; Muhammad Amin Nasution; Nia Novranda Pertiwi
Transformatif: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tranformatif.v7i1.14548

Abstract

Irrational medication use remains a significant public health concern, often stemming from inadequate knowledge of symptom-based drug selection and self-medication practices. This community service activity aimed to enhance public knowledge on rational medication use, specifically focusing on drug classification, reading medication labels, and appropriate dosage instructions. Employing a community-based participatory approach, the activity was conducted at the UPT Puskesmas Teladan and involved 17 purposively selected visitors. The intervention, delivered through interactive lectures, two-way discussions, and medication label simulations supported by educational leaflets, was evaluated using pre-test and post-test instruments. The results demonstrated a notable improvement in participants' understanding, with average scores increasing from 4.94 (low category) to 7.94 (good category) on a 10-point scale. This improvement suggests that a targeted, interactive educational approach is feasible and holds promise for strengthening public knowledge on prudent medication use. This initiative highlights the potential for integrating similar community-based education programs into primary health services to promote safer self-medication behaviors.
Edukasi Bahaya Minuman Manis Kemasan terhadap Kerusakan Ginjal pada Siswa Sekolah Dasar Kiki Rawitri; Sri Wahyuni; Syilvi Rinda Sari; Ferina Septiani Damanik; Cut Intan Annisa Puteri; Ziza Putri Aisyia Fauzi; Lilik Septiana; Hindri Syahputri
Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): JUNI 2026
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v5i3.987

Abstract

Consumption of sugar-sweetened packaged beverages among elementary school children continues to increase and may contribute to various health problems, including kidney damage. Limited knowledge regarding the health risks of sugary beverages is one of the factors contributing to high consumption among children. This community service program aimed to improve students’ knowledge about the dangers of packaged sugary drinks on kidney health through health education activities conducted at SD Ar-Ridha, Biru-Biru District, Deli Serdang Regency. The activity was carried out on November 23, 2024, involving 30 elementary school students. The methods used included interactive lectures, discussions, question-and-answer sessions, and evaluation through pre-test and post-test questionnaires. Educational materials covered types of sugary packaged beverages, added sugar content, kidney function, the effects of excessive sugar intake, and kidney disease prevention efforts. The results demonstrated an increase in participants’ knowledge levels after the educational intervention. The percentage of students categorized as having good knowledge increased from 20.0% during the pre-test to 80.0% during the post-test, while the poor knowledge category decreased from 46.7% to 3.3%. These findings indicate that interactive health education methods are effective in improving students’ understanding of the importance of limiting sugary packaged beverage consumption to maintain kidney health from an early age.