Dispepsia merupakan salah satu gangguan saluran pencernaan yang umum terjadi di masyarakat dan berkaitan erat dengan pola hidup tidak sehat serta penggunaan obat yang tidak rasional. Rendahnya literasi kesehatan masyarakat mengenai faktor risiko dispepsia dan penggunaan obat lambung yang aman menjadi permasalahan yang perlu mendapat perhatian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai dispepsia, mendorong penerapan gaya hidup sehat, serta meningkatkan penggunaan obat lambung yang rasional. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Teladan Kota Medan dengan melibatkan 87 peserta yang terdiri dari pasien rawat jalan, keluarga pasien, dan kader kesehatan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, edukasi interaktif, distribusi media edukasi (leaflet, booklet, dan video), pendampingan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserta dari 55,6 menjadi 83,6 dengan selisih sebesar 28,0 poin. Selain itu, terjadi perubahan perilaku kesehatan, dimana 71% peserta mulai menerapkan pola makan teratur, 64% mengurangi konsumsi makanan pemicu, dan 58% mulai berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan obat lambung. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat serta mendorong perubahan perilaku terkait pencegahan dan pengelolaan dispepsia. Program ini berpotensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan dan direplikasi di fasilitas kesehatan lainnya.