Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Uji efektivitas ekstrak etanol daun senggani (Melastoma malabathricum L.) sebagai antihipertensi pada mencit putih jantan (Mus musculus) Lilik Septiana; Rida Evalina Tarigan; Muhammad Andry; Vannissa Andriani Irawan; Muhammad Amin Nasution
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 6 Nomor 3 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i3.220

Abstract

Background; Senggani leaves have secondary metabolites that can inhibit the release of aldosterone so that more water is removed from the body and blood pressure will drop. Objectives; The purpose of this study was to determine the effectiveness of the ethanol extract of senggani leaves (Melastoma malabathricum L.) on reducing blood pressure of male white mice (Mus musculus). Method; this research is experimental which includes sampling, sample processing, extract making, simplicia characteristics, preparation of test materials, treatment of test animals and data analysis. The samples used were senggani leaves (Melastoma malabathircum L.). The test animals used were 15 male white mice then divided into 5 groups. Measurement of blood pressure using a blood pressure analyzer with the tail cuff method. The measurement data were then analyzed using a paired t-test with a significance limit of 0.05. Result; showed that the ethanol extract of senggani leaves had antihypertensive effectiveness with the lowest systolic blood pressure measurement results after treatment at EEDS 150 mg/kgBW which was 86.66 mmHg and diastolic blood pressure obtained the lowest after treatment at EEDS 150 mg/KgBW, which was 59 mmHg. . The results of the statistical paired t-test showed that there was an effect of giving the test material EEDS 50 mg/kgBW, EEDS 100 mg/kgBW, EEDS 150 mg/kgBW test for 14 days with p-value <0.05. On diastolic blood pressure, the effect of treatment with the test material on blood pressure was significant at EEDS 150 mg/kgBW with p-value = 0.001. Conclusion; this study was that the administration of the ethanol extract of the leaves of senggani (Melastoma malabathricum L.) could reduce the blood pressure of experimental male mice (Mus musculus). The ethanol extract of senggani leaves (Melastoma malabathricum L.) was effective in lowering blood pressure at a dose of 150 mg.
FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK KULIT BATANG ASAM KANDIS (Garcinia xanthochymus Hook.f. ex. Anderson) DAN UJI ANTIINFLAMASI TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN Lilik Septiana; Hanafis Sastra Winata; Fauziah Erna Witular Panggabean; Zulmai Rani; Robiatun Rambe
FORTE JOURNAL Vol 4 No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i1.780

Abstract

Penggunaan ekstrak kulit buah asam kandis sebagai antiinflamasi belum maksimal karena harus disiapkan dan dioleskan langsung dalam bentuk utuh membuatnya kurang praktis. Oleh karena itu, harus dikembangkan menjadi sediaan farmasi untuk membuatnya lebih mudah digunakan dan praktis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana membuat gel ekstrak kulit batang asam kandis (Garcinia Xanthochymus Hook.F. Ex. Anderson) dan melakukan uji antiinflamasi pada tikus putih jantan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental untuk mengidentifikasi dan menggambarkan tanaman, membuat ekstrak kulit batang asam kandis secara maserasi, membuat sediaan gel, dan menguji efek antiinflamasi ekstrak kulit batang asam kandis pada tikus putih jantan. Analisis data berdasarkan hasil observasi dilanjutkan dengan analisis dan statistik menggunakan Anova. Hasil penelitian yaitu ekstrak kulit batang asam kandis dengan konsenterasi 5, 10, dan 15% dengan gelling agent carbopol 940 dapat dibuat sediaan gel antiinflamasi. Sediaan gel antiinflamasi yang terbuat dari ekstrak kulit batang asam kandis telah memenuhi persyaratan yang baik dan stabil selama proses uji coba roda gigi pada organoleptis, homogenitas, pH, dan viskositas. Konsenterasi terbaik gel ekstrak kulit batang asam kandis yang memberikan efek antiinflamasi yaitu konsenterasi 15%. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian ekstrak kulit batang asam kandis dengan jenis sediaan yang berbeda.
PENAPISAN DAN KARAKTERISASI BAKTERI SELULOLITIK TERMOFILIK Lilik Septiana; Emma Susanti; Yuli Haryani; Zulmai Rani; Robiatun Rambe
FORTE JOURNAL Vol 4 No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i2.974

Abstract

Bakteri selulolitik adalah bakteri yang mampu menghidrolisis kompleks selulosa menjadi oligosakarida yang lebih kecil dan akhirnya menjadi glukosaPenelitian penapisan dan karakterisasi bakteri selulolitik termofilik dari sumber air panas ini dilakukan untuk mendapatkan bakteri termofilik yang berpotensi sebagai penghasil selulase termostabil dan karakteristik bakteri tersebut. Penelitian ini menggunakan sampel dari sumber air panas Desa Sungai Pinang, Kabupaten Kuantan Singingi, dengan 4 titik pengambilan yang berbeda. Sebanyak 24 bakteri selulolitik diisolasi menggunakan medium spesifik yang mengandung carboxy methyl cellulose (CMC). Aktivitas selulolitik dari isolat yang diperoleh kemudian ditentukan berdasarkan kemampuan bakteri dalam menghidrolisis substrat CMC dengan mengukur zona bening yang terbentuk di sekitar koloni pada medium CMC-congo red. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15 dari 24 isolat (62,5%) mampu mendegradasi selulosa dengan indeks selulolitik (IS) yang beragam. Isolat SPT (III)7 memiliki aktivitas selulolitik tertinggi dengan nilai indeks selulolitik sebesar 4,80. Hasil karakterisasi morfologi dan fisiologi dari semua isolat yang diidentifikasi memperlihatkan bahwa isolat tersebut berupa bakteri Bacillus sp1 dan Bacillus sp2.
TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TENTANG ANTIBIOTIK DI KELURAHAN MANDAILING KECAMATAN TEBING TINGGI KOTA Septiana, Lilik; Hafizhatul Abadi; Sipahutar, Rizki Anjani; Zulmai Rani
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.4006

Abstract

Antibiotics are a group of compounds, both natural and synthetic, that have the effect of suppressing or stopping a biochemical process in an organism, especially in the process of infection by bacteria. This study only describes the object of the study by collecting questionnaire data from the community to determine the knowledge and attitudes of the community about antibiotics in Mandailing Village, Tebing Tinggi District, City. The results of the study obtained from univariate analysis found that the level of knowledge of respondents in the high category was 34 people (35.79%), in the moderate category was 47 people (49.47%), and in the low category was 14 people (14.74%). The total score was 680. At the level of attitude, respondents in the good category were 21 people (22.10%), in the sufficient category were 22 people (23.16%), and in the less category were 52 people (54.74%); the total score was 529. At the level of community knowledge, it was in the moderate category (71.57%), community attitudes were in the less category (55.68%), and there was a relationship between age, education, and occupation with the level of knowledge; there was a relationship between education and occupation with community attitudes about antibiotics; there was a relationship between the level of knowledge and community attitudes about antibiotics in the use of antibiotics in Mandailing Village, Tebing Tinggi District, City.
Activity Test of Neem Leaf (Azadirachta Indica A. Juss) Anti-Dambry Shampoo on Fungus (Malassezia Furfur) Ginting, Mandike; Septiana, Lilik; Br. Ginting, Grace Anastasia
International Archives of Medical Sciences and Public Health Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Pena Cendekia Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53806/iamsph.v4i2.636

Abstract

Background; Dandruff is a disorder in the form of excessive flaking of dead skin on the scalp, sometimes accompanied by itching and inflammation. One of the causes of dandruff is the Malassezia furfur fungus. Neem leaves contain the main active ingredients of neem, namely azadirachtin, meliantriol, nimbin, nimbidin and salanin, substances that are known to be effective as insecticides. Objective; The aim of the study was to determine the formulation of anti-dandruff shampoo preparations of ethanol extract of neem leaves (Azadirachta indica A. Juss) and Activity Test against Fungus (Malassezia furfur). Method; The research method was experimental, which included taking plants, making simplicia, formula for neem leaf extract shampoo (2%, 4%, 6% and 8%), evaluating preparations and testing antifungal activity. Results; The results of the study were based on organoleptic tests, the preparations were white and brown in color, had a distinctive neem aroma and were viscous in shape; there is no coarse grain in the preparation; pH of preparations F0 (6.0), F1 (5.5), F2 (5.3), F3 (5.3) and F4 (5.2); foam height tests F0 (8 cm), F1 (8.5 cm), F2 (8.7 cm), F3 (9 cm) and F4 (9.5 cm); there is no itching, redness and swelling on the skin of the volunteers; stability test does not change color, aroma and shape of the preparation; antifungal test preparations F0 (0 cm), F1 (11.65 cm), F2 (12.73 cm), F3 (12.86 cm), F4 (13.61 cm) and K+ (22.8 cm). Conclusion; The conclusion of the research is that the ethanol extract of neem leaves (Azadirachta indica A. Juss) can be formulated as a shampoo that meets the requirements for physical evaluation and inhibits the growth of fungus (Malassezia furfur) at a concentration of 8% (13.61 mm) best.
Activity Test of Neem Leaf (Azadirachta Indica A. Juss) Anti-Dambry Shampoo on Fungus (Malassezia Furfur) Ginting, Mandike; Septiana, Lilik; Br. Ginting, Grace Anastasia
International Archives of Medical Sciences and Public Health Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Pena Cendekia Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53806/iamsph.v4i2.636

Abstract

Background; Dandruff is a disorder in the form of excessive flaking of dead skin on the scalp, sometimes accompanied by itching and inflammation. One of the causes of dandruff is the Malassezia furfur fungus. Neem leaves contain the main active ingredients of neem, namely azadirachtin, meliantriol, nimbin, nimbidin and salanin, substances that are known to be effective as insecticides. Objective; The aim of the study was to determine the formulation of anti-dandruff shampoo preparations of ethanol extract of neem leaves (Azadirachta indica A. Juss) and Activity Test against Fungus (Malassezia furfur). Method; The research method was experimental, which included taking plants, making simplicia, formula for neem leaf extract shampoo (2%, 4%, 6% and 8%), evaluating preparations and testing antifungal activity. Results; The results of the study were based on organoleptic tests, the preparations were white and brown in color, had a distinctive neem aroma and were viscous in shape; there is no coarse grain in the preparation; pH of preparations F0 (6.0), F1 (5.5), F2 (5.3), F3 (5.3) and F4 (5.2); foam height tests F0 (8 cm), F1 (8.5 cm), F2 (8.7 cm), F3 (9 cm) and F4 (9.5 cm); there is no itching, redness and swelling on the skin of the volunteers; stability test does not change color, aroma and shape of the preparation; antifungal test preparations F0 (0 cm), F1 (11.65 cm), F2 (12.73 cm), F3 (12.86 cm), F4 (13.61 cm) and K+ (22.8 cm). Conclusion; The conclusion of the research is that the ethanol extract of neem leaves (Azadirachta indica A. Juss) can be formulated as a shampoo that meets the requirements for physical evaluation and inhibits the growth of fungus (Malassezia furfur) at a concentration of 8% (13.61 mm) best.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA DENGAN METODE GYSSENS DI INSTALASI RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT HAJI MEDAN TAHUN 2024 Septiana, Lilik; Rani, Zulmai
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i1.5086

Abstract

Pneumonia adalah suatu peradangan paru yang disebabkan oleh bakteri sehingga salah satu terapi yang diberikan yaitu antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional menyebabkan pengobatan kurang efektif. Pemilihan dan penggunaan terapi antibiotik yang bijak pada pasien pneumonia akan menentukan keberhasilan pengobatan dan menghindari terjadinya resistensi bakteri. Metode Gyssens adalah standar untuk evaluasi kualitatif dalam meresepkan antibiotik dengan kelebihan terperinci/jelas dan dapat mengevaluasi penggunaan antibiotik secara kualitatif lebih tepat sehingga akan mencegah terjadinya antibiotik resisten. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia menggunakan metode gyssens di rumah sakit haji Medan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan sampel secara purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan ciri-ciri yang sesuai kriteria inklusi. Sampel yang digunakan yaitu data rekam medik pasien yang terdiagnosa pneumonia dan mendapatkan pengobatan antibiotik, kemudian data dianalisis menggunakan alur diagram Gyssens. Penelitian ini dilakukan pada 89 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan hasil penelitian penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia dengan menggunakan metode gyssens di rumah sakit haji Medan tahun 2024 terdapat sebanyak 61,8% penggunaan antibiotik yang rasional.
Tingkat Kepatuhan Minum Obat Dan Sikap Pasien Diabetes Mellitus Di Klinik Utama Bersama Pasir Pengaraian Rokan Hulu Rialita Lifiani; Lilik Septiana; Nurul Adzkia Ghearizky; Resi Rizki Banjariani; Rifki Anshory Hendri
The Journal Of Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2025): Journal Of Pharmacy UMRI
Publisher : LPPM, Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan yang baik muncul dari tingkat kepatuhan seseorang dalam mengkonsumsi obat. Kepatuhan seorang pasien dalam mengkonsumsi obat memiliki pengaruh besar terhadap kesembuhan pasien. Kepatuhan pasien minum obat antidiabetik sangat menentukan keberhasilan pasien dalam pengobatan diabetes mellitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan minum obat dan sikap pasien terhadap penyakit diabetes mellitus di Klinik Utama Bersama Pasir Pengaraian Rokan Hulu Riau. Metode penelitian bersifat deskriptif dengan menggunakan kuesioner sebagai tolak ukur kepatuhan pada pasien diabetes mellitus. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien level tinggi sebanyak 7 orang (22,6%), level sedang 5 orang (16,1%) dan level rendah 19 orang (61,3%). Tingkat sikap responden terhadap pengobatan diabetes mellitus sebanyak 13 responden (42%) baik dan 18 responden (58%) kurang baik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kepatuhan minum obat dan sikap pasien terhadap pengobatan diabetes mellitus di Klinik Utama Bersama Pasir Pengaraian Rokan Hulu Riau masih rendah dan kurang baik.
Activity Test of Neem Leaf (Azadirachta Indica A. Juss) Anti-Dambry Shampoo on Fungus (Malassezia Furfur) Ginting, Mandike; Septiana, Lilik; Br. Ginting, Grace Anastasia
International Archives of Medical Sciences and Public Health Vol. 4 No. 2 (2023): International Archives of Medical Sciences and Public Health
Publisher : Pena Cendekia Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53806/iamsph.v4i2.636

Abstract

Background; Dandruff is a disorder in the form of excessive flaking of dead skin on the scalp, sometimes accompanied by itching and inflammation. One of the causes of dandruff is the Malassezia furfur fungus. Neem leaves contain the main active ingredients of neem, namely azadirachtin, meliantriol, nimbin, nimbidin and salanin, substances that are known to be effective as insecticides. Objective; The aim of the study was to determine the formulation of anti-dandruff shampoo preparations of ethanol extract of neem leaves (Azadirachta indica A. Juss) and Activity Test against Fungus (Malassezia furfur). Method; The research method was experimental, which included taking plants, making simplicia, formula for neem leaf extract shampoo (2%, 4%, 6% and 8%), evaluating preparations and testing antifungal activity. Results; The results of the study were based on organoleptic tests, the preparations were white and brown in color, had a distinctive neem aroma and were viscous in shape; there is no coarse grain in the preparation; pH of preparations F0 (6.0), F1 (5.5), F2 (5.3), F3 (5.3) and F4 (5.2); foam height tests F0 (8 cm), F1 (8.5 cm), F2 (8.7 cm), F3 (9 cm) and F4 (9.5 cm); there is no itching, redness and swelling on the skin of the volunteers; stability test does not change color, aroma and shape of the preparation; antifungal test preparations F0 (0 cm), F1 (11.65 cm), F2 (12.73 cm), F3 (12.86 cm), F4 (13.61 cm) and K+ (22.8 cm). Conclusion; The conclusion of the research is that the ethanol extract of neem leaves (Azadirachta indica A. Juss) can be formulated as a shampoo that meets the requirements for physical evaluation and inhibits the growth of fungus (Malassezia furfur) at a concentration of 8% (13.61 mm) best.
Uji Aktivitas Stimulan Penyeduhan Daun Kratom (Mitragyna speciosa korth. folium) Pada Mencit Jantan Galur Swiss Webster Dengan Metode Ketahanan Berenang Darwin Syamsul; Lilik Septiana; Yulis Kartika; Muhammad Rizki Aulianda
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i1.6823

Abstract

Kratom (Mitragyna speciosa Korth.) merupakan salah satu tanaman tropis di Asia Tenggara seperti, Thailand, Malaysia dan Indonesia.Di Indonesia kratom banyak tumbuh di daerah Kalimantan Barat khususnya daerah Putussibau. Bagian yang banyak digunakan dari tanaman kratom adalah daunnya. Daun kratom dikonsumsi dengan cara dikunyah dan diseduh seperti teh. Tujuan peneliti untuk mengetahui ada nya efek stimulant pada seduhan daun kratom terhadap mencit jantan galur Swiss Webster, dan mengetahui dosis efek seduhan daun kratom yang paling baik sebagai stimulan pada mencit putih jantan galur Swiss Webster. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan uji ketahanan berenang, di mana parameter yang di amati adalah pertahanan mencit di permukaan air Hasil penelitian peningkatan konsentrasi seduhan juga menunjukkan adanya perubahan dan perbedaan waktu lama berenang mencit antara setiap kelompok, didapatkan bahwa seduhan daun kratom memiliki efek stimulan dimana hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan stamina pada mencit seiring dengan peningkatan dosis seduhan daun kratom. Kesimpulan Pemberian seduhan daun kratom pada konsentrasi 15% menunjukan efek stimulan yang paling efektif, yaitu ditandai dengan waktu ketahanan berenang yang paling tinggi dengan rata-rata sebesar 60,6 menit, dibandingkan dengan konsentrasi 5% dan 10%, dari hasil uji Tukey HSD bahwa nilai rata-rata kosentrasi 5% dan 10% nilai rata-rata sama 978 > 0.05 sedangkan nilai rata-rata konsentrasi 5% dan 15%, 15% dan 10% nilai rata-rata berbeda 013 <0.05 dan 045 <0.05 secara singnifikan terhadap perbedaan nilai rata-rata waktu ketahanan berenang.