Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

REKAYASA MESIN MIXER HORISONTAL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PAKAN TERNAK ORGANIK DI UKM AL-BAROKAH Wiyono, Teguh; Musabbikhah; Rini, Luluk Takari Sarjana; Finayani, Yaya
Abdi Masya Vol 5 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v5i2.440

Abstract

Permasalahan UKM Al-Barokah di Dusun Gunung Agung, Ronggojati, Kabupaten Wonogiri yang bergerak dibidang peternakan ayam petelur dan pembuatan pakan ternak organik yaitu pencampuran pakan masih manual menggunakan sekop, sehingga tidak homogen dan produksi terbatas. Pakan ternak ayam organik ini merupakan campuran pakan ternak dan empon-empon agar dapat meningkatkan kualitas telur, dan imun ayam, serta mencegah kotoran ayam tidak berbau sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar UKM Al-Barokah. Apabila UKM mengandalkan pakan dari pabrik harganya sangat tinggi, sedangkan harga telur ayam merosot. Tujuan program Inovokasi yaitu rekayasa mesin mixer horisontal untuk meningkatkan produktivitas pakan ternak organik dan ayam petelur serta keterampilan anggota UKM, agar pendapatan perkapita daerah meningkat. Metode kegiatan Inovokasi diawali identifikasi masalah melalui observasi, interview, dan rekayasa mesin yang dibutuhkan mitra. Hasil kegiatan Inovokasi berupa mesin mixer horisontal untuk mencampur pakan ayam. Spesifikasi mesin mixer horisontal yaitu: a) daya mesin 6,5 PK, b) putaran mesin 2800 rpm, c) kapasitas mesin 200 kg/jam, d) lebar mesin 800 mm, e) Panjang mesin 1550 mm, f) Tinggi 1750 mm. Produktivitas campuran pakan ternak organik semula 160 kg/jam, namun setelah menggunakan mesin mixer horizontal menjadi 300 kg/jam. Produktivitas pakan meningkat 87,5% sehingga keuntungan meningkat.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA KELAS TAHASSUS DI MADRASAH ALIYAH WHATHONIYAH ISLAMIYAH KEBARONGAN Wiyono, Teguh; Sangadah, Rina; Alfi, Imam
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2025): EDISI : MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i1.5772

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini adalah penelitian lapangan bersifat diskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui Impelentasi Pendidikan Agama Islam Pada Kelas Tahassus. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara, metode ini penulis gunakan untuk menggali data dan informasi dari lapangan yang mengetahui bagaimana kegiatan pembelajara di Madrasah Aliyah Wathoniyah Islamiyah Kebarongan pada kelas tahassus. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) kelas Tahassus di Madrasah Aliyah Wathoniyah Islamiyah Kebarongan, digunakan untuk siswa-siswi yang mereka berasal dari SMP bukan dari MTs. Kelas tahassus ini terdiri dari 3 tingkatan yaitu kelas 1, 2 dan 3. Untuk materi pembelajarannya pun materinya lebih rendah dibanding kelas biasa. (2) Penerapan kelas tahasus pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam sangat efektif bagi para siswa yang awalnya lemah pemahaman tentang Agama Islam menjadi meningkat. (3) Faktor pendukungnya adalah program kelas tahasus didukung oleh para wali siswa dan para pengajar rata-rata alumnus pondok pesantren dan lingkungan yang islami sehingga implementasi nilai-nilai keislaman mudah dimplementasikan. (4) faktor penghambat adalah siswa memiliki rasa malas, yaitu siswa malas dalam menghafal dan mebaca berulang-ulang tentang ayat Al Qur’an, hadist dan kitab kuning yang sedang mereka hafal atau baca, karena penyebab utama mereka para lulusan dari sekolah yang berbasis umum yang lemah pemahaman agama islam.. Kata kunci : Implementasi, Pendidikan Agama Islam. Kelas Tahasus
PENDAMPINGAN USAHA PADA IBU– IBU SINGLE PARENT DALAM UPAYA PRODUKSI JAJANAN SEHAT DAN HALAL Wahyuni, Wahyuni; Dewi Noorratri, Erika; Uswatun Khasanah, Aulia; Wiyono, Teguh
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): NOPEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gemassika.v8i2.1627

Abstract

Being a single parent mother is not easy, so single parent mothers must have the ability and resilience to carry out their duties as head of the household as well as a housewife. The need for persistent struggle to raise, care for, nurture and provide for their children alone. Other problems that need to be faced by a single parent are economic problems and caring for their children without the help of a partner, so the need for self-ability to be able to rise from the pressures and trials faced. This ability is proven by efforts both individually and in groups, so that it will have a positive impact, especially in dealing with economic problems, but this does not discourage single parent mothers who are members of the “Amanah” UMKM. They rise up how to survive even though the situation is uncertain, it becomes a trigger for independent entrepreneurship with business. The implementation of the Community Partnership Empowerment Program (PKM) begins with the socialization of the program at the home of the head of MSME “Amanah” Mrs. Wagiyati 44 years old in Parangjoro Village Rt, 01/03 Grogol District, Sukoharjo Regency and its members conduct interviews and discussions and to provide input on this Community Partnership Empowerment Program (PKM) and has been agreed between the chief executive and the head of MSME “Amanah” and includes training in the use of electric flour dough kneading machines, assistance in the use of P machines. Assistance in the use of electric sausage and lumpya filling meat grinding machines, assistance in the use of oil draining machines, assistance in the use of vaccum machines for product packaging, labeled product packaging and packing training, marketing management and MSME management training, financial management training and making simple financial reports, halal certified product registration, producing a scientific journal Gemassika
Perhitungan Daya Belt Bucket Elevator pada Mesin Pengumpul Gabah di Penggilingan Padi Kelurahan Combongan Wiyono, Teguh; Siswanto, Siswanto; Tri Utami, Desi
Politeknosains Vol 23 No 2 (2024): Jurnal Politeknosains Volume 23 Nomor 2 - September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Pratama Mulia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bucket Elevator adalah alat pengangkut material gabah yang ditarik oleh sabuk atau rantai tanpa ujung dengan arah lintasan yang biasanya vertikal, pada umumnya ditopang oleh casing atau rangka. Alat pengangkut jenis ini memanfaatkan timba-timba yang tersusun dengan jarak antar timba yang seragam dan beraturan, Mesin ini terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu ; motor bensin, pulley, v- belt, screw conveyor, bucket elevator dan,sweeper. Sistem kerja dari mesin pengumpul gabah ini adalah dengan cara memanfaatkan front wiper untuk mengarahkan gabah menjuju screw conveyor, kemudian gabah diarahkan ketengah menuju belt bucket elevator. Setelah gabah berada pada belt bucket elevator, gabah diarahkan untuk masuk ke dalam wadah yang berupa karung dengan menggunakan prinsip roda berjalan.Daya Belt Bucket Elevator adalah sangat penting untuk di hitung guna mengetahui kekuatan dari belt tersebut sehingga dalam proses dilapangan nantinya tidak ada kendala. Belt Bucket Elevator ini terdiri dari satu belt atau sepasang rantai yang berputar pada 2 roda atas dan bawah, ember-ember atau bucket yang terpasang pada belt atau rantai. Belt, scraper maupun apron conveyor mengangkut material dengan kemiringan yang terbatas. Belt conveyor jarang beroperasi pada sudut yang lebih besar dari 15-20° dan scraper jarang melebihi 300. Secara umum Belt Bucket Elevator terdiri dari timba-timba (bucket) yang dibawa oleh rantai atau sabuk yang bergerak.
Optimization of Prevention of Hazards MV. Meratus Kariangau Ship Running Across Entering the Narrow Waterflow of the Barito River Ramadhannur, Muhammad Rivaldi; Mudiyanto, Mudiyanto; Wiyono, Teguh
JURNAL APLIKASI PELAYARAN DAN KEPELABUHANAN Vol 15 No 1 (2024): bulan September
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/japk.v15i1.127

Abstract

This research aims to Optimize the Prevention of the Occurrence of Shipwreck Hazard of MV Meratus Kariangau when Entering the Narrow Shipping Channel of the Barito River. This research method uses a qualitative method with a descriptive approach. For primary data collection techniques obtained from the results of interviews and observations, while for secondary data collection techniques obtained from tidal data in the Barito river, then from journals related to this research, books and others. The results of this study indicate are a). Indication of overdraft when entering the narrow shipping channel, b). Lack of attention to UKC and Tidal Tables, c). Human error from the watch officer who did not pay attention to the tide list. Preparations that must be made by the MV. Meratus Kariangau before entering the narrow shipping channel of the Barito river to avoid the danger of running aground are a) The duty officer and the skipper must operate the navigation equipment on the ship, for example Radar, Echo sounder, GPS. b) The duty officer prepares a map of the narrow shipping channel to be passed. c) The duty officer asks the Engine Control Room (ECR) to ensure that the engine is ready to pass through the narrow shipping channel d) The duty officer calculates the UKC and Squat on the shipping channel to be passed e) The crew conducts a grounding drill to know their duties and responsibilities when running aground f) The skipper and duty officer apply P2TL rule 9 on Narrow channel.
Optimization of Container Bonding Process to Improve Safety of Work and Cargo: Case Analysis at KM. Hijau Sejuk Hidayat, Zulhikam Komaril; Kuncowati, Kuncowati; Wiyono, Teguh
JURNAL APLIKASI PELAYARAN DAN KEPELABUHANAN Vol 15 No 2 (2025): bulan Maret
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/japk.v15i2.142

Abstract

Research with the title “Optimalization of Container Tightening Processes to Increase Work Safety and Their Souls: Case Analysis at KM. Hijau Sejuk”. Optimization of bonding is vital because it is the most important part of the safety of mutant goods and ships. This study aims to find out what are the obstacles faced when optimizing container lashing and how to optimize safe container lashing to improve work safety and cargo on KM. Hijau Sejuk. This research uses a qualitative descriptive method by using 3 data collection techniques including data from the prala place, namely the KM. Hijau Sejuk. The theoretical basis used is the theory that includes lashing tools and how to use them correctly according to the applicable SOP. The conclusion that the binding of containers on KM. Hijau Sejuk is less efficient such as, there is damage to the lashing tool, so that it can cause the lack of safety that occurs in the cargo.
Studi Kasus Prestasi Belajar Rendah Siswa “NH” di Madrasah Aliyah Negeri Sakatiga Kabupaten Ogan Ilir Wiyono, Teguh; Gani, Syarifuddin; Sofah, Rahmi
Jurnal Konseling Komprehensif: Kajian Teori dan Praktik Bimbingan dan Konseling Vol. 4, No. 2: November 2017
Publisher : diterbitkan oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Sriwijaya Jl. Palembang Prabumulih KM 3.2 Palembang-Indonesia Email: jkk@fkip.unsri.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is titled "A case study of students' low learning achievement 'NH' in the madrasah aliyah Sakatiga district of Ogan Ilir". The purpose of this study is to determine what factors are the cause of low learning achievement 'NH'. This research is case study research. The researchers collected data through observation, documentation and interviews on the subject 'NH', parents, subject teachers and homeroom, and a close friend of 'NH'. The analysis in this research using fish bone method. The results show that the low learning achievement of 'NH' is influenced by internal factors and external factors. Of the internal factors affecting 'NH' have less interest in learning and low learning motivation. From the external factor is the magnitude of the influence of parents in the selection of schools, namely 'NH' entry in Madrasah Aliyah on the desire of both parents 'NH' while 'NH' want to continue school in high school, this is one of the factors of low learning achievement 'NH'.
Coffee Supply Chain Performance Measurement In Ulu Belu District, Tanggamus Regency, Lampung Province Sylvia, Teny; Wiyono, Teguh; Putra, Endo Pebri Dani; Asrol, Muhammad; Sembiring, Noveliska Br; Yunira, Eka Nur'azmi; Subara, Deni; Devita, Wilda Harlia
Agroindustrial Journal Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Technology UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/aij.v12i1.106071

Abstract

Ulu Belu District, as the largest producer of robusta coffee in Lampung Province, faces challenges throughout its coffee supply chain, from cultivation to marketing. This study aims to examine the structure of the coffee supply chain, evaluate its performance using the Supply Chain Operations Reference (SCOR) model combined with the Analytic Network Process (ANP), and recommend strategies for improvement. The identification results reveal that the coffee supply chain in Ulu Belu District involves several key actors, including farmers, commodity aggregators, collectors, business partners, ground coffee processors, domestic roasters, retailers, exporters, and consumers. This supply chain operates through the flow of products, information, and financial resources among these actors. The coffee supply chain performance measurement results in Ulu Belu District indicate a very poor overall performance score of 58.855. Performance at the three supply chain tiers also reflects concerning conditions: farmers scored 59.721, indicating a very poor performance; collectors scored 62.888, reflecting a poor condition; and business partnerships scored the lowest at 53.957, also categorized as very poor. The strategies for improving supply chain performance include providing training and outreach on Good Agricultural Practices (GAP), implementation of GAP and Good Handling Practices (GHP), implementation of the Common Code for the Coffee Community (4C) certification, increasing storage warehouse capacity, implementing Collaborative Planning, Forecasting, and Replenishment (CPFR) in supply chain management in Ulu Belu, determining safety stock, and planning delivery schedules.
Optimalisasi Peralatan Keselamatan Melaut bagi Perahu Nelayan Keputih Timur: Pelatihan dan Pendampingan: Pengabdian Mudiyanto; Djamaludin Malik; Kuncowati; Teguh Wiyono; Dedy Kristiawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1955

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan melaut nelayan tradisional di Kampung Nelayan Keputih Timur, Gang Pompa Air, Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan peralatan keselamatan kapal kecil. Permasalahan utama yang dihadapi nelayan setempat adalah rendahnya pemahaman dan penggunaan alat keselamatan standar seperti pelampung, alat isyarat darurat, dan APAR. Kegiatan dilaksanakan selama 3 bulan dengan pendekatan partisipatif berbasis pelatihan, simulasi, dan evaluasi langsung di lapangan. Sebanyak 35 nelayan mengikuti pelatihan, dan dilakukan survei pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman keselamatan sebesar 67,4%, dari rata-rata nilai pre-test 42,6 menjadi post-test 71,3. Setelah pelatihan, 91% peserta menyatakan siap menggunakan alat keselamatan sesuai prosedur, dan 77% telah melengkapi perahunya dengan minimal satu alat keselamatan baru yang disarankan. Pendampingan teknis dilakukan selama 4 minggu dengan kunjungan langsung ke 22 perahu nelayan, yang menghasilkan 18 perahu (81,8%) telah memenuhi standar minimal keselamatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif dan pendampingan berbasis komunitas mampu mendorong kesadaran dan tindakan nyata nelayan terhadap pentingnya keselamatan melaut. Pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model replikasi di daerah pesisir lainnya dengan karakteristik serupa.
Cara Kerja Air Conditioner Denso Type LD8I Pada Bus Mercedes-Benz OH 1626 Wiyono, Teguh; Siswanto, Siswanto; Tri Utami, Desi
Politeknosains Vol 24 No 1 (2025): Jurnal Politeknosains Volume 24 Nomor 1 - Maret 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Pratama Mulia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan kondisi udara yang nyaman pada saat ini nampaknya sudah merupakan kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, terutama pada kendaraan terutama bus dan ruangan atau gedung yang biasa digunakan untuk kegiatan tertentu. Upaya manusia untuk menciptakan kondisi yang nyaman diantaranya dengan menggunakan sistem Air Conditioning (AC). Definisi dari AC adalah suatu proses pengkondisian udara dimana udara itu didinginkan, dikeringkan, dibersihkan dan disirkulasikan yang selanjutnya jumlah dan kualitas dari udara yang dikondisikan tersebut di kontrol. Pengontrolan itu meliputi temperatur, kelembaban dan volume udara pada setiap kondisi yang diinginkan.Pemakaian sistem AC pada kendaraan terutama bus bertujuan untuk mempertahankan temperatur udara di dalam kendaraan pada kondisi nyaman khususnya bagi pengemudi dan penumpang. Selain itu, pemasangan AC pada Bus juga dapat bermanfaat untuk menghindari terjadinya pengembunan pada kaca mobil ketika musim hujan. Sistem AC pada kendaraan ditenagai oleh gas refrigeran dan menggunakan kompresor untuk mendinginkan udara di dalam kabin. Kompresor terhubung ke evaporator yang mendinginkan udara saat melewatinya. Udara dingin tersebut kemudian dikirim melalui ventilasi di kabin kendaraan . Saat Anda mematikan mesin kendaraan, gas refrigeran berhenti mengalir dan kendaraan akan cepat panas kembali