Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Usulan Perbaikan Tata Letak Gudang Blok B1, B2, B3 Menggunakan Dedicated Storage Dan Validasi Hasil Dengan Pendekatan Simulasi di PT. XYZ Donny Setiawan; Lely Herlina; Evi Febianti
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.411 KB)

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyewaan gudang logistik. PT. XYZ memiliki 34 gudang yang digunakan untuk menyimpan berbagai produk para costumer nya, diantaranya yaitu baja, coil, semen, material bangunan, biji pellet, serta oli. Penelitian kali ini dilakukan pada gudang blok B1, B2, B3 PT. XYZ yang ditempatkan produk oli dari pihak PT. ABC. Permasalahan yang ada saat ini adalah belum adanya aturan baku mengenai tata letak produk di gudang. Sehingga berakibat pada terganggunya proses bongkar muat dan aktivitas material handling. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang layout yang baik berdasarkan prinsip dedicated storage, mengetahui total jarak dan biaya material handling sebelum dan sesudah dilakukan perbaikan. Untuk menjelaskan persoalan tersebut, digunakan metode dedicated storage dan validasi hasil dengan pendekatan simulasi. Hasil perancangan dengan metode dedicated storage adalah dengan menempatkan produk yang berdasar pada aktifitas keluar masuk produk di gudang dengan jarak tempuh slot terpendek terhadap pintu keluar masuk gudang sehingga didapatkan total jarak material handling sebesar 45671,9 m dengan biaya material handling sebesar Rp 52.606.721. Jarak ini mengalami penurunan sebesar 33574,22 m dan penurunan biaya material handling sebesar Rp 38.672.132 atau sekitar 42,36% dari jarak sebelumnya, yaitu 79246,12 m dengan biaya material handling sebesar Rp 91.278.853.
Usulan Perbaikan Tata Letak Gudang dengan Menggunakan Metode CRAFT (Studi Kasus di Gudang K-Store, Krakatau Junction) Lina Yuliana; Evi Febrianti; Lely Herlina
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.37 KB)

Abstract

K-Store adalah unit usaha department store PRIMKOKAS (Primer Koperasi Karyawan Krakatau Steel), toko swalayan yang menjual barang-barang konsumsi dan perlengkapan rumah tangga. Pengoperasian department store tentunya tidak lepas dari keberadaan gudang/ruang penyimpanan barang. Adapun permasalahan yang dialami adalah layout gudang yang tidak tertata dengan baik membuat proses material handling menjadi kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan perbaikan tata letak pabrik dengan meminimasi jarak material handling. Pengolahan data yang dilakukan adalah dengan metode CRAFT (Computerized Relative Allocation Facilities Technique). Metode CRAFT dilakukan dengan mempertukarkan lokasi kegiatan pada layout awal unuk menemukan pemecahan yang lebih baik berdasarkan peta hubungan aktifitas. Pertukaran-pertukaran selanjutnya membawa ke arah layout yang mendekati jarak material handling yang minimum. Hasil perhitungan menunjukkan jarak material handling pada layout awal adalah 257,3 meter. Sedangkan Hasil perhitungan menunjukkan jarak material handling pada layout usulan adalah 241,65 meter. Layout usulan dengan menggunakan metode CRAFT memberikan pengurangan total jarak material handling sebesar 15,65 meter. Dengan demikian, penerapan layout usulan akan membuat proses pergudangan di gudang K-Store menjadi lebih optimal.
Usulan Lean Manufacturing System untuk Mereduksi Waste Dan Efisiensi Biaya Produksi Di PT. ABC Divisi Slab Steel Plant 1 Aan Maulana; Lely Herlina; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 3 November 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.601 KB)

Abstract

Dalam dunia industri yang kompetitif setiap perusahaan harus dapat bersaing dengan memberikan produk yang unggul dengan harga yang kompetitif serta harus dapat memenuhi permintaan pasar. PT. ABC merupakan perusahaan baja milik negara (BUMN) yang beroperasi sejak tahun 1970, dalam proses bisnisnya PT. ABC merupakan perusahaan hulu hilir dengan memiliki beberapa divisi. Penelitian ini dilakukan di divisi slab steel plant 1, dari hasil pengamatan dan diskusi diketahui bahwa dalam proses produksi yang dilakukan divisi slab steel plant 1 terdapat aktivitas yang mengindikasikan kedalam waste seperti waktu menunggu PT. PBH ganti slagpot, buang slag dan delay operasi, hal tersebut menyebabkan waktu produksi menjadi lebih panjang serta biaya produksi menjadi lebih tinggi. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah mengetahui faktor penyebab waste dominan, membuat usulan untuk mereduksi waste yang dominan, menghitung perbandingan biaya sebelum dan sesudah reduksi waste dominan. Untuk mengatasi hal tersebut digunakan konsep lean dengan metode value stream mapping. Langkah yang dilakukan adalah membuat big picture mapping, membuat process activity mapping, melakukan perhitungan process activity mapping, pengkategorian aktivitas, analisa sebab akibat dengan diagram fishbone dan melakukan usulan perbaikan. Dari hasil pengolahan data diketahui faktor penyebab terjadinya waste dominan adalah operator kurang memahami SOP, konsumsi oksigen tinggi, slag bersifat asam, daya angkat crash berkurang, antri crash, ukuran grafit tidak standard dan metalisasi rendah. Usulan perbaikan yang dilakukan adalah melakukan process control dan modifikasi injector grafit. Biaya waste yang dikeluarkan oleh perusahaan pada bulan Oktober tahun 2013 adalah Rp. 87.121.999,- setelah dilakukan reduksi waste dominan biaya tersebut menjadi Rp.0,-.
Analisa Line Balancing Dengan Metode Genetika Algoritma Pada Lintasan Produksi Di PT. X Theresa Novita Sari; Lely Herlina; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 3 November 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.671 KB)

Abstract

Keseimbangan lintasan dalam aliran proses produksi tidak jarang masih kurang mendapatkan perhatian dalam suatu industri, padahal suatu industri perlu memperhatikan keseimbangan proses produksi dan produktifitas kerja. PT. X adalah industri garment, di dalam PT. X banyak lini produksi yang mengerjakan aktivitas produksi yang berbeda-beda, dengan adanya perbedaan aktivitas kerja maka masalah kelebihan atau kekurangan waktu produksi dapat berpengaruh pada keseimbangan arus produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai cycle time dan mendapatkan jumlah stasiun kerja baru yang seimbang untuk proses produksi di PT. X dan merekomendasikan usulan urutan proses produksi. Oleh karena itu dibutuhkan analisa line balancing, adapun penelitian ini menggunakan metode genetika algoritma. Hasil yang didapatkan nilai cycle time sebesar 1,510 dan jumlah stasiun kerja baru sebanyak 13. Usulan urutan proses produksi yang di berikan di dapatkan dari hasil iterasi kesepuluh dengan nilai line efisiensi sebesar 74,74 % dan nilai balance delay sebesar 25,26 %. Adapun urutan prosesnya ialah task 1, 2, 3, 7 dan 8 digabungkan menjadi satu stasiun kerja untuk stasiun kerja pertama, selanjutnya task 5 dan 6 digabungkan sebagai stasiun kerja kedua, task 4 menjadi stasiun kerja ketiga, task 9 dan 10 menjadi stasiun kerja keempat, task 12, 11, dan 13 untuk stasiun kerja kelima, task 14, 15, 17, 16, 18, dan 20 untuk stasiun kerja keenam, task 23, 19, 22, dan 21 untuk stasiun kerja ketujuh, task 25 dan 24 untuk stasiun kerja kedelapan, task 28, 27, dan 26 untuk stasiun kerja kesembilan, task 29, 38, dan 31 untuk stasiun kerja kesepuluh, task 30, dan 37 untuk stasiun kerja kesebelas, task 35, 33, 36, dan 34 untuk stasiun kerja keduabelas, dan penggabungan terakhir dalam line usulan ini ialah task 39 dan 32.
Usulan Layout Perkantoran Baru Menggunakan Metode Activity Relationship Chart dan Blocplan Di PT. Krakatau Bandar Samudera Fauzan Hamdani; Lely Herlina; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.399 KB)

Abstract

PT. Krakatau Bandar Samudera (KBS) merupakan badan usaha yang bergerak dalam bidang jasa dan merupakan pelabuhan terdalam di Indonesia yang disiapkan untuk menangani segala jenis cargo baik curah kering, curah cair maupun container. Pekerjaan yang dilakukan oleh setiap departemen memiliki keterkaitan satu sama lain, dimana letak dari satu departemen dengan departemen yang berhubungan harus saling berdekatan, sehingga layout dalam suatu perkantoran harus tertata dengan rapih. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan tingkat kedekatan, bobot jarak yang optimal dan perancangan layout pekantoran baru di PT Krakatau Bandar Samudera. Perancangan layout ini menggunakan metode Activity Relationship Chart dan blocplan. Perancangan layout ini juga memperhatikan flow bisnis dari perusahaan. Hasil dari penelitian ini berupa layout baru untuk perkantoran di PT. Krakatau Bandar Samudera. Layout ini mempunyai bobot jarak terkecil dari satu departemen ke departemen yang lain. Setelah dilakukan perancangan ulang layout perkantoran baru di PT Krakatau Bandar Samudera bahwa bobot jarak yang optimal adalah 492268,2 dengan penurunan sebesar 48,4 %. Usulan perkantoran baru mempunyai dimensi panjang sebesar 80,1 meter, dimensi lebar 57 meter sehingga luas nya adalah 4.564 m2. Dengan luas perkantoran utama yaitu 1.854 m2, luas pelayanan personil kantor adalah 1169 m2 dan allowance gang sebesar 51 %.
Usulan Perbaikan Di Pertigaan Jalan Gerbang Tol Cilegon Timur Untuk Mengurangi Kemacetan Dengan Menggunakan Simulasi Dean Bangkit Prasetya; Muhammad Adha Ilham; Lely Herlina
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 3 November 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.011 KB)

Abstract

Kemacetan yang terjadi pada kota Cilegon salah satunya yaitu pada pertigaan jalan yangmenghubungkan arah Bojonegara, Lintas Selatan PCI dan Gerbang Tol Cilegon Timur. Pada pertigaanjalan tersebut sering terjadinya kemacetan yang panjang disaat waktu sibuk (peak hour). Menurut hasildiskusi dengan dinas perhubungan yang sedang berada di tempat, kemacetan terjadi disebabkanbeberapa faktor, antara lain dikarenakan jalan yang sempit, jalan yang rusak dan ketertiban angkutanumum yang berhenti disisi jalan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan panjang kemacetankendaraan yang menunggu pada keadaan eksisting di pertigaan jalan Gerbang Tol Cilegon Timur danmerancang usulan perbaikan untuk mengurangi kemacetan kendaraan pada pertigaan jalan Gerbang TolCilegon Timur. Adapun software yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan ProModel StudentVersion. Dari data yang telah dirancang menjadi sebuah simulasi dapat diperoleh hasil yaitu : Entitaskendaraan terbesar yang mengalami kemacetan adalah pada jalur Bojonegara, dan didapatkankemacetan maksimal pada pukul 17.00-18.00 WIB. Dengan begitu diadakannya 3 usulan perbaikan,yaitu: Menertibkan kendaraan umum pada jalur ke\ arah PCI. Menertibkan kendaraan umum pada jalurkea rah Tol dan Memperlebar jalan yang terdapat pada jalur Bojonegara. Dan kombinasi keduaalternatif yaitu, Menertibkan kendaraan umum pada jalur kea rah PCI dan Tol, serta melakukanpelebaran jalan pada Bojonegara. Dengan begitu, didapatkan usulan perbaikan yang dipilih, yaitu padausulan perbaikan 3. Dengan konsekuensi, yaitu: Pengaspalan pada jalan Bojonegara untuk pelebaranjalan, regulasi dengan pihak supir angkutan umum untuk lebih tertib dengan peraturan lalu lintas yaitumenunggu penumpang di tempat yang telah disediakan yaitu Terminal Seruni Cilegon. Dan petugaskepolisian untuk lebih tegas terhadap peraturan lalu lintas yang telah dipublikasikan terhadapmasyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.
Usulan Penjadwalan Produksi Pada Aliran Flow Shop dengan Algoritma Genetika untuk Meminimasi Makespan Latif Bayani; Lely Herlina; Evi Febianti
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 3 November 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.953 KB)

Abstract

CV. Serang Teknindo merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur. Sering terjadiketerlambatan pengiriman pada produk cuople menjadi alasan produk cuople perlu dilakukanpengurutan pekerjaan atau penjadwalan produksi. Penjadwalan adalah pengurutan pembuatan produksecara menyeluruh yang dikerjakan pada beberap buah mesin. Tujuan penelitian ini adalah menentukanurutan pekerjaan yang optimal di CV.Serang Teknindo agar diperoleh makespan minimum denganmenggunakan metode algoritma genetika dan untuk mengetahui nilai makespan minimum yangdihasilkan dari penjadwalan yang dilakukan. Pada perhitungan dengan pendekatan algoritma genetikaini, populasi awal dipilih dari hasil perhitungan algoritma CDS dengan memilih dua urutan yang lebihbaik. Selanjutnya dilakukan crossover dan mutasi untuk mendapatkan induk baru yang dipilih melaluiseleksi. Metode crossover yang dilakukan adalah Partially Mapped Croccover (PMX), metode mutasiyang dilakukan adalah Reciprocal Exchange Mutation (REM), sedangkan metode seleksi yang digunakanadalah Steady-state Selection. Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan, diperoleh urutan pekerjaanyang optimal dalam penjadwalan produksi pada aliran flow shop dengan menggunakan algoritmagenetika adalah 1-2-5-6-4-3 atau urutan job yang harus dikerjakan yaitu dimulai dari produk cuople segidua dalam, kemudian cuople segi tiiga dalam, kemudian cuople segi enam dalam, kemudian cuople segidelapan dalam, kemudian cuople segi empat dalam, kemudian job terakhir yang dikerjakan adalahcuople trapesium dan Makespan minimum yang dihasilkan dari penjadwalan yang telah dilakukanadalah sebesar 23252,24 menit.
Identifikasi Waste Menggunakan Waste Assessment Model (WAM) Pada Lini Produksi PT. KHI Pipe Industries Andi Rahayu Putri; Lely Herlina; Putro Ferro Ferdinant
Jurnal Teknik Industri Untirta VOL. 5 NO. 1 MARET 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.361 KB)

Abstract

PT. KHI Pipe Industries merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pembuatan pipa baja las terbesar di Indonesia. Berdasarkan report pembuatan pipa gas spiral pada periode sebelumnya, terdapat bebrapa jenis waste seperti overproduction yang berasal dari jumlah pipa reject sebanyak 57 dari 885 pipa yang diproduksi, yang menyebabkan produksi pipa harus dilebihkan 57 buah untuk mengganti produk pipa yang reject, hal ini pula yang menyebabkan adanya waktu menunggu untuk pipa dapat dilakukan proses berikutnya, dari report produksi yang sama ditemukan juga 1290 defect dari 11 jenis defect pengelasan y. Identifikasi waste dilakukan pada work order berikutnya dengan menggunakan waste assessment model dan didapat nilai persentase akhir untuk masing-masing waste adalah 27% untuk defects, 18% untuk overproduction, 14 untuk inventory, 13 untuk motion, 11% untuk transportation, 8% untuk process dan 8% untuk waiting. Defect merupakan waste terbesar yang didapat dari perhitungan hasil kuisioner WAM, maka Value Sream Mapping Tools (VALSAT) yang digunakan adalah quality filter mapping. Akar permasalahan dari defect yang ada diketahui dengan menggunakan Fault Tree Analysis (FTA), dan dari akar permasalahan yang ada dibuat usulan perbaikan dengan menggunakan tools 5W1H, seperti memberikan pelatihan on the job training untuk operator, maintenance mesin yang rutin, pergantian suku cadang berkala, perbaikan bagian penyimpanan serta pemilihan material yang lebih baik.
Measurement of Work Posture Score Using Rapid Upper Limb Assessment and Quick Exposure Check in Tofu Industry Ade Sri Mariawati; Lely Herlina; Naufal Bimo Wicaksana
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 13 No. 1 (2023): VOLUME 13 NO 1 MARET 2023
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jti.v13i1.17517

Abstract

Intisari— Kegiatan produksi pada industri kecil menengah (IKM) Tahu X meliputi berbagai macam proses mulai dari proses perendaman bahan baku tahu kedelai hingga proses pemasaran tahu. Dalam pengerjaanya, pabrik masih menggunakan metode tradisional dan tenaga manusia sebagai operatornya. Berdasarkan pengamatan, postur kerja saat bekerja dapat menimbulkan berbagai keluhan musculoskeletal pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagian tubuh manakah yang berpotensi mengalami cidera musculoskeletal dengan memanfaatkan metode Rapid Upper Limb Assesment (RULA) dan Quick Exposure Check (QEC) serta memberikan rancangan perbaikan yang sesuai dengan hasil yang ditemukan. Metode penelitian ini dilakukan dengan mengolah informasi berupa data postur tubuh pekerja di stasiun kerja tertentu yang kemudian diolah menggunakan metode standar RULA dan QEC. Hasil yang diperoleh adalah adanya postur kerja yang berbahaya yaitu pada Stasiun Penyaringan dan Stasiun Pencetakan dengan nilai RULA masing-masing adalah 7 dan 6 dengan kategori resiko tinggi, dan nilai QEC masing-masing 60,79% dan 64,2% dengan kategori resiko sedang. Setelah diberikan usulan perbaikan terdapat penurunan pada skor RULA di Stasiun Penyaringan dan Stasiun Pencetakan menjadi masing-masing adalah 5 dan 5 dengan kategori resiko sedang. Abstract— Production activities at small and medium industries (SMEs) Tofu X include various processes ranging from soaking the raw materials of soybean tofu to the marketing process of tofu. The factory still uses traditional methods and human labour as the operator in the process. Based on observations, work postures can cause various musculoskeletal complaints in workers. This study aims to determine which parts of the body have the potential to experience musculoskeletal injuries by utilizing the Rapid Upper Limb Assessment (RULA) and Quick Exposure Check (QEC) methods and provide an improvement plan that is by the results found. This research method is carried out by processing information in the form of body posture data of workers at specific workstations, which are then processed using the standard RULA and QEC methods. The results obtained are the presence of dangerous work postures at the Screening Station and Printing Station with RULA values of 7 and 6 in the high-risk category, and the QEC values, respectively, 60.79% and 64.2% in the medium-risk category. After being given the improvement model, there was a decrease in the RULA score at the Screening Station and Printing Station to 5 and 5, respectively, with a moderate risk category.
Pengenalan dan Implementasi Sistem Proteksi Motor Induksi pada Industri Pembangkit Listrik di Kota Cilegon Rocky Alfanz; Rozan Ariq Zhalifunnas; Ani Umyati; Lely Herlina; Rian Fahrizal
ELDIMAS: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 2 No 1 (2024): Mei - Oktober 2024
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ejppm.v2i1.13

Abstract

Industri pembangkit listrik memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Terutama dalam upaya pemenuhan kebutuhan terkait dengan energi untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Dalam proses pembangkitan listrik melibatkan sekumpulan mesin dan peralatan yang digunakan untuk menghasilkan tegangan listrik melalui proses transformasi energi dari berbagai sumber. Pada dasarnya banyak pembangkit listrik menggunakan motor induksi tiga fasa adalah jenis motor listrik yang menggunakan tiga fase dari sistem daya listrik arus bolak-balik untuk menghasilkan gerakan mekanis. Ini adalah jenis motor yang paling umum digunakan di berbagai aplikasi industri dan komersial karena keandalannya, efisiensinya, dan biayanya yang relatif rendah. Pada pada kasus ini industri pembangkit di kota Cilegon dengan mengenalkan bagaimana sistem proteksi ini menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa motor dapat beroperasi dengan aman, terhindar dari kerusakan yang disebabkan oleh berbagai gangguan listrik yang mungkin terjadi selama proses penggerakan boiler feed pump. Melihat pentingnya sistem proteksi motor induksi ini, maka perlu dilakukan pengenalan serta implementasi sistem proteksi motor induksi sekaligus analisis fungsi-fungsi utamanya. Hasil pengujian sistem proteksi dengan cara injection current mensimulasikan berbagai gangguan menunjukan bahwa relay tersebut dalam kondisi baik dan layak digunakan sehingga tidak diperlukan perbaikan penggantian yang signifikan