Indradi Wijatmiko
Unknown Affiliation

Published : 30 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

STUDI EKSPERIMENTAL DAKTILITAS PADA BALOK BETON BERTULANG MUTU SEDANG DENGAN PENAMBAHAN TULANGAN SENGKANG PERSEGI KOMBINASI PADA DAERAH TEKAN Puthut Alfian Akbar; Indradi Wijatmiko; Ari Wibowo; Christin Remayanti Nainggolan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor penting dalam mendesain struktur tahan gempa adalah daktilitas. Daktilitas struktur dapat ditingkatkan dengan menggunakan tulangan sengkang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sengkang persegi kombinasi pada daerah tekan balok beton bertulang terhadap daktilitas, kekuatan lentur, dan mekanisme keruntuhan balok. Spesimen uji berupa balok beton bertulang dengan dimensi 20 cm x 25 cm x 300 cm dengan tulangan tekan berukuran 2D – 13, tulangan tarik 3D – 19, serta sengkang dengan jarak Ø8-150 . Sebagai variabel penelitian, diterapkan penambahan konfigurasi sengkang persegi kombinasi dengan jarak 150 mm pada zona tekan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan daktilitas sebesar 34,49% pada balok dengan sengkang persegi kombinasi dibandingkan dengan balok normal. Selain itu, kekuatan lentur balok juga mengalami peningkatan sebesar 3,67%. Mekanisme keruntuhan yang terjadi pada balok dengan variasi sengkang ini mengikuti pola keruntuhan lentur, yaitu dengan terbentuknya retak-retak vertikal yang merambat dari serat tarik menuju serat tekan. Kata kunci : daktilitas, balok beton bertulang, pengekangan, mekanisme keruntuhan, analisis beban-lendutan
Analisis Daktilitas dan Kuat Lentur dengan Menggunakan Hubungan Momen-Kurvatur pada Balok Beton Bertulang dengan Penambahan Tulangan Transversal Persegi pada Daerah Tekan Faselsakti Ifolala Johanes Laia; Ari Wibowo; Indradi Wijatmiko; Christin Remayanti Nainggolan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu elemen struktur yang baik haruslah bersifat daktail. Salah satu cara untuk meningkatkan sifat daktail suatu balok adalah dengan menambahkan kekangan pada daerah tekan balok. Pada penelitian ini, akan dilakukan analisis kurva trilinier hubungan momen-kurvatur pada dua elemen struktur, yakni struktur balok beton bertulang normal tanpa penambahan kekangan dan balok dengan penambahan kekangan berupa sengkang persegi di daerah tekan balok. Penambahan kekangan dengan sengkang persegi di daerah tekan balok menghasilkan peningkatan kuat lentur sebesar 19,984%. Penambahan kuat lentur tidak signifikan dikarenakan adanya peningkatan tegangan pada beton yang terkekang. Namun, nilai daktilitas kurvatur meningkat signifikan pada balok beton bertulang dengan penambahan kekangan dengan nilai μϕ = 7,09, dibandingkan pada balok normal tanpa penambahan kekangan dengan nilai μϕ = 6,27. Hal ini disebabkan kerena rasio volume sengkang meningkat dibandingkan volume inti beton sehingga menyebabkan nilai kurvatur ikut meningkat.
Analisis Pengaruh Bukaan terhadap Efisiensi Energi dan Termal Berbasis Building Information Modelling pada Proyek Gedung Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri Universitas Padjadjaran Bastiyan Bara Ramadhan; Indradi Wijatmiko; M. Hamzah Hasyim
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besarnya dampak yang ditimbulkan oleh bangunan pada konsumsi energi global menimbulkan kecemasan terkait dampak jangka panjang yang disebabkan seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia. Penelitian ini menganalisis konsumsi energi operasional pada bangunan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri Universitas Padjadjaran dan memberikan alternatif desain dengan cara penambahan bukaan dan analisis dampak termal. Dengan menggunakan Building Information Modelling (BIM) sebagai alat dalam menganalisis, didapatkan hasil bahwa konsumsi energi rata-rata bangunan pada skenario eksisting adalah sebesar 326 kWh/m2/tahun. Setelah penerapan desain alternatif yang sudah direncanakan, konsumsi energi rata-rata bangunan mengalami penurunan menjadi 280 kWh/m2/tahun. Penerapan desain alternatif menimbulkan peningkatan termal maksimal sebesar 4,62⁰C. Peningkatan termal dapat dikompensasi dengan meningkatkan kecepatan udara untuk mempertahankan suhu udara seperti semula. Biaya yang dibutuhkan untuk desain alternatif sebesar Rp814.940.000,00. Desain alternatif yang diberikan mampu menurunkan emisi karbon yang dihasilkan bangunan diabndingkan dengan skenario eksisting sebesar 14,11%.   Kata Kunci: Building Information Modelling (BIM), Konsumsi Energi, Analisis Termal.
Pendekatan Non-destruktif Berbasis UPE (Ultrasonic Pulse Echo) untuk Deteksi Cacat Tulangan pada Beton Pracetak: Analisis Amplitudo dan B-Scan Agriva Amelia S; Indradi Wijatmiko; Ari Wibowo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan beton pracetak yang kerap kali terjadi dalam sebuah struktur dapat membuat sebuah struktur mengalami kegagalan fungsinya. Untuk mencegah hal tersebut diperlukan adanya pemeliharaan dan pemeriksaan struktur beton secara rutin. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan kerusakan pada beton adalah beban berlebih, kondisi lingkungan, dan kesalahan dalam perencanaan maupun pelaksanaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cacat tulangan pada beton pracetak menggunakan metode Ultrasonic Pulse Echo (UPE). Beton, sebagai material konstruksi utama, menghadapi tantangan berupa cacat seperti retakan, rongga, dan korosi yang dapat menurunkan kekuatannya. Dengan pertumbuhan infrastruktur di Indonesia, kebutuhan untuk evaluasi struktur yang efisien dan ekonomis semakin meningkat. Penelitian ini menggunakan benda uji beton bertulang yaitu dengan dimensi 35 cm x 45 cm x 22 cm.Terdapat 10 jenis benda uji pada penelitian ini berupa beton dengan selongsong dan tanpa selongsong, dimana terdapat perbedaan dari segi dimensi dan kondisi tiap tulangan seperti tulangan sehat, tulangan berkarat, dan tulangan yang menggunakan akrilik sebagai permodelan rongga. Pengujian menggunakan alat Schmidt Hammer untuk kuat tekan dan PUNDIT PL-200PE untuk UPE. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak PL-Link untuk menentukan hasil yaitu scanning, waveform dan velocity. Hasil pengujian menunjukkan bahwa amplitudo pada benda uji dengan selongsong seng dan waterpath lebih rendah dibandingkan dengan tulangan sehat atau korosi. Sementara itu, benda uji tanpa selongsong seng menunjukkan perbedaan amplitudo yang tidak signifikan antara kondisi tulangan sehat dan korosi, sehingga memerlukan analisis lebih lanjut. Pada hasil B-scan, benda uji dengan selongsong seng memberikan visualisasi posisi tulangan yang lebih jelas dan terdefinisi. Sebaliknya, benda uji tanpa selongsong seng menghasilkan spektrum warna yang lebih menyebar, menyebabkan posisi tulangan sulit didefinisikan dan menunjukkan penurunan letak tulangan. Cacat berupa rongga atau korosi pada tulangan sulit diidentifikasi secara visual melalui pemindaian. Kata Kunci: UPE (Ultrasonic Pulse Echo), Beton Pracetak, Cacat Tulangan
Integrasi Manajemen Risiko dengan BIM 4D dan Event Tree Analysis (ETA) pada Konstruksi Jembatan (Studi Kasus: Jembatan 6 STA 19+881 Tol Akses Patimban Paket 1) Satria Azhari; As’ad Munawir; Indradi Wijatmiko
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Building Information Modeling (BIM) 4D mendukung manajemen risiko konstruksi melalui integrasi model 3D dan jadwal proyek, memungkinkan analisis potensi kecelakaan secara spasial dan temporal. Penelitian ini menganalisis risiko kerja pada Jembatan No.6 STA 19+881 Tol Akses Patimban dengan pendekatan BIM 4D, AHP, dan Event Tree Analysis (ETA). Model 3D dibuat menggunakan Autodesk Revit, prioritas risiko dinilai dengan AHP (8 responden), dan analisis skenario risiko melalui ETA (7 responden). Hasil AHP menunjukkan pekerjaan girder paling berisiko, dengan “tertimpa girder jatuh” sebagai initial event utama. ETA menghasilkan 16 skenario dengan probabilitas: kecelakaan ringan (2,165 × 10⁻³), sedang (3,251 × 10⁻⁶), berat (2,0005 × 10⁻⁹), serta tidak terjadi kecelakaan (0,5408). Mitigasi efektif meliputi pengecekan sling, pembatasan area, kepatuhan SOP, dan APD. Seluruh data diintegrasikan ke BIM 4D menggunakan Autodesk Navisworks, memungkinkan visualisasi risiko secara real-time. Pendekatan ini terbukti mendukung keselamatankerja proyek infrastruktur jembatan.
Pengaruh Konsentrasi dan Ukuran Butiran Sedimen Aliran Banjir terhadap Karakteristik Hidraulis Aliran dan Morfologi Sungai Tawing, Kabupaten Trenggalek dengan Pemodelan Numerik I Putu Dio Ananda Wira Prasetya; Indradi Wijatmiko; Yatnanta Padma Devia
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Tawing, Kabupaten Trenggalek merupakan sungai yang rawan banjir dan tanah longsor, sehingga perubahan karakteristik aliran dan morfologi sungai perlu dianalisis lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi sedimen melayang dan ukuran butiran sedimen terhadap karakteristik hidraulis aliran serta perubahan morfologi Sungai Tawing pada kondisi aliran banjir. Analisis dilakukan menggunakan pemodelan numerik dengan software HEC-RAS 2D berupa simulasi aliran banjir kala ulang 100 tahun sebesar 111,69 m3/s selama 24 jam. Skenario pemodelan mencakup variasi konsentrasi sedimen melayang sebesar 12 mg/L, 18 mg/L, dan 22 mg/L serta variasi ukuran butiran sedimen dengan nilai D50 sebesar 2,787 mm, 3,727 mm, dan 5,163 mm. Hasil simulasi menunjukkan bahwa variasi konsentrasi sedimen melayang tidak berpengaruh signifikan terhadap karakteristik hidraulis aliran yang ditunjukkan oleh persentase perbedaan nilai kurang dari 1%, tetapi berpengaruh cukup signifikan dan memiliki hubungan yang kuat dengan perubahan morfologi sungai. Sebaliknya, ukuran butiran sedimen menunjukkan pengaruh yang lebih signifikan terhadap karakteristik hidraulis aliran, sementara hubungannya dengan perubahan morfologi bersifat lebih kompleks dan tidak sepenuhnya dapat dijelaskan dengan regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa ukuran butiran sedimen merupakan parameter utama dalam memengaruhi respons hidraulis dan morfologi Sungai Tawing pada kondisi aliran banjir dengan angkutan sedimen. Kata kunci: konsentrasi sedimen melayang, ukuran butiran sedimen, karakteristik hidraulis aliran, perubahan morfologi, Sungai Tawing
Analisis LCA Berbasis Integrasi BIM terhadap Variasi Material Beton dan Tulangan pada Struktur Gedung Sekolah Dasar Pasar Baru Lathiif Anggoro, Adik Muhammad; Indradi Wijatmiko; Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya sektor industri di tengah pesatnya perkembangan zaman terutama pada sektor konstruksi menimbulkan kekawatiran bagi lingkungan terhadap emisi berbahaya yang menyumbang karbon sebesar 58% dari material beton dan 17% dari tulangan baja. Sehingga pada penelitian ini meninjau solusi alternatif dari segi emisi lingkungan serta biaya terhadap penggantian material ramah lingkungan yang terdiri dari beberapa variasi, diantaranya beton subtitusi fly ash 40%, beton substitusi GGBFS 40%, dan tulangan scrap 60%. Penilaian dampak lingkungan dilakukan dengan metode Life Cycle Assessment dibantu dengan Software One Click LCA yang terintegrasi dengan BIM melalui Autodesk Revit, yang didasarkan pada hasil desain ulang terhadap penggantian material melalui Software Tekla Structural Designer. Hasil menunjukan bahwa variasi beton fly ash 40% dengan tulangan scrap 60% menunjukan emisi paling rendah, bila dibandingkan dengan desain eksisting terjadi penurunan emisi 46,74% yaitu sebesar 2.306.519 Kg CO2e menjadi 1.228.223 Kg CO2e atau 371,8 Kg CO2e/m2 menjadi 197,9 Kg CO2e/m2. Dari segi biaya, selisih harga antara desain eksisting dengan variasi beton fly ash 40% dan tulangan scrap 60% adalah sebesar Rp 4.006.227.359
Analisis Pengaruh Bukaan terhadap Performa Pencahayaan Alami dan Konsumsi Energi Tahunan Berbasis Building Information Modelling Fajar, Mochammad Fajar Efendi; Indradi Wijatmiko; Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor bangunan menyumbang sekitar 32% konsumsi energi global dan di Indonesia berkontribusi hingga 50% dari total penggunaan energi nasional, sementara rasio bukaan jendela terhadap dinding (Window-to-Wall Ratio/WWR) berperan ganda dalam memasukkan cahaya alami sekaligus menambah beban panas matahari pada bangunan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi desain bukaan terhadap performa pencahayaan alami, kondisi termal, dan konsumsi energi tahunan pada Gedung B Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya melalui pendekatan Building Information Modelling (BIM) yang mengintegrasikan simulasi pencahayaan pada Autodesk Revit dan simulasi energi pada Autodesk Insight, mengacu pada SNI 6197:2020 tentang Konservasi Energi pada Sistem Pencahayaan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa desain eksisting hanya memenuhi ambang minimum pencahayaan alami pada 15% dari total luas bangunan. Desain alternatif berupa penambahan bukaan jendela pada sisi timur, selatan, dan utara serta pemasangan Solar Tube pada aula lantai 6 meningkatkan capaian tersebut menjadi 20%. Pengukuran suhu pada kondisi eksisting menunjukkan bahwa sebagian ruang operasional telah melampaui ambang kenyamanan termal 27,1°C (SNI 03-6572-2001) sejak pagi hari. Konsumsi energi tahunan desain alternatif tercatat sebesar 498,96 kWh/m²/tahun, lebih rendah dibandingkan desain eksisting sebesar 508,02 kWh/m²/tahun, dengan penghematan 9,06 kWh/m²/tahun pada komponen pencahayaan meskipun beban pendinginan meningkat 4,843 kWh/m²/tahun. Analisis kelayakan ekonomi menunjukkan bahwa skenario modifikasi bukaan jendela membutuhkan investasi Rp138.307.709,12 dengan penghematan Rp5.184.429,71 per tahun dan payback period 26 tahun 8 bulan 5 hari, dengan Lantai 1 (BCR 1,30) dan Lantai 6 (BCR 1,10) dinyatakan layak. Skenario tambahan Solar Tube membutuhkan investasi Rp197.260.590,91 dengan payback period 27 tahun 3 bulan 11 hari, namun hanya Lantai 1 yang tetap layak secara ekonomi.   Kata Kunci: Window-to-Wall Ratio (WWR), pencahayaan alami, konsumsi energi, Building Information Modelling (BIM), Autodesk Revit, Autodesk Insight, kelayakan ekonomi
Analisis Perbandingan Karbon Terkandung (Embodied Carbon) pada Tiga Skenario Desain Struktur (Beton Konvensional, Baja, dan Beton Pracetak) Menggunakan Integrasi BIM-LCA Studi Kasus: Gedung Geodiversity BRIN Kebumen rabbani, Ikhsan Ghani; Indradi Wijatmiko; Retno Anggraini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik rekayasa struktur di Indonesia umumnya masih berfokus pada pemenuhan kekuatan teknis sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) dan efisiensi biaya, sementara dampak lingkungan dari pemilihan sistem struktur belum dipertimbangkan secara kuantitatif sejak tahap desain. Penelitian ini membandingkan emisi karbon terkandung (embodied carbon) dari tiga skenario sistem struktur, yaitu Beton Bertulang Konvensional (cast-in-place), Rangka Baja, dan Beton Pracetak, pada studi kasus Gedung Geodiversity BRIN Kebumen setinggi tiga lantai. Ketiga skenario dirancang dengan pendekatan berbasis kapasitas (capacity-based design) mengacu pada kapasitas nominal elemen eksisting sebagai baseline, sehingga komparasi bersifat setara (apple-to-apple). Alur kerja penelitian mengintegrasikan Tekla Structural Designer untuk analisis dan desain struktur, Autodesk Revit untuk ekstraksi volume material (Quantity Take-Off), dan platform One Click LCA untuk menghitung Global Warming Potential (GWP) pada lingkup Cradle-to-Practical Completion (Modul A1–A5). Hasil penelitian menunjukkan Skenario Rangka Baja memenuhi kapasitas momen balok 1,1–84,4% dan kapasitas aksial kolom 16,3–82,7% di atas baseline, sedangkan Skenario Beton Pracetak dirancang ekuivalen dengan Skenario 1. Total emisi karbon terkandung yang dihasilkan adalah 2.172.196 kg CO2e untuk Beton CIP, 2.141.466 kg CO2e untuk Rangka Baja, dan 1.878.811 kg CO2e untuk Beton Pracetak, dengan Modul A1–A3 menyumbang 82–84% dari total emisi pada ketiga skenario. Beton Pracetak tercatat sebagai skenario dengan emisi terendah, 13,5% di bawah Beton CIP, meskipun capaian ini dipengaruhi pemilihan data EPD generik yang telah menyertakan asumsi kandungan tulangan industri. Analisis kelayakan ekonomi berada di luar lingkup penelitian ini dan direkomendasikan sebagai kajian lanjutan melalui pendekatan Life Cycle Cost.
Analisis Embodied Carbon pada Modular Construction melalui Integrasi Building Information Modelling Studi Kasus Manufaktur X di Jawa Barat Al Firos, Zaidan Dafa' Al Firos; Kartika Puspa Negara; Indradi Wijatmiko
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modular construction berkembang sebagai pendekatan konstruksi berkelanjutan, namun evaluasi terukur terhadap jejak karbon materialnya belum banyak diintegrasikan dengan model digital bangunan. Penelitian ini menganalisis nilai embodied carbon fase produksi (cradle-to-gate) modul Flat Pack produksi PT X pada proyek Y di Ibu Kota Nusantara (IKN), melalui integrasi model Building Information Modelling (BIM) dengan perangkat lunak Life Cycle Assessment (LCA). Komponen dimodelkan tiga dimensi pada Autodesk Revit 2025, data kuantitas material diekstraksi memakai fitur Material Takeoff (MTO) dan divalidasi terhadap spesifikasi berat modul aktual, kemudian dipetakan ke basis data Environmental Product Declaration (EPD) untuk menghitung Global Warming Potential (GWP). Validasi menunjukkan model BIM merepresentasikan massa aktual modul dengan deviasi 2,4%. Analisis embodied carbon menghasilkan total GWP 9.070 kgCO₂e per ruangan (dua modul, 27,44 m²) yang setara dengan 330,5 kgCO₂e/m². Baja struktural SS400 menjadi kontributor emisi terbesar (42,1%), diikuti Aluminium Composite Panel/ACP pada dinding (34,3%) walaupun hanya menyumbang 14,3% massa modul. Integrasi BIM dan LCA terbukti mampu menyediakan data kuantitas material yang akurat dan tertelusur untuk analisis embodied carbon komponen modular dan dapat direplikasi ke komponen lain. Kata Kunci: Building Information Modelling (BIM), Embodied Carbon, Life Cycle Assessment (LCA), Modular Construction, Cradle-to-Gate