Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGARUH SEDUHAN BAWANG PUTIH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI : LITERATUR REVIEW Sunarno, Rita Dewi; Syarif, Ahmad
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i3.1505

Abstract

Hypertension is an increase in systolic blood pressure greater than or equal to 140 mmHg, and an increase in diastolic pressure greater than or equal to 90 mmHg. Hypertension is a health problem in all parts of the world and is a major risk factor for cardiovascular disease. One of the non-pharmacological therapies that can be applied to lower blood pressure is using a decoction of garlic which contains allicin which is efficacious as an antihypertensive. This study aims to conduct a literature review related to the effect of steeping garlic on reducing blood pressure in hypertensive patients. This literature study uses the literature review method. Search for articles or journals using keywords (AND, OR NOT) that are used to expand or specify. The keywords used in this study were "garlic infusion" and "hypertension". The data used were 10 national and international articles obtained from the screening results of a number of articles from Science Direct, Emerald Insight, and Google Schoolar. Based on the results of the journals collected, it was found that garlic steeping water was able to reduce blood pressure in hypertensive patients. Based on a literature review study, giving garlic steeping water can reduce blood pressure in hypertensive patients
Pengaruh Edukasi terhadap Pengetahuan dan Kepatuhan Obat pada Penderita TB di Karanganyar Firmanda, Giovanni Iga; Pratiwi, Wahyu Nur; Sunarno, Rita Dewi; Wahyuningsih, Aries
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.104297

Abstract

Introduction: Pulmonary Tuberculosis (TB) is one of infectious diseases which remains as significant health issue in communities. The increasing cases of TB are often caused by medication non-adherence.Objective: To evaluate the effect of educational intervention toward medication knowledge and adherence among TB patients in Karanganyar.Method: This study was pre-experimental research with a One Group Pretest-Posttest design involving 30 TB patients as respondents, which were selected using purposive sampling. The respondents were provided with education in the form of direct counseling on TB disease, the importance of medication adherence, and the consequences of non-adherence behavior. The education was conducted in one group session lasting 30-45 minutes, where all participants engaged together in the session. Data were collected through questionnaires measuring medication knowledge and adherence before and after the education. Statistical analysis was performed using a paired t-test to compare the knowledge and adherence scores before and after the intervention.Results: The results showed a significant increase in the knowledge score and adherence of respondents’ treatment after education. The average knowledge score before education increased from 6,53 to 7,93 points. Likewise, the average adherence score before education increased from 8,97 to 17,27. The paired t-test obtained a p-value of 0,000 for both variables.Conclusion: Direct health education significantly improves the knowledge and treatment adherence of TB patients.INTISARILatar belakang: Penyakit menular menjadi masalah kesehatan yang signifikan di masyarakat dan Tuberkulosis Paru (TB) menjadi salah satu penyakit menular yang paling mengkhawatirkan. Peningkatan jumlah kasus TB sering kali disebabkan oleh ketidakpatuhan terhadap pengobatan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dampak edukasi terhadap pengetahuan dan kepatuhan pengobatan pada pasien TB di Karanganyar.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimental dengan desain One Group Pretest-Posttest dan melibatkan 30 pasien TB yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Responden diberikan edukasi dalam bentuk penyuluhan langsung mengenai penyakit TB, pentingnya kepatuhan pengobatan, dan dampak ketidakpatuhan. Edukasi dilakukan dalam satu sesi kelompok dengan durasi 30-45 menit, semua responden berpartisipasi secara bersama-sama dalam sesi yang dilaksanakan di balai desa. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur pengetahuan dan kepatuhan pengobatan pasien TB sebelum dan sesudah dilakukan edukasi. Analisis uji statistik menggunakan paired t-test untuk membandingkan skor pengetahuan dan kepatuhan sebelum dan sesudah intervensi.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada skor pengetahuan dan kepatuhan pengobatan pasien TBC setelah pemberian edukasi. Rata-rata skor pengetahuan sebelum diberikan edukasi dari angka 6,53 meningkat menjadi 7,93. Demikian halnya dengan rata-rata skor kepatuhan sebelum diberikan edukasi adalah 8,97 meningkat menjadi 17,27 setelah diberikan edukasi. Hasil uji paired t test diperoleh nilai p = 0,000 untuk kedua variabel.Simpulan: Edukasi yang diberikan dengan penyuluhan secara langsung terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pengobatan pada pasien TB secara signifikan.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Anak Usia Dini sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan Lingkungan dan Diri Sunarno, Rita Dewi; Firmanda, Giovanni Iga; Pratiwi, Wahyu Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 1 No. 8 (2025): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v1i8.60

Abstract

Pendahuluan: Anak usia dini merupakan kelompok usia yang sangat rentan terhadap masalah kesehatan, baik fisik maupun psikologis. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sejak dini merupakan salah satu cara untuk mencegah masalah kesehatan. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan anak usia dini, orang tua, guru, dan pengasuh tentang pentingnya perilaku hidup bersih sehat. Metode: Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan edukasi yang berbasis pada pendekatan yang menyenangkan dan interaktif agar anak-anak dapat lebih mudah memahami dan mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat. Edukasi dilaksanakan di TKK Soyus Madiun. Hasil: Anak usia dini melalui pendekatan yang menyenangkan, seperti permainan edukatif, cerita, dan demonstrasi lebih mudah memahami dan menerapkan kebiasaan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, orang tua dan pendidik juga berperan penting dalam mendukung implementasi PHBS ini dengan memberikan contoh dan menciptakan lingkungan yang mendukung. Program edukasi PHBS ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesehatan diri anak serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Diskusi: Edukasi PHBS pada anak usia dini tidak hanya berfokus pada kesehatan diri anak itu sendiri, tetapi juga pada peningkatan kualitas lingkungan tempat anak tinggal dan beraktivitas. Program edukasi ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, baik di rumah, sekolah, maupun komunitas sekitar. Hal ini diharapkan dapat mengurangi prevalensi penyakit yang disebabkan oleh perilaku tidak sehat, serta menciptakan budaya kebersihan dan kesehatan yang berkelanjutan dalam masyarakat.
Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Kepatuhan Lansia dalam Melakukan Kontrol Hipertensi di Rumah Sakit Kota Kediri Firmanda, Giovanni Iga; Sunarno, Rita Dewi; Pratiwi, Wahyu Nur
Indonesian Health Science Journal Vol. 5 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Nazhatut Thullab Al- Muafa Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52298/ihsj.v5i2.152

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak dialami lansia dan memerlukan pengobatan jangka panjang. Kepatuhan lansia dalam melakukan kontrol rutin menjadi faktor penting untuk mencegah komplikasi dan menurunkan risiko mortalitas. Komunikasi terapeutik perawat berperan dalam membangun hubungan saling percaya, memberikan informasi yang jelas, serta memotivasi pasien agar patuh pada regimen pengobatan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kepatuhan lansia dalam melakukan kontrol hipertensi di Rumah Sakit Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah pasien lansia yang menjalani kontrol hipertensi di poliklinik penyakit dalam. Sampel diambil dengan teknik accidental sampling sesuai kriteria inklusi didapatkan sejumlah 58 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner komunikasi terapeutik perawat dan kepatuhan kontrol hipertensi yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan Uji korelasi Spearman Rank dengan p-value 0,000 (r = 0,849).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai komunikasi terapeutik perawat berada pada kategori baik, dan tingkat kepatuhan kontrol hipertensi responden juga tergolong tinggi. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepatuhan lansia dalam melakukan kontrol hipertensi, dengan arah hubungan positif.  Kesimpulan penelitian ini adalah semakin baik komunikasi terapeutik perawat, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhan lansia dalam melakukan kontrol hipertensi. Implikasi praktis dari temuan ini adalah pentingnya pelatihan komunikasi terapeutik bagi perawat sebagai bagian dari strategi manajemen hipertensi pada lansia untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan dan mencegah komplikasi jangka panjang.
PENINGKATAN PELAYANAN PATIENT CENTERED CARE MELALUI PENERAPAN EVIDENCE BASED NURSING: SYSTEMATIC REVIEW Saharman, Salni; Dewi Sunarno, Rita; Sayekti Heni Sunaryanti, Sri
Avicenna : Journal of Health Research Vol 6, No 2 (2023): OKTOBER
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v6i2.944

Abstract

Construction of Validity and Reliability of The SBAR-Based Assessment Scale among Nurses Dedi, Blacius; Sunarno, Rita Dewi; Aris Payung
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 23 No 1 (2025): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol23.Iss1.1900

Abstract

Situation, Background, Assessment, Recommendation (SBAR) is a communication tool used to convey information clearly and in a structured manner, especially in the context of health services. The implementation of this assesment scale consideration has not been carried out optimally for nurses in the hospital. This study aims to analyze the validity and reliability of the SBAR-based weighing evaluation instrument from primary nurses and associate nurses. Multivariate validity and reliability test using the Exploratory Factors Analysis (EFA) test. The results aim to validate the instrument content. The numbers in the table show the loading factor values for each statement item which have been sorted from the largest value to the smallest value for each component. Statement items are valid and have an important correlation in the handover implementation instrument if they have a factor loading value of <0.40. Of the 25 statement items, 8 items were invalid, namely item numbers 2,3,4,6,10,12,17,19 while the other 17 items were declared valid and formed 4 components (Component 1; Situation indicator, Component 2; Backgound indicator, Component 3; Assessment indicator, Component 4; Assesment) which were used as indicators for compiling the SBAR-based handover implementation instrument. CFA test results were the relative chi-square value (CMIN/df) shows a fairly good fit with a ratio <5, the comparative fit index (CFI) value indicates marginal fit because it is in the range 0.80<CFI <0.90, The root mean square error (RMSEA) value indicates a reasonable agreement with a value of <0.08, the goodness-of-fit (GoF) value indicates a good fit because it is >0.80. It can be interpreted that based on the results of the CFA analysis it has fulfilled the construct feasibility test so that in general it can be said that the handover evaluation instrument by primary nurses and associate nurses is fit to be used in measuring handover implementation.       
AKTIVITAS FISIK PENTING DALAM MANAJEMEN KADAR GULA DARAH LANSIA DENGAN DIABETES MELLITUS Wahyu Nur Pratiwi; Giovanni Iga Firmanda; Rita Dewi Sunarno; Sujatmiko; Yuan Guruh Pratama
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 9 No 2 (2025): JURNAL KEPERAWATAN WIDYA GANTARI INDONESIA (JKWGI)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas fisik yang rendah pada lansia penderita diabetes melitus berkontribusi pada tingginya kadar gula darah. Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang lebih besar. Salah satu tata laksana dalam diabetes melitus adalah aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang dilakukan berkesinambungan membantu menurunkan kadar gula darah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada lansia penderita diabetes mellitus Puskesmas Silir. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode observasional dengan pendekatan cross-sectional study. Pengambilan sampel dengan Accidental Sampling dengan sampel sebanyak 96 responden dari sampel sejumlah 408, dengan instrumen GPAQ (Global Physical Activity Questionnaire). Analisis data menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 60.4% partisipan memiliki aktivitas fisik kategori Inaktif, serta 53.1% kadar gula dari partisipan masuk dalam kategori Tinggi. Hasil uji Spearman menunjukkan ρ-value = 0,000 < 0,05 dengan koefisien korelasi -0,830 yang menunjukkan arah negatif dengan kekuatan hubungan sangat kuat. Penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik memiliki hubungan yang sangat kuat dengan kadar gula darah lansia dengan Diabetes Mellitus. Hal ini bermakna bahwa aktivitas fisik menjadi tatalaksana yang penting dalam perawatan lansia dengan Diabetes Mellitus.
Improving Patient Centered Care Through Implementation Evidence Based Nursing: A Systematic Review Saharman, Salni; Sunarno, Rita Dewi
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 10 No 02 (2022): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v10i2.1756

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Evidence- Based Practice digunakan oleh perawat sebagai pemberi pelayanan asuhan keperawatan yang baik karena pengambilan keputusan klinis berdasarkan pembuktian. Patient centered care merupakan suatu pendekatan inovatif terhadap perencanaan, pemberian, dan evaluasi atas pelayanan kesehatan yang didasarkan pada kemitraan yang saling menguntungkan antara pemberi layanan kesehatan, pasien dan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan pelayanan patient centered care melalui penerapan Evidence Based Practice. Metode penelitian ini menggunakan sistematika review yaitu penelitian kepustakaan yang mengkaji jurnal kesehatan yang berkualitas secara kritis, yang telah disaring dengan kriteria inklusi dan menggunakan beberapa database Google Scholar,Pubmed, Science Direct dan Research Gate sebagai literasi dalam penelitian ini. Ada 250 jurnal sesuai kata kunci yang disaring menjadi 7 jurnal sesuai tema dan dianalisis yang mengkaji tentang peningkatan pelayanan patient centerd care dengan penerapan Evidence Based Practice. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Evidence Bases Practice berpotensi meningkatkan pelayanan patient centered care. Kesimpulan: Evidence Based Practice dapat diterapkan dengan baik sehingga berpotensi meningkatkan pelayanan keperawatan patient centered care, dan dapat memberikan dukungan pada kelembagaan formal dan informal terkait dengan PCC dan EBP; serta memupuk pendekatan multidisiplin dan multiarah untuk perawatan dan komunikasi yang memfasilitasi penerapan EBP dan PCC. Kata kunci: Patient Centered Care; Evidence Based Practice;, Keperawatan, IMPROVING PATIENT CENTERED CARE SERVICES THROUGH THE IMPLEMENTATION OF EVIDENCE BASED NURSING: SYSTEMATIC REVIEW ABSTRACT Background: Evidence-Based Practice is used by nurses as providers of good nursing care because clinical decision making is based on evidence. Patient centered care is an innovative approach to the planning, delivery, and evaluation of health services based on mutually beneficial partnerships between health care providers, patients and families. The purpose of this study was to find out how to improve patient centered care services through the application of Evidence Based Practice. This research method uses a systematic review, namely literature research that examines quality health journals critically, which has been filtered with inclusion criteria and uses several databases of Google Scholar, Pubmed, Science Direct and Research Gate as literacy in this study. There are 250 journals according to keywords which are filtered into 7 journals according to themes and analyzed which examine the improvement of patient-centered care services with the application of Evidence Based Practice. The results of the study indicate that the application of Evidence Bases Practice has the potential to improve patient centered care services. Conclusion: Evidence Based Practice can be implemented properly so that it has the potential to improve patient centered care nursing services, and can provide support to formal and informal institutions related to PCC and EBP; and fostering a multidisciplinary and multidirectional approach to care and communication that facilitates the implementation of EBP and PCC.
POLA TIDUR MENINGKATKAN STATUS EMOSIONAL PADA LANSIA DI POSYANDU MAWAR MERAH DESA KRAMAT KECAMATAN KOTA KABUPATEN KUDUS Dewi Hartinah; Rita Dewi Sunarno
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i1.1302

Abstract

POLA TIDUR MENINGKATKAN STATUS EMOSIONAL PADA LANSIA DI POSYANDU MAWAR MERAH DESA KRAMAT KECAMATAN KOTA KABUPATEN KUDUS   Dewi Hartinah1, Rita Dewi S21Mahasiswa Magister Keperawatan Universitas Karya Husada2Dosen Universitas Karya Husada Semarang   Latar Belakang :. Emosi pada lansia merupakan salah satu aspek dari perkembangan manusia,secara umum sering dialami perubahan mood. Emosi merupakan suatu reaksi bisa positif maupun negatif sebagai dampak dari rangsangan dari dalam diri maupun dari luar. Emosi negatif seperti  depresi, cemas, stress dan emosi positif seperti bahagia. Status emosi disini akan memberi pengaruh pada sistem neurologi manusia yang dapat berpengaruh pada gangguan pola tidur seseorang.Tujuan :Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola tidur dengan status emosional pada lansia di posyandu lansia mawar merah desa kramat kecamatan kota kabupaten kudus.Metode :Jenis penelitian analitik korelatif dengan metode pendekatan cross sectional, menggunakan teknik random sampling dengan mengambil jumlah sampel sebanyak 62 lansia,alat ukur menggunakan kuesioner.uji hubungan penelitian menggunakan Uji Spearman Rank.Hasil :Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pola tidur dengan status emosional pada lansia di posyandu lansia mawar mera desa kramat kecamatan kota kabupaten kudus, dengan P Value sebesar 0,000 dengan α 5%, dan nilai r = 0,738.Kesimpulan : Ada hubungan pola tidur dengan status emosional pada lansia di posyandu lansia mawar merah desa kramat kecamatan kota kabupaten kudus.KATA KUNCI: Pola Tidur, Satus emoisional Lansia  SLEEP PATTERNS INCREASE EMOTIONAL STATUS IN THE ELDERLY AT POSYANDU MAWAR MERAH, KRAMAT VILLAGE, KOTA KUDUS DISTRICT Dewi Hartinah1, Rita Dewi S2  Background :. Emotions in the elderly are one aspect of human development, in general, mood changes are often experienced. Emotions are a reaction can be positive or negative as a result of stimuli from within and from outside. Negative emotions such as depression, anxiety, stress and positive emotions such as happiness. Emotional status here will have an influence on the human neurological system that can affect the disruption of a person's sleep patterns.Purpose:The purpose of this study is to find out the relationship of sleep patterns with emotional status in the elderly in posyandu elderly red rose village kramat district of kudus district. Method :Type of correlative analytical research with cross sectional approach method, using random sampling technique by taking the number of samples as many as 62 elderly, measuring instruments using questionnaire.uji research relationship using Uji Spearman Rank. Results :The results showed that there is a relationship of sleep patterns with emotional status in the elderly posyandu rose mera village kramat district of kudus district, with P Value of 0.000 with a α of 5%, and a value of r = 0.738 .Conclusion: There is a relationship of sleep patterns with emotional status in the elderly in posyandu elderly red rose village kramat district of kudus district. KEYWORDS : Sleep Patterns, Elderly Emotional Satus                                                              
PENGEMBANGAN MODEL EDUKASI PASIEN PASKA OPERASI ORTOPEDI Iswatun Qasanah; Eko Winarto; Rita Dewi Sunarno
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i1.1292

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Setiap pasien yang ada di Rumah Sakit berhak untuk mendapatkan informasi dan edukasi tentang kesehatannya. Edukasi harus diberikan pada awal diagnosis dan mengawal perjalanan penyakit. Masalah muskuloskeletal pasien paska operasi ortopedi dapat bersifat akut dan kronis dengan kemungkinan efek yang luas. Efek yang paling jelas adalah adanya nyeri dan dampak terhadap mobilitas. Peran perawat adalah membantu pasien melanjutkan hidup atau mencapai status kesehatan yang mereka inginkan dan mampu beradaptasi. Namun berdasarkan penelitian sebelumnya dan hasil survei langsung kepada pasien, kita mengetahui bahwa harapan pasien bedah ortopedi rawat jalan mengenai pengetahuan tidak selalu terpenuhi dan belum ditemukan model dan metode yang tepat berdasarkan kebutuhan pasien. Keperawatan sebagai pelayanan professional, dalam aplikasinya harus dilandasi oleh dasar keilmuan keperawatan yang kokoh, dengan demikian perawat harus mampu berfikir logis dan kritis dalam menelaah dan mengidentifikasi fenomena respon manusia. Salah satu diantaranya yang bisa diterapkan adalah teori model keperawatan Nola J Pender. Model promosi kesehatan ini konsisten dan berfokus pada pentingnya promosi dan pencegahan penyakit untuk dilakukan guna peningkatan kesehatan klien atau masyarakat yang lebih baik dan optimal.Tujuan: Untuk menjawab pertanyaan tentang pengembangan model edukasi pasien yang tepat dan efisien sesuai dengan kebutuhan dan harapan pasien, edukasi yang bisa dipahami dan bisa dilaksanakan dengan mudah oleh pasien paska operasi ortopedi.Metode: Laporan ini merupakan suatu literature review, di dalamnya terdapat 10 artikel yang diambil dari data base komputer melalui Research Gate, International Journal of Caring Sciences, PubMed, Elsevier, Semantic Scholar.Kesimpulan: Berbagai model edukasi terus dikembangkan untuk menunjang keefektifan dari alat edukasi kesehatan yang hemat waktu dan tenaga, buklet terbukti membantu pasien pasca operasi ortopedi yang tidak yakin tentang apa yang harus atau tidak boleh mereka lakukan setelah operasi ; sementara itu secara bersamaan dapat bertindak sebagai alat hemat waktu dan tenaga, dan edukasi berbasis internet dapat digunakan dalam edukasi pasien bedah ortopedi rawat jalan untuk meningkatkan pemberdayaan kognitif pasien. Abstract Background: Every patient in the hospital has the right to get information and education about his health. Education should be given early in the diagnosis and monitor the course of the disease. The musculoskeletal problems of post orthopedic surgery patients can be acute and chronic with a wide range of possible effects. The most obvious effect is the presence of pain and the impact on mobility. The nurse's role is to help patients continue to live or achieve the health status they want and are able to adapt. However, based on previous research and the results of direct patient surveys, we know that the expectations of outpatient orthopedic surgery patients regarding knowledge are not always met and the appropriate models and methods have not been found based on patient needs. Nursing as a professional service, in its application must be based on a solid scientific basis of nursing, thus nurses must be able to think logically and critically in studying and identifying the phenomenon of human response. One of them that can be applied is Nola J Pender's nursing model theory. This health promotion model is consistent and focuses on the importance of disease promotion and prevention to be carried out in order to improve the health of clients or the community for a better and optimal.Objective: To answer questions about developing appropriate and efficient patient education models according to patient needs and expectations, education that can be understood and can be easily implemented by post-orthopedic patients.Methods: This report is a literature review, in which there are 10 articles taken from a computer database through Research Gate, International Journal of Caring Sciences, PubMed, Elsevier, Semantic Scholar.Conclusion: Various educational models continue to be developed to support the effectiveness of health education tools that save time and effort, booklets have been proven to help post orthopedic surgery patients who are unsure about what they should or should not do after surgery ; while it can simultaneously act as a time and effort saving tool, and internet-based education can be used in outpatient orthopedic surgery patient education to increase patient cognitive empowerment.