Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search
Journal : SCIENCE ELECTRO

RANCANG BANGUN ALAT PENGAMAN DAN MONITORING FAN PENDINGIN VSD 343RM1MO2 BERBASIS PLC MILLENIUM 3 CROUZET DIPT. SEMEN INDONESIA PABRIK TUBAN Yusup Mashudah; Muhammad Taqiyyuddin Alawiy; Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 6, No 1 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.601 KB)

Abstract

Di PT. Semen Indonesia terdapat equipment 343RM1MO2 yang dilengkapi VSD dengan kapasitas 690KW untuk menggerakkan dan mengatur kecepatan motor AC dengan kapasitas 500 KW. Peralatan tersebutsering terjadi gangguan yang disebabkan oleh gagalnya sistem pendinginan VSD. Sistem pendingin VSDtersebut menggunakan tipe air cooled yang dilengkapi dengan 2 fan pendingin. Fan pendingin ini hanyadiamankan oleh sebuah main circuit breaker (MCB), dimana MCB ini hanya bekerja saat kondisi arus fanoverload sehingga tidak ada pengaman saat kondisi belitan fan putus. Untuk menyelesaikan permasalahantersebut, maka dibuatkan peralatan pengaman dan monitoring fan pendingin VSD. Alat ini bekerja dengan caramengambil data arus fan pendingin melalui current transduser STWA1AH, kemudian data tersebut dikonversimenggunakan Signal Converter TV-500 sesuai spesifikasi input analog PLC Millenium 3 Crouzet, selanjutnyadata tersebut diolah dan dibandingkan dengan nilai batas arus yang bisa diubah sesuai kebutuhan antara 0 –15A. Sistem pengaman dan monitoring fan pendingin VSD akan memberitahukan ke CCR terkait kondisi fansecara digital, baik alarm ataupun fault dan sekaligus menampilkan data arus pada display PLC yang dapatdigunakan sebagai pedoman pemeliharaan VSD. Dari hasil pengujian dan analisis diketahui sistem ini mampumenentukan kondisi fan pendingin sesuai dengan batasan arus setting sehingga kerusakan akibat tidakbekerjanya fan pendingin VSD dapat teratasi. Persen kesalahan dari hasil pengukuran pada sistem ini berkisarantara 0 - 3,2% masih sesuai dengan standar IEC 13b-23, dimana nilai kesalahan yang di ijinkan antara 0 - 5%.Kata kunci: pengaman, monitoring, PLC, pendingin, fan.
ANALISIS KETIDAKSEIMBANGAN TEGANGAN PADA BUS 6,3 KV SUBSTATION 2A DAN SUBSTATION 2B DENGAN MENGGUNAKAN ETAP 12.6 Suharko Suharko; Muhammad Taqiyyudin Alawiy; Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 6, No 2 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.463 KB)

Abstract

Pabrik Semen Indonesia Plant Tuban 1 adalah salah satu dari 4 pabrik yang ada di PT. Semen Indonesia yang dalam proses operasinya banyak menggunakan Transformator dan motor yang dilengkapi dengan VSD (Variabel Speed Drive) dan converter yang fungsinya untuk mengatur kecepatan yang membutuhkan tenaga listrik. Maka dari itu dibutuhkan sebuah sistem tenaga listrik yang handal supaya pabrik bisa beroperasi dengan efisien. Jika kita lihat dari komponen biaya produksi, listrik menduduki peringkat dua dari keseluruhan total biaya produksi. Hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya listrik bagi operasional pabrik.Kondisi aktual yang terjadi di lapangan saat ini adalah tegangan di sisi tegangan menengah substation 2B lebih rendah dibandingkan substation 2A. Ketidakseimbangan ini menyebabkan operator mainsubstation kesulitan untuk menentukan tegangan yang harus diberikan untuk line 1. Pengaturan nilai tegangan sumber untuk line 1 dilakukan dengan merubah tap changer trafo 1 mainsubstation. Naik turunnya tegangan sumber akan menyebabkan naik turunnya tegangan di dua substation. Ketika tegangan di substation 2A berada pada nilai nominal, tegangan di substation 2B pasti berada di bawah nominal. Hal tersebut tidak baik untuk operasi peralatan yang terhubung ke substation 2B karena menyebabkan peralatan menarik arus yang lebih besar. Di sisi lain, ketika tegangan di substation 2B berada pada nilai nominal, maka tegangan di substation 2A akan lebih tinggi dari nilai nominal. Hal ini juga berbahaya karena bisa merusak isolasi dan menyebabkan trip overvoltage.Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan memindahkan tap changer diantara dua trafo di substation 2A dan di substation 2B. Dimana kondisi saat ini yang paling mudah yaitu dengan memindahkan tap changer pada trafo di substation 2B, maka dari itu penulis mengangkat tema studi analisa ketidakseimbangan tegangan di bus substation 2A dan bus substation 2B. Diharapkan hasil dari penelitian dapat berguna dan bisa diimplementasikan untuk menyelesaikan permasalahan sehingga tercipta sistem kelistrikan yang handal.Kesimpulan dari permasalahan tersebut dengan mengubah tap changer substation 2B diposisi 4 akan membuat sama tegangan pada bus substation 2A dan bus substation 2B sehingga bila dinaikkan dan diturunkan tegangan untuk proses operasional pabrik pada trafo line 1 Mainsubstation 1 tidak akan berdampak terjadinya overvoltage maupun undervoltage pada tegangan menengah pada bus substation 2A dan bus substation 2B.Kata Kunci : trip overvoltage, er (electrical room), Substation 2A, Substation 2B, Mainsubstation, Rawmill, Kiln., tap changer.
Perancangan Aplikasi Penentu Rute Terpendek Perjalanan Wisata di Kabupaten Jember Menggunakan Algoritma Dijkstra Muhammad Qomaruddin; Muhammad Taqiyyudin Alawiy; Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 6, No 2 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.622 KB)

Abstract

Pariwisata merupakan peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Salah satu tujuan tenpat wisata di Jawa Timur tidak lain adalah Kabupaten Jember. Kabupaten Jember memiliki berbagai macam objek wisata, mulai dari wisata bahari, budaya, dan komersial. Oleh karena itu peneliti ingin membuat suatu perangkat lunak penentuan rute perjalanan wisata di Kabupaten Jember berbasis online yang dinamai Jember Guide, dan dapat digunakan sebagai alat bantu bagi para wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata secara mudah. Aplikasi ini akan menghasilkan sistem penentu rute terdekat menuju objek wisata di Kabupaten Jember. Wisatawan akan memperoleh rute beserta lama waktu perjalanan, jarak, dan penunjuk arah jalan. Pembuatan aplikasi ini menggunakan pemograman Microsoft Visual Basic 2010 dan dibantu dengan Google Maps. Metode yang digunakan dalam perancangan aplikasi ini adalah algoritma Dijkstra yang berfungsi sebagai algoritma mencari jalur terdekat. Dalam uji coba akurasi penentuan waktu perjalanan, dilakukan perbandingan dengan menghitung secara manual menggunakan rumus Kinematika yaitu rumus mengukur Gerak Lurus Beraturan (GLB). Setelah melakukan uji coba perbandingan, peneliti mendapatkan hasil bahwa program menghasilkan waktu yang berbeda 4 menit dari perhitungan manual. Dalam aplikasi ini peneliti juga menyediakan daftar-daftar objek wisata yang sudah dibuka untuk umum oleh pemerintah Kabupaten Jember. Selain memberi daftar wisata, Aplikasi ini juga menampilkan foto lokasi wisata sehingga memudahkan wisatawan untuk memutuskan wisata mana yang lebih menarik untuk dikunjungi.Kata Kunci: Kabupaten Jember, Wisata, Dijkstra, Visual Basic. Google Maps.
ANALISIS PENGARUH PEMASANGAN GROUNDING PADA KABEL TANAH 20 KV DI GARDU HUBUNG SARANGAN PLN RAYON MALANG KOTA UNTUK MENURUNKAN GANGGUAN PENYULANG MENGGUNAKAN E-TAP 12.6 Zaenal Furqon; Sugiono Sugiono; Bambang Minto Basuki
SCIENCE ELECTRO Vol 6, No 1 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.008 KB)

Abstract

Gardu distribusi merupakan salah satu komponen dari suatu sistem distribusi yang berfungsi untuk menguhubungkan jaringan ke konsumen atau untuk mendistribusikan tenaga listrik pada konsumen, baik konsumen tegangan menengah mapun konsumen tegangan rendah. Salah satu gardu distribusi adalah gardu hubung. Gardu hubung merupakan satu gardu yang terdiri dari peralatan-peralatan hubung serta alat-alat control lainnya, namun tidak terdapat trafo daya. Alat penghubung yang terdapat pada gardu hubung adalah saklar beban yang selalu dalam kondisi terbuka (normally open), saklar ini bekerja menutup (close) jika penyulang utama mengalami gangguan. Adapun pengaruh dari tidak terpasangnya grounding pada kabel tanah tersebut apabila terjadi gangguan fasa tanah relay proteksinya tidak akan bekerja secara riil atau normal, serta dapat menimbulkan Io yang besarannya lebih dari = 2A. Untuk sistem pentanahan di Gardu Induk Polehan adalah 500 Ohm, dengan perhitungan : 20kV / 1,732 : 500 Ohm =23,09. Untuk setting relay DGR yaitu 2A, di dapatkan dari 10% dari besar arus gangguan DGR dari setting relay. Sehingga perlu untuk Grounding kabel tanah di pasang, sehingga jika ada gangguan proteksi gardu hubung dapat bekerja dan Io tidak lebih dari arus nominal. Sehingga relay Gardu Induk aman tidak trip atau gangguan. Aplikasi ETAP 12.6 digunakan untuk medeteksi arus hubunf singkat fasa tanah dengan melihat panjang jaringan dari aplikasi ETAP 12.6.Kata Kunci : Gardu Distribusi, Proteksi Jaringan Distribusi, Grounding Kabel Tanah, Aplikasi Program Sofware ETAP 12.6
PROTOTYPE PENGATUR KADAR PH DAN PEMBERIAN PAKAN IKAN KOI SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER Hilda Nur Rama Dhana; Sugiono Sugiono; Bambang Minto Basuki
SCIENCE ELECTRO Vol 13, No 1 (2021): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.863 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah purwarupa pengatur kadar pH dan pemberian pakan ikan koi secara otomatis. Perangkat tersebut dilengkapi dengan pengaturan batas bawah pH air akuarium dan penjadwalan pemberian pakan pada ikan koi. Dengan demikian, perangkat akan menjalankan operasi pemberian pakan ikan secara otomatis menurut jadwal yang telah diberikan. Untuk penggantian air akuarium, perangkat ini dilengkapi dua stop kontak yang bisa dihubungkan ke pompa air, satu untuk menguras dan satu untuk mengisi air di akuarium. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perangkat berhasil memberi pakan ikan secara otomatis dengan akurasi massa pakan sebesar 3 gram. Selain itu perangkat juga berhasil mempertahankan ketinggian air akuarium di tingkat 95% hingga 105%, serta mempertahankan pH air sesuai dengan pengaturan yang diberikan.
MODEL ALARM KEBAKARAN DENGAN SISTEM KOMPUTER MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER NODE MCU Dzulkivi Adriansyah; Sugiono Sugiono; Bambang Minto Basuki
SCIENCE ELECTRO Vol 12, No 1 (2020): Science of Electro
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alarm dapat juga didefinisikan sebagai pesan berisi pemberitahuan ketika terjadi penurunan atau kegagalan dalam penyampain sinyal komunikasi data ataupun ada peralatan yang mengalami kerusakan (penuruan kerja). Pada sistem pendeteksi kebakaran ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu panas dan tebalnya asap. Kedua komponen saling berkaitan antar satu dengan lain, suhu pada ruangan (tempat) menunjukan adannya sumber api sehingga diperlukan sensor untuk mendeteksi tingkat suhu yang terbaca dalam ruangan. Adapun sensor yang digunakan adalah LM35 di mana perubahan suhu yang terdeksi oleh sensor pada ruangan tersebut, akan dikonversi menjadi tegangan dan selanjutnya dibaca oleh kontroler untuk mengetahui suhu yang dibaca. Perangakat lunak yang dirancang mampu melakukan proses konversi sensor asap MQ7 dan sensor suhu LM35 melalui input ADC dan melakukan perbandingan hasil suhu dan asap terhadap seting point untuk mengindikasikan adannya kebakaran tiap ruangan, menyalakan buzzer melalaui driver dan mampu mengirimkan data ke komputer. Kata Kunci : Komputer, Sensor LM35, Sensor Asap MQ7
SISTEM INFORMASI PARIWISATA DAERAH KABUPATEN BLITAR DENGAN PENENTUAN RUTE BERBASIS GOOGLE MAP Dadang Setiaji; Sugiono Sugiono; Oktriza Melfazen
SCIENCE ELECTRO Vol 9, No 1 (2018): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.699 KB)

Abstract

Jumlah daerah potensi pariwisata di kota Blitar sangatlah banyak akan tetapi tidak semua daerah-daerah potensi pariwisata tersebut terkelola dengan baik, sehingga dengan kurangnya pengelolaan serta publikasi ke masyarakat luas, informasi lokasi daerah-daerah pariwisata itu tidak banyak yang diketahui oleh para wisatawan. Hal ini dapat menjadi suatu kendala dimana informasi lokasi pariwisata sangat penting untuk diketahui oleh para wisatawan. Jika wisatawan mengetahui serta mengunjungi lokasi pariwisata, dapat memberikan nilai lebih dari sektor pendapatan terhadap lokasi di sekitar wilayah pariwisata tersebut. Data pariwisata perlu dikelola dengan sistem yang dapat menginformasikan lokasi daerah pariwisata secara tepat kepada wisatawan baik itu wisatawan asing maupun wisatawan lokal, informasi yang diperoleh bukan hanya sebatas informasi lokasi saja tetapi secara lengkap kordinat dan jalurnya menuju lokasi wisata yang beberapa diantaranya masih belum banyak diketahui umum. Pengunjung juga bisa mengetahui rute ke lokasi tujuan hanya dengan mengklik simbol yang terdapat pada peta wisata. Sistem informasi inilah yang membedakan dengan sistem informasi pariwisata yang lain. Dengan demikian sudah selayaknya sebagai suatu daerah yang banyak mempunyai keanekaragaman potensi pariwisata untuk mengelola data mengenai lokasi pariwisata, sehingga dengan memfasilitasi serta memudahkan para calon wisatawan untuk mencari informasi daerah pariwisata tidak menutup kemungkinan sektor pariwisata menjadikan sumber pendapatan wilayah tersebut.Kata kunci : Sistem informasi, Pariwisata, Blitar
ANALISIS KOORDINASI SISTEM PENGAMAN MV FEEDER TRAFO CONTROL 20 KV/400 V DENGAN MENGGUNAKAN ETAP 7.0 PADA PABRIK TUBAN 3 PT.SEMEN INDONESIA Supriyono Supriyono; Sugiono Sugiono; Bambang Dwi Sulo
SCIENCE ELECTRO Vol 6, No 1 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.492 KB)

Abstract

Didalam penyaluran energi listrik di industri khususnya di PT.Semen Indonesia proteksi berperan penting terhadap sistem kelistrikan serta peralatannya. Sistem proteksi berperan penting dalam mendeteksi adanya gangguan dan dapat mencegah kerusakan yang diakibatkan gangguan. Dengan menggunakan software ETAP 7.0 dilakukan analisa pemodelan sistem dengan melakukan simulasi relay SPAJ 140C menggunakan CT 1250/5 dengan setting pickup 0,5 didapatkan hasil arus gangguan masih cukup besar sehingga masih berpotensi terjadi gangguan pada circuit breaker Incoming diatasnya (HVS 31A). Kemudian dilakukan perbaikan dengan melakukan simulasi UR F35 GE Multilin dengan rating CT 1250/5 dan setting pickup 0,016 dari hasil simulasi tersebut didapatkan bentuk kurva koordinasi antara kedua relay pengaman trafo kontrol dan bus 20kV semakin berjauhan sehingga koordinasi proteksi lebih aman tetapi nilai arus tidak dapat ditampilkan secara nyata dikarenakan nilai rating CT yang terlalu besar sedangkan load hanya sebesar 23,4kVA/61,57A. Dari hasil simulasi software ETAP 7.0 didapatkan solusi dengan menggunakan relay UR F35 GE Multilin didapatkan koordinasi relay yang lebih aman dan mampu melindungi peralatan jika terjadi gangguan.Kata kunci: Rele pengaman, koordinasi.
RANCANG BANGUN SAKLAR LAMPU DENGAN PERINTAH SUARA VIA APLIKASI ANDROID VOICETOOTH BERBASIS ARDUINO UNO Wika Jahmatul Uyun; M Taqijjuddin Alawiy; Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 10, No 1 (2019): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.979 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi informasi baik software dan hardware menunjang perkembangan dalam berbagai bidang, khususnya dalam bidang elektronika. Kemajuan ini bisa dimanfaatkan dalam pembuatan sistem otomatis dan pengontrolan terhadap komponen-komponen elektronika dan listrik. Pengendalian saklar lampu listrik yang dikerjakan secara manual menyebabkan penggunaan listrik dan control dalam pengoperasian lampu yang bermasalah misalnya pengendalian lampu secara manual dalam sebuah gedung bertingkat dan memiliki banyak lampu.Cara kerja menggunakan aplikasi ini adalah dengan mengkoneksikan ponsel android ke bluetooth setelah itu buka aplikasi “Boarduino” pada android dan klik “izikan” untuk mengaktifkan Bluetooth pada boarduino lalu pilih icon microfon untuk mengirim data test kegoogle voice yang akan di terima oleh bluetooth hc-05, kemudian diproses dalam arduino uno r3 untuk melanjutkan perintah ke relay setelah itu relay akan menyalakan dan memnghidupkan lampu. Sehinggga dapat disimpulkan bahwa lampu dengan perintah suara yang harus jelas intonasinya dan tepat pengucapannya untuk menyalakan dan mematikan, tapi jika intonasi dan pengucapannya salah maka aplikasi tidak merespon atau eror. Jadi, jangan sampai salah pengucapan perintah suara. Lampu akan terkoneksi apabila aplikasi pada android telah terhubung pada bluetooth hc-05, dengan cara mengucapkan perintah suara yang telah di buat dan di program dalam arduino. Sinyal pada smartphone harus stabil karena jika tidak stabil akan membuat aplikasi tidak berjalan dengan baik atau tidak terdeteksi oleh aplikasi.Kata Kunci : Arduino, Android, Bluetooth, Perintah Suara
MODEL SISTEM HOME SECURITY MONITORING DENGAN MENGGUNAKAN NODEMCU BERBASIS ANDROID Nur Fadhilah; Sugiono Sugiono; M. Taqiyyuddin Alawiy
SCIENCE ELECTRO Vol 13, No 1 (2021): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.287 KB)

Abstract

Kejahatan hak milik menempati posisi tertinggi berbanding dengan tindak kejahatan yang lain, salah satu yang menjadi target dalam tindak kejahatan ini adalah pencurian rumah. Sistem keamanan rumah yang kurang baik mengakibatkan rumah menjadi sasaran pencurian atau tindak kejahatan lain sejenisnya. Oleh sebab itu, keamanan rumah sangat dibutuhkan, untuk mengatasi kejadian tersebut salah satu inovasi kreatif yang dilakukan adalah membangun sebuah sistem keamanan rumah. Dimana alat rancangan tersebut dapat diatur untuk kontrol aktivasi sistem keamanan rumah serta berupa notifikasi dan mengirim data ke database yang akan di akses melalui smartphone android jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti pencurian maka buzzer akan berbunyi sebagai tanda bahwa pintu telah dibuka secara paksa dan akan muncul notifikasi didalam aplikasi untuk peringatan. Sistem keamanan rumah ini memanfaatkan teknologi smartphone android, buzzer dan magnetic door switch sensor sebagai detektor dan kemudian sistemnya akan diolah dalam sebuah Sistem keamanan rumah akan diolah dalam sebuah mikrokontroller NodeMCU.