Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Identifikasi Komunitas Plankton Pada Tambak Ikan Bandeng pada Desa Wangen, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur Yora Utami Putri Pertiwi; Bhiaztika Ristyanadi; Fahima Puput Nurjanah; Adellia Lusianti; Miffaifatul Laili
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v5i2.8583

Abstract

Wilayah Kabupaten Lamongan dikenal memiliki kapasitas yang cukup besar dalam pengembangan sektor perikanan, mencakup aktivitas budidaya serta pemanfaatan perairan umum. Area budidaya tersebar pada berbagai tipe lahan, meliputi tambak seluas 1.745,40 ha, sawah tambak 23.454,73 ha, serta kolam dengan luas 341,66 ha.Tujuann Penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan fitoplankton dan zooplankton yang ada pada tambak ikan bandeng pada Desa Wangen, Ke. Glagah, Kab. Lamongan. Metode yang digunakan adalah kombinasi sampling lapangan dan analisis laboratorium. Teknik analisa data menghitung Indeks Keanekaragaman, Indek Kelimpahan, Indek Keseragaman, dan Indek Dominansi. Untuk software dalammengolah data, yang digunakan adalah perhitungan dengan Excel. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa komunitas fitoplankton pada periode pagi didominasi oleh Chlorella sp. dengan distribusi kelimpahan tertinggi tercatat pada stasiun 3 sebesar 777 individu/L. Nilai tersebut kemudian diikuti oleh stasiun 1 sebesar 629,85 individu/L, sementara stasiun 2 menunjukkan nilai terendah, yaitu 533,65 individu/L. Pada periode sore, terjadi pergeseran pola kelimpahan di mana stasiun 1 mencatat nilai tertinggi sebesar 2.624 individu/L, diikuti stasiun 3 sebesar 715 individu/L, sedangkan stasiun 2 tetap menunjukkan nilai paling rendah sebesar 21 individu/L. Selain Chlorella sp., keberadaan fitoplankton lain seperti Golenkinia sp. juga terdeteksi dalam hasil identifikasi.Sementara itu, komposisi zooplankton didominasi oleh Ostracoda sp. yang menunjukkan kelimpahan relatif lebih tinggi dibandingkan takson lainnya. Pada pengamatan pagi, nilai maksimum ditemukan di stasiun 1 sebesar 5,2 individu/L, sedangkan pada sore hari sebesar 3,9 individu/L. Menariknya, keberadaan organisme ini tidak terdeteksi pada stasiun 2 baik pada pengamatan pagi maupun sore. Secara umum, dinamika nilai indeks keanekaragaman, keseragaman, serta dominansi plankton yang diamati berdasarkan variasi waktu mengindikasikan bahwa parameter biologis tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pendekatan dalam mengevaluasi kondisi kualitas perairan tambak. Kesimpulan pada penelitian ini adalah fitoplankton di dominasi jenis Chlorella sp. dan untuk jenis zooplankton di dominasi jenis Ostracoda sp.
Persepsi dan Kepuasan Konsumen terhadap Ikan Bandeng Tanpa Duri di Lamongan Berdasarkan Pendekatan IPA–CSI M Khairul Anam; Bhiaztika Ristyanadi; Masrul Ubaidillah
Vol 16 No 2 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i2.2211

Abstract

Processed fishery products, such as boneless milkfish, are increasingly in demand among consumers due to their convenience and nutritional value. This study aims to analyze consumer perceptions of boneless milkfish products in Lamongan Regency and to measure the level of customer satisfaction using the Importance–Performance Analysis (IPA) and Customer Satisfaction Index (CSI) methods. The research employed a quantitative approach, utilizing an online questionnaire distributed to 115 respondents who had previously consumed boneless milkfish products. The results of the IPA indicate that attributes such as taste, price, packaging, presentation, stock availability, as well as safety and consumer trust, fall into Quadrant I (high importance–low performance), signifying that these aspects require immediate improvement. Attributes including texture and overall product quality are categorized in Quadrant II (high importance–high performance), indicating that their performance should be maintained. Meanwhile, accessibility and ease of transaction are placed in Quadrant III (low importance–low performance), suggesting lower priority for improvement, whereas product size is categorized in Quadrant IV (low importance–high performance), indicating potential overinvestment. Furthermore, the Customer Satisfaction Index (CSI) value was calculated at 79.76%, demonstrating that consumers are generally satisfied with boneless milkfish products. In conclusion, several key attributes require strategic improvements by business actors in order to enhance overall consumer satisfaction and competitiveness in the market.
The Distribution System of Red Snapper (Lutjanus sp) at the Brondong Fisheries Port in the Brondong District, Lamongan Regency, East Java Bhiaztika Ristyanadi; Endah Sih Prihatini; Faisol Mas'ud; Mochammad Atok
Grouper Vol. 15 No. 1 (2024): Grouper : Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v15i1.124

Abstract

Ikan kakap merah (Lutjanus sp) adalah jenis ikan laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak digemari, baik untuk dikonsumsi masyarakat atau untuk komoditas ekspor. Banyaknya masyarakat yang mengkonsumsi ikan kakap merah karena ikan ini dikenal mempunyai kandungan gizi tinggi yang dapat meningkatkan kesehatan tubuh. Penelitian ini dilaksanakan di Pelabuhan Nusantara Brondong Kabupaten Lamongan selama 1 bulan mulai pada tanggal 11 Januari 2022. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem distribusi, margin dan lembaga pemasaran ikan kakap merah di Pelabuhan Nusantara Brondong Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Penelitian ini, diharapkan dapat menambah pengalaman, meningkatkan dan dapat mengaplikasikan dan membandingkan teori yang didapat dibangku perkuliahan dengan keadaan di lapangan terkait sistem pemasaran Ikan Kakap Merah di Pelabuhan Nusantara Brondong Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik pengambilan data meliputi observasi, wawancara, pastisipasi dan dokumentasi. Sistem distribusi pemasaran ikan kakap merah di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong terdapat dua tipe, tipe pertama distribusi pemasaran semi langsung dan tipe kedua distribusi penyaluran tidak langsung. Adapun saluran pemasarannya dari penjual, pedagang pengumpul, pedagang pengecer, eksportir, pabrik pengolahan ikan dan konsumen. Marjin pemasaran terbesar adalah Rp.38,000. Tingginya marjin tersebut dipengaruhi oleh besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mengolah ikan kakap merah menjadi ikan fillet.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KERUPUK RAMBAK KULIT IKAN KERAPU DI DESA SUNGEGENENG KECAMATAN SEKARAN KABUPATEN LAMONGAN Bhiaztika Ristyanadi; Yora Utami Putri Pratiwi; Achmad Rizal Dwi Andriawan
Vol 15 No 4 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i4.1497

Abstract

One of the businesses that has great opportunities in Lamongan Regency is processed grouper skin rambak crackers. One of the processing areas for fish skin crackers in the Lamongan area is in Sungegeneng Village, Sekaran District. The large amount of waste from grouper handling factories has provided business opportunities to process grouper skin waste into rambak crackers. The realization of the grouper skin cracker processing business is still not growing rapidly, so input is needed to find a business development strategy. The purpose of this study is to find out the characteristics of business actors and business profiles as well as identify internal and external factors that affect business development and then formulate strategies that can be applied in the development of fish skin cracker business. The method used in this study is a qualitative descriptive method with a case study approach and the case unit is the processing of grouper fish skin crackers in Sungegeneng Village, Sekaran District, Lamongan Regency. The results of the analysis in the SWOT matrix obtained the coordinates (0.767; 1,210) which is located in quadrant I (one) or growth conditions, namely the SO strategy (strenght and opportunities) that supports aggressive growth policies. The strategy that can be applied is to maintain product quality by choosing raw materials that are still fresh and processing grouper fish skins properly in accordance with Good Fish Processing Practices (CPIB), improving more modern processing technology by using adequate drying technology to meet large market demand, improving the bookkeeping system, and utilizing government support in marketing products and capacity building through training Digital Marketing organized by related stakeholders.