Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA PELAKSANAAN TUGAS PENGAWAS PERIKANAN SAAT KEDATANGAN DAN KEBERANGKATAN KAPAL PERIKANAN DI PELABUHAN BENOA Utami, Desyawati; Mathlubi, Wildan
Journal of Management and Innovation Entrepreneurship (JMIE) Vol. 2 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jmie.v2i2.2081

Abstract

Pengawas Perikanan adalah pegawai negeri sipil yang mempunyai tugas mengawasi tertib pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perikanan. Fungsi pelabuhan adalah fungsi pemerintahan dan fungsi pengusahaan. Pelaksanaan tugas pengawas perikanan saat kedatangan dan keberangkatan kapal perikanan memiliki potensi bahaya keselamatan kesehatan kerja yang disebabkan faktor manusia dan lingkungan, sehingga perlu adanya analisa manajemen risiko pada pelaksanaan tugas pengawas perikanan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi kegiatan pelaksanaan tugas pengawas perikanan saat kedatangan dan keberangkatan kapal perikanan serta menilai potensi bahaya yang berisiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja di Pelabuhan Benoa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi langsung dan wawancara, kemudian dianalisis dengan metode HIRARC (Hazards Identification, Risk Assessment and Risk Control) dan analisis deskriptif. Hasil penelitian berupa informasi mengenai aktivitas, analisis manajemen risiko pada pelaksanaan tugas pengawas perikanaan saat kedatangan dan keberangkatan kapal dalam bentuk tabel HIRARC. Hasil yang diperoleh yaitu terdapat 3 aktivitas utama dengan 21 sub aktivitas dalam pelaksanaan tugas pengawas perikanan saat kedatangan dan keberangkatan kapal perikanan yang memiliki 50 potensi bahaya teridentifikasi. Risiko tertinggi didapat dari aktivitas analisis dan pemberian rekomendasi bongkar hasil tangkapan kapal perikanan yaitu sebesar 44%. Pengendalian risiko dilakukan secara administratif dan penggunaan alat pelindung diri untuk mengurangi nilai dampak yang terdapat pada pelaksanaan tugas pengawas perikanan saat keberangkatan dan kedatangan kapal.
MITIGASI BAHAYA PSIKOSOSIAL PADA PESERTA DIDIK KELAS X DI SMA NEGERI 23 KABUPATEN TANGERANG Utami, Desyawati; Febriyanty, Deasy; Ajengnintyas, Noor Raishya; Anjani, Najwa Azalia; Ananthya, Chaerunisa; Utomo, Agustian Madika Catur; Ramadhan, Alfiyan; Melia, Zeni
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i2.2082

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik mengenai mitigasi bahaya psikososial dan pentingnya menjaga kesehatan mental. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 Januari 2024 di SMA Negeri 23 Kabupaten Tangerang, melibatkan enam mahasiswa Esa Unggul dalam praktik mata kuliah Komunikasi Kesehatan. Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, pre-test, penyuluhan, diskusi interaktif melalui permainan edukatif “Tell Me What Your Hidden Fear” dan “R U Panic?”, pemilihan Duta Sehat Mental, serta post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 3,02%. Permainan dan diskusi berhasil mengungkap tantangan psikososial yang dihadapi peserta didik, serta solusi yang mereka inisiasi secara mandiri. Kegiatan ini menunjukkan efektivitas metode penyuluhan berbasis partisipatif dan permainan dalam meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya kesehatan mental, sejalan dengan pendekatan safe community dari WHO.   Kata Kunci: Kesehatan Mental, Bahaya Psikososial, Remaja, Safe Community, Penyuluhan, Permainan Edukatif
DINAMIKA TANTANGAN IMPLEMENTASI PENGENDALIAN SISTEM INTERN PEMERINTAH MANAJEMEN TERPADU BERBASIS MANAJEMEN MUTU, MUTU LABORATORIUM, LINGKUNGAN, KESELAMATAN, ANTI PENYUAPAN DAN KEAMANAN INFORMASI Utami, Desyawati; Mardiah, Nani; Santoso, Ragil Anang; Yanwar, Roziqyn
Journal of Governance and Public Administration Vol. 1 No. 3 (2024): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jogapa.v1i3.978

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk memetakan  proses implementasi Sistem Manajemen Terpadu (SMT) menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan SIP menghadapi dinamika perubahan ke arah sentralistik. Metode yang digunakan melibatkan pendekatan berbasis risiko dan pemetaan kesesuaian klausul standar terhadap pengendalian Sistem Intern Pemerintah Manajemen Terpadu (SIPMT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi berbagai sistem manajemen ini menghadapi tantangan terkait dengan harmonisasi dan penerapan yang efektif di lingkungan BPOM. Pemetaan persyaratan standar terhadap klausul 6 (perencanaan) dan klausul 8 (operasional) dari SIPMT menunjukkan kebutuhan akan struktur dokumentasi dan pengelola yang jelas. Identifikasi hambatan dalam penerapan SIPMT dan harmonisasi operasional menjadi kunci untuk mencapai perbaikan berkelanjutan sesuai dengan konsep PDCA (Plan, Do, Check, Action). Struktur informasi terdokumentasi SIPMT dan matriks kesesuaian integrasi menjadi alat penting dalam mengatasi tantangan ini. Simpulan, bahwa integrasi berbagai sistem manajemen dan pengendalian internal di BPOM memerlukan pendekatan yang terkoordinasi dan sistematis. Penguatan struktur pengelola, serta identifikasi dan penanganan hambatan penerapan, sangat penting untuk meningkatkan kinerja dan memastikan hasil yang bernilai tambah bagi pemangku kepentingan. Kata Kunci: BPOM, Sistem Manajemen Mutu, SNI ISO, Pengendalian Internal, SIPMT, PDCA, Pemetaan Kesesuaian.
ANALISIS TINGKAT RISIKO POSTUR KERJA MENGGUNAKAN METODE REBA PADA ANGGOTA KASSA STERIL DI INSTALASI CSSD RUMKITAL Dr. MINTOHARDJO JAKARTA PUSAT KEUMALA MUDA, CUT ALIA; DAMANIK, JANO; UTAMI, DESYAWATI; RAHMAH RUSDY, MIRTA DWI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Postur kerja yang dikemukakan oleh Tarwaka adalah posisi tubuh yang diterapkan pada saat seseorang melakukan pekerjaannya. Postur kerja terbagi menjadi 2 yaitu postur netral adalah postur yang baik, karena keadaan seluruh bagian tubuh berada dalam posisi yang wajar atau semestinya ketika melakukan pekerjaan dan postur janggal adalah sebaliknya. Postur kerja yang kurang baik dapat mengakibatkan risiko terjadinya keluhan musculoskeletal pada pekerja. Instalasi CSSD menunjang pendistribusian alat dan bahan yang akan digunakan pada setiap ruangan baik IGD, kamar operasi, rawat inap, ICU, poli klinik, penunjang medic, ruang bayi dan pekerjaan sterilisasi alat-alat medis dengan menggunakan alat bantu mesin autoklaf dan dry heat, khususnya dalam penyiapan kassa steril guna menjaga agar kondisi bahan tidak terkontaminasi. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Hasil dan Pembahasan: Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan tekniktotal sampling dimana jumlah sampel yang diambil adalah 10 responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat dengan analisa risiko menggunakan metode REBA dan software Ergo Fellow. Pekerja yang memiliki risiko tinggi sebanyak 9 anggota (90%) dan yang memiliki risiko sedang sebanyak 1 anggota (10%). Kesimpulan: Hasil menunjukan bahwa proporsi tertinggi yaitu dengan tingkat risiko tinggi sebanyak 9 anggota dan proporsi terendah dengan tingkat risiko sedang sebanyak 1 anggota.
STUDI DESKRIPTIF KEPATUHAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA AKTIVITAS PEKERJAAN DI KETINGGIAN DI PT. BINAKARINDO YACOAGUNG TAHUN 2025 Prasetyo, Daniel Tegar; Millah, Izzatu; Utami, Desyawati; Kusumaningtiar, Devi Angeliana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50066

Abstract

Keselamatan kerja pada aktivitas ketinggian merupakan aspek krusial dalam industri migas karena tingginya potensi kecelakaan fatal. Salah satu upaya pengendalian risiko mendasar adalah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), meskipun tingkat kepatuhan pekerja masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kepatuhan penggunaan APD pada pekerjaan di ketinggian di PT Binakarindo Yacoagung tahun 2025. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden, dan data dikumpulkan melalui observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki Tingkat kepatuhan dalam penggunaan seluruh APD bekerja di ketinggian hanya 12,5% dibandinig yang tidak patuh 87,5%, untuk Tingkat kepatuhan tertinggi pada penggunaan body harness, lanyard, life line, dan anchorage point (100%). Sebaliknya, kepatuhan penggunaan helm dan sepatu safety hanya 67,5%, goggles 65%, serta sarung tangan 57,5%. Berdasarkan hasil temuan tersebut menegaskan bahwa perlunya peningkatan edukasi serta pengawasan terhadap penggunaan APD tertentu, guna menciptakan budaya kerja yang aman, mencegah kecelakaan, serta mendukung produktivitas di lingkungan kerja berisiko tinggi.