Articles
SISTEM PUSAT-PUSAT PERMUKIMAN DI KOTA MANADO MENGGUNAKAN INDEKS SENTRALITAS TERBOBOT
Lucy J. Wagey;
Sonny Tilaar;
Esli D. Takumansang
SPASIAL Vol. 11 No. 1 (2023): Volume 11 no.1 2023
Publisher : SPASIAL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Manado sebagai ibukota Provinsi Sulawesi Utara dijadikan sebagai Pusat Kegiatan Nasional memiliki laju pertumbuhan penduduk yang pesat sehingga dalam penentuan fungsi kawasan perlu memperhatikan kelengkapan pembangunan fasilitas. Lokasi dalam penentuan pusat permukiman terletak pada 10 Kecamatan bagian daratan Kota Manado. Tujuan dari penelitian ini adalah mengindentifikasi ketersediaan sarana untuk mengetahui sebaran permukiman, selain itu menganalisis sistem pusat-pusat permukiman. Analisis ini memakai metode spasial dan metode kombinasi (kuantitatif-kualitatif) dengan 4 analisis yaitu skalogram, indeks sentralitas, aksesibilitas, dan gravitasi. Berdasarkan penelitian ini, Kelurahan Wenang Utara dan Kelurahan Malalayang II, memiliki ketersediaan sarana yang cukup banyak dibandingkan kelurahan lain, sedangkan berdasarkan hasil 4 analisis disetiap kecamatan memiliki pusat pelayanan kawasan, pusat pelayanan lingkungan, dan beberapa sub pusat pelayanan kawasantersendiri. Kata Kunci: Pusat Permukiman, Ketersediaan, Sarana, Hirarki
REDESAIN PERPUSTAKAAN UMUM PROVINSI SULAWESI UTARA. Arsitektur Hibrida
Bella A. C. Korompis;
Roosje J. Poluan;
Sonny Tilaar
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24623
Penduduk Indonesia saat ini mencari suatu informasi apapun sudah langsung menggunakan aplikasi situs pencari seperti Google yang sekali ketik muncul ratusan, ribuan bahkan jutaan hit yang ditemukan. Sehingga membuktikan bahwa masyarakat seolah-olah meninggalkan perpustakaan karena didukung dengan teknologi yang memberikan informasi secara instant dan cepat. Padahal perpustakaan itu sendiri sudah ada dimasing-masing kota di Indonesia, terlebih khusus di Manado. Kota Manado memiliki 2 perpustakaan, salah satunya adalah Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Utara. Namun kondisi eksisting perpustakaan juga tidak memadai dan mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Sehingga dari beberapa faktor tersebut maka diperlukan adanya perancangan kembali terhadap perpustakaan ini, atau disebut juga Redesain Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Utara. Dengan tujuan untuk mampu menghadirkan fungsi baru yaitu perpustakaan digital sehingga akan digabungkan dengan perpustakaan konvensional menjadi perpustakaan hibrida, sehingga memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat serta dapat menarik minat masyarakat milenial dan meningkatkan kualitas membaca sesuai dengan visi dan misi Kota Manado. Kata kunci : Redesain, Perpustakaan Umum, Hibrida, Kota Manado
GALERI SENI DI KOTA MANADO. Arsitektur Ekspresionisme
Gloria J. Mononimbar;
Sonny Tilaar;
Ricky M. S. Lakat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25553
ABSTRAKDi kota Manado terdapat banyak sanggar-sanggar dan komunitas seni. Kenyataannya, banyak jenis karya seni yang ada di kota Manado, belum tersedia wadah yang menampung seluruh aktifitas seni yang ada. Olehnya, perlu dihadirkan sebuah Galeri Seni di Manado dimana masyarakat dapat mempelajari, mempertunjukkan, mempertahankan, dan mengembangkan seni seiring dengan zaman yang terus berjalan. Desain Galeri Seni telah banyak dilakukan oleh para Arsitek. Namun, mendesain Galeri Seni dengan tema Arsitektur Ekspresionisme belum banyak. Desain ini memadukan ekspresionisme dalam konsep-konsep kearifan lokal yang menghasilkan desain yang berkarakter. Tujuan Galeri Seni ini didesain dengan Tema Arsitektur Ekspresionisme yang menerapkan ciri dan nilai dari ekspresionisme ke dalam rancangan. Tema akan diterapkan pada bentuk, fasad, material, ruang dalam maupun ruang luar. Ekspresi objek adalah bentuk yang bebas serta tidak monoton dan kaku, cat yang menunjukkan pola-pola yang berbeda warna namun terlihat ekspresif dan menyatu. Kata Kunci : Kota Manado, Galeri Seni, Ekspresionisme, Arsitektur
GELANGGANG RENANG DI MANADO. Struktur sebagai Elemen Estetika
Siti Sartika;
. Suryono;
Sonny Tilaar
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25557
Gelanggang renang adalah sebuah fasilitas olahraga berupa tempat digelarnya pertandingan/lomba olahraga renang, loncat indah dan polo air. Didalamnya terdapat beberapa fasilitas yang bisa dimanfaatkan untuk mewadahi adanya turnamen seperti SEA GAMES, PON dan sebagainya. Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana olahraga renang sebagai tempat latihan dan tempat digelarnya pertandingan renang. “Sturktur Sebagai Elemen Estetika†digunakan sebagai tema  dalam proses perancangan. Tema ini dipilih karena dipercaya merupakan tema yang memberikan kesan yang pada bentuk struktur. Dengan harapan, melalui tema ini bisa menghasilkan karya arsitektur yang menunjukan Estetika pada stuktur Gelanggang Renang. Kata Kunci : Gelanggang Renang, Tema Struktur Sebagai Elemen Estetika.
TERMINAL TIPE B DI TUMPAAN, KABUPATEN MINAHASA SELATAN. Transformasi Gerak ke Bentuk
Inri I. Tilaar;
Sonny Tilaar;
Windy Mononimbar
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30712
Terminal merupakan bagian sistem transportasi yang berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Terminal bus menjadi salah satu bagian penting bagi kelancaran penggunaan transportasi umum darat. Selain merupakan tempat pemberhentian dan pemberangkantan kendaraan bus, terminal bus juga memegang peran untuk mengatru arah sirkulasi dan hirarki jalan. Pada terminal tipe b terletak dalam jaringan trayek antar kota dalam provinsi, untuk melayani pergerakan regional ke arah barat dan timur, utara dan selatan serta pergerakan antar kota dalam provinsi.Metode perancangan yang digunakan mengacu pada proses desain generasi II John, yang melihat proses perencangan sebagai sebuah tahapan spiralistik yang berulang-ulang menuju kepada satu penajaman.Maka diperlukan terminal tipe b untuk melayani transpotarsi angkutan kota dalam provinsi yang aman dan nyaman untuk para penumpang dan juga menghasilkan suatu karya arsitektur atau bangunan yang modern.Kata Kunci: Terminal Tipe B, Transformasi Gerak ke Bentuk
RUMAH RAMAH LANSIA DI MANADO. Arsitektur Perilaku
Prity G. Luly;
Sonny Tilaar;
Frits O. P. Siregar
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v9i1.31006
Rumah Ramah Lansia merupakan Orang Lanjut usia yang terlantar dalam masalah gejala sosial yang sudah lama hadir ditengah kita. Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia No. 19 tahun 2012 tentang pedoman pelayanan sosial lanjut usia mendefinisikan bahwa lanjut usia terlantar adalah orang yang berusia 60 tahun atau lebih, karena faktor-faktor tertentu tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya baik secara jasmani, rohani maupun sosialnya. Dengan adanya Rumah Ramah Lansia ini menjadi salah satu alternatif tempat tinggal bagi lansia. Kesibukan anggota keluarga yang semakin tinggi serta adanya perubahan pola hidup keluarga di kota besar dari extended family menjadi nuclear family, memperkuat alasan lansia untuk tinggal di Rumah Ramah Lansia. Ruamah Ramah Lansia dipilih karena dianggap mampu memenuhi berbagai kebutuhan lansia misalnya perawatan kesehatan dari tenaga profesional, serta adanya pelayanan intensif dari pengurus Rumah Ramah Lansia. Melihat Kurangnya fasilitas Rumah Ramah Lansia di Manado yang dapat menampung para lansia untuk berlindung, maka penulis terinspirasi untuk merencanakan pembangunan Rumah Ramah Lansia di Manado, tepatnya di Ring Road 2 kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara. Dengan menggunakan tema Arsitektur Perilaku, perancangan Rumah Ramah Lansia di Manado di buat dengan melihat karakter dan menekankan pada aspek kenyamanan fisik, aspek psikologi juga ditekankan. Kata kunci : Rumah Ramah Lansia, Arsitektur Perilaku , Kecamatan Mapanget, Sulawesi Utara.
PUSAT REHABILITASI PENGGUNA NAPZA DI KOTA MANADO. Healing Environment
Rivaldo M. Possumah;
Sonny Tilaar;
Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v9i1.31153
Pusat Rehabilitasi Pengguna NAPZA merupakan layanan Kesehatan. Yang memberikan pelayanan rehabilitasi bagi pecandu Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya. Penanganan dalam rehabilitasi meliputi Rehabilitasi Medis, Rehabilitasi Sosial, Bimbingan Lanjut / After Care, serta penanganan rehabilitasi lainnya. Healing Environment sebagai tema perancangan merupakan sebuah konsep seting lingkungan yang mendukung penyembuhan pasien dan membawa mereka kedalam kondisi kesehatan yang baik dengan mengeliminasi faktor environmental stressors. Tema Healing Environment pada objek rancangan menerapkan kombinasi element-element desain seperti bentuk bangunan yang dinamis namun tegas, fasad bangunan, permainan warna dam aroma, serta pemilihan material-material alami yang dapat menciptakan sebuah lingkungan atau suasana ruang yang santai dan rileks sehingga dapat mendukung proses penyembuhan.Pusat Rehabilitasi Pengguna NAPZA di Kota Manado dengan tema Healing Environment, diharapkan dapat menciptakan lingkungan khusus bagi orang-orang yang memiliki ketergantungan obat-obatan terlarang.Kata Kunci : Pusat Rehabilitasi, NAPZA, Healing Environment, Arsitektur
MIX USE BUILDING HOTEL, RENTAL OFFICE, MALL, DAN CONVENTION DI MANADO. Arsitektur Futuristik
Juneidy J. Runtuwene;
Pingkan P. Egam;
Sonny Tilaar
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v9i2.32072
Kota Manado merupakan salah satu ibu kota Provinsi di indonesia yang berada di provinsi Sulawesi Utara dan merupakan pusat berbagai kegiatan ekonomi, yang terus berkembang seiring pertumbuhan penduduknya. Peluang bisnis di kota Manado dari segi pariwisata, properti, perdagangan dan jasa meningkat pesat. sehingga diperlukannya wadah yang dapat menampung berbagai kebutuhan kegiatan tersebut. Mixed-use building menjadi pendekatan perencanaan dan rancangan yang menyatukan berbagai aktivitas dan fungsi dalam sebuah wadah bangunan tuggal. Mix Use Building di Manado adalah tempat untuk mewadai seluruh kegiatan para pedagang, para wisatawan, para eksekutif muda, serta masyarakat umum dengan tema futuristik arsitektural dalam gubahan bentuk dan ruang arsitektur. Yang mana bentuk mix use building ini didapat dari gabungan ruang yang menggunakan prinsip-prinsip futuristik sehingga membentuk suatu gubahan massa yang mampu beradaptasi dan memperediksi pergerakan zaman. Metode yang diterapkan dalam rancangan adalah metode desain John Zeisel yang melihat proses perancangan sebagai sebuah tahapan spiralstik yang berulang-ulang menuju satu penajaman. Tema Futuristik lebih diprioritaskan penerapannya pada bentuk bangunan serta facade bangunan, yang dirancang sesimple mungkin sehingga bentuk bangunan dapat melewati zaman yang akan datang, dan dapat memfasilitasi semua kebutuhan komersial bisnis yang diperlukan.Kata Kunci : Mix-Use Building, Mall, Hotel, Rental Office, Convention, Manado, Arsitektur Futuristik
CONCERT HALL DI KOTAMOBAGU, Arsitektur Metafora
Marjulino A. Lalumedja;
Sonny Tilaar;
Amanda S. Sembel
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34694
Kota Kotamobagu menawarkan berbagai bentuk hiburan bagi masyarakatnya yaitu mulai dari tempat wisata, kegiatan kerohanian, bahkan sampai pertunjukkan seni dan tari. Namun, saat ini di Kota Kotamobagu sendiri belum ada bangunan yang memadai khusus untuk mewadahi masyarakat Kota Kotamobagu dalam menyalurkan bakat dan kemampuan mereka di bidang seni dan tari tersebut. Sehingga untuk memenuhi tujuan tersebut maka diperlukan suatu fasilitas berupa concert hall. Berdasarkan pemilihan tapak di lokasi perencanaan maka kawasan yang terpilih sebagai tempat untuk membangun objek perancangan ini yaitu Kelurahan Kobo Besar Kecamatan Kotamobagu Timur. Objek perancangan concert hall di desain menggunakan tema metafora arsitektur di mana tema ini berfungsi untuk menganalogikan sebuah objek dasar berbentuk piano. Selain berfungsi sebagai tempat untuk mewadahi kegiatan seni dan tari bagi masyarakat Kota Kotamobagu, bentuk dasar objek yang di ambil dari bentuk alat musik piano ini juga di sesuaikan dengan fungsi estetika pada suatu objek rancangan sehingga memiliki karakter arsitektural yang sangat khas karena memiliki bentuk yang berbeda dengan objek pada umumnya. Untuk fisibilitas dari objek concert hall ini yaitu di dasarkan pada tingkat kelayakan lokasi tapak dan lingkungan serta layanan fasilitas objek yang ditawarkan. Concert hall ini dibangun dengan memperhatikan berbagai aspek perancangan agar tercipta fasilitas concert hall yang layak untuk dinikmati masyarakat dan nyaman.Kata kunci: Concert hall, Metafora, Kota Kotamobagu
ANALISIS KEMAMPUAN LAHAN TERHADAP RTRW KABUPATEN SIAU TAGULANDANG BIARO 2014-2034 (STUDI KASUS : PULAU TAGULANDANG)
Cheintya Gunena;
Papia J. C. Franklin;
Sonny Tilaar
MEDIA MATRASAIN Vol. 17 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35792/matrasain.v17i2.37037
Kemampuan lahan adalah penilaian tanah secara sistematik dan pengelompokannya kedalam beberapa kategori berdasarkan sifat-sifat yang merupakan potensi dan penghambat dalam penggunaan secara lestari. Oleh karena itu dianggap penting untuk setiap perencanaan Tata Ruang Wilayah melakukan kajian kemampuan lahan. Terkait dengan hal tersebut, maka peneliti melakukan tinjauan terhadap RTRW Kabupaten SITARO 2014 – 2034 apakah arahan Tata Ruang yang telah dibuat memenuhi kriteria kemampuan lahan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengidentifikasi penggunaan lahan di Pulau Tagulandang serta menganalisis dan memetakan kelas kemampuan lahan di Pulau Tagulandang menurut rencana pola ruang RTRW 2014-2034 Kabupaten Siau Tagulandang Biaro. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kemampuan lahan berdasarkan arahan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20 /PRT/m/2007 yang dilakukan menggunakan overlay pada aplikasi sisstem informasi geografis (GIS). Dari hasil analisis didapatkan bahwa sebagian besar wilayah di Pulau Tagulandang adalah perkebunan dengan luas 4.731 Ha dan persentase 90,42% sedangkan yang paling kecil adalah 51 Ha yang merupakan hutan bakau dengan persentase hanya 0,98%. Untuk permukiman sendiri memiliki luas 336 Ha dengan persentase 6,42%. Selanjutnya kemampuan lahan Pulau Tagulandang menurut rencana pola ruang RTRW 2014-2034 Kabupaten Siau Tagulandang Biaro, kawasan permukiman berada pada lahan dengan kemampuan sangat tinggi, agak tinggi dan sedang. Kawasan pariwisata terdapat pada lahan dengan kemampuan agak tinggi dan rendah. Lahan pada Pulau Tagulandang lebih khusus Kecamatan Tagulandang Selatan dan Tagulandang Utara didominasi tingkat pengembangan rendah.