Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al-Qalam

PERGULATAN PESANTREN DENGAN MODERNITAS (BERCERMIN PADA PONDOK PESANTREN DDI MANGKOSO, BARRU) Muhaemin Latif
Al-Qalam Vol 25, No 2 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.193 KB) | DOI: 10.31969/alq.v25i2.768

Abstract

Artikel ini mendiskusikan bagaimana pesantren memiliki kemampuan untuk bernegosiasi dengan modernitas. Pesantren dengan modernitas adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Pesantren direpresentasikan sebagai penjaga tradisi-tradisi luhur yang dimiliki oleh Indonesia, sementara kecenderungan modernitas menegasikan eksistensi dari tradisi-tradisi tersebut. Landasan filosofis inilah yang menjadi tujuan utama dari penulisan artikel inidengan mendemonstrasikan Pondok Pesantren DDI Mangkoso yang berlokasi di Sulawesi Selatan yang sukses mempertahankan tradisi dan pada saat yang bersamaan mampu berdialog dengan modernitas. Adapun jenis penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah qualitatif. Dalam pengumpulan data, peneliti mempraktekkan triangulasi, observasi, wawancara dan pengumpulan dokumen-dokumen yang terkait dengan pesantren dan modernitas. Data-data tersebut kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren DDI Mangkoso memiliki kapabilitas dan kompetensi dalam melakukan negosiasi dan dialog dengan arus globalisasi dan modernitas. Keberhasilan pesantren ini karena didukung oleh kreatifitas dan inovasi pesantren dalam menjembatani tradisi dan modernitas. Beberapa strategi yang dijabarkan dalam pesantren ini adalah mendefinisikan ulang makna modernitas, mengadopsi sistem pendidikan madrasah, pembinaan bahasa Inggris, serta pembentukan karakter kemandirian.
THE THEOLOGICAL PERSPECTIVES TOWARD COVID-19: A PRELIMINARY STUDY OF TABLIGH JEMAAH IN MAKASSAR, INDONESIA Muhaemin Latif; Hamdan Juhannis
Al-Qalam Vol 28, No 2 (2022)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v28i2.1107

Abstract

The study discusses the theological perspectives of Jemaah Tabligh (hereafter: JT) in Makassar in contending COVID 19. It employs qualitative research methodology through conducting observation, focusing on group discussion, and document collection. Two different groups of JT become the object of interview, JT Seluruh Alam and JT Maulana Saad (MS). The researchers picked up some crucial figures from JT members. The research found that the theological perspectives of JT regarding COVID 19 from two different schools of theology, Jabariah (fatalism) and Asy’ariyah. The researcher concluded that Jabariah influenced the attitudes of JT Maulana Saad, and Asy’ariyah affected the way of thinking of JT seluruh alam. Both different schools of theology existed in the life of JT, not only in the context of COVID 19 but also in public life. Besides, the internal dispute of JT in India influenced the thinking among JT adherents in Makassar.