Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Kajian Mikroorganisme dan Keterbelakangan Sainstek Umat Islam (Catatan Kecil dari a Non-Biology Specialist) Juhannis, Hamdan
Prosiding Seminar Biologi 2015: Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an merupakan pijakan moral penelitian sains dan teknologi. Di dalamnya banyak sekali dijelaskan hal-hal yang berkaitan dengan sains dan teknologi. Dalam contoh bidang mikrobiologi misalnya, Al-Qur’an menjelaskan tentang “zarrah”, “Tidak ada yang tersembunyi bagiNya (34:3), “Dia sebarkan di bumi ini segala jenis hewan (2: 164), Dia membuatmu dari kompenen-komponen (82: 7-8). Namun, kebanyakan orang tidak mampu melihat hal ini. Ini disebabkan oleh terjadinya keterbelakangan sainstek umat. Kajian mikroorganisme diharapkan bisa menjadi momentum kemajuan sainstek dan menjadi awal terciptanya interkoneksi ilmu.Kata Kunci: Al-Qur’an, keterbelakangan sainstek umat
THE CAUSAL FACTORS OF BUGIS-BONE ACCENT INTERFERENCE ON THE PRONUNCIATION IN ENGLISH CONVERSATION Nur Fadhillah; Hamdan Juhannis; Sitti Nurpahmi
ETERNAL (English, Teaching, Learning and Research Journal) Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.61 KB) | DOI: 10.24252/Eternal.V41.2018.A6

Abstract

The research was purposed to identify the causal factors of the English Students’ Accent interference on the pronunciation in English conversation. To meet the objective, the researcher adopted case study design by Cresswell. The data were gathered through qualitative method based on Miles and Huberman’s technique of data analysis. The research was undertaken in STAIN Watampone, Kabupaten Bone, from March 2017 to May 2017. The finding of the research showed that the the different phoneme areas of Bugis-Speaker with English Speakers and Bugis-Bone is strong/heavy accent are the causal factors that become the interference when the students speak English in English conversation. Referring on the description above, it informed that the students must be aware of their first language interference to their English pronunciation in English conversation.
Kajian Mikroorganisme dan Keterbelakangan Sainstek Umat Islam (Catatan Kecil dari a Non-Biology Specialist) Hamdan Juhannis
Prosiding Seminar Biologi Vol 1 No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v1i1.2102

Abstract

Pusat Kajian Islam dan  Teknologi UIN Alauddin (Puskaistek) dibentuk dengan tujuan menjawab tantangan trasformasi IAIN ke UIN, Meminalisir  melebarnya  gap  dualisme keilmuan  (agama  dan  non-agama), Membangun  ‘kekhasan  lembaga’, Merajut ‘tradisi akademik’ kampus dan Merajut model pembelajaran  ‘sains’  yang  menarik  dan produktif. Puskaistek sendiri mempunyai misi pengembangan  saintek  manusia  berdasarkan tujuan  penciptaan  manusia  ke  bumi  sebagai hamba  Allah  dan  sebagai  Khalifah  Allah
Peranan Orang Tua Dalam Menumbuhkan Minat Membaca Alquran Anak di Kota Makassar Nurani Azis; Hamdan Juhannis; Muh. Wayong; Ulfiani Rahman
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 6, No 01 (2021): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jtw.v6i01.4474

Abstract

Abstrak Para orang tua  khususnya yang berada di Kelurahan Maccini Sombala Kecamatan Tamalate Kota Makassar yang terdiri dari beberapa kepala keluarga dengan berbagai macam profesi, ada yang bekerja sebagai pegawai negeri, pegawai swasta, berwira usaha, buruh dan lainnya. Dengan rutinitas atau kesibukan yang di lakukan para orang tua setiap harinya seharusnya tidak dapat mengurangi peran orang tua sebagi pendidik yang pertama bagi anak mereka. Akan tetapi ada beberapa dari orang tua yang kurang berperan di dalam mendidik anak mereka, khususnya dalam menumbuhkan minat membaca Alquran pada anak, di karenakan kesibukan akan pekerjaan mereka, terutama bagi para orang tua yang lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah untuk bekerja setiap harinya, dan menyerahkan untuk membimbing anak mereka pada lembaga pendidikan seperti Tempat Pendidikan Alquran yang berada di sekitar tempat tinggal mereka. Hal tersebut menjadi salah satu permasalahan yang menghambat proses perkembangan pendidikan anak khususnya dalam menumbuhkan minat membaca Alquran anak karena kurangnya kerjasama antara penddidik dan perhatian dari orang tua itu sendiri, yang mana semestinya apapun pekerjaan atau profesi yang digeluti oleh seseorang/orang tua jangan sampai menjadi penghalang dalam mengarahkan dan membina anak-anak mereka kejalan yang benar, karena Pendidikan anak dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua mempunyai peranan yang tak terhingga dalam kehidupan anak, baik yang menyangkut pertumbuhan maupun perkembangan fisiknya. Oleh karena itu, tak dapat disangkal akan peranan orang tua dalam kehidupan anak secara luas.
ANALYZING ISLAMIC EDUCATION VALUES FROM BUGIS MARRIAGE PROCESS TRADITION IN BONE, SOUTH SULAWESI Andi Mahdaniar; Hamdan Juhannis; Usman Usman
JICSA : Journal of Islamic Civilization in Southeast Asian Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jicsa.v10i2.24484

Abstract

This article discusses the values of Islamic education in the Bugis traditional marriage procession in the Tanete Riattang Barat sub-district, Bone district. This article uses the type of qualitative research (qualitative research). In this research, the data sources are interviews, observations, and documentation. The informants in this study were Ulama, traditional leaders and local communities. The Bugis traditional marriage procession is not a religious obligation in Islam that determines whether a marriage is valid or not, but the people in the Bugis Bone area believe that the traditional wedding procession carried out has meaning. This can be seen from every series of processions carried out based on Bugis Customs in the Tanete Riattang Barat District, Bone Regency, which can be seen from every wedding procession carried out by the people of the West Riattang Tanete District. These customs are traditions that are carried out from generation to generation and passed down from generation to generation. 
KONTESTASI KEAGAMAAN DALAM MASYARAKAT MUSLIM URBAN Saprillah Saprillah; Hamdan Juhannis; Nurman Said; Hamzah Harun Al-Rasyid
Al-Qalam Vol 26, No 1 (2020)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.626 KB) | DOI: 10.31969/alq.v26i1.844

Abstract

Kontestasi keagamaan menjadi salah satu ciri penting dalam sejarah masyarakat Islam. Latar belakang ide dan pemikiran keagamaan menjadi pemicu yang meledakkan berbagai perdebatan keagamaan. Berbagai kelompok keagamaan muncul dan menawarkan perspektif keagamaan yang berbeda-beda. Munculnya media digital mengamplifikasi berbagai mode perdebatan dengan jumlah massa yang lebih besar. Kontestasi yang bersifat dialektis ini pada prinsipnya dibutuhkan untuk membangun peradaban Islam yang dialogis. Sepanjang kontestasi wacana keagamaan berlangsung dalam suasana debat intelektual. Hal itu justru berpengaruh positif bagi lahirnya kreasi-kreasi keagamaan baru. Salah satu implikasi menarik dari kontestasi keagamaan adalah munculnya berbagai gerakan keagamaan populer dalam kerangka merebut panggung di media sosial. Kelompok salafi pun tidak ketinggalan merebut panggung modernitas, bahkan sedang membentuk satu bentuk gerakan keagamaan baru yang disebut urban salafisme.
THE THEOLOGICAL PERSPECTIVES TOWARD COVID-19: A PRELIMINARY STUDY OF TABLIGH JEMAAH IN MAKASSAR, INDONESIA Muhaemin Latif; Hamdan Juhannis
Al-Qalam Vol 28, No 2 (2022)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v28i2.1107

Abstract

The study discusses the theological perspectives of Jemaah Tabligh (hereafter: JT) in Makassar in contending COVID 19. It employs qualitative research methodology through conducting observation, focusing on group discussion, and document collection. Two different groups of JT become the object of interview, JT Seluruh Alam and JT Maulana Saad (MS). The researchers picked up some crucial figures from JT members. The research found that the theological perspectives of JT regarding COVID 19 from two different schools of theology, Jabariah (fatalism) and Asy’ariyah. The researcher concluded that Jabariah influenced the attitudes of JT Maulana Saad, and Asy’ariyah affected the way of thinking of JT seluruh alam. Both different schools of theology existed in the life of JT, not only in the context of COVID 19 but also in public life. Besides, the internal dispute of JT in India influenced the thinking among JT adherents in Makassar.  
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA POP UP BOOK DALAM MATERI RAGAM SUKU BANGSA DAN BUDAYA PADA PEMBELAJARAN IPS TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IV MIN 1 BIMA Nurhidayati, Nurhidayati; Juhannis, Hamdan; Rivai, Immawati Nur Aisyah
JIPMI (Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah) Vol 6 No 1: FEBRUARI (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan: a) Untuk membandingkan penerapan sebelum menggunakandan ketika menggunakan media pembelajaran Pop Up Book pada mata pelajaran IPS di kelasIV MIN 1 BIMA. b) Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Pop Up Book terhadaphasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS di kelas IV MIN 1 BIMA. Penelitian inimerupakan penelitian kuantitatif jenis Eksperimen dengan desain Quasi Eksperimen Design.Populasi dalam penelitian ini adalah semua peserta didik kelas IV MIN 1 BIMA tahunpelajaran 2022/2023, yang jumlahnya 63 orang. Pengambilan sampel dengan teknik purposivesampling diperoleh sampel dengan jumlah peserta didik 44 peserta didik. Untukmengumpulkan data menggunakan instrumen tes hasil belajar dan dokumentasi. Kemudiandianalisis dengan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa :1) Hasilbelajar peserta didik sebelum penggunaan media pembelajaran Pop Up Book berada padakategori “sedang” dengan nilai pretest tertinggi 60 dan terendah 20 sehingga rata-rata 40,91dan posttest tertinggi 90 dan terendah 50 sehingga rata-rata 66,36. Hasil belajar peserta didikketika penggunaan media pembelajaran Pop Up Book berada pada kategori “tinggi” dengannilai pretest tertinggi 70 dan terendah 20 sehingga rata-rata 42,73 dan posttest tertinggi 90 danterendah 50 sehingga rata-rata 71,36. 2) Terdapat perbedaan hasil belajar peserta didiksebelum penggunaan media pembelajaran Pop Up Book memiliki kategorisasi “sedang”dengan nilai pretest 60-20 dan posttest 90-50 sedangkan ketika penggunaan media pembelajaranPop Up Book dengan kategorisasi “tinggi” dan nilai pretest 70-20 dan posttest 90-50. Perbedaanhasil belajar peserta didik juga dapat dilihat dari hasil perhitungan uji T, dimana = 5,674sedangkan nilai= 1,681 artinya nilai > nilai. Dari hasil analisis p-value = 0,000/2 = 0 < 0,05atau nilai signifikasi lebih kecil dari taraf kesalahan yang ditentukan.
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT) PADA PEMBELAJARAN IPS TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS V SD NEGERI MANJALLING KABUPATEN GOWA Nurazizah, Nurazizah; Juhannis, Hamdan; Rivai, Immawati Nur Aisyah
JIPMI (Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah) Vol 6 No 2: AGUSTUS (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jipmi.v6i2.50162

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan (1) Untuk mengetahui hasil belajar IPS yang diajardengan menggunakan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) padakelas V SD Negeri Manjalling. (2) Untuk mengetahui hasil belajar IPS yang diajardengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada Kelas V SD NegeriManjalling. (3) Untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran ValueClarification Technique (VCT) terhadap hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPSkelas V SD Negeri Manjalling. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenisEksperimen dengan desain Quasi Eksperimen Design. Populasi dalam penelitian inipeserta didik kelas V SD Negeri Manjalling, yang jumlah kelas VA (kelas eksperiemen)sebanyak 28 peserta didik dan kelas VB (kelas control) sebanyak 27 peserta didik.Pengambilan sampel dengan teknik sampling jenuh diperoleh sampel sebanyak 55peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes hasil belajar.Kemudian dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitianmenyatakan bahwa (1)Hasil belajar IPS peserta didik yang diajar dengan menggunakanmodel pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) berada pada kategori tinggidengan nilai rata-rata 73,57. (2) Hasil belajar pada yang diajar dengan menggunakanmodel pembelajaran konvensional berada pada kategori rendah dengan nilai rata-rata62,96. (3)Berdasarkan hasil analisis inferensial dengan menggunakan independentsampel t-test terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.Yang dimana rata-rata kelas eksperimen lebih besar dari kelas kontrol. Dengandemikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Value ClarificationTechnique (VCT) berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPS peserta didik di kelas VSD Negeri Manjalling.
THE IMPACT OF LIFE SKILL EDUCATION CURRICULUM IMPLEMENTATION IN ANTICIPATING ADOLESCENT PROBLEMS AT THE UNICEF PROJECT PILOT SCHOOL IN BONE REGENCY Nursabaha, Sarifa; Juhannis, Hamdan; Syamsudduha, St.; Mania, Sitti
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 25 No 1 (2022): Juni
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2022v25n1i11

Abstract

This article aims to determine the impact of implementing Life Skill Education curriculum in anticipating adolescent problems at Unicef ​​Pilot Project School in Bone. Data collection techniques include interviews, observations, and documents. The data were analyzed by the stages of data display, data reduction, and data verification. The results showed that the impact of implementing LSE curriculum in anticipating adolescent problems in Bone was seen in independence of meeting personal needs in the form of students being able to be independent, gaining life skills, being able to overcome problems of Menstrual Hygiene Management (MKM), and being able to practice a variety of learning methods. Other independence in terms of meeting social needs are students being able to overcome bullying problems, managing environment, and overcoming child marriage. Therefore, it is expected to the government to issue a policy on the implementation of Life Skill Education curriculum to be applied in the educational environment because it has a positive influence on the prevention of child marriage. Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dampak implementasi kurikulum Life Skill Education dalam mengantisipasi problematika remaja pada Sekolah Pilot Project Unicef di Kabupaten Bone. Teknik pengumpulan data diperolah meliputi wawancara, observasi dan dukumen. Data dianalisis dengan pendekatan kualitatif lalu diolah dengan tahap display data, reduksi data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak implementasi kurikulum Life Skill Education dalam mengantisipasi problematika remaja di Bone terlihat pada kemandirian pemenuhan kebutuhan personal berupa: peserta didik mampu bersikap mandiri, peserta didik memperoleh keterampilan hidup, peserta didik mampu mengatasi masalah Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM), peserta didik mengetahui dan mampu mempraktikkan metode pembelajaran yang bervariasi. Kemandirian lainnya dalam hal pemenuhan kebutuhan sosial, berupa: peserta didik mampu mengatasi masalah bullying, mengelola lingkungan, dan mengatasi persoalan perkawinan anak. Implikasi penelitian diharapkan kepada pemerintah terkait untuk mengeluarkan kebijakan tentang implementasi kurikulum Life Skills education untuk diterapkan di lingkungan pendidikan karena memiliki pengaruh positif terhadap pencegahan perkawinan anak.