Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh Penataan Fisik Permukiman Kumuh terhadap Kualitas Hidup Masyarakat Kelurahan Kricak, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta Wekawati, Rokhana Tri; Suminar, Lintang; Rahayu, Murtanti Jani
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i2.81131.39-54

Abstract

Permukiman kumuh yang tidak terkendali dapat menyebabkan berbagai masalah bagi suatu kota, seperti wajah dan lingkungan perkotaan yang menjadi buruk dan kotor, susahnya penertiban bangunan, masalah keamanan, serta masalah kesehatan yang berdampak pada penurunan kualitas hidup masyarakat penghuni permukiman kumuh. Dalam hal ini, pemerintah membuat berbagai program untuk mengatasi permukiman kumuh yang ada di Indonesia. Kelurahan Kricak merupakan salah satu kelurahan prioritas program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) di Kota Yogyakarta, dimana dilakukan penataan permukiman kumuh sejak tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penataan fisik permukiman kumuh terhadap kualitas hidup masyarakat di Kelurahan Kricak menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik analisis regresi logistik ordinal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penataan fisik pada komponen permukiman kumuh memiliki pengaruh kuat terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kualitas hidup masyarakat di Kelurahan Kricak mengalami peningkatan baik dari aspek fisik dan lingkungan, keamanan, ekonomi maupun aspek sosial setelah dilakukan penataan permukiman kumuh di lingkungan tempat tinggalnya.
Faktor Utama yang Memengaruhi Kinerja Jalan pada Koridor Perdagangan Jalan Dr. Radjiman, Kota Surakarta Mawardi, Aldi Fauzan; Suminar, Lintang; Rahayu, Murtanti Jani
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.81577.%p

Abstract

Aktivitas komersial perkotaan memicu kebutuhan terhadap sistem transportasi yang terintegrasi pada Jalan Dr. Radjiman, Kota Surakarta. Jalan Dr. Radjiman Kota Surakarta menjadi salah satu koridor perdagangan utama di Kota Surakarta dengan banyak komoditas perdagangan. Bentuk perkembangan ini menghadirkan kebutuhan  sistem kegiatan, sistem pergerakan, dan sistem jaringan yang dapat mengakomodasi kebutuhan aktivitas di dalam kawasan. Kebutuhan kinerja jalan dengan kualitas yang baik menjadi isu utama dalam sistem transportasi yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor utama yang memengaruhi kinerja jalan pada koridor perdagangan Jalan Dr. Radjiman Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif. Data penelitian berasal dari observasi dan studi dokumen instansi. Faktor utama diidentifikasi berdasarkan konteks teori sistem transportasi, yaitu intensitas aktivitas perdagangan, aksesibilitas koridor, dan angka kinerja jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang berpengaruh pada kinerja jalan di lokasi studi adalah angka volume kendaraan. Faktor utama di luar variabel kinerja jalan adalah aksesibilitas koridor dengan subvariabel ketersediaan transportasi publik. Untuk meningkatkan kualitas kinerja jalan pada kawasan,  diperlukan kebijakan yang terkait dengan pengendalian volume kendaraan yang dalam konteks koridor perdagangan berupa pengaturan dan sosialisasi penggunaan transportasi publik dalam mengatasi hambatan samping.
Pengaruh pemanfaatan lahan terhadap pola pergerakan spasial pada Jalan Letjen S. Parman, Surakarta Yuniasa, Pregiann; Rahayu, Murtanti Jani; Rini, Erma Fitria
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i1.53116

Abstract

Pemanfaatan lahan merupakan usaha pendayagunaan suatu lahan sesuai dengan karakternya dalam rangka menopang suatu proses pemenuhan kebutuhan manusia. Dalam interaksinya dengan sistem transportasi perkotaan, pemanfaatan lahan berhubungan dengan sistem kegiatan, yang meliputi jenis pemanfaatan lahan, sebaran pemanfaatan lahan, pola aktivitas pemanfaatan lahan, dan intensitas aktivitas pemanfaatan lahan. Jalan Letjen S. Parman, Surakarta, dengan karakternya sebagai kawasan perdagangan jasa dan simpul transportasi regional, telah menjadi magnet pergerakan yang kuat di Kota Surakarta dengan intensitas kegiatan yang cukup tinggi pada kawasan. Intensitas kegiatan yang tinggi sebagai hasil dari aktivitas pemanfaatan lahan telah memicu pergerakan yang tinggi dan beragam pada kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan lahan terhadap pola pergerakan spasial pada Jalan Letjen S. Parman, Surakarta. Metode penelitian yang digunakan, yaitu analisis tetangga terdekat, analisis kepadatan bangunan, analisis regresi linier, serta analisis statistik deskriptif guna mengetahui pengaruh dari pemanfaatan lahan terhadap pola pergerakan spasial pada Jalan Letjen S. Parman, Surakarta. Berdasarkan hasil akhir analisis, diketahui bahwa pemanfaatan lahan berpengaruh kuat terhadap pola pergerakan spasial pada Jalan Letjen S. Parman, Surakarta.
Peran sistem informasi geografis dalam pemetaan pandemi: studi kasus Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta Rahayu, Murtanti Jani; Rahayu, Paramita; Putri, Rufia Andisetyana; Rini, Erma Fitria
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i2.55588

Abstract

Pandemi Covid-19 telah menjadi tantangan berat bagi Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan jumlah kasus terkomfirmasi positif yang sangat tinggi. Pulau Jawa merupakan episentrum pandemi Covid-19 di Indonesia. Pemutakhiran data dan pemetaan data yang cepat sangat dibutuhkan untuk bisa memetakan kategorisasi zonasi Covid-19 pada skala administrasi yang paling kecil, yaitu kelurahan. Hal ini penting untuk memastikan strategi dan antisipasi yang tepat dapat diimplementasikan. Penelitian ini bertujuan untuk bagaimana sistem informasi geografis (SIG) dalam pemetaan data berperan dalam penanganan pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan analisis regresi untuk mengkonfirmasi data-data yang penting untuk dipetakan secara spasial. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kepadatan penduduk dalam suatu area permukiman, jumlah penduduk total, dan jumlah rumah tangga kurang mampu adalah variabel yang secara signifikan berpengaruh pada jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 pada empat belas kelurahan di Kecamatan Banjarsari. Dengan pemetaan variabel-variabel tersebut, dapat diidentifikasi kelurahan-kelurahan yang berisiko lebih tinggi dan memerlukan penanganan spesifik berdasarkan faktor kunci pada level kelurahan.
Pengaruh sistem zonasi sekolah terhadap pemanfaatan fasilitas pendukung di sekitar SMAN 1 dan SMAN 2 Surakarta Agustiana, Mega Eka Maharani; Rahayu, Murtanti Jani; Rini, Erma Fitria
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i2.53609

Abstract

Sistem zonasi sekolah memiliki tujuan antara lain menghapuskaneksklusivitas dan diskriminasi antar sekolah serta mengurangi pergerakan siswaseiring mengecilnya jarak sekolah dengan tempat tinggal. Perubahan sebaran tempattinggal siswa dapat mempengaruhi tingkat pemanfaatan fasilitas pendukungpendidikan yang berada di sekitar sekolah. Penelitian ini bertujuan untukmengungkap apakah sistem zonasi sekolah berpengaruh terhadap pemanfaatanfasilitas pendukung pendidikan oleh siswa SMA Negeri 1 dan 2 Surakarta denganmenggunakan analisis non-parametrik Uji Kruskal Wallis. Pada sistem zonasi initerdapat variabel independen (X) yaitu jarak tempat tinggal siswa dengan sekolah.Pemanfaatan fasilitas pendukung merupakan variabel dependen yang terdiri darifasilitas indekos (Y1), fasilitas transportasi umum (Y2), fasilitas ruang terbuka, taman,lapangan olahraga (Y3), serta fasilitas perdagangan dan jasa (Y4). Data pemanfaatanfasilitas pendukung di sekitar sekolah diperoleh dari kuesioner dengan 95 siswasebagai responden. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa sistem zonasisekolah yang memperhatikan jarak tempat tinggal siswa dengan sekolahberpengaruh terhadap pemanfaatan fasilitas indekos (Y1) dan fasilitas perdagangandan jasa (Y4).
Kawasan Alun-Alun Timur Pati sebagai lokasi relokasi pedagang kaki lima Amalia, Adinda; Rahayu, Murtanti Jani; Utomo, Rizon Pamardhi
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i2.63760

Abstract

Keberadaan pedagang kaki lima sebagai sub-sektor informal terlihat dominan pada kawasan perkotaan di Indonesia. Lokasi yang strategis menjadi faktor utama yang sangat diperhatikan oleh pedagang kaki lima dalam menjalankan usahanya. Pada umumnya, pemerintah daerah mengambil langkah pengelolaan untuk mengatur lokasi pedagang kaki lima. Seperti yang terjadi di Kabupaten Pati, pemerintah daerah setempat telah menentukan Kawasan Alun-Alun Timur Pati sebagai lokasi khusus bagi para pedagang kaki lima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian Kawasan Alun-Alun Timur Pati sebagai lokasi pedagang kaki lima. Variabel penelitian yang digunakan yaitu kestrategisan lokasi, ketersediaan fasilitas pendukung, keberadaan aktivitas utama, serta kebijakan pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Analisis dilakukan melalui tiga tahap, yaitu skoring komponen kesesuaian, pembobotan variabel dengan teknik weighted product, dan analisis kesesuaian. Hasil penilaian kesesuaian sebesar 73,71% menunjukkan bahwa Kawasan Alun-Alun Timur Pati telah sesuai sebagai lokasi pedagang kaki lima.
Analisis perubahan penutup lahan Kabupaten Banyumas menggunakan Citra Satelit Landsat Nugroho, Rahman Hilmy; Rini, Erma Fitria; Rahayu, Murtanti Jani
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i1.53310

Abstract

Kabupaten Banyumas merupakan wilayah yang mengalami perkembangan penutup lahan yang pesat di wilayah Provinsi Jawa Tengah bagian barat. Kabupaten ini mengalami perubahan penutup lahan pada kurun waktu 2001-2021. Perubahan penutup lahan perlu dipantau menggunakan teknologi GIS dengan data citra satelit Landsat tahun 2001, 2011, dan 2021. Citra satelit diolah melalui proses koreksi atmosferik, cloud masking dan mozaik citra, serta metode supervised classification untuk menghasilkan peta penutup lahan. Hasil uji akurasi penutup lahan menggunakan confusion matrix menunjukkan 85,71 % sampel sesuai sehingga dapat digunakan untuk analisis. Penutup lahan Kabupaten Banyumas pada tahun 2001, 2011 dan 2021 didominasi oleh lahan kebun, sawah, dan hutan. Perubahan penutup lahan pada tahun 2001-2021 didominasi oleh lahan non terbangun yang menjadi kawasan terbangun. Pada periode 2011-2021, terjadi perluasan kawasan terbangun sebesar 2.228 Ha (17,6 %). Sementara periode tahun 2011-2021, perubahan lahan paling signifikan terjadi pada kawasan terbangun yang meningkat sebesar 2.785 Ha (18,7 %). Perubahan ini terjadi akibat alih fungsi lahan sawah, tegalan, kebun, hutan, tanah kosong menjadi kawasan terbangun.
Faktor Prioritas dalam Penentuan Lokasi Food Center di Purbalingga Puspita, Melita Agustine Mega; Rahayu, Murtanti Jani; Utomo, Rizon Pamardhi
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v5i2.72527.112-124

Abstract

Keberadaan pedagang kaki lima di Kabupaten Purbalingga semakin meningkat tiap tahunnya dan memberikan dampak negatif karena menempati ruang publik secara sporadis, khususnya di Kawasan Alun-alun Kabupaten Purbalingga dan Gelanggang Olah Raga (GOR)Goentoer Darjono. Permasalahan tersebut ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga dengan membangun Purbalingga Food Center sebagai lokasi relokasi bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) tetapi pembangunan tersebut bukan tanpa masalah. Pemilihan Purbalingga Food Center sebagai lokasi relokasi PKL menimbulkan perbedaan pandangan dari berbagai pihak. Pemerintah berupaya memilih lokasi Purbalingga Food Center berdasarkan pertimbangan potensi lahan milik pemerintah  yang dapat mewadahi PKL dan dekat dengan pusat kota. PKL mengeluhkan lokasi tersebut kurang potensial untuk mendatangkan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor prioritas pemilihan lokasi Purbalingga Food Center sebagai lokasi relokasi PKL berdasarkan persepsi stakeholder. Penelitian menggunakan pendekatan deduktif dengan teknik analisis Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengetahui faktor-faktor prioritas yang mempengaruhi pemilihan lokasi Purbalingga Food Center. Hasil analisis mengungkapkan bahwa prioritas faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi Purbalingga Food Center sebagai lokasi relokasi PKL menurut stakeholder terfokus pada tujuh faktor prioritas, yaitu rencana dan kebijakan pengembangan kota, lahan milik pemerintah, peraturan zonasi kegiatan PKL, kedekatan dengan aktivitas utama, fasilitas listrik, fasilitas air bersih, serta kemudahan lokasi untuk dilihat dengan jelas (visibilitas).