Claim Missing Document
Check
Articles

TREN, BIAYA, DAN TANTANGAN STRUCTURAL HEALTH MONITORING JEMBATAN Andreas A. Pramudya; Andreas Wibowo; Anton Soekiman
Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 2 (2022)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v22i2.6062.117-130

Abstract

Abstract Information technology and the Internet of Things are developing rapidly, resulting in changes in all fields, including monitoring and testing bridges. Structural Health Monitoring (SHM) is currently an alternative to replace conventional visual inspections. This study aims to determine trends in the use of Structural Health Monitoring on bridges, including cost factors and challenges faced, so that they can be considered and referenced in the installation of Structural Health Monitoring on bridges in the future. This study uses biblio-metric analysis methods and literature review. Bibliometric analysis was carried out to determine the type of bridge, the method of Structural Health Monitoring, the type of sensor, and the part that the sensor was installed on, so that the trend of Structural Health Monitoring installation could be observed. A literature review was carried out on the challenges that occurred and the cost factors that were considered and their potential in the future. This research shows that the method of Structural Health Monitoring is still evolving and that new technologies have been used to overcome various challenges, including the cost factor. If Structural Health Monitoring can be mass produced, the cost of producing Structural Health Monitoring is expected to decrease. Keywords: bridge; structural health monitoring; visual inspection; bibliometrics Abstrak Teknologi informasi dan Internet of Things berkembang dengan pesat, yang mengakibatkan terjadinya perubahan di segala bidang, termasuk pada pemantauan dan pengujian jembatan. Structural Health Monitoring (SHM) saat ini menjadi alternatif untuk menggantikan inspeksi visual yang bersifat konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tren penggunaan Structural Health Monitoring pada jembatan, termasuk faktor biaya dan tantangan yang dihadapi, sehingga dapat menjadi pertimbangan dan acuan dalam pemasangan Structural Health Monitoring pada jembatan di masa mendatang. Studi ini menggunakan metode analisis bibliometrik dan tinjauan literatur. Analisis bibliometrik dilakukan untuk mengetahui jenis jembatan, metode Structural Health Monitoring, jenis sensor, dan bagian yang dipasang sensor, sehingga tren pemasangan Struc-tural Health Monitoring dapat diamati. Tinjauan literatur dilakukan pada tantangan yang terjadi dan faktor biaya yang menjadi pertimbangan serta potensinya di masa mendatang. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode Structural Health Monitoring masih terus berkembang dan berbagai teknologi baru telah digunakan untuk mengatasi berbagai tantangan, termasuk faktor biaya. Jika Structural Health Monitoring dapat dipro-duksi secara massal, biaya produksi Structural Health Monitoring diharapkan menurun. Kata-kata kunci: jembatan; structural health monitoring; inspeksi visual; bibliometrik
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Pekerja pada Proyek Konstruksi Berdasarkan Latar Belakang Pekerja Andhika Pradikta Setiawan; Anton Soekiman
Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 2 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 2
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2023.017.02.3

Abstract

The benefits of motivation are that the work or task that is the responsibility of the worker will be completed quickly, worker absenteeism can be minimized, and the labor turnover will be smaller. Construction projects can absorb a lot of workers, each worker has a different background, different backgrounds can affect a person's mindset and interest differences, thus affecting the level of motivation and factors that can increase motivation will be different. This research is dedicated to find out what factors can affect the motivation of workers based on the background of workers. There are 30 factors that can increase the motivation of workers obtained from the literature review of previous research, which will be searched for its relationship with the level of motivation of workers by using regression analysis. A total of 212 respondents to obtain sample data to find the relationship of factors that can affect motivation with the level of motivation of workers using regression analysis. From the results of this study, it was found that the factors that have an influence on the motivation of workers in each classification of background, the result is that almost every different background has a different factor that has the most influence on the motivation of workers, so that everyone who has a different background has a different way of increasing motivation.
EVALUASI PERILAKU DAN HASIL KERJA PESERTA PASCA PELATIHAN SMK3 KONSTRUKSI Widi Ayu Kinanti; Anton Soekiman; Felix Hidayat
Jurnal Sains dan Teknologi ISTP Vol. 11 No. 2 (2019): Oktober
Publisher : LPPM ISTP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.531 KB) | DOI: 10.59637/jsti.v11i2.16

Abstract

Pemerintah terus berupaya menekan angka kecelakaan kerja konstruksi. Masih kurangnya kesadaran dan pemahaman mengenai keselamatan kerja, mendorong pemerintah melakukan sosialisasi mengenai norma K3. Semakin tingginya perhatian dan komitmen pemerintah akan pentingnya K3, akan mendukung terwujudnya konstruksi yang berkelanjutan. Keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya diukur dari kehandalan dan azaz kebermanfaatan bagi masyarakat, tetapi ditentukan juga dari keselamatan dalam proses pelaksanaan konstruksinya. Oleh karena itu, untuk memperoleh pemahaman dalam K3, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian PUPR, perlu dibekali pelatihan teknis mengenai Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) konstruksi. Untuk dapat melihat seberapa besar perubahan dan manfaat yang diberikan setelah mengikuti pelatihan maka perlu dilakukan evaluasi pasca pelatihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan peningkatan perubahan perilaku dan hasil kerja peserta saat sebelum dan setelah pelatihan. Data primer diperoleh dari hasil kuesioner tertutup dan wawancara dengan responden yang terdiri dari 29 orang peserta pelatihan dan 29 orang atasan langsung dari peserta tersebut. Penelitian ini menggunakan uji beda t berpasangan. Pengolahan data menggunakan bantuan software SPSS versi 23. Berdasarkan hasil analisis uji beda t menunjukkan bahwa terdapat perubahan segi perilaku dan hasil kerja peserta setelah mengikuti pelatihan dan kembali ke unit kerja. Penyelenggaraan pelatihan yang efektif diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pegawai agar mereka mampu memberikan kontribusi dalam dalam rangka membina dan melakukan pengawasan norma K3 konstruksi
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DAYA SAING KONTRAKTOR KECIL PADA INDUSTRI KONSTRUKSI DI JAWA BARAT Ganjar Jojon Johari; Anton Soekiman
Jurnal Sains dan Teknologi ISTP Vol. 11 No. 2 (2019): Oktober
Publisher : LPPM ISTP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.084 KB) | DOI: 10.59637/jsti.v11i2.18

Abstract

Industri konstruksi adalah area bisnis yang sangat menjanjikan dalam hal pengembangan infrastruktur dan keuntungan finansial. Permasalahan yang sering terjadi adalah karena cukup banyak keunggulan-keunggulan yang digunakan oleh perusahaan jasa konstruksi, keunggulan tersebut harus digunakan secara tepat agar dihasilkan suatu daya saing bagi perusahaan tersebut untuk terus bersaing dan dapat memenangkan persaingan. Dengan banyaknya perusahaan jasa konstruksi di Indonesia membuat persiangan untuk memenangkan tender atau mendapat pekerjaan sangatlah sulit, ini dibuktikan dengan banyaknya perusahaan jasa konstruksi yang tidak mampu mendapatkan pekerjaan sehingga membuat perusahaan bangkrut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor utama dan faktor priorotas yang mempengaruhi daya saing perusahaan kontraktor kelas kecil di Jawa Barat. Dalam penelitian ini akan dilakukan identifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan daya saing kontraktor kecil untuk mampu bersaing dalam industri jasa konstruksi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif berlandaskan pada filsafat positivism. Metode analisis data yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua variabel valid dan lulus uji reliabilitas. Dari 9 faktor yang diteliti, ternyata memiliki pengaruh yang signifikan terhadap daya saing kontraktor kecil di industri konstruksi di Jawa Barat.Faktor dominan yang mempengaruhi daya saing kontraktor kecil adalah Manajemen SDM, dengan indikator-indikator seperti staffing/ employment, evaluasi kinerja, kompensasi, pelatihan, serikat pekerja, keselamatan dan kesehatan dan analisis pemasalahan pegawai.
Rancangan Model Penilaian Kinerja Penyedia Jasa Konstruksi Dengan Metode Analitycal Hierachy Process Gunawan, Dewiani; Soekiman, Anton
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 8, No 2: December 2023
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v8.i2.2023.287-296

Abstract

Penilaian kinerja penyedia jasa konstruksi diperlukan sebagai evaluasi bagi penyedia jasa maupun pengguna jasa. Pengadaan barang/jasa pemerintah yang berpedoman kepada Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah No. 4 Tahun 2021 tentang Pembinaan Pelaku Usaha Pengadaan Barang/Jasa, penilaian kinerja penyedia masih disamakan untuk penyedia barang, jasa konsultansi maupun pekerjaan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel yang mempengaruhi penilaian kinerja kontraktor, mengetahui nilai bobot dari variabel dan memberikan masukan bagi pembina jasa konstruksi dalam mengembangkan industri konstruksi. Metode penelitian yang dipakai yaitu kajian literatur terhadap penelitian terdahulu, wawancara terhadap ahli/pakar konstruksi atas hasil dari penelitian terdahulu dan mendapatkan masukan untuk indikator dan kategori penilaian kinerja, selanjutnya dilakukan pengisian kuisioner oleh responden yang bekerja dalam bidang jasa konstruksi dan dianalisa dengan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) untuk memperoleh bobot  variabel dan sub variabel. Penelitian dilakukan untuk 3 (tiga) kualifikasi Perusahaan yaitu kualifikasi kecil, menengah dan besar. Hasil penelitian menunjukkan variabel penilaian kinerja konstruksi terdiri kualitas produk dan kualitas layanan, terdapat sub variabel yang belum terdapat dalam penilaian kinerja penyedia sebagaimana tercantum dalam Perka LKPP No. 4 yaitu faktor keandalan bangunan dan penerapan K3 Konstruksi. Dari ketiga kualifikasi perusahaan, variabel produk menunjukkan bobot yang lebih besar yaitu 0,753 untuk kualifikasi kecil, 0,718 untuk kualifikasi menengah dan 0,664 untuk kualifikasi besar. Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil dari pekerjaan konstruksi lebih penting daripada layanan yang diberikan oleh penyedia jasa.
Faktor-Faktor Penyebab, Tingkat Stres Kerja, dan Dampak Stres Kerja pada Tenaga Ahli Proyek Konstruksi Firdaus, Fakhri; Soekiman, Anton; Hidayat, Felix
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 18, No. 1 : Al Qalam (Januari 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v18i1.2769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab, tingkat stres kerja, dan dampak stres kerja pada tenaga ahli proyek konstruksi. Faktor-faktor penyebab stres kerja yang diidentifikasi meliputi tekanan waktu, tuntutan kualitas, konflik antar tim, dan beban kerja yang berlebihan. Tingkat stres kerja diukur dengan menggunakan kuesioner dan skala penilaian subjektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab stres kerja mempengaruhi tingkat stres kerja tenaga ahli proyek konstruksi secara signifikan. Tingkat stres kerja cenderung tinggi dalam lingkungan proyek konstruksi, dan ini dapat berdampak negatif pada kesejahteraan fisik dan mental para tenaga ahli proyek. Dampak stres kerja yang diamati meliputi peningkatan tingkat kelelahan, penurunan produktivitas, peningkatan risiko kecelakaan kerja, serta penurunan kepuasan kerja. Oleh karena itu, manajemen stres kerja yang efektif perlu diterapkan dalam industri konstruksi untuk meningkatkan kesejahteraan dan kinerja tenaga ahli proyek.Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya mengelola stres kerja dalam industri konstruksi serta memberikan dasar bagi perusahaan konstruksi untuk mengembangkan strategi yang dapat mengurangi stres kerja dan meningkatkan kesejahteraan para tenaga ahli proyek.
Sistem Monitoring SIRUS terhadap Efisiensi dan Kualitas Bangunan dalam Program BSPS di Kabupaten Bandung Wardhani, Ghani Kusuma; Soekiman, Anton; R.P., Andini
Jurnal Talenta Sipil Vol 8, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v8i1.787

Abstract

The Self-Help Housing Assistance Program (BSPS) aims to improve housing quality for low-income communities. However, the limitations of manual monitoring systems have caused inefficiencies and reduced building quality. This study evaluates the implementation of the Self-Help Housing Information System (SIRUS), a web-based digital technology, to enhance monitoring efficiency and building quality in BSPS projects in Bandung Regency. The research employs a quantitative survey method through questionnaires involving three respondent groups: PPK staff, field facilitators, and aid recipients. Data analysis was conducted using the SEM-PLS approach to identify the influence of related variables. The results indicate that SIRUS significantly improves monitoring efficiency, particularly through frequent use of the technology and its effective integration into workflow processes. Efficiency is influenced by human resource competencies and adequate training. In terms of building quality, SIRUS positively impacts outcomes, although its optimal implementation depends heavily on the technical skills of field facilitators and aid recipients' understanding of quality standards. Challenges such as limited information and communication technology infrastructure and insufficient technical training hinder SIRUS's effectiveness. In conclusion, the implementation of SIRUS contributes to enhancing efficiency and building quality in the BSPS program, with the caveat that continuous improvements in HR training and technological infrastructure support are essential. These findings provide strategic recommendations for stakeholders to improve housing quality through more comprehensive and inclusive digital technology integration.
The Influence of Project Management Information System, Human Resources Quality and Employee Performance on The Effectiveness of Construction Services at PT. XYZ Siburian, Kondar Parlindungan; Soekiman, Anton; Pratiwi, A.Andini Radisya
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 6 No. 7 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol6iss7pp2059-2075

Abstract

In the construction industry, service effectiveness is greatly influenced by the implementation of project management information systems, the quality of human resources (HR), and employee performance. PT XYZ faces various challenges in project management, such as delays, incompatibility of planning with realization, and lack of an integrated information system to support fast and accurate decision-making. This study aims to analyze the influence of project management information system, human resource quality, and employee performance on the effectiveness of construction services at PT XYZ. The research method used is a quantitative approach with a survey method. Data was collected through a questionnaire involving 86 respondents from various divisions within the company. Data analysis was carried out using the path analysis method to identify direct and indirect relationships between independent variables and bound variables. The results of the study show that the project management information system has a significant effect on employee performance and the effectiveness of construction services. In addition, good quality of human resources contributes to improving the effectiveness of construction services through improving employee performance. The implication of this study is that construction companies need to adopt web-based information systems to improve efficiency in project management. In addition, improving the quality of human resources through employee training and competency development is an important factor in achieving optimal construction service effectiveness.
Pengaruh Faktor–Faktor Penentu Pemenang Lelang Jasa Konstruksi Terhadap Pilihan Strategi Penawaran Di Jawa Barat Sinaga, Naga Raya; Soekiman, Anton; Pratiwi, Andini Radisya
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i4.32138

Abstract

Proses pelelangan pemerintah di atur dalam Peraturan Presiden No.12 Tahun 2021, yang memiliki kebijakan meningkatkan kualitas perencanaan pengadaan barang/jasa, dan melaksanakan pengadaan barang/jasa yang lebih transparan, terbuka, dan kompetitif. Untuk mengetahui faktor pengaruh pelelangan agar dapat menerapkan prinsip efisiensi, efektif, transparan, terbuka, bersaing, adil, dan akuntabel. Konsep yang paling utama dalam strategi penawaran adalah untuk menentukan nilai harga penawaran yang memiliki probabilitas tinggi memenangkan tender dengan meletakkan harga terendah tetapi masih bisa mendapatkan keuntungan dari harga penawaran tersebut. faktor utama sebagai penentu pemenang lelang jasa konstruksi yang di tinjau dari faktor administrasi yaitu terdapat 3 aspek yang sangat berpengaruh yaitu ijin usaha, kelengkapan dan kesesuaian syarat syarat substansial yang di minta dalam dokumen lelang, serta faktor keabsahan dan kelengkapan surat penawaran, dimana Jikalau ketiga aspek tersebut dilanggar atau bermasalah, maka peserta tidak akan dapat mengikuti proses pelelangan. lalu ditinjau dari faktor teknis yaitu metode dan strategi pelaksanaan pekerjaan serta pengendalian yang di gunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penentu lelang jasa konstruksi kecil memiliki ranking faktor yang paling dominan, diantaranya: pengalaman perusahaan, sumber daya manusia, pengendalian, reputasi pengendalian, perlengakapan dan peralatan, finansial, faktor teknis yaitu faktor organisasi proyek, dan faktor keselamatan kerja.
Pengaruh Manajemen Mutu Iso 9001:2015 Terhadap Kinerja Pekerja Pada Perusahaan Konstruksi PT. Bukit Telawi di Ruas Jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama Hadiansyah, Gusti Muhammad; Soekiman, Anton; Afriade Siregar, Chandra
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i4.32152

Abstract

Dunia industri jasa konstruksi, aplikasi dalam sistem manajemen mutu memiliki peran yang sangat penting dalam menjamin bahwa hasil pekerjaan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. PT. Bukit Telawi, sebagai perusahaan konstruksi yang mengerjakan proyek Ruas Jalan Pangkalan Bun – Kotawaringin Lama, menghadapi sejumlah tantangan dalam menjaga mutu pekerjaan. Beberapa di antaranya mencakup keterbatasan keterampilan tenaga kerja, penguasaan teknologi konstruksi yang masih perlu ditingkatkan, serta pemahaman terhadap prinsip-prinsip manajemen mutu yang belum sepenuhnya maksimal. Penelitian ini akan mengkaji dan menganalisis secara lebih lanjut bagaimana pengaruh dari manajemen mutu ISO 9001:2015 terhadap pekerja di perusahaan konstruksi PT. BUKIT TELAWI di Ruas Jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama. Metode peniltian dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada 55 responden yang merupakan pekerja pada proyek dengan cara sampel non probability dengan teknik purposive sampling. Pendekatan analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda, yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menguji pengaruh variabel independen—meliputi persyaratan dokumen, manajemen, sumber daya, pelaksanaan, dan perbaikan—terhadap variabel dependen, yaitu kinerja tenaga kerja. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa penerapan ISO 9001:2015 memiliki dampak yang positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja tenaga kerja. Dari lima variabel yang diuji, variabel persyaratan manajemen dan persyaratan pelaksanaan memberikan kontribusi paling besar dalam meningkatkan kinerja pekerja. Analisis regresi linier berganda menghasilkan aplikasi ISO 9001:2015 secara keseluruhan berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan produktivitas dan kualitas hasil kerja pada proyek konstruksi tersebut.