Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penerapan Model Project Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Di Kelas IV SD INPRES 4/82 Walian Irenvita, Chia; Sumampow, Zoya F.; Rindengan, Mersty E.
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 2 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i2.4240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS melalui penerapan model Project Based Learning di kelas IV SD Inpres 4/82 Walian. “Subjek penelitian ini adalah 22 siswa kelas IV. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi untuk mengetahui aktivitas siswa dan guru, serta tes hasil belajar untuk mengukur pencapaian siswa. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase ketuntasan belajar menggunakan rumus KB = (Jumlah siswa yang tuntas / Jumlah seluruh siswa) × 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I diperoleh rata-rata hasil belajar sebesar 69,55% dengan ketuntasan belajar mencapai 50%, sehingga masih terdapat siswa yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) ≥ 75%. Pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan, dengan rata-rata hasil belajar mencapai 90,23% dan persentase ketuntasan belajar meningkat hingga melampaui KKTP yang ditetapkan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV, khususnya pada materi bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya.” Peningkatan hasil belajar serta aktivitas siswa dan guru menunjukkan bahwa tujuan pembelajaran telah tercapai sehingga penelitian dihentikan pada siklus II.
Penggunaan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pembelajaran IPA Pada Siswa Kelas V Di SD GMIM Lalumpe ; Mozes M. Wulur; Zoya F. V. Sumampow
Jurnal Sekolah Dasar Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Sekolah Dasar
Publisher : LPPM Universitas Buana Perjungan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/s6m1t114

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar pembelajaran IPA tema 6 subtema 1 materi Suhu dan Kalor melalui model pembelajaran Problem Based Learning pada siswa kelas V SD GMIM Lalumpe. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data tentang kegiatan pembelajaran di kelas diperoleh dari pengamatan guru dalam mengelola pembelajaran, dan tes hasil belajar siswa. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan persentase sesuai dengan kriteria aktivitas yang telah ditentukan. Hasil penelitian dan pembahasan yang ada, peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa hasil belajar IPA dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning pada siklus I persentasi ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 46,67% dengan nilai rata-rata 67,67 dan meningkat pada siklus II pada persentasi ketuntasan siswa sebesar 93,33% dengan nilai rata-rata sebesar 89,33. Berdasarkan hasil temuan di SD GMIM Lalumpe dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar dalam mata pelajaran IPA tentang Suhu & Kalor siswa kelas V di SD GMIM Lalumpe Kata Kunci : Model pembelajaran Problem Based Learning, hasil belajar, IPA
Penerapan Model Project Based Learning Untuk Meningkatkan Kreativitas Dan Hasil Belajar Ipas Siswa Kelas V SD Katolik St. Joseph Sarongsong Yeci J. Samauling; Zoya F. Sumampow; Yusak Ratunguri
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 5.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to improve students' creativity and learning outcomes in Natural and Social Sciences, specifically the topic of Human Digestive Organs, through the application of the Project Based Learning (PjBL) model in fifth grade students of SD Katolik St. Joseph Sarongsong. The method used is Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. The research subjects were 16 students, including 9 females and 7 males. The results show that the implementation of the Project Based Learning (PjBL) model effectively improves students' creativity and learning outcomes. The average creativity level in the first cycle reached 63.28% in the medium category and increased to 81.64% in the high category in the second cycle. In terms of learning outcomes in the cognitive domain, the average score in the first cycle was 66.25 with a classical completeness of 43.75%, which improved to 87.81 with 87.5% completeness in the second cycle. In the affective domain, students’ attitudes in cycle I had not fully met the learning targets but showed improvement in cycle II until the objectives were achieved. In the psychomotor domain, learning outcomes increased from 64.06% in cycle I to 85.15% in cycle II. Based on these findings, it can be concluded that the PjBL model is effective in enhancing students’ creativity and learning outcomes in science learning.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas IV SD Negeri Ampreng Kecamatan Langowan Barat Firgi Jermia Toar; Zoya F. Sumampow; Fonny Katili
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada materi panca indera manusia melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) di kelas IV SD Negeri Ampreng.  penelitian ini didasarkan pada rendahnya hasil belajar siswa yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 18 peserta didik kelas IV SD Negeri Ampreng. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan persentase ketuntasan belajar. Berdasarkan  penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam proses pembelajaran, hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh peserta didik di siklus I mencapai 66,38%  sedangkan pada siklus II mencapai 84,44%.  Jumlah peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar meningkat secara signifikan dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran menjadi lebih aktif. Dengan demikian, model PBL efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS pada materi panca indera manusia.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas IV SD Negeri Ampreng Kecamatan Langowan Barat Firgi Jermia Toar; Zoya F. Sumampow; Fonny Katili
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada materi panca indera manusia melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) di kelas IV SD Negeri Ampreng.  penelitian ini didasarkan pada rendahnya hasil belajar siswa yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 18 peserta didik kelas IV SD Negeri Ampreng. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan persentase ketuntasan belajar. Berdasarkan  penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam proses pembelajaran, hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh peserta didik di siklus I mencapai 66,38%  sedangkan pada siklus II mencapai 84,44%.  Jumlah peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar meningkat secara signifikan dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran menjadi lebih aktif. Dengan demikian, model PBL efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS pada materi panca indera manusia.
Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Media Flash Card untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Kelas IV SD Advent Tondano Frisca Novia Indah Sari; Harol R. Lumapow; Zoya F. Sumampow
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS melalui penerapan model Problem Based Learning berbantuan media Flash Card dikelas IV SD Advent Tondano, Kecamatan Tondano Barat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih bersifat satu arah (teacher-centered), dimana guru dominan menggunakan metode ceramah tanpa dukungan media pembelajaran yang inovatif, sehingga siswa kurang tertarik, mudah bosan dan kurang fokus. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri atas empat tahap, yaitu : Perencanaan, Pelaksanaan Tindakan, Observasi/Pengamatan, dan Refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan Subjek penelitian berjumlah 20 orang siswa yang terdiri dari 10 orang siswa Perempuan dan 10 orang siswa Laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukan adanya peningkatan hasil siswa yang sangat signifikan secara bertahap. Pada data awal, ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 35% atau 7 orang siswa yang tuntas dari 20 orang siswa, Setelah diterapkan model Problem Based Learning berbantuan media Flash Card, pada siklus I, ketuntasan belajar klasikal meningkat menjadi 55% atau 11 orang siswa yang tuntas, hasil ini menunjukan bahwa masih ada 45% atau 9 orang siswa yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran 75, sehingga penelitian dilanjutkan pada siklus II. Pada siklus II, ketuntasan belajar klasikal meningkat secara signifikan menjadi 95% atau 19 orang siswa yang tuntas dari 20 orang siswa. Hal ini menunjukan bahwa hasil belajar siswa telah mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Jadi dapat di simpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan media flash card pada mata pelajaran IPAS tentang Daerahku dan Kekayaan Alamnnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V Sd Gmim I Tompaso Sakina Mamonto; Zoya F. Sumampow; Fonny Katili
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar ilmu pengetahuan alam dan sosial (IPAS) pada materi rantai makanan melalui penerapan model problem based learning dikelas V SD Gmim I Tompaso . Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik yang belum memahami kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran ( KKTP ) yang telah ditetapkan sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan model mc taggart yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini terdiri atas 15 peserta didik kelas V SD Gmim I Tompaso. Teknik pengumpulan data melalui , observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi sedanngkan analisis data menggunakan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model problem based learning dalam pembelajaran memberikan peningkatan terhadap hasil belajar peserta didik. Pada siklus I, persentase hasil belajar mencapai 64,66 % , sedangkan pada siklus II mencapai 83% . Jumlah peserta didik yang mencapi ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan yang signifikan, disertai dengan keaktifan peeserta didik yang lebih baik selama proses pembelajaran. Dengan demikian, model pbl terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar ipas pada materi rantai makanan di Kelas V SD Gmim I tompaso.
Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Media Flash Card untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Kelas IV SD Advent Tondano Frisca Novia Indah Sari; Harol R. Lumapow; Zoya F. Sumampow
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS melalui penerapan model Problem Based Learning berbantuan media Flash Card dikelas IV SD Advent Tondano, Kecamatan Tondano Barat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih bersifat satu arah (teacher-centered), dimana guru dominan menggunakan metode ceramah tanpa dukungan media pembelajaran yang inovatif, sehingga siswa kurang tertarik, mudah bosan dan kurang fokus. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri atas empat tahap, yaitu : Perencanaan, Pelaksanaan Tindakan, Observasi/Pengamatan, dan Refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan Subjek penelitian berjumlah 20 orang siswa yang terdiri dari 10 orang siswa Perempuan dan 10 orang siswa Laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukan adanya peningkatan hasil siswa yang sangat signifikan secara bertahap. Pada data awal, ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 35% atau 7 orang siswa yang tuntas dari 20 orang siswa, Setelah diterapkan model Problem Based Learning berbantuan media Flash Card, pada siklus I, ketuntasan belajar klasikal meningkat menjadi 55% atau 11 orang siswa yang tuntas, hasil ini menunjukan bahwa masih ada 45% atau 9 orang siswa yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran 75, sehingga penelitian dilanjutkan pada siklus II. Pada siklus II, ketuntasan belajar klasikal meningkat secara signifikan menjadi 95% atau 19 orang siswa yang tuntas dari 20 orang siswa. Hal ini menunjukan bahwa hasil belajar siswa telah mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Jadi dapat di simpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan media flash card pada mata pelajaran IPAS tentang Daerahku dan Kekayaan Alamnnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V Sd Gmim I Tompaso Sakina Mamonto; Zoya F. Sumampow; Fonny Katili
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar ilmu pengetahuan alam dan sosial (IPAS) pada materi rantai makanan melalui penerapan model problem based learning dikelas V SD Gmim I Tompaso . Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik yang belum memahami kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran ( KKTP ) yang telah ditetapkan sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan model mc taggart yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini terdiri atas 15 peserta didik kelas V SD Gmim I Tompaso. Teknik pengumpulan data melalui , observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi sedanngkan analisis data menggunakan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model problem based learning dalam pembelajaran memberikan peningkatan terhadap hasil belajar peserta didik. Pada siklus I, persentase hasil belajar mencapai 64,66 % , sedangkan pada siklus II mencapai 83% . Jumlah peserta didik yang mencapi ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan yang signifikan, disertai dengan keaktifan peeserta didik yang lebih baik selama proses pembelajaran. Dengan demikian, model pbl terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar ipas pada materi rantai makanan di Kelas V SD Gmim I tompaso.
Integrasi Keterampilan Abad 21 di Sekolah Dasar: Masalah dan Tantangan Widdy H. F Rorimpandey; Zoya F. Sumampow; Solagratia A Rumimper; Jesita Evani Pinu
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 7: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i7.18487

Abstract

Keterampilan abad ke-21 yang mencakup berpikir kritis (critical thinking), kreativitas (creativity), komunikasi (communication), dan kolaborasi (collaboration), yang dikenal sebagai keterampilan 4C, merupakan kompetensi penting yang perlu dikembangkan sejak jenjang sekolah dasar. Meskipun demikian, implementasi keterampilan 4C dalam proses pembelajaran masih menghadapi berbagai hambatan dan tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam berbagai faktor yang menghambat penerapan keterampilan 4C dalam pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode studi literatur sistematis dengan menganalisis berbagai publikasi ilmiah yang relevan dan terbit pada periode 2019–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan utama dalam implementasi keterampilan 4C meliputi keterbatasan kompetensi pedagogis guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berbasis 4C, kurang memadainya sarana dan prasarana pendukung, kurikulum yang masih berorientasi pada penguasaan materi, serta rendahnya keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam mendukung proses pembelajaran. Selain itu, belum adanya sistem penilaian yang terstandarisasi untuk mengukur keterampilan 4C menjadi tantangan tersendiri dalam praktik pendidikan. Temuan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan implementasi keterampilan abad ke-21 memerlukan dukungan yang komprehensif melalui peningkatan kapasitas guru, penyediaan lingkungan belajar yang memadai, pengembangan sistem asesmen yang relevan, serta sinergi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dalam memahami berbagai tantangan implementasi keterampilan 4C sekaligus menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan yang lebih adaptif terhadap tuntutan abad ke-21.