Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Kegawatdaruratan Pada Anak Pada Guru PAUD Di Puskesmas Sempor 1 Yuwono, Podo; Ernawati, Ernawati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of accidents in children at school often occurs. At pre-school age, accidents contribute to morbidity and mortality in children, which are caused by traffic accidents, choking, drowning, falls and burns. The purpose of this community service is to increase the knowledge of PAUD teachers about emergencies in PAUD children. Lecture and discussion methods were used in this activity, using LCD media by measuring participants' knowledge before and after the activity took place. The participants were 26 PAUD teachers who were representatives of schools under the working area of the Sempor 1 Public Health Center. The results of the counseling showed an increase in the knowledge of PAUD teachers by 40%. Emergency counseling to early childhood has a positive impact on increasing the knowledge of PAUD teachers in the working area of the Sempor 1 Health Center
Adherence to Fluid Restriction of Chronic Kidney Disease Patients Undergoing Hemodialysis Aji, Oktavian Kuncoro; Yuwono, Podo; Nugroho, Fajar Agung
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) A
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Fluid restriction on Chronic Kidney Disease who undergoing hemodialysis is an essential thing to do it. Over fluid status will cause edema, overweight, bronchitis, swollen eyelids, and breathlessness. That all are symptoms of Chronic Kidney Disease (CKD). Purpose: to know adherence to fluid restriction on chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis Method: This research is a descriptive quantitative research using a case study approach, with a population of 176 hemodialysis patients, 122 samples used using purposive sampling technique of hemodialysis patients at Dr. Soedirman Hospital Kebumen. Data collection was carried out using a questionnaire instrument for Liquid Restriction Compliance Levels using univariate analysis Result: Of the individuals included in the study, 58.5% were aged 46–65 years age, 52.8% were male, 34.1% were primary school graduates, 57.7% were not working, 88.6% were married, 43.9% had taking 13-36 months of hemodialysis therapy, and 58.5% were in adherence to fluid restriction category. Conclusion: This study stated that the majority of the respondents were in adherence to fluid restriction. Recommendation: Further, health care services like hospitals can modify education strategies toward fluid restriction on hemodialysis patients.
Peran Keluarga Sebagai Support System Dalam Penyesuaian Diri Pasien Dm Berbasis Teori Adaptasi Callista Roy Bachtiar, Ilham; Nugroho, Irmawan Andri; Yuwono, Podo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan dalam jangka waktu lama sehingga menyebabkan pasien DM mengalami perubahan secara fisik dan psikologis yang dapat menurunkan integritas pasien. Oleh sebab itu dibutuhkan usaha dalam meningkatkan integritas serta proses adaptasi terhadap penyakit guna meminimalisir terjadinya komplikasi. Salah satu teori keperawatan yang berkaitan dengan adaptasi adalah model adaptasi Callista Roy dimana keluarga berperan sebagai support system terhadap penyesuaian diri pasien DM. Tujuan: Menganalisis peran keluarga sebagai support system dalam penyesuaian diri pasien DM berbasis teori adaptasi Callista Roy. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Populasi penelitian adalah pasien DM rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Gombong. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel sebanyak 40 pasien. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang dianalisis dengan uji rank spearman. Hasil: Sebagian besar responden memiliki peran keluarga tinggi sebanyak 20 (50%), dan sebagian besar memiliki respon adaptasi adaptif sebanyak 26 (65%) dengan hasil uji korelasi rank spearman 0.838 dengan signifikansi < 0.001 ( p< 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara peran keluarga sebagai support system dan penyesuaian diri pasien diabetes mellitus berbasis teori adaptasi Callista Roy. Rekomendasi: untuk penelitian selanjutnya diharapkan peneliti meneliti terkait faktor-faktor yang mempengaruhi adaptasi penyesuaian diri pada pasien DM.
THE LEVEL OF KNOWLEDGE REGARDING RECURRENT ASTHMA EXACERBATIONS IN PATIENTS WITH BRONCHIAL ASTHMA Suwaryo, Putra Agina Widyaswara; Yuwono, Podo; Yuniar, Isma; Waladani, Barkah; Setianingsih, Endah; Bachri, Syamsul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bronchial asthma is a chronic disease that significantly impacts individuals' quality of life. Adequate knowledge about preventing asthma exacerbations is crucial in managing this condition. This research aims to evaluate the level of knowledge regarding bronchial asthma exacerbations among patients seeking treatment at PKU Muhammadiyah Gombong Hospital. The research method employed is observational with a cross-sectional approach. Data were collected through surveys using questionnaires distributed to bronchial asthma patients during the months of March to June 2023. Data analysis was conducted using descriptive methods. The research findings indicate that the majority of bronchial asthma patients at the hospital have insufficient knowledge about asthma exacerbations. Most patients are aged 41-50 years, come from farming backgrounds, and have been suffering from asthma for 5 to 10 years. Despite the majority having higher education, there remains a significant knowledge gap. There is a need for increased education and awareness about bronchial asthma exacerbations among patients, especially those with lower educational backgrounds and from rural areas. These efforts are expected to improve the management and prevention of asthma exacerbations and enhance the overall quality of life for patients
HUBUNGAN EFIKASI DIRI TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RS PKU MUHAMMADIYAH GOMBONG Hikmah, Nur; Yuwono, Podo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 21, No 1 (2025): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v21i1.1449

Abstract

abstrakLatar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 menjadi salah satu penyakit kronik yang memerlukan waktu pengobatan jangka panjang. Kompleksitas masalah yang muncul akan mempengaruhi efikasi dirinya. Efikasi diri ini berfokus pada perubahan perilaku seperti kebiasaan makan, olahraga dan pengobatan serta pengendalian gula darah. Efikasi diri diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup pada pasien penderita diabetes melitus tipe 2. Kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe 2 lebih buruk pada orang umumnya.Tujuan penelitian:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan efikasi diri terhadap kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di RS PKU Muhammadiyah GombongMetode Penelitian:Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah pasien diabetes melitus tipe 2 di RS PKU Muhammadiyah Gombong. Jumlah responden penelitian adalah 62 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan  kuesioner.Hasil Penelitian: Hasil dari penelitian ini yaitu efikasi diri diketahui 55% rendah dan 45% tinggi serta kualitas hidup  60%  rendah dan 40% tinggi. Sedangkan dari uji statistik efikasi diri terhadap kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di RS PKU Muhammadiyah Gombong didapatkan nilai  p=0,003 < α=0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri terhadap kualitas hidup pasien diabetes melitus di RS PKU Muhammadiyah Gombong.Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini yakni efikasi diri berhubungan dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2Rekomendasi: Bagi peneliti selanjutnya agar bisa meneliti tentang hubungan antara efikasi diri dengan diabetes tipe lainnyaKata Kunci: Diabates melitus, efiksi diri, kualitas hidup
Peningkatan Kapasitas Masyarakat melalui Sosialisasi dan Pelatihan Mitigasi Dini Bencana Kebakaran di Desa Sidoluhur Kecamatan Ambal Marsito, Marsito; Suwaryo, Putra Agina Widyaswara; Waladani, Barkah; Ernawati, Ernawati; Yuwono, Podo; Setianingsih, Endah
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i2.7430

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu bencana non-alam yang berpotensi terjadi di lingkungan perdesaan akibat minimnya pengetahuan masyarakat mengenai langkah pencegahan dan penanganan awal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Desa Sidoluhur, Kecamatan Ambal, dalam mitigasi dini kebakaran melalui sosialisasi, pelatihan, dan simulasi. Kegiatan dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Muhammadiyah Gombong bekerja sama dengan BPBD Kebumen dan diikuti oleh 35 peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta simulasi lapangan untuk menilai keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 55,2 menjadi 82,6 setelah pelatihan, yang menggambarkan peningkatan pemahaman masyarakat secara signifikan. Peserta juga mampu melakukan teknik dasar penggunaan APAR dan penanganan awal kebakaran dengan benar. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan mendukung upaya desa dalam membentuk lingkungan yang lebih aman dan tangguh terhadap risiko kebakaran.
EFFECTIVENESS OF MIRROR THERAPY ON MUSCLE STRENGTH IMPROVEMENT AND ANXIETY REDUCTION IN STROKE PATIENTS: A QUASI-EXPERIMENTAL STUDY Santoso, Eko Budi; Yuwono, Podo; Asti, Arnika Dwi
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 17 No. 1, Januari 2026
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v17i1.1890

Abstract

Background: Stroke is a leading cause of long-term disability. Muscle weakness and anxiety can impede rehabilitation outcomes and diminish quality of life. Mirror therapy is a low-cost intervention increasingly used in stroke rehabilitation; however, evidence regarding its combined effects on motoric and psychological outcomes remains limited.Methods: This quasi-experimental study used a pretest–posttest control group design with 52 subacute stroke patients randomly allocated to an intervention group (n=26) and a control group (n=26). The study was conducted at a hospital-based stroke rehabilitation center in Central Java, Indonesia, from March to June 2025. The intervention group received mirror therapy for 30 minutes per session, five times weekly for four weeks, alongside standard rehabilitation, whereas the control group received standard rehabilitation only. Muscle strength was assessed using the Medical Research Council (MRC) Scale, and anxiety was measured using the Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS). Paired and independent t-tests were used for within- and between-group analyses.Results: The intervention group demonstrated significant improvements in muscle strength and significant reductions in anxiety scores across both posttest measurements (p<0.001). In contrast, the control group showed no significant changes (p>0.05). Post-intervention comparisons indicated significantly higher muscle strength and lower anxiety levels in the intervention group compared to the control group (p≤0.001).Conclusion: Mirror therapy effectively enhances muscle strength and reduces anxiety in subacute stroke patients. Its simplicity, low cost, and non-invasive nature support its integration into stroke rehabilitation programs, particularly in resource-limited settings.
Efektivitas nurse-led early warning system dalam deteksi dini stroke pada fase pre-hospital Suwaryo, Putra Agina Widyaswara; Yuwono, Podo; Waladani, Barkah; Ernawati
Link Journal of Health Science Vol 3 No 1 (2026): March : Journal of Health Science
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljhs.v3i1.153

Abstract

Pendahuluan: Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan jangka panjang di dunia. Keberhasilan penanganan stroke sangat bergantung pada kecepatan penanganan, terutama pada fase pre-hospital. Keterlambatan response time dapat memperburuk outcome neurologis pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara response time pre-hospital dengan outcome neurologis pasien stroke di Instalasi Gawat Darurat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Instalasi Gawat Darurat RS PKU Muhammadiyah Gombong pada periode Januari–Februari 2026. Sebanyak 60 pasien stroke dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data response time dihitung dari onset hingga tiba di rumah sakit, sedangkan outcome neurologis dinilai menggunakan Glasgow Coma Scale (GCS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Rerata response time pre-hospital adalah 245 ± 110 menit, dengan 70% pasien datang setelah lebih dari 3 jam sejak onset gejala. Sebagian besar pasien memiliki outcome neurologis ringan (41,7%), namun 58,3% berada pada kondisi sedang hingga berat. Terdapat hubungan yang signifikan antara response time pre-hospital dengan outcome neurologis (p = 0,002), di mana keterlambatan kedatangan berhubungan dengan kondisi neurologis yang lebih buruk. Kesimpulan: Response time pre-hospital berhubungan signifikan dengan outcome neurologis pasien stroke. Upaya untuk mengurangi keterlambatan pada fase pre-hospital sangat penting dalam meningkatkan outcome klinis serta menurunkan angka kecacatan dan kematian akibat stroke.
Faktor risiko diabetes melitus pada lansia di wilayah pedesaan: Analisis Epidemiologi Cross-Sectional: Risk factors for diabetes mellitus in elderly in rural areas: A cross-sectional epidemiological analysis Yuwono, Podo; Ernawati; Utoyo, Bambang
Journal of Intan Nursing Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v5i1.387

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus (DM) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama pada kelompok lansia. Kondisi ini semakin kompleks pada masyarakat pedesaan akibat keterbatasan akses layanan kesehatan, rendahnya tingkat pendidikan, dan rendahnya pemahaman mengenai pencegahan penyakit. Faktor risiko seperti pola makan tidak sehat, aktivitas fisik rendah, obesitas, dan riwayat keluarga turut memperbesar beban DM pada lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian DM pada lansia di wilayah pedesaan Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan epidemiologi analitik. Sebanyak 80 responden lansia berusia ≥60 tahun direkrut dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan pemeriksaan klinis meliputi indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, dan kadar gula darah sewaktu. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji chi-square dan independent t-test. Hasil: Sebanyak 35% responden teridentifikasi menderita DM. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pendidikan (p=0,045), aktivitas fisik (p=0,027), dan riwayat keluarga DM (p=0,002) berhubungan signifikan dengan kejadian DM. Variabel numerik menunjukkan perbedaan signifikan pada umur (p=0,021), IMT (p=0,032), dan tekanan darah (p=0,009) antara kelompok dengan dan tanpa DM. Jenis kelamin tidak berhubungan signifikan dengan status DM (p=0,360). Kesimpulan: Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian DM pada lansia di pedesaan meliputi pendidikan, aktivitas fisik, riwayat keluarga, umur, IMT, dan tekanan darah. Temuan ini menegaskan bahwa DM pada lansia pedesaan dipengaruhi oleh faktor biologis dan sosiodemografi.