Rasyid, A. Mujahid
Magister Pendidikan Islam, Universitas Islam Bandung

Published : 53 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Islamic Education

Pola Asuh Orang Tua dalam Penguatan Pendidikan Akhlak Anak Usia Remaja Mella Agustin; A. Mujahid Rasyid
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2021): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.912 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v1i1.51

Abstract

Abstract. Adolescents are the future successors of a nation, theseday teenagers are starting to lose their identity because of criminality that comes from their environment. But a few teenagers still have good morals. This comes from moral education that applied by parents in family environment, because moral education is the basics of morals learning or morals that should be applied. This was the background of the author to research related to the moral education of adolescents. This study aims to determine parenting patterns in strengthening the moral education of adolescent in Cibeureum Hamlet RT/RW.20/07 Cibeureum Village, Sukamantri District, Ciamis Regency. This research used a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques in this study were using observation, interview, and documentation techniques. The data analysis technique used is data reduction, data presentation and then by providing conclusions. The results showed that: (1) in strengthening the moral education of adolescent in Dusun Cibeureum RT.20, parents had their own program rgar familiarized their children in doing positive things including getting children to wake up at dawn, getting children to pray, tadarus, be polite, time management, help with homework, help, and get used to discussion in the family (2) parenting patterns in strengthening the moral education of adolescent in Cibeureum Hamlet, RT. 20, almost all parents democratic parenting (3) which was supporting factor for parenting in strengthening adolescent moral education including the family environment, play environment, the existence of majlis (madrasah), channeling children's hobbies, two-way communication between children and parents. As for the inhibiting factors of parenting in strengthening the moral education of adolescents, were including the playing environment and the use of mass media such as in online games and social media. Abstrak. Remaja merupakan penerus masa depan suatu bangsa, namun sebagian anak usia remaja saat ini mulai kehilangan jati dirinya sebab kenalakan-kenakalan yang berasal dari lingkungannya. Tetapi tidak sedikit pula anak usia remaja yang mempunyai akhlak yang cukup baik. Hal tersebut berasal dari pendidikan akhlak yang diterapkan orang tua dilingkungan keluarganya, sebab pendidikan akhlak ialah pembelajaran mengenai dasar-dasar moral atau akhlak yang sudah seharusnya diterapkan. Hal inilah yang melatar belakangi penulis untuk meneliti terkait dengan pendidikan akhlak anak usia remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh orang tua dalam penguatan pendidikan akhlak anak usia remaja di Dusun Cibeureum RT/RW.20/07 Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan reduksi data, penyajian data kemudian dengan memberikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) dalam penguatan pendidikan akhlak anak usia remaja di Dusun Cibeureum Rt.20, orang tua mempunyai program tersendiri untuk membiasakan anaknya dalam melakukan hal-hal yang positif diantaranya membiasakan anak bangun subuh, membiasakan anak melaksanakan shalat, tadarus, bersikap sopan santun, mengatur waktu, membantu dalam pekerjaan rumah, tolong menolong, dan membiasakan bermusyawarah dalam keluarga (2) pola asuh orang tua dalam penguatan pendidikan akhlak anak usia remaja di Dusun Cibeureum RT. 20 yaitu hampir keseluruhan orang tua menggunakan pola asuh demokrasi (3) yang menjadi faktor pendukung pola asuh orang tua dalam penguatan pendidikan akhlak anak usia remaja diantaranya lingkungan keluarga, lingkungan bermain, adanya majlis (madrasah), menyaluran hobi anak, komunikasi dua arah antara anak dan orang tua. Adapun yang menjadi faktor penghambat pola asuh orang tua dalam penguatan pendidikan akhlak anak usia remaja diantaranya lingkungan bermain serta penggunaan media massa seperti dalam game online dan media sosial.
Implementasi Metode Iqro’ dalam Pembelajaran Huruf Hijaiyah pada Anak Berkebutuhan Khusus (Tunarungu) Kelas VI Di SLB Negeri Cicendo Kota Bandung Irmana Abdu Al Jabar; Mujahid Rasyid; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.818 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2428

Abstract

Abstract. Based on field experience, the use of learning methods, especially PAI subjects at SLB Negeri Cicendo, Bandung City still uses conventional methods and students still have difficulty accepting learning, the number of educators is inadequate and has not implemented special hijaiyah letters for deaf children. This study aims to determine the implementation of the Iqro method in learning hijaiyah letters for children with special needs (deaf) in class VI students at SLB Negeri Cicendo, Bandung City. This type of research is field research with a qualitative approach. Data collection techniques used in this study were observation, interviews, and documentation. The data analysis technique is in the form of triangulation in testing the credibility of the data. The results of this study in learning hijaiyah letters for children with special needs (deaf) grade VI at SLB Negeri Cicendo Bandung City using the iqro' method with a combination approach between oral methods and sign language, besides that in the process of applying the iqro' method the teacher uses individual strategies where teaching is done face to face. For learning infrastructure facilities are not sufficient to support the learning process. The use of the iqro' method on the hijaiyah letter material in deaf children has been quite effectively used considering the learning characteristics of deaf students and also from the evaluation of student learning. Abstrak. Berdasarkan pengalaman lapangan, penggunaan metode pembelajaran khususnya mata pelajaran PAI di SLB Negeri Cicendo Kota Bandung masih menggunakan metode konfensional dan siswa masih kesulitan dalam menerima pembelajaran, tenaga pendidik yang jumlahnya kurang memadai dan belum menerapkan huruf hijaiyah khusus bagi anak tunarungu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi metode iqro dalam pembelajaran huruf hijaiyah pada anak berkebutuhan khusus (tunarungu) pada siswa kelas VI di SLB Negeri Cicendo Kota Bandung. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa cara triangulasi dalam pengujian kredibilitas data. Hasil penelitian ini dalam pembelajaran huruf hijaiyah pada anak berkebutuhan khusus (tunarungu) kelas VI di SLB Negeri Cicendo Kota Bandung yaitu menggunakan metode iqro’ dengan pendekatan penggabungan antara metode oral dan juga bahasa isyarat, selain itu dalam proses penerapan metode iqro’ guru menggunakan strategi individual dimana pengajaran dilakukan secara face to face. Untuk sarana prasarana pembelajaran tidak cukup memadai untuk menunjang proses pembelajaran. Penggunaan metode iqro’ pada materi huruf hijaiyah pada anak tunarungu sudah cukup efektif digunakan mengingat karakteristik belajar siswa tunarungu dan juga dari evaluasi belajar siswa.
Implikasi Pendidikan dari Quran Surat Al-Ahzab Ayat 59 tentang Perintah Menutup Aurat terhadap Etika Berbusana dalam Islam Didah Hamidah; Aep Saepudin; Mujahid Rasyid
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.896 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3390

Abstract

Abstract. This verse explains the necessity of women to take care of themselves, in it it says that there will be slander that can damage women if they do not carry out the obligation to cover their genitals in the ethics of dress that has been explained in Islam. The formulation of the problem emerges, namely: (1) What are the opinions of the commentators regarding Q.S. Al-Ahzab verse 59? (2) What is the essence of the Q.S. Al-Ahzab verse 59? (3) What are the opinions of education experts about educational efforts in covering the aurat on the ethics of Islamic dress? (4) What are the educational implications of Q.S. Al-Ahzab verse 59 against the command to cover the genitals on the ethics of dress in Islam?. This study uses a descriptive-analytical method with the collection technique of literature (study literature) by reviewing studies on interpretations, books, literature, notes, reports related to the subject matter of the research. From this research, obtained the content of Qs. Al-Ahzab verse 59 that women must be able to cover their genitals and also carry out ethics in dress to avoid things they don't want, and also when women try to leave their negligence and continue to try to maintain their genitals in accordance with the ethical guidance of dress in Islam, then the love of Allah swt. area will go down. According to education experts, there are efforts to cover the genitals of dress ethics in Islam, namely by providing understanding by parents and accompanied by self-awareness. Abstrak. Ayat ini menerangkan keharusan kaum perempuan melindungi diri, didalamnya dikatakan bahwa akan terjadi fitnah yang dapat merusak diri kaum perempuan jika tidak melaksanakan keharusan menutup aurat dalam etika berbusana yang sudah dijelaskan dalam Islam. Munculah rumusan masalah yaitu: (1) Bagaimana pendapat para mufassir mengenai Q.S. Al-Ahzab ayat 59? (2) Apa esensi yang terkandung dalam Q.S. Al-Ahzab ayat 59? (3) Bagaimana pendapat para ahli pendidikan tentang upaya edukasi dalam menutup aurat terhadap etika berbusana Islam? (4) Bagaimana implikasi pendidikan dari Q.S. Al-Ahzab ayat 59 terhadap perintah menutup aurat terhadap etika berbusana dalam islam?. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan teknik pengumpulan yaitu kepustakaan (study literature) dengan penelaahan studi terhadap tafsir, buku, literatur, catatan, laporan yang berhubungan dengan pokok masalah penelitian. Dari penelitian ini, diperoleh isi kandungan Qs. Al-Ahzab ayat 59 bahwa kaum perempuan harus dapat menutup aurat juga melaksanakan etika dalam berbusana yang sudah dianjurkan dalam Islam agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkannya, dan juga saat kaum perempuan berusaha meninggalkan kelalaiannya serta terus berusaha dalam menjaga aurat sesuai dengan tuntunan etika berbusana dalam Islam, maka kasih sayang Allah Swt. yang luas akan turun. Menurut para ahli Pendidikan terdapat upaya dalam menutup aurat terhadap etika berbusana dalam Islam yaitu dengan cara diberikannya pemahaman oleh orang tua dan dibarengi dengan kesadaran diri sendiri.
Implementasi Program Tahfidz Camp dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Santri di Pondok Pesantren Daarul Qur’an Putri Cikarang Umamah Rizky Amalia; Sobar Al Ghazal; A. Mujahid Rasyid
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.878 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3458

Abstract

Abstract. Tahfidz or memorizing the Qur'an is a very noble and commendable act. Everyone has different abilities and potentials for memorizing the Qur'an. This study aims to determine the planning, implementation, results, and supporting factors and inhibiting factors of the Tahfidz Camp program to improve the quality of student memorization at the Tahfidz Daarul Qur'an Islamic Boarding School Cikarang. The results showed that the program planning went through 4 stages, namely establishing the tahfidz program, determining the indicators of program success, the existence of a person in charge of the program, and the existence of program activities and schedules. The implementation of this program lasts for 30 days, where students are divided into halaqoh groups according to the students' reading test before the memorization activity begins. Students' activities during the program include opening activities, implementing activities, and activities after memorizing the Qur'an which includes deposits and murojaah. The results show that the Tahfidz Camp program is quite effective for students at the Tahfidz Daarul Qur'an Islamic Boarding School Cikarang to improve memorization quickly. The supporting factors of the Tahfidz Camp program include good tahsin mastery, peers, a conducive atmosphere, motivation, and unchanging manuscripts. Meanwhile, the inhibiting factors of the Tahfidz Camp program include feeling lazy, unfocused, feeling bored and bored due to activities, different abilities of students in memorizing, and unhealthy body conditions. Abstrak. Tahfidz atau menghafalkan al-Qur’an adalah suatu perbuatan yang sangat mulia dan terpuji. Setiap orang memiliki kemampuan dan potensi menghafal al-Qur’an yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, hasil, dan faktor pendukung serta faktor penghambat program Tahfidz Camp untuk meningkatkan kualitas hafalan santri di Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an Cikarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk perencanaan program melalui 4 tahapan, yaitu menetapkan program tahfidz, menentukan indikator keberhasilan program, adanya penanggung jawab program, dan adanya kegiatan dan jadwal program. Pelaksanaan program ini berlangsung selama 30 hari, di mana santri dibagi ke dalam kelompok halaqoh sesuai dengan tes bacaan santri sebelum kegiatan menghafal dimulai. Kegiatan santri selama program, meliputi pembukaan kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan kegiatan setelah menghafal al-Qur’an yang mencakup setoran dan murojaah. Hasil menunjukkan bahwa program Tahfidz Camp ini cukup efektif bagi para santri di Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an Cikarang untuk meningkat hafalan dengan cepat. Faktor pendukung dari program Tahfidz Camp ini meliputi penguasaan tahsin yang baik, teman sebaya, suasana yang kondusif, motivasi, dan mushaf yang tidak berganti-ganti. Sedangkan, faktor penghambat dari program Tahfidz Camp meliputi rasa malas, tidak fokus, rasa jenuh dan bosan karena aktivitas, kemampuan santri berbeda-beda dalam menghafal, dan kondisi badan yang tidak sehat.
Upaya Guru Tahfidz dalam Meningkatkan Hafalan Al-Qur’an Siswa Kelas VIII Menggunakan Metode Madinah, Talaqqi, dan Pakistan melalui Program Tahfidz Di SMP Inovatif Al Ibda Soreang Sinsin Ummu Jahieda; A. Mujahid Rasyid; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.071 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3463

Abstract

Abstract. Introducing the Qur'an, teaching how to read and memorize it, both in formal and private schools is the responsibility of a teacher. This research is motivated by the existence of students who are less enthusiastic in memorizing the Qur'an, thus hampering the success of the targets that must be achieved in learning tahfidz through the tahfidz program at Al Ibda Innovative Junior High School Soreang. The purpose of this study was to determine: (1) the efforts of the tahfidz teacher in improving the memorization of the Qur'an (2) The steps of learning tahfidz using the Medina, talaqqi, and Pakistani methods (3) The evaluation used by the teacher to determine the improvement of the memorization of the Al-Qur'an. -The Qur'an of class VIII students (4) Weaknesses and advantages of the combined application of the Medina, talaqqi, and Pakistani methods. The researcher used a qualitative descriptive method. The research was conducted at Al Ibda Innovative Junior High School, Soreang. Collecting data in the study using interviews, observation, and documentation. The results of this study are: (1) Teachers must have the ability and understanding of how to become a tahfidz teacher competence. 2) In learning tahfidz, the teacher uses a combined method, namely the Medina, talaqqi, and Pakistani methods. (3) To find out the improvement of students' Al-Qur'an memorization, the teacher looked at the results of the students' memorization test when they entered the Al Ibda Innovative Junior High School Soreang, the progress of learning every three months, and student attendance. (4) The weakness of the application of the combined method is the lack of supporting human resources and the limitation of students who have the ability to exceed the target. The advantage is that it makes it easier for students when memorizing, and with the presence of reading talaqqi, recitations, muroja'ah and ziyyadah will maintain memorization. Abstrak. Mengenalkan Al-Qur’an, mengajari bagaimana membaca dan menghafalnya, baik di sekolah formal maupun swasta sudah menjadi tanggung jawab seorang guru. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya siswa yang kurang bersemangat dalam menghafal Al-Qur’an, sehingga menghambat pada keberhasilan target yang harus dicapai pada pembelajaran tahfidz melalui program tahfidz di SMP Inovatif Al Ibda Soreang. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui: (1) Upaya guru tahfidz dalam meningkatkan hafalan Al-Qur’an (2) Langkah-langkah pembelajaran tahfidz menggunakan metode Madinah, talaqqi, dan Pakistan (3) Evaluasi yang digunakan guru untuk mengetahui peningkatan hafalan Al-Qur’an siswa kelas VIII (4) Faktor kelemahan dan keunggulan penerapan gabungan metode Madinah, talaqqi, dan Pakistan. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SMP Inovatif Al Ibda Soreang. Pengumpulan data pada penelitian menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Guru harus memiliki kemampuan dan pemahaman bagaimana kompetensi menjadi guru tahfidz. 2) Dalam pembelajaran tahfidz, guru menggunakan metode gabungan yaitu metode Madinah, talaqqi, dan Pakistan. (3) Untuk mengetahui peningkatan hafalan Al-Qur’an siswa, guru melihat dari hasil tes hafalan siswa ketika masuk SMP Inovatif Al Ibda Soreang, perkembangan pembelajaran per tiga bulan, dan kehadiran siswa. (4) Adapun kelemahan penerapan penggabungan metode yaitu kurangnya SDM yang mendukung dan adanya pembatasan siswa yang memiliki kemampuan melebihi target. Keunggulannya yaitu memudahkan siswa ketika menghafal, dan dengan adanya talaqqi bacaan, tilawah, muroja’ah dan ziyyadah akan menjaga hafalan.
Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural dalam Al-Qur’an Surat Al-Hujurat Ayat 13 Muhammad Fadillah Mochtar; A. Mujahid Rasyid
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.782 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3579

Abstract

Abstract. The background of this research is the multicultural situation in Indonesia. Indonesia's wealth is a source of strength as well as a potential source of problems. Many conflicts arise because of fanaticism and lack of tolerance. Multicultural education is considered very relevant to the Qur'an which contains universal values. The formulation of the problem raised in this study is about the values of multicultural education in the Qur'an Surah Al-Hujurat verse 13 and the relevance of multicultural education to Islamic education. This study aims to determine the values of multicultural education contained in the letter Al-Hujurat verse 13 and the relevance of multicultural education with Islamic education. This research is a type of library research, namely research in which the object of research is explored through various library sources. To discuss the problems in this research, the preparation uses a maudu'i interpretation study approach. This method the author uses to analyze verses that talk about the same theme, which then relates the preparation to an explanation of multicultural education. So that a common ground can be found, that the Qur'an has also explained the multicultural values contained in it. The results of this study indicate that multicultural education in Q.S Al-Hujurat verse 13 contains 1) the values of multicultural education: a) peace, b) justice, c) brotherhood, d) respect and respect, e) tolerance. 2) multicultural education is very relevant to the goals of Islamic education that students are expected to become human beings with noble character and can appreciate the diversity of cultures around them. Multicultural education is very important to be taught as an educational science that is needed by all people. Abstrak. Penelitian ini berlatar belakang karena keadaan Indonesia yang multikultur. Kekayaan yang dimiliki Indonesia merupakan sumber kekuatan sekaligus sumber potensi timbulnya persoalan. Banyak konflik yang timbul karena fanatisme dan kurang nya sikap toleransi. Pendidikan multikultural dirasa sangat relevan dengan A-Qur’an yang mengandung nilai-nilai universal. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini yaitu mengenai nilai-nilai pendidikan multikultural dalam AlQur’an surat Al-Hujurat ayat 13 dan relevansi pendidikan multikultural dengan pendidikan islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan multiultural yang terkandung dalam surat Al-Hujurat ayat 13 dan relevansi pendidikan multikultural dengan pendidikan islam. Penelitian ini adalah penelitian jenis library research, yaitu penelitian di mana objek penelitiannya digali lewat berbagai sumber kepustakaan. Untuk membahas permasalahan-permasalahan dalam penelitian ini, penyusunan menggunakan pendekatan kajian tafsir maudu’i.metode ini penulis gunakan untuk menganalisis ayat-ayat yang membicarakan tema yang sama, yang kemudian penyusunan kaitkan dengan paparan mengenai pendidikan multikultural. Sehingga dapat ditemukan titik temu, bahwa Al-Qur’an pun telah menjelaskan nilai-nilai multikultural yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian ini menunjukkan pendidikan multikultural dalam Q.S Al-Hujurat ayat 13 mengandung 1) nilai-nilai pendidikan multikultural : a) perdamaian, b) keadilan, c) persaudaraan, d) menghargai dan menghormati, e) toleransi. 2) pendidikan multikultural sangat relevan dengan tujuan pendidikan islam bahwa siswa diharapkan dapat menjadi manusia yang berakhlak mulia dan dapat menghargai keberagaman budaya di sekitarnya. Pendidikan multikultural sangat penting untuk di ajarkan sebagai ilmu pendidikan yang sangat di butuhkan oleh semua kalangan.
Upaya Guru Mengatasi Kesulitan Peserta Didik Kelas VI dalam Membaca Al-Qur’an di SDIT Al-Maqom Cimahi Putri Tatim Aulia; A. Mujahid Rasyid; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.536 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3704

Abstract

Abstract. Many parents want their children's education to be better, especially in the field of Islam, one of which is in terms of reading the Qur'an, many parents choose to send their children to Islamic-based schools, entrust their children to school and entrust their children's education to schools such as in SDIT Al-Maqom Cimahi where the storefront is a school but inside is a boarding school, so that children get more education in the field of Islam. Based on the results of a survey in the field regarding the ability to read the Qur'an of class VI students, there are 25% or 14 students out of 55 students who are still having difficulties. The purpose of the study was to determine the efforts of religious teachers to overcome the difficulties of class VI students at SDIT Al-Maqom Cimahi in reading the Qur'an. The approach used in this study is a qualitative research approach with descriptive methods, data sources obtained from primary and secondary data and data collection techniques through interviews, observations and questionnaires. The results of the discussion discuss the difficulties experienced by students in reading the Qur'an, namely in understanding the hijaiyah letter, the difficulty in understanding the hijaiyah letter and the difficulty in understanding recitation. Then the factors that affect students' difficulties in reading the Qur'an are because of the students' internal factors. Then external factors, from the school environment and environmental factors of friends. Efforts that can be made to overcome the difficulties of SDIT Al-Maqom students in reading the Qur'an are carried out by schools and grade VI teachers of SDIT Al-Maqom. Abstrak. Banyak orang tua yang menginginkan pendidikan anaknya lebih baik terutama dalam bidang agama Islam, salah satunya yaitu dalam hal membaca Al-Qur’an, banyak orang tua memilih memasukkan anaknya di sekolah yang berbasis Islami, mempercayakan anaknya disekolah dan menitipkan pendidikan anaknya kepada sekolah seperti di SDIT Al-Maqom Cimahi dimana etalasenya adalah sekolah namun di dalamnya pesantren, dengan begitu anak memperoleh banyak pendidikan bidang agama Islam lebih banyak. Berdasarkan hasil survey di lapangan terkait kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik kelas VI terdapat 25% atau 14 peserta didik dari 55 siswa yang masih mengalami kesulitan. Tujuan penelitian untuk mengetahui upaya guru agama yang dilakukan dalam mengatasi kesulitan peserta didik kelas VI SDIT Al-Maqom Cimahi dalam membaca Al-Qur’an. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, sumber data diperoleh dari data primer dan sekunder dan teknik pengambilan data melalui wawancara, observasi dan angket. Hasil pembahasan membahas kesulitan yang dialami siswa dalam membaca Al-Qur’an yaitu dalam pemahaman huruf hijaiyah kesulitan pemahaman huruf hijaiyah Dan kesulitan dalam pemahaman tajwid. Lalu faktor yang mempengaruhi siswa kesulitan dalam membaca Al-Qur’an yaitu karena faktor internal diri siswa. Lalu faktor eksternal, dari lingkungan sekolah dan faktor lingkungan teman. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan siswa SDIT Al-Maqom dalam membaca Al-Qur’an dilakukan oleh sekolah dan guru kelas VI SDIT Al-Maqom.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter yang Berkualitas pada Siswa di SMA PGRI Leuwiliang Triya Puja Lestari; A. Mujahid Rasyid; Helmi Aziz
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.541 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3712

Abstract

Abstract. The islamic religious education teacher has a key role in the process of shaping character in students, as the islamic education teacher is the principal teacher in charge of the student development process at school. The formation of a good character will print generations on good learners too, to lead a nation in the future. Based on the above statements, researchers are conducting studies related to the role of the islamic religious education teacher in shaping a quality character in students at PGRI Leuwiliang high school? , as for the purpose in this study is to know the role of the islamic religious education teacher in shaping a quality character in students of PGRI Leuwiliang high school. The study is a descriptive qualitative, The data sources of the research came from human or informers, both a religious education teacher and a principal. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. It is hoped that the study will be able to obtain the needed data in this study, gaining concrete consistent with it. From the results of the study it can be summed up and understood that the role of the islamic religious education teacher in shaping a quality character in students at pgri leuwiliang high school was already acting quite well. Where a teacher performs his role not only as a teacher but as an educator, in this case a teacher ACTS as a mentor, a teacher ACTS as a motivator in order to achieve the goal of character education. Abstrak. Guru Pendidikan Agama Islam mempunyai peran penting dalam proses pembentukan karakter pada siswa, karena Guru Pendidikan Agama Islam merupakan guru utama yang bertanggung jawab pada proses pembentukan karakter siswa di sekolah. Pembentukan karakter yang baik akan mencetak generasi pada peserta didik yang baik pula, untuk memimpin bangsa dimasa depan. Berdasarkan pernyataan diatas, peneliti melakukan penelitian terkait bagaimana peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter yang berkualitas pada siswa di SMA PGRI Leuwiliang?, adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter yang berkualitas pada siswa SMA PGRI Leuwiliang. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini berasal dari manusia atau informan yaitu Guru Pendidikan Agama Islam dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan penelitian ini diharapkan dapat memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, sehingga memperoleh konkrit sesuai dengan penelitian ini. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan dan dipahami bahwa peran guru pendidikan agama islam dalam membentuk karakter yang berkualitas pada siswa di SMA PGRI Leuwiliang sudah berperan cukup baik. dimana guru melakukan perannya tidak hanya sebagai pengajar tetapi sebagai pendidik, dalam hal ini guru berperan sebagai pendidik, guru berperan sebagai pembimbing, guru berperan sebagai motivator untuk dapat mencapai tujuan pada pendidikan karakter ini.
Upaya Guru PAI dalam Membina Akhlak Peserta Didik melalui Pembiasaan Kegiatan Keagamaan di SMA YBKP3 Garut Annisa Rahmawati Hidayat; Nan Rahminawati; A. Mujahid Rasyid
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.643 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3742

Abstract

Abstract. The teacher's efforts affect the success of students in learning, both in a change in attitude and in increasing the ability of the students themselves. The purpose of this study is (1) to find out what steps are taken by PAI teachers in fostering the morals of students at SMA YBKP3 Garut (2) to describe the methods used by PAI teachers to foster students' morals at SMA YBKP3 Garut (3) to find out what alone which is a factor supporting and hindering the efforts of PAI teachers in fostering the morals of students at SMA YBKP3 Garut. This research is an empirical research using a qualitative descriptive approach. Data collection techniques in this study used the methods of observation, interviews, and documentation. This qualitative research uses theoretical and empirical activities and is presented in the form of a narrative text to explain clearly how the steps of learning, learning methods, as well as supporting and inhibiting factors experienced by PAI teachers in fostering the morals of students through habituation of religious activities. Abstrak. Upaya guru mempengaruhi keberhasilan siswa dalam belajar, baik dalam perubahan sikap maupun dalam meningkatkan kemampuan siswa itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui langkah-langkah apa saja yang dilakukan guru PAI dalam membina akhlak siswa di SMA YBKP3 Garut (2) mendeskripsikan metode yang digunakan guru PAI untuk membina akhlak siswa di SMA YBKP3 Garut ( 3) untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat upaya guru PAI dalam membina akhlak siswa di SMA YBKP3 Garut. Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian kualitatif ini menggunakan kegiatan teoritis dan empiris dan disajikan dalam bentuk narrative text untuk menjelaskan secara gamblang bagaimana langkah-langkah pembelajaran, metode pembelajaran, serta faktor pendukung dan penghambat yang dialami guru PAI dalam pembinaan akhlak siswa melalui pembiasaan kegiatan keagamaan.
Implikasi Pendidikan dari Al-Qur’an Surat Al-An’am Ayat 151-153 tentang Akhlak Mahmudah terhadap Upaya Pembinaan Aqidah dan Akhlak Ninis Nurjanah; Aep Saepudin; A. Mujahid Rasyid
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.494 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4087

Abstract

Abstract. The reality of the crisis of aqidah and morals in Indonesia today still seems so alarming and it seems that the phenomena that occur in human life today are far from the basic values of Islam, namely the Qur'an and Hadith. As a result, deviations occur in the community. This study aims to 1) find out the opinion of the commentators regarding the QS. Al-An'am verses 151-153, 2) find the essence contained in the QS. Al-An'am verses 151-153, 3) find the educational implications contained in the QS. Al-An'am verses 151-153 about the morals of the easy way towards efforts to build aqidah and morals. The approach used in this research is a qualitative approach, while the method used is descriptive analysis method with the type of library research, namely by collecting data that is related to the researcher's discussion. Based on the results of this research analysis shows that the essence of QS. Al-An'am verses 151-153, 1) the importance of Aqidah for a Muslim in order to avoid deviant teachings, 2) a Muslim must have a good morality in fostering aqidah and morals, 3) Muslims are obliged to avoid deviant teachings of the Islamic religion. Educational Implications of QS. Al-An'am verses 151-153 namely: 1) stay away from polytheism to Allah, 2) do good to both parents, 3) protect children, 4) avoid evil deeds, 5) protect the soul, 6) love orphans, 7) perfecting measures and scales, 8) fair in speech and action, 9) keeping promises, 10) and being obedient and obedient to the rules. Efforts in fostering Aqidah and Morals are carried out by several methods, namely the first method, the exemplary method, the habituation method, the advice method, the story method, the Ibrah method, and the educating method. Abstrak. Realitas krisis aqidah dan akhlak di Indonesia sekarang ini masih nampak begitu memprihatinkan dan nampaknya fenomena yang terjadi di kehidupan umat manusia pada zaman sekarang sudah jauh dari nilai-nilai dasar agama Islam, yaitu Al-Qur’an dan Hadits. Akibatnya penyimpangan-penyimpangan terjadi ditengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pendapat para mufassir mengenai QS. Al-An’am ayat 151-153, 2) menemukan esensi yang terkandung dalam QS. Al-An’am ayat 151-153, 3) menemukan implikasi pendidikan yang terkandung dalam QS. Al-An’am ayat 151-153 tentang akhlak mahmudah terhadap upaya pembinaan aqidah dan akhlak. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan yaitu dengan cara mengumpulkan data yang ada keterkaitan dengan pembahasan peneliti. Berdasarkan hasil analisis penelitian ini menunjukan bahwa esensi dari QS. Al-An’am ayat 151-153, 1) pentingnya Aqidah bagi seorang Muslim agar terhindar dari ajaran yang menyimpang, 2) seorang Muslim harus memiliki Akhlak Mahmudah dalam membina aqidah dan akhlak, 3) kaum Muslim wajib untuk menghidari ajaran-ajaran yang menyimpang dari agama Islam. Implikasi Pendidikan dari QS. Al-An’am ayat 151-153 yaitu: 1) menjauhi kemusyrikan kepada Allah, 2) berbuat baik kepada kedua orangtua, 3) perlindungan terhadap anak, 4) menghindari perbuatan keji, 5) perlindungan terhadap jiwa, 6) menyayangi anak yatim, 7) menyempurnakan takaran dan timbangan, 8) adil dalam bertutur kata dan berbuat, 9) menepati janji, 10) serta taat dan patuh pada peraturan. Upaya dalam membina Aqidah dan Akhlak dilakukan dengan beberapa metode yang pertama, metode keteladanan, metode pembiasaan, metode nasehat, metode kisah, metode Ibrah, dan metode mendidik.