Claim Missing Document
Check
Articles

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR BATIK MENGGUNAKAN KOMBINASI METODE NETRALISASI DAN ELEKTROKOAGULASI Beauty Suestining Diyah Dewanti; Tafana Firdausi Prastiwi; Alexander Tunggul Sutan Haji
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI Vol 7 No 3 (2019): September
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.166 KB) | DOI: 10.24843/JRMA.2019.v07.i03.p03

Abstract

In the process of production, batik industry often used chemicals such as dye used in dyeing process. Waste water of batik industry containing high concentration of BOD, COD, suspended solid, and color relatively high. One of alternative processing for liquid waste batik is using the neutralization and electrocoagulation method. The purposes of this research were to find the influence of processing with the neutralization and electrocoagulation methode, to find the removal efficiency and to know optimal voltage in reducing the concentration of total chromium, COD, and TSS on liquid waste batik. At the neutralization methode using concentrated HCl. Electrode used in electrocoagulation methode was aluminium as plate electrodes. The observation parameter were total chromium, COD, and TSS at 0, 30, 60, and 90 minutes. The process of neutralization and electrocoagulation of liquid waste batik most effective was reached on voltage 12 volts at 90 minutes that decrease total chromium concentration from 4,908 mg/L to 0,005 mg/L, COD concentration from 1890 mg/L to 68,55 mg/L, and TSS concentration from 296,7 mg/L to 41 mg/L. the voltage as able to produce electrical power equal to 0,036 KWH. A method of electrocoagulation most efficient to remove 99,90%, 96,37%, and 86,18% of total chromium, COD, and TSS respectively. Keywords : Total Chromium, COD, TSS, Liquid Waste Batik, Electrocoagulation
Analisis Kebutuhan Jenis Armada Pengangkut Berdasarkan Volume Sampah Prediksi di Kabupaten Karanganyar Annisa Indah Mukti Nurani; Bambang Rahadi; Alexander Tunggul Sutan Haji
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.265 KB)

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk, sosial ekonomi, dan teknologi di Kabupaten Karanganyar yang berada sekitar 14 km sebelah timur Kota Surakarta merupakan salah satu penyebab volume sampah semakin meningkat, sementara kemampuan mengangkut sampah tidak diperhitungkan. Kondisi tersebut mendorong untuk dilakukan penelitian dengan tujuanmemprediksi sampah yang dihasilkan agar mengetahui jumlah alat angkut sampah yang ideal. Sampah yang akan datang diprediksi menggunakan metode trend, sedangkan kebutuhan jumlah armada dan jumlah ritasi akan disesuaikan dengan hasil prediksi volume sampah rata-rata per hari. Berdasarkan hasil penelitian hasil prediksi volume sampah pada tahun 2032 adalah 1205.6 m3hari-1, dan pada tahun 2042 nilai volume sampah meningkat menjadi 1583.5 m3hari-1. Peningkatan volume sampah yang diprediksi dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang meningkat, hasil prediksi jumlah penduduk pada tahun 2032 adalah 490282 jiwa dan pada tahun 2042 sebesar 550733jiwa. Usaha untuk mengatasi peningkatan volume sampah ini adalah dengan meningkatan sarana prasarana di TPA, dengan jumlah armada dan sistem ritasi yang ada di TPA Sukosari untuk dapat mengangkut volume sampah pada tahun 2032 maka dibutuhkan penambahan 1 unit pada masing-masing armada dan penambahan 3 x sistem ritasi. Pengangkutan volume sampah secara maksimal pada Tahun 2042 adalah dengan menambah 1 unit armada dan penambahan 4 x jumlah ritasi. Kata kunci: Jumlah armada, Prediksi, sistem ritasi, Tempat pembuangan akhir, Volume sampah
Rancangan Sumur Resapan di Universitas Brawijaya Malang Adinda Hernani; Bambang Rahadi; Tunggul Sutan Haji
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan bangunan bertingkat di daerah perkotaan semakin cepat berkembang sehingga menyebabkan permasalahan yang terdapat di lingkungan sekitar dan menimbulkan permasalahan  genangan maupun banjir. Masalah tersebut dapat dilakukan dengan pembuatan sumur resapan. Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi genangan atau banjir yang terjadi di daerah perkotaan khususnya di Universitas Brawijaya Malang tahun 2014 Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsif kuantitatif yaitu dengan mendeskripsikan hasil perhitungan untuk menentukan volume dan debit sebaran sesuai dengan rancangan curah hujan per tahun. Hasil analisa untuk curah hujan rancangan dengan menggunakan log person type III adalah 124,394 dengan curah hujan rancangan selama 10 tahun. Data CH aktual diambil Fakultas Teknologi Pertanian sebagai sampel daerah tangkapan air hujan setiap 10 menit . Hasil penelitian menujukkan volume total air hujan 70,35 m3 dan debit sebarannya adalah 0,254 m3/detik sehingga sumur resapan dapat dirancangakan dengan ukuran diameter 1 meter yang memiliki kedalaman 2,198 m serta kapasitas volume sumur untuk 1 buah 1,72 m³ dapat mereduksi jika terjadi banjir atau genangan sebesar 15,73%. Kata kunci : Curah hujan, distribusi sebaran, sumur resapan
Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah PT Surabaya Industrial Estate Rungkut – Management of Pasuruan Industrial Estate Rembang Fahmi Alpha Yanitra; Alexander Tunggul Sutan Haji; Bambang Suharto
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.349 KB)

Abstract

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT SIER–PIER mengolah air limbah industri dan domestik yang dihasilkan dari kegiatan perindustrian di kawasan PT SIER–PIER. IPAL ini telah berdiri sejak 1989. Seiring berjalannya waktu, pertumbuhan dan perkembangan industri semakin meningkat sehingga menambah beban IPAL. Sehubungan dengan beban yang semakin berat maka perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui kinerja. Evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh pada tiap-tiap unit pengolahan. Pengukuran dan pengujian lapang dilakukan untuk memperoleh data dan selanjutnya akan dilakukan perhitungan kinerja. Perhitungan kinerja akan dibandingkan dengan standar kriteria desain tiap unit. Hasil penelitian diperoleh debit inlet rata-rata 0.049 m3 s-1 dan debit puncak 0.074m3 s-1. Karakteristik inlet air limbah pada parameter pH, BOD, COD dan TSS memenuhi standar buangan IPAL PT SIER–PIER. Outlet air limbah yang dihasilkan dari IPAL PT SIER–PIER sesuai dengan baku mutu Peraturan Gubernur Jawa Timur no. 72 tahun 2013. Secara keseluruhan kinerja IPAL masih baik. Namun terdapat beberapa parameter yang tidak sesuai dengan standar kriteria desain. Parameter tersebut terdapat pada masing-masing unit pengolahan. Kata kunci: air limbah, evaluasi IPAL, kawasan industri SIER-PIER
Pengukuran Tingkat Eko-efisiensi Proses Produksi Biji Kakao Menggunakan Life Cycle Assessment Pada Unit Produksi di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia Fachrun Nisa; Alexander Tunggul Sutan Haji; Bambang Suharto; Sukrisno Widyotomo
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini industri dituntut untuk memperbaiki sistem produksinya dengan menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan, yakni keuntungan ekonomi, keseimbangan ekologi, dan tanggung jawab bisnis terhadap lingkungan sosial. Industri dari komoditas Kakao (Theobroma cacao L.) menghasilkan produk sampingan berupa limbah kakao seperti kulit, daun dan daging buah. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengolah hasil sampingan dari produksi kakao ini menjadi sesuatu yang lebih bernilai seperti pupuk kompos sehingga didapatkan tingkat eko-efisiensi yang lebih tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan eco-costs dan tingkat eko-efisiensi produk biji kakao kering serta memberikan rekomendasi dalam upaya meningkatkan nilai eko-efisiensi. Data kebutuhan bahan baku, energi, harga jual produk dan biaya produksi digunakan untuk menentukan tingkat eko-efisiensi melalui tahapan diantaranya adalah analisis Life Cycle Assessment (LCA)dengan menggunakan metodeEco-Costs 2012 dalam software SimaPro v 8.0.4 sehingga didapatkan nilai eco-costs yang digunakan untuk perhitungan Eco-efficiency Index (EEI), dilanjutkan dengan perhitungan Eco cost Value Ratio (EVR) menggunakan nilai Net value Product untuk menghitung nilai Eco-efficiency Ratio (EER). Nilai eco-costs dari proses produksi biji kakao setelah dilakukan pengomposan sebesar Rp. 610,133.00 dan sebelum dilakukan proses pengomposan sebesar Rp. 459,841.00. Eko-efisiensi dari produk biji kakao meningkat dari sebelum dilakukan pengomposan sebesar 75.9% menjadi 76.2%. Peningkatan eko-efisiensi diperoleh dari keuntungan penjualan pupuk kompos. Kata Kunci: Eco-costs, eko-efisiensi, kakao, Life Cycle Assessment (LCA), pupuk kompos.  
Uji Kualitas Briket Kotoran Sapi Pada Variasi Kadar Perekat Tapioka dan Suhu Pengeringan Bambang Suharto; Alexander Tunggul Sutanhaji; Sunarsih -
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.818 KB)

Abstract

Pemanfaatan kotoran sapi selain menjadi biogas dapat termanfaatkan secara maksimal menjadi briket arang. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi penggunaan perekat tapioka dan suhu pengeringan yang sesuai untuk pembuatan briket kotoran sapi. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimental dengan analisa data berupa deskriptif kuantitatif. Pemilihan briket yang terbaik dilakukan dengan menggunakan metode Composite Performance Index (CPI). Pada penelitian digunakan perlakuan kadar perekat tapioka yang berbeda yaitu konsentrasi 10%, 15%, 20% dan perlakuan suhu pengeringan yang berbeda yaitu 800C, 1000C, 1200C. Hasil dari penelitian ini briket terbaik berdasarkan metode CPI pada perlakuan kadar perekat 15% dengan suhu pengeringan 1200C yang memiliki kadar air 0.9305%, kadar abu 21.5%, kerapatan 0.4397 gr/cm3, nilai kalor 3814,751 kal/gr, kuat tekan 0,2161 kg/cm2, dan laju pembakaran 0,2201 gr/menit. Nilai kalor yang dimiliki briket lebih kecil dibandingkan biogas. Kata Kunci: Briket, kotoran sapi, perekat tapioka, suhu pengeirngan
Environmental Management Accounting (EMA) Pada Unit Urea PT. Petrokimia Gresik Evi Kurniati; Alexander Tunggul Sutan Haji; Anastasia Puji Renaningtyas
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.929 KB)

Abstract

 Kegiatan industri telah tumbuh dan berkembang pesat yang mana akan memberi dampak langsung terhadap lingkungan sekitarnya. Dunia industri berfokus pada maksimalisasi laba dan peningkatan efisiensi sehingga terkadang aspek-aspek lingkungan terabaikan. Dalam melakukan upaya pengelolaan lingkungan harus didukung dengan sistem akutansi yang baik. Enviromental Management Accounting (EMA) merupakan metode yang berperan membantu stakeholder dalam mengambil keputusan mengenai investasi pengendalian dampak lingkungan, membangun budaya mengurangi polusi dan minimalisasi limbah dalam industri, serta meningkatkan efisiensi ekonomi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggambarkan kinerja ekonomi dan kinerja lingkungan berdasarkan data-data perusahaan yang ditinjau dari data Akutansi Alur Bahan dan Energi (MEFA) dan Akutansi Biaya Lingkungan (ECA). Data yang diolah pada MEFA digunakan untuk membuat indikator kinerja lingkungan, dan data ECA digunakan untuk membuat indikator kinerja finansial. Dari hasil penelitian selama 3 bulan didapatkan data MEFA berupa indikator kinerja lingkungan telah mencapai 99,8%. Hasil data ECA berupa indikator kinerja ekonomi telah mencapai 63,3%. Analisis eco-efficiency menunjukkan bahwa efisiensi kinerja lingkungan dan kinerja ekonomi berada pada batas high performance, karena melebihi nilai tengah 50%.Kata kunci: ECA, eco-efficiency, EMA, MEFAABSTRACTIndustrial activity has been growing and developing rapidly that can give direct effect to environmental health. Some industries only maximize the profit and forget the side effect of production activity. Environmental management should be support by accounting management. EMA is kind of method that help stakeholder to take decision about infestations control, environmental effect, reduce pollution and waste, also increasing economic efficiency Methods that used in this research were descriptive-quantitative with describing the economic and environmental performance by industrial management accounting of material flow (MEFA) and environmental cost accounting (ECA). MEFA used to make environmental performance indicator and ECA used as data to make economic performance indicator. The result shown that MEFA at 3 months reach about 99,8% and ECA reach 63,3%. The eco efficiency analyzed that environmental and economic performance at limit of high performance. Keywords: Keywords: ECA, ecco efficiency, EMA, MEFA
Efisiensi Removal Fosfat (PO43-) Pada Pengolahan Limbah Cair Laundry dengan Fitoremediasi Kiambang (Salvinia natans) Andini Eka Nurfita; Evi Kurniati; Alexander Tunggul Sutan Haji
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.183 KB) | DOI: 10.21776/ub.jsal.2017.004.03.3

Abstract

Industri kecil laundry merupakan salah satu industri yang paling cepat berkembang. Air limbah laundry sendiri memiliki kandungan fosfat dalam deterjen yang digunakan, fosfat dari deterjen pun mampu mencemari lingkungan dengan kontribusi phosphate loading 25 - 30 %. Pada badan air, kandungan fosfat yang berlebihan akan menyebabkan penurunan kualitas air dan terjadinya eutrofikasi. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meminimalisir kadar fosfat pada air limbah laundry sebelum dibuang ke badan air yaitu fitoremediasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar potensi tanaman kiambang dalam menyerap kandungan fosfat pada limbah cair laundry sehingga kandungan fosfat (PO43-) pada limbah cair laundry menurun. Analisa data pada penelitian ini yaitu menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan probabilitas 5% dan menghitung efisiensi removal fosfat. Pengaruh massa tanaman kiambang pada limbah cair industri laundry yaitu terdapat penurunan nilai fosfat yang signifikan antara variasi perlakuan. Penurunan nilai fosfat pada limbah cair terbesar terjadi pada perlakuan tanaman dengan berat total 20 gram. Pada hari ke-3 pengamatan kadar fosfat menurun sebesar 33,5 % dan pada hari ke-7 pengamatan kadar fosfat menurun sebesar 93 %.
Identifikasi Potensi Sumber Air Permukaan Dengan Menggunakan Dem (Digital Elevation Model) Di Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur Eka Wahyu Setiawan; A. Tunggul Sutan Haji; Bambang Suharto
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1888.577 KB)

Abstract

Kabupaten Lembata adalah daerah yang kering dengan curah hujan yng rendah. Untuk itu perlu adanya pemenuhan kebutuhan air yaitu melakukan Identifikasi Potensi Sumber Air Permukaan agar pemenuhan kebetuhan air bisa tercukupi. Tujuan dari penelitan ini adalah unutk mengidentifikasi letak sumber air permukaan di Kabupaten Lembata, sehingga dapat diketahui baik itu letak catchment area maupun besarnya debit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan simulasi menggunakan SIMODAS. Dengan mengatahui catchment area, nilai sebaran hujan dan nilai koefisien runoff maka dapat diketahi debit rerata pertahun yang merupakan potensi sumber air permukaan. Simulasi menggunakan SIMODAS didapatkan hasil sebanyak 12 catchment area yang berpotensi, 12 catchment area tersebut didapatkan nilai debit  4,039 ; 1,534 ; 4,919; 3,158; 2,310; 6,768; 1,783; 3,251; 1,892; 3,785; 3,262 dan 1,920. Hubungan debit dan luas catchment area adalah berbanding lurus. Nilai kesalahan simulasi menggunakan SIMODAS setelah dilakukan kalibrasi yaitu sebesar 0,00000021% hal menunjukkan hasil simulasi dengan pengukuran aktual mendekati kebenaran. Kata Kunci : Catchment area, Potensi, Simulasi
Analisis Spasial Defisiensi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Mojokerto Lilis Suryaningsih; Alexander Tunggul Sutan Haji; Ruslan Wirosoedarmo
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.023 KB)

Abstract

Peningkatanjumlah penduduk dapat berdampak pada pengalihfungsian lahan bervegetasi menjadiarea terbangun sehingga mengurangi luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota. Ruangterbuka hijau di wilayah perkotaan merupakan aspek  penting karena berpengaruh dalam penyerapan CO2yang dihasilkan dari beberapa aktifitas kota seperti tranportasi, kegiatanindustri, pemakaian bahan bakar LPG dan respirasi manusia. Luas wilayah Kota Mojokerto 16,46 km2 dengantingkat kepadatan penduduk 7302 jiwa km-2 berpotensi untukmenghasilkan CO2 tinggi. Tujuan daripenelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi eksisting RTH dan kemampuannyadalam penyerapan CO2 di Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode spasial untukmenggambarkan kondisi sebaran beban CO2 dan kondisi eksisting RTH diKota Mojokerto menggunakan softwareArcView 3.3. Beban CO2 dihitung menggunakan persamaan Gausian Modeldan IPCC dan daya serap RTH dari perkalian jumlah pohon dengan daya serapmasing-masing jenis pohon. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa total beban emisi CO2 sebesar 72747688 kg yr-1.Besarnya total daya serap CO2 RTH publik yaitu 5529129 kg yr-1.Sisa CO2 yang belum terserap oleh RTH publik sebesar 67218559 kg yr-1(7,6%). Dari perhitungan yang sudah didapatkan bahwa ketersediaan RTHpublik di Kota Mojokerto belum mampu menyerap CO2 secara maksimal.Perlu adanya penambahan jumlah tanaman pada taman jalan dan jalur hijau denganjenis tanaman yang mempunyai daya serap CO2 lebih tinggi. Kata kunci : Emisi CO2,ruang terbuka hijau
Co-Authors A. Adi Sulianto Adinda Hernani Ahmad Raihan Darmawan Akhmad Adi Sulianto Akhmad Adi Sulianto, Akhmad Adi Anastasia Puji Renaningtyas Andini Eka Nurfita Andry Pratama Ariyanto Annisa Indah Mukti Nurani Atmaja, Hizkia Brian Azzahra, Shabrina Bambang Rahadi Bambang Rahadi Bambang Rahadi Bambang Rahadi Widiatmono Bambang Rahadi Widiatmono Bambang Rahadi Widiatmono Bambang Rahadi Widiatmono Bambang Suharto Bambang Suharto Bambang Suharto Bambang Suharto Bambang Suharto Bambang Suharto Bayu Prasetya Andeka Beauty Suestining Diyah Dewanti Cahya Amalia Permatasari Dedi Cahyadi Destika Anggraeni Dianindya Novita Admadhani eka wahyu setiawan Erlita Meidya Pramesti Estin D. Kristanti Evi Kurniati Evi Kurniati Evi Kurniati Fachrun Nisa Fahmi Alpha Yanitra Fahmi Alpha Yanitra Fajri Anugroho, Fajri Fara Miranda Ghifari, Muhammad Sholeh Al Hangga Hiranandani Tanusekar Hidayati, Erina Aprilia Ifa Fajarika Ii' Ariyani Inayah Robbaniyah J. Bambang Rahadi W. J. Bambang Rahadi Widiatmono Jhohanes Bambang Rahadi Widiatmono Jifa, Azarine Nabila Johanes Bambang Rahadi Ken Raras Cestyakara Fabianto Khaerul Muttaqien Kuswadi Kuswadi Langgeng Setyono, Langgeng Larasati, Nadhifah Lilis Suryaningsih Liliya Dewi Susanawati Liliya Dewi Susanawati Lisnayati, Lisnayati Lissa Rullis Syiama Muhana, Naufal Hanif Nur Mujaroh Khotimah, Mujaroh Nailufar Fadilah Nazarina Tiftah Firdausi Niken Puspajwo Pangestuti Novia Lusiana Prabawa, Raullyno Ghozali Ilham Putri Indah Hartanti Putri, Adhisty Nabila Rahadi W., Bambang Rahardjo , Poegoeh Prasetyo Ramadhina, Putri Ghassani Riza Faradina Rizki Dwika Amalia, Rizki Dwika Rizky Wijayanti Rizky Yunitasari Rohmad Zaenuri Ruslan Wirosoedarmo Ruslan Wirosoedarmo Ruslan Wirosoedarmo Ruslan Wirosoedarmo Ruslan Wirosoedarmo Ruslan Wirosoedarmo Saputri, Mellysa Machfiro Amanah Satrio Wicaksono A. Satwika Desantina Muktiningsih, Satwika Desantina Seto Sugianto Shofiyunniswah Shofiyunniswah Sukrisno Widyotomo Sunarsih - Syaharani, Adinda Putri Syahru Ramadhani Tafana Firdausi Prastiwi Tia Dwi Irawandani Tyas, Martina W Wendy Aditiyas Yhulliarsih, Etty Yulitasari, Endah Zulfikar, Fani