Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Emisi Karbondioksida (CO2) Terhadap Kecukupan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Di Universitas Brawijaya Kampus I Kota Malang Bambang Suharto; Tunggul Sutan Haji; Niken Puspajwo Pangestuti
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.279 KB) | DOI: 10.21776/ub.jsal.2017.004.02.2

Abstract

Peningkatan gas rumah kaca merupakan permasalahan penting yang dapat mengakibatkan pemanasan global, dimana saat ini emisi karbondioksida (CO2) merupakan komponen utama gas rumah kaca. Penumpukan emisi CO2 terjadi karena bahan bakar fosil yang diambil secara berlebihan dibakar dan dikonversi secara cepat menjadi CO2 yang terlepas ke atmosfer oleh aktivitas transportasi, tungku industri dan rumah tangga, serta pembangkit listrik. Pada tahun 2016, tercatat jumlah penduduk Universitas Brawijaya sebanyak 68.072 yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan karyawan. Berdasarkan data jumlah penduduk di atas terlihat bahwa jumlah penduduk Universitas Brawijaya relatif banyak, maka akan berdampak pada meningkatnya produksi CO2 dari kegiatan kendaraan bermotor, penggunaan gas LPG, sisa hasil pernapasan, serta penggunaan listrik di lingkungan Universitas Brawijaya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui emisi CO2 yang dihasilkan dari aktivitas penduduk di Universitas Brawijaya Kampus I Kota Malang dan untuk mengetahui kecukupan ruang terbuka hijau (RTH) dalam menyerap emisi CO2. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yaitu untuk mendeskripsikan hasil perhitungan emisi CO2 dan kecukupan daya serap RTH. Beban emisi CO2 dihitung dengan persamaan IPCC dan persamaan yang didapatkan dari studi pustaka. Sedangkan daya serap RTH dihitung dengan mengalikan jumlah pohon dengan masing-masing daya serapnya terhadap emisi CO2. Setelah itu merumuskan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan atau masukan untuk peningkatan peringkat Universitas Brawijaya pada UI GreenMetriks World University Ranking. Hasil penelitian menunjukkan total beban emisi CO2 yang dihasilkan di Universitas Brawijaya sebesar 9547360.71 Kg/tahun dan total daya serap sebesar 45229279.66 Kg/tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa RTH telah mencukupi untuk menyerap emisi CO2 dalam satu tahun, salah satu hal yang menunjang besarnya RTH yaitu adanya penambahan pohon sejumlah 300 pohon sawit pada tahun 2015 (Sub Bagian Rumah Tangga, 2015). Rekomendasi berdasarkan UI GreenMetriks World University Ranking, kategori dan indikator yang sesuai untuk dilakukannya upaya yaitu pada kategori sarana dan prasarana, serta transportasi. Indikator ini menunjukkan apakah kampus layak disebut Kampus Hijau. Tujuannya adalah untuk memicu agar memberi lebih banyak ruang bagi kehijauan dan dalam menjaga lingkungan, serta pengembangan energi berkelanjutan. Kebijakan transportasi yang dapat dilakukan yaitu membatasi jumlah kendaraan bermotor di kampus, penggunaan sepeda kampus akan mendorong lingkungan yang lebih sehat. Kebijakan pejalan kaki akan mendorong mahasiswa, dosen dan staf untuk mengurangi emisi CO2, dan menghindari menggunakan kendaraan pribadi dengan memberi kebijakan pada mahasiswa baru untuk tidak membawa kendaran pribadi di semester pertama dan kedua. Kebijakan tersebut akan mengurangi jejak karbon di sekitar kampus. Kata kunci: Emisi CO2, Ruang Terbuka Hijau, Universitas Brawijaya 
Model Neraca Air Untuk Simulasi Daya Dukung Lingkungan (Studi Kasus Kota Batu) Nailufar Fadilah; Alexander Tunggul Sutan Haji; Bambang Rahadi Widiatmono
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.531 KB)

Abstract

Kondisi lingkungan hidup di Indonesia saat ini banyak mengalami kerusakan lingkungan seperti kekeringan dan banjir, khususnya di daerah tangkapan air yang akan berdampak terhadap penurunan jumlah air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara ketersediaan dan kebutuhan air pada suatu wilayah menggunakan bantuan software SIG. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode analisis spasial dengan membandingkan jumlah ketersediaan air dan jumlah kebutuhan air di Kota Batu. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan air Kecamatan Batu sebesar 14589381 m3 th-1, Kecamatan Bumiaji sebesar 21662736 m3 th-1, dan Kecamatan Junrejo sebesar 14658142 m3 th-1. Untuk ketersediaan air Kecamatan Batu sebesar 288799232 m3 th-1, Kecamatan Bumiaji sebesar 2983425024 m3th-1, dan Kecamatan Junrejo sebesar 100108664 m3 th-1. Status daya dukung lingkungan untuk Kecamatan Batu surplus dengan rasio 19.8, Kecamatan Bumiaji surplus dengan rasio 137.7, dan kecamatan Junrejo surplus dengan rasio 6.8. Kata kunci : Daya dukung lingkungan, neraca air, model.
Uji Kemampuan Membran Komposit Kitosan-Selulosa Terhadap Penurunan Kadar Kromium Pada Limbah Cair Industri Penyamakan Kulit Alexander Tunggul Sutan Haji; Akhmad Adi Sulianto; Fara Miranda
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.163 KB) | DOI: 10.21776/ub.jsal.2020.007.01.3

Abstract

Seiring dengan semakin pesatnya pertumbuhan industri tentunya akan mempengaruhi kondisi lingkungan dikarenakan semakin banyak limbah buangan hasil industri yang dibuang ke lingkungan, salah satunya  adalah limbah cair industri penyamakan kulit dengan kandungan kromium (Cr) yang tinggi antara 40 – 25000 mg.l-1. Perlu adanya pengolahan limbah terlebih dahulu sebelum di buang ke lingkungan. Salah satu teknologi yang dapat digunakan adalah menggunakan membran. Pada penelitian ini membran yang digunakan adalah membran komposit kitosan-selulosa. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji karateristik fisik dari membran kitosan-selulosa dan mengkaji pengaruhnya dalam merejeksi Cr pada limbah industri penyamakan kulit. Pembuatan membran menggunakan metode pembalikan fasa, dimana kitosan dalam bentuk padatan atau serbuk akan dilarutkan menggunakan asam asetat dengan konsentrasi yang beragam. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara factorial dengan menggunakan 2 variasi faktor yaitu Asam Asetat (CH3COOH) (1%, 2%, 3%) dan konsentrsi massa kitosan (1.5 g, 2 g, dan 2.5 g). Kandungan krom awal sebesar 10.87 mg.l-1. Berdasarkan pengujian anova, variasi konsentrasi asam asetat dan konsentrasi kitosan memiliki pengaruh nyata terhadap penurunan Cr pada limbah cair. Koefisien rejeksi terbesar sebesar 85% dengan variasi terbaik pada membran dengan konsentrasi 2.5 g – 3%.
Pengaruh Volume Lumpur Aktif dengan Proses Kontak Stabilisasi pada Efektivitas Pengolahan Air Limbah Industri Pengolahan Ikan Destika Anggraeni; Alexander Tunggul Sutanhaji; J. Bambang Rahadi W.
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.545 KB)

Abstract

Proses industri menghasilkan air limbah dengan konsentrasi bahan polutan organik yang tinggi. Air limbah memerlukan proses pengolahan untuk mereduksi bahan polutan organik hingga  memenuhi baku mutu air limbah yang diijinkan. Proses kontak stabilisasi dimaksudkan untuk mengkondisikan mikroorganisme di dalam lumpur aktif kekurangan makanan sehingga dapat mendegradasi air limbah secara optimal. Tujuan penelitian: (1) untuk mengetahui kinerja lumpur aktif dengan proses kontak stabilisasi, dan (2) untuk mengetahui volume lumpur aktif yang optimum menurunkan kandungan BOD, COD dan TSS air limbah industri cold storage. Penelitian ini menggunakan 3 level perbandingan volume lumpur aktif dan air limbah yaitu 1:8 (V1); 1.5:8 (V2); dan 2:8 (V3). Hasil menunjukkan bahwa proses pengolahan ini dapat menurunkan nilai BOD dan COD pada perlakuan V3 dengan efektifitas penurunan terbesar masing-masing sebanyak 52.47% dan 56.35%. Nilai BOD pada perlakuan V3 lebih rendah dan berbeda nyata dengan perlakuan V1 dan V2. Nilai COD pada perlakuan V3 lebih rendah dibandingkan perlakuan V1 dan V2, tetapi tidak berbeda nyata. Penurunan nilai BOD dan COD disebabkan adanya peningkatan aktivitas mikroorganisme di dalam lumpur aktif sebagai akibat proses kontak stabilisasi, sehingga lebih efektif menguraikan bahan organik air limbah secara aerobik dalam kondisi optimum. Kata kunci: Air limbah, kontak stabilisasi, lumpur aktif, volume
Pengaruh Pemberian Limbah Organik Kantin terhadap Pertumbuhan Cacing Tanah (Lumbricusrubellus) dengan Media Sampah Daun Sekitar Kampus Universitas Brawijaya Rizky Yunitasari; A. Tunggul Sutan Haji; Liliya Dewi Susanawati
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.289 KB)

Abstract

Sampah dalam suatu kampus terdiri dari 2 jenis yaitu sampah taman (daun) dan limbah organic kantin. Sampah daun yang telah dikomposkan dan limbah organic kantin dapat dimanfaatkan untuk media pertumbuhan cacingtanah sebagai alternative pengolahan sampah. Budidaya yang pesat dan besarnya permintaan pasar akan cacing tanah mendorong pemanfaatan media dan pakan yang tersedia melimpah di lingkungan sekitar seperti sampah daun dan limbah organic kantin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian media dari sampah daun dan limbah kantin untuk pertumbuhan cacing tanah (Lumbricussrubellus). Hubungan jumlah pemberian pakan dan pertumbuhan cacing tanah (jumlah dan bobot) diketahui dengan metode analisis regresi linier sederhana selain itu, dilakukan uji t untuk mengetahui adanya pengaruh signifikan antara pemberian pakan terhadap hasil pertumbuhan cacing tanah. Berdasarkan penelitian ini didapat bahwa semakin banyak jumlahpakan yang diberikan maka berpengaruh kurang baik untuk pertumbuhan cacing tanah. Perlakuan pertama dengan pemberian pakan sebanyak 50 gr menghasilkan pertumbuhan yang paling baik dibandingkan dengan pemberian pakan 100 gr, 150 gr dan 200 gr. Perlakuan pertama menghasilkan rata-rata bobot akhir sebesar 121.5 gr dari rata-rata bobot awal sebesar 100 gr dan rata-rata jumlah akhir 364 ekor dari rata-rata jumlah awal 251 ekor. Kata Kunci: Cacing tanah, sampah, limbah kantin 
Pengaruh Kerapatan Tanaman Eceng Gondok (Eichornia Crassipes) Terhadap Penurunan Logam Chromium Pada Limbah Cair Penyamakan Kulit Putri Indah Hartanti; Alexander Tunggul Sutan Haji; Ruslan Wirosoedarmo
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.901 KB)

Abstract

Industri penyamakan kulit merupakan salah satu industri yang menghasilkan limbah berbahaya berupa padatan maupun cairan yang mengandung logam chromium. Metode yang digunakan untuk meremediasi logam chromium tersebut adalah fitoremediasi. Tanaman yang berpotensi menjadi fitoremediator logam berat adalah eceng gondok (Eichornia Crassipes). Pengamatan dilakukan pada hari ke-7, hari ke-14, hari ke-21 dan hari ke-28. Parameter yang diamati adalah konsentasi chromium, nilai oksigen terlarut (DO), nilai derajat keasaman (pH) dan nilai suhu. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan tanaman eceng gondok (Eichornia Crassipes) dalam proses fitoremediasi pada limbah cair penyamakan kulit dapat  turun pada hari ke 28 sehingga konsentasi chromium pada kerapatan tanaman 6 individu sebesar 2.23 mg L-1, pada kerapatan tanaman 4 individu sebesar 2.20 mg L-1, dan kerapatan tanaman 2 individu sebesar 2.14 mg L-1. Selain itu dapat menurunkan nilai derajat keasaman pada hari ke-28 sebesar  5.42 mg L-1 dengan kerapatan tanaman 6 individu. Sedangkan nilai oksigen terlarut dapat naik pada hari ke-28 sebesar 5.99 mg L-1 dengan kerapatan tanaman 6 individu. Nilai suhu naik menjadi 26.30 0C pada kerapatan tanaman 6 individu. Kata Kunci :  eceng gondok, limbah cair penyamakan kulit, fitoremediasi, chromium
Prediksi TDS, TSS, dan Kedalaman Waduk Selorejo menggunakan Aerial Image Processing Bambang Rahadi; Alexander Tunggul Sutan Haji; Andry Pratama Ariyanto
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.019 KB) | DOI: 10.21776/ub.jsal.2020.007.02.3

Abstract

Warna pada air berasal dari cahaya yang ditangkap oleh partikel-partikel tersuspensi atau sedimen pada air waduk tersebut. Partikel tersuspensi pada air waduk tentunya akan mempengaruhi TSS dan TDS. Kedalaman pada waduk juga mempengaruhi warna pada wilayah perairan waduk. Sifat fisik pada perairan waduk dapat ditangkap oleh kamera. Warna-warna tersebut diubah menjadi kode hexadecimal (RGB). Selanjutnya kode warna tersebut diklasifikasikan sesuai dengan keadaan lapang dimana TSS, TDS serta kedalaman akan menjadi parameter yang menentukan warna air tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui Standar Operasi dan Prosedur (SOP) pengambilan sampel gambar menggunakan penginderaan jauh pada Waduk Selorejo; mengetahui bagian waduk yang memiliki nilai TSS tinggi; dan mengetahui pengaruh TSS, TDS, dan kedalaman terhadap indeks warna. Penelitian ini menggunakan analisis spasial dan metode deskriptif kuantitatif. Metode deskriptif kuatitatif digunakan untuk menggambarkan tingkat kualitas air pada indeks warna yang berbeda. Pengambilan gambar dilakukan pada sepuluh titik pada waduk. Proses analisis menggunakan program Colour Picker. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa SOP pengambilan sampel gambar dan air pada Waduk Selorejo dilakukan pada waktu yang hampir bersamaan agar terhindar dari perubahan kualitas air. TSS pada bagian tepi waduk lebih tinggi daripada bagian tengah. TSS dapat diprediksi, sedangkan kedalaman dan TDS tidak dapat diprediksi dengan indeks warna.
Identifikasi Potensi Sumber Air Permukaan Dengan Menggunakan DEM (Digital Elevation Model) Di Sub Das Konto Hulu– Kabupaten Malang Satrio Wicaksono A.; A. Tunggul Sutan Haji; Ruslan Wirosoedarmo
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.547 KB)

Abstract

Banjir dan kekeringan merupakan dampak dari buruknya sistem tata air sebuah DAS. Hal tersebut berkaitan dengan kondisi hutan di kawasan hulu DAS. Salah satu penyebabnya adalah pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan daya dukung lingkungan, sehingga kawasan resapan air berkurang. Perlu adanya pemenuhan kebutuhan air yaitu melakukan identifikasi potensi sumber air permukaan agar pemenuhan kebutuhan air bisa tercukupi. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengidentifikasi letak sumber air permukaan di Kabupaten Malang di Sub DAS Konto. Metode yang digunakan adalah analisis spasial dengan mensimulasikan karakteristik wilayah untuk mendapatkan titik potensi sumber air berdasarkan debit outlet menggunakan SIMODAS. Dengan mengetahui catchment area, nilai sebaran hujan dan nilai koefisien runoff maka dapat diketahui debit rerata pertahun yang merupakan potensi sumber air permukaan. Hasil simulasi menggunakan SIMODAS didapatkan 1 titik potensi sumber air permukaan di Sub DAS Konto Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur. Titik potensi seluas 115.83 km² dengan debit rerata pertahun 2.01 m³.s-1. Simulasi menggunakan SIMODAS didapatkan potensi bulanan dalam 10 tahun sebesar 5.31 m³.s-1 pada bulan Februari. Kata kunci : analisis spasial, daerah tangkapan air, sistem informasi geografis.
Analisis Pola Perubahan Tingkat Kekeringan Kabupaten Bojonegoro Berdasarkan Theory of Run Alexander Tunggul Sutan Haji; Ruslan Wirosoedarmo; Ii' Ariyani
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.072 KB)

Abstract

Kekeringan merupakan fenomena alam yang sering terjadi dan menimbulkan bencana di berbagai daerah di Indonesia. Kekeringan merupakan ancaman yang paling sering mengganggu sistem dan produksi pertanian, perkebunan, kehutanan, sumberdaya air, dan lingkungan di Indonesia, misalnya saat terjadi El Nino Southem Oscillation(ENSO) karena pada fenomena ini musim kemarau menjadi lebih panjang dan musin hujan lebih pendek. Kekeringan di Indonesia memiliki dampak diberbagai daerah, salah satunya adalah Kabupaten Bojonegoro. Hampir setiap tahun bencana kekeringan di Bojonegoro terjadi setiap musim kemarau. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pola perubahan tingkat kekeringan setiap tahunnya di Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan metode Theory of Run dan analisis spasial. Metode Theory of Run yaitu digunakan untuk menentukan indeks kekeringan. Analisis spasial digunkaan untuk mengetahui pola perubahan tingkat kekeringan Kabupaten Bojonegoro. Proses analisis spasial menggunakan Arcview. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola perubahan kekeringan yang terjadi di Bojonegoro rata-rata amat sangat kering. Untuk pola perubahan kekeringan durasi paling lama yaitu terjadi pada tahun 2014 dengan durasi kekeringan 22 bulan di stasiun hujan Baureno yang dimulai pada Februari tahun 2012 hingga bulan November 2014. Rekomendasi dari penelitian yaitu perlu dibandingkan dengan metode yang lain sebagai pembanding. Kata kunci: Curah hujan, el nino southem oscillation (enso), kekeringan,  theory of run
Efektifitas Limbah Puntung Rokok Sebagai Bahan Inhibitor Korosi Pada Paku Besi Dalam Media Air Tawar Bayu Prasetya Andeka; Bambang Suharto; Alexander Tunggul Sutan Haji
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai permasalahan yang ditimbulkan korosi antara lain  penipisan material bangunan, keropos, berlubang, perubahan warna atau tampilan bangunan, terkontaminasinya bahan produk, berkurangnya faktor keamanan, dan bertambahnya biaya perawatan bangunan. Penggunaan inhibitor untuk menghambat proses korosi. Tetapi inhibitor yang aman sangat diperlukan selain itu harus terhitung yang ekonomis dan ramah lingkungan. Salah satu inhibitor alami yang aman adalah limbah puntung rokok. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan  limbah puntung rokok dalam menurunkan laju korosi pada paku besi dan juga menetukan korelasi antara laju korosi dengan variasi konsentrasi inhibitor yang digunakan. Penentuan laju korosi dengan menggunakan metode kehilangan berat. Konsentrasi perendaman paku besi dalam inhibitor yang digunakan adalah 0, 200, 400, 600, 800, 1000 ppm dengan waktu perendaman selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi konsentrasi limbah puntung rokok maka laju korosi semakin kecil. Nilai rata-rata laju korosi tanpa perendaman pada inhibitor limbah puntung rokok adalah 0,160mpy. Sedangkan untuk konsentrasi 200, 400, 600,800, 1000 ppm berturut-turut adalah 0,110,0,092 , 0,085, 0,081, dan 0,061 mpy dan efisiensi penurunan maksimal terhadap nilai laju korosi terkecil terjadi pada konsentrasi 1000 ppm dengan waktu perendaman 7 hari dikarenakan walaupun pada hari ke 4 laju korosi tinggi tetapi setelah hari ke 4 laju korosi mulai menurun karena inhibitor yang mengandung nikotin telah bereaksi dengan oksigen sehingga melindungi lapisan besi dari oksidasi dengan oksigen serta mengurangi efek dari korosi . Kata kunci: Nikotin, Inhibitor, Paku besi, Limbah Puntung Rokok  
Co-Authors A. Adi Sulianto Adinda Hernani Ahmad Raihan Darmawan Akhmad Adi Sulianto Akhmad Adi Sulianto, Akhmad Adi Anastasia Puji Renaningtyas Andini Eka Nurfita Andry Pratama Ariyanto Annisa Indah Mukti Nurani Atmaja, Hizkia Brian Azzahra, Shabrina Bambang Rahadi Bambang Rahadi Bambang Rahadi Bambang Rahadi Widiatmono Bambang Rahadi Widiatmono Bambang Rahadi Widiatmono Bambang Rahadi Widiatmono Bambang Suharto Bambang Suharto Bambang Suharto Bambang Suharto Bambang Suharto Bambang Suharto Bayu Prasetya Andeka Beauty Suestining Diyah Dewanti Cahya Amalia Permatasari Dedi Cahyadi Destika Anggraeni Dianindya Novita Admadhani eka wahyu setiawan Erlita Meidya Pramesti Estin D. Kristanti Evi Kurniati Evi Kurniati Evi Kurniati Fachrun Nisa Fahmi Alpha Yanitra Fahmi Alpha Yanitra Fajri Anugroho, Fajri Fara Miranda Ghifari, Muhammad Sholeh Al Hangga Hiranandani Tanusekar Hidayati, Erina Aprilia Ifa Fajarika Ii' Ariyani Inayah Robbaniyah J. Bambang Rahadi W. J. Bambang Rahadi Widiatmono Jhohanes Bambang Rahadi Widiatmono Jifa, Azarine Nabila Johanes Bambang Rahadi Ken Raras Cestyakara Fabianto Khaerul Muttaqien Kuswadi Kuswadi Langgeng Setyono, Langgeng Larasati, Nadhifah Lilis Suryaningsih Liliya Dewi Susanawati Liliya Dewi Susanawati Lisnayati, Lisnayati Lissa Rullis Syiama Muhana, Naufal Hanif Nur Mujaroh Khotimah, Mujaroh Nailufar Fadilah Nazarina Tiftah Firdausi Niken Puspajwo Pangestuti Novia Lusiana Prabawa, Raullyno Ghozali Ilham Putri Indah Hartanti Putri, Adhisty Nabila Rahadi W., Bambang Rahardjo , Poegoeh Prasetyo Ramadhina, Putri Ghassani Riza Faradina Rizki Dwika Amalia, Rizki Dwika Rizky Wijayanti Rizky Yunitasari Rohmad Zaenuri Ruslan Wirosoedarmo Ruslan Wirosoedarmo Ruslan Wirosoedarmo Ruslan Wirosoedarmo Ruslan Wirosoedarmo Ruslan Wirosoedarmo Saputri, Mellysa Machfiro Amanah Satrio Wicaksono A. Satwika Desantina Muktiningsih, Satwika Desantina Seto Sugianto Shofiyunniswah Shofiyunniswah Sukrisno Widyotomo Sunarsih - Syaharani, Adinda Putri Syahru Ramadhani Tafana Firdausi Prastiwi Tia Dwi Irawandani Tyas, Martina W Wendy Aditiyas Yhulliarsih, Etty Yulitasari, Endah Zulfikar, Fani