Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Identifikasi tanaman mangrove di Sungai Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan Fahmi, Muhammad Aldy Fachrial; Nur, Fatmawati; Saenab, Siti
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 1 No 1 (2021): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.686 KB) | DOI: 10.24252/filogeni.v1i1.20551

Abstract

Pelestarian hutan mangrove sangat penting dilakukan mengingat banyaknya manfaat dan kegunaan hutan mangrove dalam berbagai aspek kehidupan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif secara visual yang dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis mangrove yang ada di sungai Tallo kota Makassar Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan adalah Line Transect dimana metode ini menggunakan plot yang disejajarkan pada garis yang telah ditentukan, terdapat 4 stasiun utama di sepanjang area penelitian, setiap stasiun terdapat 4 plot, dengan jumlah total plot sebanyak 16 plot, selanjutnya tumbuhan mangrove yang dijumpai diidentifikasi berdasarkan ciri morfologinya dengan melihat akar, batang, daun, bunga, buah dan biji. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa di area sungai Tallo terdapat 5 jenis mangrove sejati yaitu Avicennia marina, Nypa Frutican, Rhizopora apiculata, Rhizopora mucronata, dan Sonneratia caseolaris.
Keanekaragaman jenis fitoplankton di perairan tambak udang putih di Kelurahan Bonto Kamase, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba Mildasari, Mildasari; Nur, Fatmawati; Hasyimuddin, Hasyimuddin; Dirhamzah, Dirhamzah
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 1 No 3 (2021): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.179 KB) | DOI: 10.24252/filogeni.v1i3.25606

Abstract

Fitoplankton merupakan mikroorganisme perairan yang memiliki peran sebagai bioindikator tercemarnya air dan organisme pengahasil makanan pertaman dalam rantai makanan di perairan. Penelitian ini dilakukan di tambak udang putih di Kelurahan Bonto Kamase, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba. Analisis data yang digunakan adalah indeks keanekaragaman jenis dengan tujuan mengetahui kualitas air berdasarkan indeks keanekaragaman fitoplankton pada pertambakan udang putih. Pengambilan sampel air dilakukan di tiga stasiun pada waktu siang dan malam hari dan mengukur parameter fisika kimia perairan. Hasil identifikasi didapatkan berjumlah 21 spesies terdiri lima kelas yaitu kelas Bacillariophyceae, Chlorophycea, Cyanophyceae, Euglenaphyceae, Dinophyceae. Kelimpahan fitoplankton pada stasiun 1 siang hari yaitu 222 ind/l sedangkan pada malam hari 139.3 ind/l yang didominasi oleh Euglena dan Oscilatoria sp. Stasiun 2 siang hari yaitu 196.3 ind/l dan malam hari yaitu 184.6 ind/l yang didominasi oleh Mikrocystis aeruginosa. Sedangkan stasiun 3 siang hari yaitu 151 ind/l dan malam hari yaitu 136 ind/l yang didominasi oleh Euglena sp. Indeks keanekaragaman jenis di seluruh stasiun tergolong tinggi (H’>3,0) dan tergolong sedang (H’<3,0-1,0) serta kualitas air di perairan tambak termasuk perairan yang sangat cocok untuk kegiatan budidaya.
Uji histopatologi sebagai metode baru dalam diagnostik penyakit rabies pada anjing liar Nurlia, Nurlia; Nur, Fatmawati; Wirawan, Hadi Purnama
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 3 No 2 (2023): Mei-Agustus
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v3i2.29550

Abstract

Peningkatan kasus gigitan anjing memicu kekhawatiran masyarakat akan penularan penyakit rabies, padahal tidak semua gigitan anjing akan menyebabkan infeksi penyakit rabies. Rendahnya sensitivitas diagnosis secara klinis sehingga dibutuhkan metode diagnostik dengan hasil yang lebih akurat, salah satunya melalui pemeriksaan laboratorium dengan uji histopatologi. Tujuan penelitian yaitu untuk diagnosis penyakit rabies pada anjing liar dengan uji histopatologi untuk mengetahui terinfeksi atau tidaknya anjing yang diuji. Penelitian ini menggunakan uji histopatologi dengan sampel jaringan hippocampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada sampel uji, tidak ditemukan adanya negri bodies yang menandakan bahwa sampel anjing yang dijadikan hewan uji tidak mengidap penyakit rabies (tidak terinfeksi virus rabies).
Analisis kadar nitrit pada air sumur menggunakan spektrofotometer UV-Vis di Laboratorium Lingkungan Hidup Makassar Aguslianti, Yunita; Nur, Fatmawati; Rosmah, Rosmah
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 3 No 3 (2023): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v3i3.34749

Abstract

Air merupakan salah satu senyawa yang memiliki peranan penting bagi kehidupan. Manusia banyak memanfaatkan air untuk kehidupan sehari-hari. Salah satu sumber air yang banyak dikonsumsi oleh manusia adalah air yang berasal dari sumur gali. Air sumur memiliki banyak kelemahan karena dapat terkontaminasi oleh zat-zat mineral berbahaya salah satunya ialah air memiliki banyak kandungan nitrit. Nitrit dapat menyebabkan methemoglobinemia yang berbahaya bagi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar nitrit pada air sumur menggunakan spektrofotometer dan mengetahui batas deteksi berdasarkan SNI. Metode penelitian ini berupa penelitian deskriptif berbasis laboratorium dan berdasarkan pengujian SNI. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu kadar nitrit yang diperoleh dari sampel air sumur berkisar antara -0,015 - 0,016 mg/L, dan dapat dikatakan masih memenuhi standar mutu Permenkes Nomor 32 Tahun 2017 yaitu kurang dari 1 mg/L sehinga air sumur tersebut dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Volatile Profiling of Root-Shoot and Fruits of Capsicum frutescens var. Salo Dua from Enrekang, Indonesia Nur, Fatmawati; Meriem, Selis
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 10, No 2 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v10i2.10003

Abstract

Capsicum frutescens var. Salo Dua is a local variety cultivated in Enrekang Regency, South Sulawesi. It has unique traits of color transition during fruit ripening and extended post-harvest shelf life. However, the metabolite profiling in this potential variety has not been explored. This was an initial study that aimed to profile the volatile compounds in the root-shoot parts (as vegetative) and in the ripe fruits of Salo Dua variety. The instrument of Gas Chromatography coupled with Mass Spectrometry (GC-MS) was used to separate and characterize the volatile compounds. Our study revealed a higher number of forty-two volatiles in the ripe fruits compared to the twenty-eight volatiles in the shoot-root parts. The five major compositions of the chemical class in ripe fruits were characterized by the formation of alcohols (26%) followed by esters (19%), alkaloids (10%), fatty acids (10%), and ketones (7%). While the abundant volatiles in the root-shoot parts were shown by the presence of esters (29%), alcohols (21%), fatty acids (18%), alkaloids (11%), and heterocyclic (7%). There were nineteen volatiles that only emitted in the ripe fruits. Of which, capsaicin and dihydrocapsaicin were detected in the ripe fruits with an average relative area of 1% and 0.51%, subsequently.
INTRODUCTION OF THE SYNBIOTIC OF LACTIC ACID BACTERIA FROM DANGKE AND INULIN DAHLIA IN MICE INFECTED WITH Enteropathogenic Escherichia coli Nur, Fatmawati; Hadidarma, Nasyrah; Hafsan, Hafsan; Muthiadin, Cut; Khudaer , Faten
Berita Biologi Vol 23 No 2 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2024.3733

Abstract

This study investigates the influence of synbiotics, a combination of probiotics (lactic acid bacteria) and prebiotics (inulin from Dahlia tubers), on mice infected with Enteropathogenic Escherichia coli (EPEC) bacteria. The performance of mice, including weight gain, feed consumption, and feed conversion ratio, was used as parameters to understand the effect of synbiotics on EPEC-infected mice. Four groups of mice were observed in this study: the control group (P1), EPEC infection group (P2), synbiotics introduction group (P3), and synbiotics introduction + EPEC infection group (P4). The research findings demonstrate that synbiotics from Dangke lactic acid bacteria and inulin from Dahlia tubers have a positive impact on mice performance and help them in countering EPEC infection. Group P3, which received synbiotics without EPEC infection, showed significantly higher weight gain and feed conversion efficiency compared to groups P1 and P2. The synbiotics contributed to the enhancement of mice growth and feed efficiency. On the other hand, group P4, which received synbiotics and was infected with EPEC, exhibited a lower survival rate compared to the control group (P1) and group P3, despite having a shorter duration of diarrhea. EPEC caused diarrhea in mice, but synbiotics helped reduce the duration of diarrhea by inhibiting the growth and attachment of EPEC in the mice's intestines. These findings indicate that synbiotics of Lactic Acid Bacteria and inulin Dahlia have the potential as an alternative strategy to improve mice growth and intestinal health. However, the positive effect of synbiotics may be diminished when mice are infected with EPEC.
Molecular Docking Analysis of Compounds in Coleus blumei Leaves as Potential Antibiotics Against Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus Sukmawaty, Eka; Amanda, Sabilla Suryaning; Hafsan; Nur, Fatmawati; Pratiwi, Afryanti
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 7 No. 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/mpi.v7i2.7419

Abstract

This study investigated the potential of phytochemical compounds from Coleus blumei leaves as anti-Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) candidates through a validated molecular docking and absorption-distribution-metabolism-excretion-toxicology (ADMET)-based screening approach. The ligand structures were energy-minimized using MMFF94 followed by PM7 to obtain stable conformers prior to docking. Protein targets consisted of PBP2a and the extracellular antibiotic-sensing domain of MecR1 (benzylpenicilloyl- and oxacilloyl-acylated forms), both of which play central roles in the mecA-mediated resistance pathway of MRSA. Docking simulations were performed using AutoDock Vina v1.2.7 and validated through redocking of co-crystallized ligands, yielding RMSD values <2.0 Å. Among the eight tested compounds, Hexahydro-3H-1[2’-trifluoromethyl]-6’[4’’-trifluoromethylphenyl]- exhibited the strongest binding affinities, surpassing reference β-lactam antibiotics and demonstrating key interactions with residues involved in allosteric activation of PBP2a and ligand sensing in MecR1. ADMET predictions further supported its drug-likeness and safety profile, although experimental confirmation remains necessary. These findings highlight this compound as a promising anti-MRSA lead candidate and underscore the need for subsequent in vitro and in vivo evaluations to substantiate its mechanistic and therapeutic potential.
Bacterial Contamination at Whiteleg Shrimp (Litopeanaeus vannamei) in Aquaculture -, Mashuri Masri; Sukmawaty, Eka; Nur, Fatmawati; Suriani, Suriani
Jurnal Biodjati Vol 6 No 1 (2021): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v6i1.11812

Abstract

Indonesia has a very high biodiversity, which has later become one of the natural products of interest to the international community, including fishery products. One of the high-demand Indonesian fishery products is whiteleg shrimp Litopeaneus vannamei. However, safety food Exported whiteleg shrimp products must meet the criteria, including free from bacterial contamination such as Escherichia coli, Salmonella, Vibrio cholera. This study attemptted to analyze E. coli, Salmonella, V. cholerae contamination in 3 ponds in Bojo, Cilellang, and Palanro Village in District Malusetasi, Barru Regency, South Sulawesi. Two samplings for each pond were conducted in the morning were pond water and  fresh whiteleg shrimp. SNI 2728-2018 specifies the quality and safety requirements for fresh shrimp. This standard applies to whole or headless fresh shrimp handled from fresh shrimp and does not apply to fresh shrimp that has undergone further processing. Based on SNI 2728-2018, the E. coli test showed positive in Cilellang Village (sample A) with 11 MPN/g, negative in Palanro Village (sample B) and in Bojo village (sample C) with the value of <2 MPN/g. Escherichia coli test showed positive in sample D (Vannamei shrimp in Cilellang Village) and sample E (Vannamei shrimp in Palanro Village) with 2.0 MPN/g, 17 MPN/g, respectively. Only sample F (Vannamei shrimp in Bojo village ) showed a negative result. As for the Salmonella test, positive results showed in sample A, while sample B and sample C showed negative results. The Vibrio cholerae test showed negative at all samples. . This study concludes that Whiteleg shrimp from ponds in Mallusetasi District is classified as safe for consumption.
Identifikasi Gejala Penyakit Dan Cendawan Patogen Pada Tanaman Cabai Merah Keriting (Capsicum annum var. Lado) Sukmawaty, Eka; Putri, Yunita Dwi; Meriem, Selis; Zuraidah, Zuraidah; Nur, Fatmawati; Hajrah, Hajrah
Teknosains Vol 20 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i1.64519

Abstract

Cabai merah keriting (Capsicum annuum L. var. Lado) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi namun rentan mengalami gagal panen akibat serangan cendawan patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gejala serangan penyakit di lapangan serta jenis cendawan patogen penyebabnya. Metode penelitian meliputi isolasi, purifikasi, uji patogenitas (hipersensitivitas) pada daun tembakau, serta karakterisasi morfologi. Hasil observasi lapangan menemukan enam gejala penyakit utama, yaitu busuk buah antraknosa, busuk hitam pangkal batang, busuk batang, bercak daun Cercospora, penyakit embun bulu, dan hawar daun. Berdasarkan uji patogenitas, seluruh isolat mampu memicu gejala nekrosis pada daun tembakau yang mengindikasikan sifat patogenik. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa cendawan penyebab penyakit tersebut tergolong ke dalam genus Colletotrichum, Fusarium, Curvularia, dan Phytophthora. Dapat disimpulkan bahwa keempat genus cendawan tersebut merupakan agen penyebab utama berbagai penyakit yang mengancam produktivitas tanaman cabai merah keriting di lokasi penelitian.
Isolasi Bakteri Pengakumulasi Logam Berat Timbal (Pb) Pada Saluran Pembuangan Limbah Industri Kabupaten Gowa Hasyimuddin Hasyimuddin; Fatmawati Nur; Indriani Indriani
Biotropic : The Journal of Tropical Biology Vol. 2 No. 2 (2018): Biotropic, Volume 2, Nomor 2, 2018
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/biotropic.2018.2.2.126-132

Abstract

Salah satu komponen perekonomian penting yang ada di Indonesia adalah perindustrian. Perkembangan perindustrian yang ada di Indonesia mengalami peningkatan yang begitu cepat. Percepatan pertumbuhan industri dapat mengakibatkan masalah bagi lingkungan. Limbah yang berasal dari Industri mengandung logam berat merupakan salah satu masalah yang bisa berdampak pada kesehatan manusia. Beberapa mikroorganisme diketahui mampu meremediasi logam berat seperti Bacillus sp dan Pseudomonas sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri pengakumulasi logamberat timbal (Pb) pada saluran pembuangan limbah industry kabupaten gowa. Sampel tanah berasal dari saluran pembuangan limbah pabrik tali rafia PT. Intra Polyplast Palangga, pabrik beton PT. Cipta Beton Sinar Perkasa. Sebanyak 6 isolat bakteri berhasil diisolasi dari limbah industri dan di uji kemampuan pengakumulasi logam berat timbal (Pb) menggunakan AAS (Atomic Absorpsion Spectrophotometer), dan isolat (1mTR) bergenus Bacillus yang mampu mengakumulasi logam sebesar 7 mg/l, isolat (5mTR) bergenus Pseudomonas yang mampu mengakumulasi logam sebesar 7 mg/l, isolat (10mTR) bergenus Bacillus yang mampu mengakumulasi logam sebesar 8 mg/l, isolat (1mPB) bergenus Bacillus yang mampu mengakumulasi logam sebesar 9 mg/l, isolat (5mPB) bergenus Bacillus yang mampu mengakumulasi logam sebesar 11 mg/l, dan isolat (10mPB) bergenus Bacillus yang mampu mengakumulasi logam sebesar 9 mg/l.