Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search
Journal : eProceedings of Art

PERANCANGAN BARU MUSEUM SEJARAH KAGAUA KOTA PALU DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL Rizki, Fahrisyah Mohamad; Hanafiah, Ully Irma Maulina; Sarihati, Titihan
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Museum Sejarah Kagaua Kota Palu dirancang sebagai upaya pelestarianwarisan sejarah dan budaya Kota Palu, ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, yang memilikiakar sejarah dari Kerajaan Kagaua. Museum ini bertujuan tidak hanya sebagai tempatpenyimpanan artefak, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan interaksi masyarakat.Dengan koleksi yang mencakup periode prasejarah hingga era kerajaan modern,museum ini diharapkan menjadi sumber pengetahuan yang komprehensif. Desain padamuseum ini mempertimbangkan kebutuhan masyarakat akan ruang edukasi interaktif,fasilitas publik multifungsi, dan area penelitian akademis. Pendekatan desain moderndengan mempertimbangkan konteks lokal memastikan museum ini informatif sekaligusmenarik bagi berbagai kalangan pengunjung. Warisan budaya Kota Palu dipresentasikansecara inovatif, menjadikan museum ini tidak hanya sebagai tempat belajar tetapi jugaikon baru kota. Museum ini berpotensi menarik wisatawan domestik dan internasional,sekaligus mendorong perkembangan ekonomi kreatif melalui promosi wisata budaya.Dengan perancangan matang dan partisipasi aktif berbagai pihak, Museum SejarahKagaua diharapkan menjadi institusi yang relevan dan berkelanjutan bagi masyarakatKota Palu. Selain pelestarian sejarah, museum ini juga menjadi referensi penting bagiperancangan museum tematik lainnya.Kata Kunci: Kota Palu, Kerajaan, Museum
PERANCANGAN PUSAT KEBUDAYAAN DI KOTA BALIKPAPAN DENGAN PENDEKATAN BUDAYA BAKUDAPA Gunawan, Hanaa Aulia Putri; Hanafiah, Ully Irma Maulina; Andrianawati, Aida
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dikenal memiliki keberagamanbudaya yang meliputi hampir seluruh suku yang ada di Indonesia. Meski demikian,kota ini belum memiliki fasilitas yang representatif untuk mendukung pelestarianseni dan budaya lokal. Perancangan Pusat Kebudayaan dengan pendekatanbudaya BAKUDAPA (Banjar, Kutai, Dayak, dan Paser) bertujuan menyediakanruang multifungsi untuk mendukung berbagai aktivitas seni, budaya, danpengembangan ekonomi kreatif. Penelitian ini menggunakan metodepengumpulan data primer melalui wawancara, observasi, dan studi banding padabeberapa fasilitas pusat kebudayaan di Indonesia. Data sekunder diperoleh dariliteratur, regulasi terkait, dan studi pustaka. Tema "Tiga Pilar KebudayaanKalimantan Timur" yang meliputi budaya keraton, pesisir, dan pedalamandiintegrasikan dalam desain tata ruang yang fleksibel dengan elemen interior khasserta material lokal. Hasil perancangan menghasilkan konsep gedung yangmendukung berbagai kegiatan, seperti pameran seni, workshop, pertunjukantradisional, serta edukasi budaya. Implementasi desain berbasis budaya lokaldiharapkan tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi jugameningkatkan potensi ekonomi kreatif, memperkuat identitas masyarakat, danmenjadikan Balikpapan sebagai destinasi wisata budaya. Kata kunci: pusat kebudayaan, BAKUDAPA, Kota Balikpapan, seni dan budaya,ekonomi kreatif
PERANCANGAN ULANG GEDUNG PERTUNJUKAN DI KABUPATEN GARUT DENGAN PENDEKATAN BUDAYA SUNDA Melinda, Yola; Hanafiah, Ully Irma Maulina; Andrianawati, Aida
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Jawa Barat, salah satu provinsi yang kaya akan seni, budaya, dan pariwisatayang menarik wisatawan dari dalam dan luar negeri. Dengan lebih dari dua puluhjenis seni kesenian tradisional yang ada di Kabupaten Garut, memanfaatkan GedungPertunjukan Kabupaten Garut sebagai fasilitas utama untuk mendukung aktivitaskegiatan seni dan pertunjukan sebagai ruang utama, namun terdapat beberapakekurangan seperti pengaturan ruangan yang mengganggu pandangan penonton,furniture yang tidak sesuai, sistem signage yang kurang informatif, dan minimnyafasilitas keamanan. Untuk meningkatkan kenyamanan dan fungsi gedung, diperlukanperancangan ulang Gedung Pertunjukan Kabupaten Garut dengan berfokus dalammemberikan fasilitas yang sesuai standar, penambahan sistem signage dankeamanan untuk mendukung aktivitas seni dan meningkatkan pengalamanpengguna.Kata kunci: jawa barat, gedung pertunjukan, kabupaten garut, kesenian tradisional,fasilitas seni
PERANCANGAN INTERIOR SWISS-BEL RESORT & HOTEL KAWASAN SITU GUNUNG DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS SUKABUMI Mulyati, Tia; Hanafiah, Ully Irma Maulina; Andrianawati, Aida
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Sukabumi merupakan kabupaten terbesar di Jawa Barat yang memiliki banyakpotensi alam pada daerah pengunungan dan pantai. Namun pada daerah pegunungan, masih banyakpotensi objek wisata yang masih dalam pengembangan oleh pemerintah. Pada Kawasan Situ Gunung,Sukabumi masih belum banyak resort dan hotel yang memiliki standarisasi dan fasilitas yang baik,sehingga dibutuhkannya pembangunan resort dan hotel yang memiliki standarisasi yang sesuai.Resort dan hotel adalah tempat tinggal sementara yang berada di daerah pegunungan atau tepipantai. Resort dan hotel dibangun dengan tujuan untuk melakukan serangkaian kagiatan yang dapatmemenuhi kebutuhan manusia contohnya berekreasi, beristirahat, menikmati potensi alam, danmeredakan stress. Metode perancangan yang digunakan pada perancangan ini yaitu survei lapangan,studi banding, wawancara, kuesioner, studi literatur, analisis data, programming, tema dan konsepsehingga dapat menghasilkan desain final. Perancangan resort dan hotel ini bertujuan untukmenerapkan unsur Lokalitas Sukabumi pada interior ruangan untuk melestarikan danmemperkenalkan budaya lokal. Namun tetap membuat kesan ruangan lebih modern sehingga dapatlebih mudah diterima secara visual bagi pengunjung. Penerapan ini juga mempertimbangkankenyamanan bagi pengunjungnya sesuai dengan tujuan utama adanya resort dan hotel, sertamempertahankan nilai-nilai Budaya Sunda khususnya daerah Sukabumi agar tidak hilang oleh zaman.Kata kunci: lokalitas Sukabumi, resort dan hotel, standarisasi.
PERANCANGAN ULANG INTERIOR KANTOR DPRD KABUPATEN BANGGAI LAUT DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS YANG TRANSPARAN DAN EFISIEN Safitri, Anisah; Hanafiah, Ully Irma Maulina; Haryotedjo, Tri
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantor DPRD Kabupaten Banggai Laut merupakan lembaga perwakilan rakyatdaerah tingkat kabupaten. Kantor ini berfungsi sebagai kantor pelayanan publik, menjadiwadah untuk masyarakat agar bebas berpendapat dan memberikan masukan untukpembangunan daerah. Namun demikian, ruangan yang kurang representatif pada kantorDPRD ini sangat mempengaruhi aktivitas bekerja para anggota dewan dan juga staffkantor. Oleh karena itu, perlu adanya kajian ulang terhadap kantor DPRD KabupatenBanggai Laut. Perancangan ulang interior kantor memiliki tujuan untuk memenuhistandarisasi sebagai kantor pemerintahan dan sesuai dengan standar ergonomi, sertamenerapkan pendekatan aktivitas yang transparan dan efisien pada implementasi ruanginterior kantor, sehingga mencerminkan keterbukaan sesuai dengan fungsi DPRD yangdituntut harus transparan, menerima, dan meneruskan aspirasi masyarakat. Metodeperancangan terdiri dari 2 jenis metode penelitian, yaitu : 1) Metode observasi; 2) AnalisaData. Perancangan ulang interior kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah denganmenerapkan pendekatan aktivitas yang transparan dan efisien, diharapkan dapatmenjawab semua permasalahan yang ada pada interior kantor sebelumnya, mendukungkebutuhan aktivitas pengguna dan pengunjung kantor DPRD.Kata Kunci:
PENGARUH KENYAMANAN RUANG TERHADAP AKTIVITAS SANTRI DI PONDOK PESANTREN Almujibi, Gema Syihab; Hanafiah, Ully Irma Maulina; Laksitarini, Niken
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok  pesantren  merupakan  salah  satu  alternatif  model  pendidikan  yang mempunyai sejarah di tengah-tengah masyarakat muslim Indonesia, mulai dari pondok pesantren modern  hingga  pondok  pesantren  tradisional  banyak  terdapat  di  berbagai daerah.  Dengan  model  pembelajaran  yang  isalmi  pondok  pesantren  sukses  menjadi alternatif wadah jenjang pendidikan. Dalam penelitian ini akan berfokus pada hubungan kenyamanan  ruang pada pondok pesantren dengan  aktivitas santri. Metode penelitian kualitatif  digunakan untuk membahas seluruh permasalahan yang terjadi terhadap santri ketika sedang melakukan aktivitas di pondok pesantren agar dapat mengetahui pengaruh kenyaman  ruang  yang  baik  untuk  santri.  Berdasarkan  hasil  yanng  telah  di  olah  dapat disimpulkan jika ruang dengan kenyamanan lebih dapat membuat persepsi santri ketika akan beraktivitas.  Kata kunci: pondok pesantren; santri; kenyamanan
PERANCANGAN INTERIOR MUSEUM LIPA SABBE DI MAKASSAR DENGAN PENDEKATAN ANALOGI MAKNA SIMBOLIS LIPA SABBE Khatimah Arsal Basri, Siti Husnul; Maulina Hanafiah, Ully Irma; Haryotedjo, Tri
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Perancangan Museum Lipa Sabbe di Kota Makassar ini bertujuan untuk merancang sarana edukasi dan sarana rekreasi guna memperkenalkan warisan budaya seni tenun Lipa Sabbe kepada masyarakat serta sebagai sarana konservasi. Hal ini juga sebagai bentuk upaya mengembangkan kekayaan dan keberagaman budaya, agar dapat mendorong perkembangan ekonomi kreatif. Lipa Sabbe itu sendiri berasal dari Bahasa Bugis yang berarti kain sarung tenun khas bugis. Sebagai warisan budaya, Lipa Sabbe memiliki wujud nyata visual yaitu bentuk, nilai, dan fungsi dalam masyarakat. Perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang juga telah meninggalkan dan melupakan nilai-nilai yang terkandung dalam kain Lipa Sabbe. Padahal status Lipa Sabbe memegang peranan penting dalam kehidupan orang Bugis. Konsep perancangan museum ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman suasana ruang sesuai dengan tema makna simbolis Lipa Sabbe yang telah ditetapkan, guna melestarikan nilai-nilai filosofis dari makna kain Lipa Sabbe. Aspek interior dirancang dengan menata story line, flow activity, penataan koleksi, dan layout koleksi benda pamer dengan sentuhan teknologi interaktif agar dapat menarik pengunjung untuk menjelajahi museum sesuai dengan alur yang telah dirancang secara teratur untuk Museum Lipa Sabbe. Dengan perancangan museum ini, diharapkan masyarakat dapat senantiasa mempertahankan nilai-nilai tradisi yang terkandung dalam Lipa Sabbe sebagai bentuk ciri khas budaya Bugis agar tidak ditinggalkan dan dilupakan.Kata Kunci: museum, Lipa Sabbe, Bugis, analogi, interior.
PERANCANGAN ULANG INTERIOR TANJUNG LESUNG BEACH HOTEL DENGAN PENDEKATAN BUDAYA SUKU BADUY Putri, Sherina; Andrianawati, Aida; Maulina Hanafiah, Ully Irma
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanjung Lesung merupakan salah satu kota wisata pantai terletak di kabupaten Pandeglang, Banten yang memiliki potensi keindahan alam pantai yang terjaga keindahannya dan dekat dengan kawasan wisata alam. Tanjung Lesung merupakan salah satu Kawasan Ekonomi Khusus yang diperuntukkan sebagai zona perkembangan pariwisata yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2012. Salah satu tujuan dari adanya resort yaitu untuk menghadirkan suasana yang berbeda dengan memanfaatkan potensi yang ada seperti pemandangan alam dan budaya sekitar. resort merupakan sebuah tempat tinggal sementara bagi seseorang yang bertujuan untuk menyegarkan raga dan jiwa dan raga yang berlokasi pada daerah wisata dengan dilatarbelakangi dengan keadaan alam seperti pantai atau gunung yang bertujuan untuk menfasilitasi wisatawan dalam berekreasi. Metode perancangan yang digunakan yaitu dengan observasi lapangan, studi banding, dan studi literatur. Data yang didapat dianalisis lalu di programming dan disusun menjadi tema konsep hingga menjadi hasil akhir perancangan. Tujuan dari perancangan ulang Tanjung Lesung Beach Hotel adalah untuk merancang hotel resort bintang 4 dengan pendekatan budaya suku Baduy agar budaya tersebut dapat dikenal oleh wisatawan dan menjadi pengaruh besar dalam nilai jual untuk meningkatkan daya tarik wisatawan untuk menjadi pilihan destinasi rekreasi.Kata kunci : Budaya, Resort, Baduy
PERANCANGAN INTERIOR BRANCHSTO HOTEL DI BANDUNG DENGA PENDEKATAN ANALOGI EQUESTRIAN Yahya, Muhammad Hilmi; Hanafiah, Ully Irma Maulina; Nabila, Ganesha Puspa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya minat masyarakat Indonesia terhadap olahraga berkudatelah mengarah pada perkembangan pesat Branchsto Equestrian Park sebagai pusatkegiatan berkuda yang semakin intens. Dalam perkembangannya, kejuaraan tersebutdiadakan hampir setiap dua pekan, dan menunjukkan peningkatan pesat dibandingkanbeberapa tahun sebelumnya. Pengunjung dari berbagai daerah pun datang untukmengikuti kegiatan berkuda di dalamnya. Untuk mendukung pengunjung yang datang dariluar kota, Branchsto Hotel bintang 3 didirikan sebagai bagian dari kompleks tersebut.Dalam perancangan hotel ini, ditemukan permasalahan seputar optimasi ruang,pencahayaan, dan penghawaan, serta ketersesuaian furnitur dan dekorasi. Selain itu,hotel ini belum memenuhi standar fasilitas pendukung hotel bintang 3, seperti restaurant,bar, dan fasilitas olahraga. Maka dari itu, perancangan Branchsto Hotel ini bertujuanuntuk mengatasi permasalahan tersebut dan menciptakan suasana yang sesuai dengananalogi Equestrian. Metode pengumpulan data meliputi observasi, studi banding,dokumentasi, dan studi literatur. Diharapkan, Branchsto Hotel dapat menjadi pendukungutama bagi pengunjung yang ingin menginap sambil menikmati Branchsto Equestrian Parkdan pesona Kota Bandung. Dengan menerapkan standar ruang yang sesuai untuk hotelbintang 3 serta mempertimbangkan konsep analogi Equestrian, Branchsto Hoteldiharapkan dapat menciptakan pengalaman menginap yang unik dan memuaskan bagipara tamu.Kata kunci: Hotel, Equestrian, Analogi
PERANCANGAN INTERIOR HOTEL BOUTIQUE AMAROOSSA DI BANDUNG DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL Rahmi, Yulla Dina; Hanafiah, Ully Irma Maulina; Andrianawati, Aida
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel boutique sendiri ada dikarenakan munculnya kejenuhan dari hotel biasa sehinggadibuatlah hotel boutique yang dimana area kamar serta area lainnya memiliki karakteristik yangkhas tersendiri dengan tujuan memberikan pengalaman yang baru bagi tamunya. Perancanganmerupakan perancangan baru dikarenakan menggunakan denah fiktif. Pendektan yang diterapkanmenerapkan pendekatan kontekstual landmark Art Deco kawasan Jl. Jend. Sudirman agar dapatmemberikan kesatuan harmonisasi antara interior dengan lingkungan sekitarnya serta didukungandengan penggayaan Art Deco Kontemporer. Metode yang diterapkan pada perancangan yaitudengan mengumpulkan data primer yang berasal dari hasil observasi, studi banding, studi presedenserta wawancara dan data sekunder dari kajian-kajian literatur.Kata kunci: Hotel Boutique, Konteksktual, Art Deco, Amaroossa