Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Allelopathic Effects Characteristics of Fresh Jatropha (Jatropha curcas L.) Leaves Extract on the Germination and Growth of Bok Choy (Brassica rapa L.) Sprouts Sani, Dian Putri; Handayani, Tundjung Tripeni; Zulkifli, Zulkifli; Lande, Martha Lulus
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 11 No 1 (2020): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v1i1.4205

Abstract

The purpose of this study was to determine the concentration of Jatropha (Jatropha curcas L.) leaves extract on the germination and growth of Bok Choy (Brassica rapa L.). This study employed the completely randomized design with Jatropha (Jatropha curcas L.) leaves extract as the primary factor within 5 levels of concentration, namely 0% v/v, 5% v/v, 10% v/v, 15% v/v, and 20% v/v. The treatments were repeated 5 times. The variables measured in this study were root length, fresh and dry weight (aerial part and root), the length of aerial part, relative water content, and the total count of chlorophyll a,b. The homogeneity of the data was tested using the Levene statistics. The results showed that allelopathy of the Jatropha caused a stimulatory effect on the fresh weight and the dry weight of the sprouts with a maximum concentration of 10% v/V. The fresh weight increased from 38.22 to 49.16 or 22.25% while the dry weight increased from 3.40 to 4.42 or 23.07%. Karakteristik Efek Alelopati Ekstrak Air Daun Segar Jarak Pagar (Jatropha Curcas L.) Terhadap Perkecambahan Dan Pertumbuhan Kecambah Sawi Pakcoy (Brasicca Rapa L.) Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi ekstrak air daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) terhadap perkecambahan dan pertumbuhan kecambah sawi pakcoy (Brassica rapa L.). Penelitian ini menggunakan metode RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan faktor utamanya adalah ekstrak air daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) dengan 5 taraf konsentrasi yaitu 0% v/v, 5% v/v, 10% v/v, 15% v/v, dan 20% v/v sebagai perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5x. Variabel yang diukur dalam penelitian ini panjang akar, berat segar dan berat kering (aerial part dan akar), panjang aerial part, kadar air relative, dan kandungan klorofil a,b serta total kecambah. Data yang diperoleh di homogenitas dengan uji Levene. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alelopati dari jarak pagar menyebabkan efek stimulasi terhadap berat segar kecambah dan berat kering kecambah dengan konsentrasi maksimum 10% v/v. Berat segar mengalami peningkatan dari 38,22 menjadi 49,16 atau sebesar 22,25% sedangkan berat kering mengalami peningkatan dari 3,40 menjadi 4,42 atau sebesar 23,07%.
PETAK PERCONTOHAN TUMPANGSARI KEDELAI (Glycine max [L.] Merrill) DENGAN SINGKONG (Manihot esculenta Crantz) DI DATARAN TINGGI SEKINCAU LAMPUNG BARAT Pramono, Eko; Handayani, Tundjung Tripeni; Manik, Tumiar Katarina; Hadi, Muhammad Syamsoel
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.6786

Abstract

Para petani di Kecamatan Sekincau Kabupaten Lampung Barat memiliki keterampilan yang tinggi dalam budidaya tanaman untuk produksi berbagai tanaman hortikultura sayuran. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk memperkenalkan suatu teknik produksi tanaman pangan dengan pertanaman tumpangsari antara kedelai dan singkong. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sekincau, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat pada Juni- Oktober 2022, yaitu di lahan Balai Benih Induk Tanaman Sayuran. Kegiatan penyuluhan ini menggunakan metode petak percontohan atau demontrasi yang disertai dengan ceramah, diskusi dan partisipasi peserta. Khalayak sasarannya adalah para petani, para penyuluh pertanian lapangan, para siswa sekolah kejuruan pertanian, dan para sarjana pertanian. Ada empat pola tumpangsari akan ditunjukkan dalam petak percontohan tersebut. Target luaran pertama yang dicapai adalah semua peserta 39 orang (100%) penyuluhan melihat langsung pertanaman tumpangsari kedelai[1]singkong dari yang semula hanya 28,5%. Setelah melihat langsung pertanaman tumpangsari kedelai-singkong ini, semua peserta (100%) faham dan yakin bahwa tanaman kedelai maupun singkong pada tumpangsari kedelai-singkong tidak saling terganggu pertumbuhannya dan perkembangannya. Perubahan respon psikomotorik yang terjadi pada semua peserta (100%) menyatakan mampu dan bisa bercocok tanam tumpangsari kedelai-singkong, dan sebagian besar peserta (75%) di masa depan mau bercocok tanam tumpangsari kedelai singkong. Sebagian peserta (25%) menyatakan belum tahu di masa depan akan melakukan budidaya tumpangsari tersebut dengan alasan tidak memiliki lahan yang baik.
The Growth of Red Spinach (Amaranthus tricolor L.) After Application of Bean Sprouts Extract [Vigna radiata (L.) R. Wilczek] on Murashige and Skoog Medium In Vitro Herlanda, Kishy Dhea; Nurcahyani, Endang; Mahfut, Mahfut; Handayani, Tundjung Tripeni
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 9, No 2: September 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v9i2.22948

Abstract

Red spinach (Amaranthus tricolor L.) is a commercially valuable vegetable known for its high nutritional content and immune-boosting properties, making it popular among the Indonesian population. However, red spinach cultivation in Indonesia is still relatively low and inconsistent, necessitating efforts to enhance its cultivation. One potential approach is through in vitro culture techniques. This study aimed to investigate the impact of applying mung bean sprout [Vigna radiata (L.) R. Wilczek] extract on Murashige and Skoog medium, focusing on identifying the most effective concentration for in vitro growth of red spinach explants. The experimental design employed a Completely Randomized Design (CRD) with five concentration levels: 0%, 5%, 10%, 15%, and 20%. Each concentration was replicated five times, with each replication consisting of five red spinach seeds in individual culture bottles. Data analysis involved Levene's test, one-way ANOVA, and Tukey's Honestly Significant Difference (HSD) test at a significance level of 5%. The findings revealed that the application of mung bean sprout extract significantly influenced the height of plantlets, leaf count, root length, fresh weight, and soluble carbohydrate content of red spinach. The most effective concentration for promoting red spinach explant growth was determined to be 5%.
Pengaruh Konsentrasi Giberelin dan Lama Perendaman terhadap Viabilitas Benih Kopi (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner) Armalia, Inayah; Wahyuningsih, Sri; Handayani, Tundjung Tripeni; Mahfut, Mahfut
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 6 No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v6i1.1554

Abstract

Benih kopi robusta sulit berkecambah karena memiliki kulit biji yang keras sehingga menghambat proses penyerapan air dan gas. Upaya yang dapat dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan kecambah yaitu dengan merendam benih kopi robusta dalam larutan giberelin yang merupakan zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi giberelin, lama perendaman, dan kombinasi kedua perlakuan yang efektif dalam mempercepat pertumbuhan kecambah benih kopi robusta. Penelitian dilakukan di Laboratorium Botani, FMIPA Universitas Lampung dari Bulan Oktober sampai Desember 2022. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama yaitu konsentrasi giberelin yang terdiri dari 0 ppm (G0), 85 ppm (G1), dan 170 ppm (G2). Faktor kedua 2 yaitu lama perendaman yang terdiri dari 1,5 jam (T1) dan 3 jam (T2). Benih kopi robusta yang telah diberi perlakuan disemai dan diamati selama 50 hari. Parameter pengamatan meliputi, persentase pertumbuhan kecambah, laju pertumbuhan kecambah, panjang akar terpanjang kecambah, dan panjang hipokotil. Data hasil penelitian dianalisis dengan ANOVA dan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan konsentrasi 85 ppm (G1) dan lama perendaman 1,5 jam (T1) efektif dalam mempercepat pertumbuhan kecambah benih kopi robusta dan memberikan pengaruh yang paling positif pada parameter persentase pertumbuhan kecambah, laju pertumbuhan kecambah, panjang akar terpanjang kecambah, dan panjang hipokotil.
ANALISIS AKTIVITAS ENZIM PEROKSIDASE TANAMAN VANILI (Vanilla planifolia Andrews) HASIL PENGIMBASAN ASAM FUSARAT SECARA IN VIVO Nurcahyani, Endang; Oktaviani, Ratna; Handayani, Tundjung Tripeni; Irawan, Bambang
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 8, No. 01 April (2023) Analit: Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i1.2023.p68-76

Abstract

Kendala produksi dalam budidaya vanili (Vanilla planifolia Andrews) salah satunya diakibatkan oleh penyakit busuk batang yang disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum f. sp. vanillae. Solusi untuk mengatasi penyakit tersebut menggunakan agen pengimbas yaitu asam fusarat dengan berbagai konsentrasi. Penggunaan kultivar vanili yang tahan penyakit busuk batang dengan hasil tinggi diharapkan merupakan alternatif pengendalian penyakit yang penting. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas enzim peroksidase pada tanaman vanili yang diimbas asam fusarat berbagai konsentrasi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yaitu konsentrasi asam fusarat 0 ppm (kontrol), 115 ppm, 125 ppm, dan 135 ppm. Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) kemudian dilakukan uji lanjut dengan Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin meningkat konsentrasi asam fusarat, semakin tinggi aktivitas enzim peroksidasenya. Pada konsentrasi asam fusarat 135 ppm aktivitas enzim peroksidase tertinggi menghasilkan 0,74 U/mg/min. Kata Kunci: asam fusarat, Fov, in vivo, peroksidase, Vanilla planifolia