Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN DIVERSIFIKASI OLAHAN RUMPUT LAUT PADA KELOMPOK USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) DI KABUPATEN HALMAHERA TENGAH: PELATIHAN DIVERSIFIKASI OLAHAN RUMPUT LAUT PADA KELOMPOK USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) DI KABUPATEN HALMAHERA TENGAH Andriani, Rovina; Muchdar, Fatma; Suryani, Suryani; Marus, Ikbal; Sardi Titaheluw, Syahnul
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v3i2.2801

Abstract

Central Halmahera Regency is one of the seaweed producing districts in North Maluku Province. So far, seaweed farmers have only marketed their harvested grass in dry form. For the community, especially coastal mothers, processed seaweed is a product that most people in Central Halmahera Regency are familiar with. One of the efforts to increase the selling value of seaweed is to make preparations in the form of seaweed sticks and nuggets. The purpose of this community service activity is to increase the community's knowledge and skills in the seaweed processing business. This community service will be held in September 2022 in the hall of the Central Halmahera Maritime and Fishery Service office. This activity was attended by 20 participants consisting of MSME groups in Central Halmahera Regency. The method of implementing this community service includes a theoretical understanding of the potential for seaweed development as a food product as well as an introduction to the types of processed seaweed, an introduction to the tools and materials needed for seaweed processing, packaging techniques for processed seaweed products and the practice of making processed seaweed. seaweed sticks and nuggets). The result of this training activity is to produce processed seaweed products, namely seaweed sticks and nuggets which are ready to be marketed. The conclusion of this activity is the skills of the community, especially the MSME group in making/processing diversified processed seaweed products in the form of seaweed sticks and nuggets so that the MSME group can create and produce it as a new product to be marketed.
Identification of the distribution pattern of macroalgae caulerpa racemosa in Ternate City Rovina Andriani; Muhammad Djanib Achmad; Najamuddin Najamuddin; Syahnul Sardi Titaheluw
Depik 2025: Special Issue ICMF
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.0.0.47471

Abstract

Coastal ecosystems in Ternate have high biodiversity, including the macroalga Caulerpa racemosa, which contributes to ecosystem stabilization and mitigation of ocean acidification. However, environmental degradation due to human activities poses a serious threat, so analyzing the distribution and density of macroalgae is important for sustainable ecosystem management. This study aimed to analyze the distribution pattern and density of C. racemosa in Kastela and Gamalama waters, Ternate City. Data collection was conducted from May to August 2024 using the line transect method with 1x1 m quadrants in two research locations. Each site had three 50 m long transect lines with five quadrants per transect. Density was calculated based on the number of individuals per unit area, while distribution patterns were analyzed using the Morisita index (Id). Environmental data such as temperature, salinity and pH were also measured to understand the factors affecting macroalgae distribution. Spatial analysis using GIS software visualized distribution patterns. Results showed that C. racemosa had a concentrated distribution pattern (Id 1) in both study sites, with higher average densities in Kastela waters than Gamalama. Environmental factors, including temperature and substrate type, significantly influenced the distribution of this species. This study provides important data to support ecosystem-based management and sustainable coastal conservation, and fills an information gap on the impacts of ecological pressures on macroalgae in this region.Keywords:Caulerpa racemosaTernateDistributionCoastal Ecosystem
Pengaruh Konsentrasi Larutan Garam Terhadap Karakteristik Sensori Produk Ikan Layang Asin Asap Jaitun Bahmid; Vanessa Natalie Jane Lekahena; Syahnul Sardi Titaheluw
BIOSAINSTEK Vol 1 No 01 (2019): Juli 2019
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v1i01.219

Abstract

Pengasapan ikan merupakan metode pengawetan ikan melalui penambahan senyawa kimia asap dan panas, sedangkan penggaraman ikan adalah pengawetan ikan dengan menambahkan garam pada jumlah tertentu dan dikeringkan. Kedua metode pengolahan ini bertujuan untuk mengurangi kadar air pada ikan sehingga menghambat pertumbuhan mikroba. Kombinasi perlakuan pengaraman dan pengasapan akan menghasilkan produk ikan dengan daya awet yang lama, rasa dan aroma yang khas serta dapat langsung di konsumsi, perlakuan kombinasi ini jika diaplikasikan pada ikan layang akan menghasilkan produk ikan layang asin asap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan garam terhadap nilai evaluasi sensori ikan layang asin asap. Manfaat penelitian ini diharapkan sebagai bahan masukan bagi pengembangan industri rumah tangga dan petani pengolahan hasil perikanan di Maluku Utara, khususnya pengolahan ikan layang asin asap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi larutan garam yang berbeda berpengaruh terhadap karakteristik sensori ikan layang asin asap pada nilai kenampakan, rasa dan konsistensi, tetapi tidak pada nilai aroma, jamur dan lendir. Berdasarkan karakteristik sensori terhadap ikan layang asin asap menunjukkan bahwa produk dengan perlakuan perendaman pada larutan garam 20% (LA4) adalah yang paling disukai dibandingkan produk lainnya baik dari nilai kenampakan, rasa dan konsistensi.
Jenis Produk Olahan Perikanan Unggulan di Kota Ternate M. Fatah Hi. Ambar; Umar Tangke; Syahnul S. Titaheluw; Aisyah Bafagih
BIOSAINSTEK Vol 4 No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v4i1.714

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan dengan tujuan untuk menentukan produk olahan hasil perikanan unggulan di Kota Ternate. Metode dan prosedur pengambilan data yang dilakukan adalah survey, observasi lapangan dan wawancara yang kemudian dianalisis menggunakan metode skoring. Hasil penilitian didapat bahwa produk serundeng tuna merupakan produk olahan perikanan yang lebih unggul pertama di kota ternate berdasarkan hasil analisis menggunakan metode Bayes dengan kriteria nilai A₁ = 2 (stok terbatas dan ada produk saingan), A₂ = 2 (bahan baku tersedia dan harga bahan baku tinggi), A₃ = 2 (bahan baku tambahan stabil dengan harga murah), A₄ = 2 (tenaga kerja banyak, kurang membutuhkan skill dan upah rendah), A₅ = 2 (Mudah dalam pengolahan, penyimpanan dan distribusi), A₆ = 2 (Tidak memerlukan teknologi khusus), A₇ =2 (harga mahal), A₈ = 2 (ada nilai tambah dan keuntungan), A₉ = 1 (menghasilkan limbah yang banyak) dengan nilai gabung (NG) 1.90 kemudian produk unggulan kedua yaitu Abon Ikan Tuna dengan kriteria nilai A₁=2 (stok terbatas dan ada produk saingan), A₂=2 (bahan baku tersedia dan harga bahan baku tinggi), A₃=1 (bahan baku tambahan mahal dan ketersediaannya kontinu), A₄=2 (tenaga kerja banyak, kurang membutuhkan skill dan upah rendah), A₃=2 (Mudah dalam pengolahan, penyimpanan dan distribusi), A₆=2 (Tidak memerlukan teknologi khusus), A₇ =2 (harga mahal), A₈ = 2 (ada nilai tambah dan keuntungan), A₉ = 1 (menghasilkan limbah yang banyak) dengan nilai gabung (NG) 1.80.
Distribusi Parameter Oseanografi Dengan Hasil Tangkapan Ikan Pelagis Kecil Untuk Pemetaan Distribusi Daerah Potensial Penangkapan Di Perairan Teluk Weda Abdulharis Baharudin; Umar Tangke; Syahnul S Titaheluw
BIOSAINSTEK Vol 4 No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v4i1.719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi spasial dan temporal konsentrasi klorofil-a dan sebaran suhu permukaan laut di perairan Teluk weda kabupaten Halmahera Tengah dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, dan menganalisis hubungan konsentrasi klorofil-a dan suhu permukaan laut dengan hasil tangkapan ikan pelagis di perairan Teluk Weda Kabupaten Halmahera Tengah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian empirik dengan metode eksperimental fishing, yaitu kegiatan penelitian yang dilakukan bersamaan dengan kegiatan penangkapan oleh nelayan. Proses pengambilan data primer berupa data posisi tangkap, jumlah hasil tangkapan, suhu permukaan laut dan klorofil-a dilakukan dilapangan pada saat operasi penangkapan berlangsung. Hasil penelitian di perairan teluk weda kondisi klorofil-a pada perairan teluk weda cukup fluktuatif pada bulan September 2020 sampai Februari 2021 dengan nilai rata-rata adalah 1.0 mg/m3, dan nilai terendah adalah 0.4 mg/m3 pada bulam Februari 2021 dan nilai tertinggi 1.8 mg/m3 pada bulan Oktober 2020. Jenis tangkapan ikan pelagis kecil yamg merupakan hasil tangkapan kapal KM. Panzer 01 diperairan teluk weda adalah terdiri dari ikan layang (Decapterus sp), tongkol (Euthynnus affinis) kembung (Rastreliger sp), dan selar (Selaroides sp). Komuditas tangkapan utama yang didaratkan adalah ikan layang yang merupakan spesies dominan dengan presentase mencapai 80-90% dari total hasil tangkapan.
Evaluasi Pengelolaan Perikanan Layang Di Perairan Pulau Ternate Berdasarkan Eafm Pada Domain Sumberdaya Dan Teknik Penangkapan Ikan Muhammad Ariyanto; Umar Tangke; Syahnul Sardi Titaheluw
BIOSAINSTEK Vol 5 No 1 (2023): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v5i1.1332

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret 2021, di Kelurahan Sasa, kota Ternate, kecamatan Ternate selatan. Provinsi Maluku Utara. Analisis Data Untuk dapat menjawab tujuan penelitian ini maka dilakukan analisis terhadap data yang didapat kemudian menginterpretasi data tersebut. Analisis data dilakukan secara bertahap di mulai dari analisis domain sumberdaya ikan yakni pada kajian CPUE, ukuran ikan, proporsi ikan layang yang tertangkap, komposisi spesies, "Range Collapse"/(daerah penangkapan) sumberdaya ikan dan Spesies ETP (yang di lindungi). Analisis kemudian dilanjutkan untuk mendapatkan nilai komposit domain sumberdaya ikan, dimana hasil dari nilai konversi skala ditampilkan dalam bentuk mode bendera (flag model). Hasil analisis nilai komposit pada domain sumberdaya ikan didapat nilai 88, sehingga dapat diketahui untuk domain sumberdaya ikan tingkat pengelolaannya adalah masih dalam kondisi “BAIK SEKALI” dengan fag mode “HIJAU TUA”. Dalam pengolahan perikanan layang di perairan pulau digolongkan masih sangat baik.
Pengaruh Lama Perendaman Lampu Terhadap Hasil Tangkapan Bagan Perahu di Desa Toniku Samsul Sarjan; John W. Ch. Karuwal; Syahnul S. Titaheluw
BIOSAINSTEK Vol 6 No 1 (2024): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v6i1.1830

Abstract

Salah satu alat bantu penangkapan yang ada dan sangat populer serta diminati oleh para nelayan bagan perahu adalah lampu celup bawah air (Lacuba) yang berfungsi untuk penerangan dalam proses penangkapan ikan dan sebagai penarik perhatian ikan berkumpul mendekati cahaya lampu, memudahkan menjaringnya dan nelayan dapat meningkatkan hasil tangkapannya. Sejalan dengan perkembangan teknologi seluruh nelayan bagan perahu di Desa Toniku telah menggunakan lampu listrik dan lampu celup dalam air untuk mengumpulkan ikan di bagan yang mereka operasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman lampu terhadap hasil tangkapan bagan perahu di Desa Toniku Teluk Dodingga Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Hasil dari penelitian ini diharapkan sebagai sumber informasi bagi nelayan bagan perauhu di Desa Toniku, sekaligus sebagai bahan kajian ilmiah bagi pengembangan ilmu perikanan tangkap. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2016, bertempat di Desa Toniku. Metode penelitian ini menggunakan Metode Rancangan Acak Kelompok faktor tunggal, dengan 3 perlakukan perendaman yang diulangi sebanyak 3 kali yaitu perlakuan A (lama perendaman 2 jam), B (lama perendaman 3 jam sebagai kontrol), dan C (lama perendaman 4 jam).Hasil analisis sidik ragam secara manual mendapatkan bahwa lama perendaman tidak berpengaruh terhadap hasil tangkapan terlihat pada nilai Fhitung untuk lama perendaman lampu sebesar 0,418 < Ftabel sebesar 6,94 pada taraf α = 0,05, sedangkan untuk perlakuan terlihat pada nilai Fhitung sebesar 0,295 < Ftabel sebesar 6,94 pada taraf α = 0,05. Ini menunjukan bahwa lama perendaman lampu celup tidak memberikan pengaruh yang nyata pada hasil tangkapan ikan teri pada bagan perahu.
Estimation of Potential and Utilization Level of Skipjack Fish in Dufa Dufa Fish Landing Base (PPI), Ternate City Arianto Ridwan; Umar Tangke; Syahnul Sardi Titaheluw
BIOSAINSTEK Vol 6 No 2 (2024): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v6i2.2069

Abstract

This research was conducted from July to September 2023, with the aim of analyzing the relationship between oceanographic parameters and yellowfin tuna catch. The use of experimental fishing method with regression analysis and geographic information system is expected to answer the research objectives. Based on the results of the study, it was found that simultaneously oceanographic conditions have a significant effect on the catch of yellowfin tuna in Ternate Island waters with a calculated F value of 12,449 and a significance of 0.000, then with the backward method it was found that individually only sea surface temperature and chlorophyll-a concentration parameters were closely related to yellowfin tuna catches with a coefficient of determination (r2) value of 0.581 and 0.461, respectively. It is necessary to conduct further research with different fishing locations in order to determine the potential of fisheries, especially yellowfin tuna.
Condition of Coral Reefs in Kiya Village Syahnul S. Titaheluw; Umar Tangke; Mahmud Hasan; Fathnun Tan
BIOSAINSTEK Vol 7 No 2 (2025): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v7i2.2586

Abstract

This study aims to analyze the condition of the coral reef ecosystem in the waters of Kiya Village using the Line Intercept Transect (LIT) method along a 25-meter transect at a depth of 5 meters. The observation results show that the percentage of live coral cover is 29%, which is classified as moderate according to the criteria of Gomez & Yap (1988). The composition of other substrates consists of Dead Scleractinia 12.8%, algae 12.6%, other fauna 22.4%, and abiotic components 23.2%. The relatively high Dead Scleractinia value indicates ecosystem degradation, which is suspected to be influenced by natural and anthropogenic factors, including the potential impact of nickel mining activities in the Gemaf area. The significant proportion of algae and abiotic components has the potential to inhibit coral regeneration and trigger shifts in the benthic community. However, the moderate category for live coral cover indicates the potential for recovery if ecosystem-based management, control of pollution sources, and community involvement are implemented. The results of this study are expected to serve as a basis for conservation and sustainable management efforts for coral reefs in Kiya Village.
Potensi dan Tingkat Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Pelagis Unggulan di Kota Ternate Iskandar Abd. Rahim; Umar Tangke; Syahnul Sardi Titaheluw
JURNAL SAINS SOSIAL DAN HUMANIORA (JSSH) Vol. 1 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Lembaga Penellitian, Pengabdian dan Publikasi (LP3M), UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/jssh.v1i1.708

Abstract

Potensi sumberdya ikan merupakan sumber pendapatan bagi masyarakat nelayan khusunya nelayan penangkap, pengumpul dan pengolah. Sehingga untuk dapat menjadi sumber pendapatan tentunya sumberdya ikan tersebut harus melewati proses pemasaran melalui tampat pemasaran yang berada di Kota Ternate diantaranya pasar Dufadufa, pasar Higineis dan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ternate.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komoditi perikanan yang potensial atau unggulan dan menghitung potensi serta tingkat pemanfaatanya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei dan observasi lapangan Pengumpulan data dilakukan dua tahap yaitu pengumpulan data primer di lapangan dengan pengamatan langsung dan data sekunder menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian di dapat bahwa dari 10 (sepuluh) jenis sumberdaya ikan pelagis unggulan di PPN Ternate berdasarkan nilai produksi, harga jual di pasaran, wilayah pemasaran, dan pengolahan, yang menjadi sumberdaya ikan pelagis unggulan pertama adalah komoditi madidihang dengan jumlah produksi sebesar 540.00 ton, harga jual Rp. 40.000, wilayah pemasaran antara lain lokal Ternate, lokal Indonesia dan internasional, dan jenis pengolahan adalah ikan asap, tuna rica-rica dan abon ikan.