Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PKM Penggunaan Teknologi Pemupukan Organik Cair (POC) Limbah Pertanian Untuk Meningkatkan Produktivitas Sayuran dan Pendapatan Petani di Desa Jati Bali Kabupaten Konawe Selatan Rakian, Tresjia Corina; Harjoni Kilowasid, Laode Muhammad; Madiki, Abdul; Bahari, Bahari; Arif, Norma; Arma, Makmur Jaya; Nuraida, Waode
Lebah Vol. 19 No. 2 (2025): November: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v19i2.434

Abstract

Masyarakat Desa Jati Bali  Kabupaten Konawe Selatan, baik yang produktif maupun non produktif dalam bidang pertanian, akan terlibat dalam proyek PKM ini yang akan menerapkan teknologi pemupukan organik (POC) yang ramah lingkungan. Penanaman sayuran setiap tahun dengan pupuk kimia di desa Jati Bali menurunkan unsur hara tanah dan kesehatan masyarakat. Di era modern ini, asupan nutrisi yang sehat dan bergizi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau imunitas masyarakat setempat. Oleh karena itu, teknologi POC diperlukan untuk meningkatkan kualitas unsur hara tanah, meningkatkan produksi, dan mendapatkan tanaman sayuran organik. Di desa Jati Bali juga banyak limbah pertanian dan kotoran ternak yang tidak diolah dengan baik, sehingga tidak memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Oleh karena itu, penggunaan pupuk organik harus dilakukan untuk memperbaiki lingkungan yang tercemar oleh pupuk kimia dan juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat dengan memanfaatkan limbah di sekitar untuk menjadi pupuk organik. Pupuk organikmemiliki harga lebih mahal daripada limbah kotoran ternak yang belum diolah. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan pada kegiatan PKM ini adalah penggunaan teknologi POC agar tidak ketergantungan dengan penggunaan pupuk kimia. Ini akan membuat lahan usahatani lebih produktif. Dalam pengabdian ini, tiga teknologi akan diterapkan: (1) pembuatan pupuk organik cair; (2) pengemasan; dan (3) pemasaran tanaman sayuran melalui media online seperti Watshap dan Facebook. Kegiatan pengabdian ini telah berhasil dilaksanakan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pupuk organik cair limbah pertanianjuga dapat menjadi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk menggantikan pupuk kimia sinteti
Growth of Sweet Corn (Zea mays saccharata (Sturt.) Bailey) and Weed Density With Different of Fertilizer’S Doses Halim, Halim; Rakian, Tresjia Corina; Hasid, Rachmawati; Resman, Resman; Hisein, Waode Siti Anima
Jurnal Biodjati Vol 5 No 2 (2020): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v5i2.9050

Abstract

 This study aimed to determine the response of the growth of sweet corn plants and weed density to the treatment of bio-fertilizer based on arbuscular mycorrhizal fungi and cow manure fertilizer. The study was conducted using a randomized complete block design (RCBD) in a factorial pattern. The first factor was arbuscular mycorrhiza fungi (AMF) consisting of four doses, namely without AMF (A0), AMF 5 g/planting hole (A1), AMF 10 g/planting hole (A2), AMF 15 g/ planting hole (A3). The second factor was cow manure fertilizer con-sisting of three doses, namely without cow manure fertilizer (B0), cow manure fertilizer 3 kg/plot (B1), cow manure fertilizer 6 kg/plot (B2). The treatment applied consisted of 12 combinations of treatments with 3 replications, so there were 36 experimental units. The observed variables were plant height, stem diameter, leaf area and weed density. The results showed that the average height of sweet corn was best at 42 DAP in the treatment of cow manure fertilizer 6 kg/plot (B2) as 111.6 cm. The average highest of stems diameter was at 14 DAP in the treatment of cow manure fertilizer 6 kg/plot (B2) as 0.40 cm. The average leaf area of sweet corn was at the age of 28 DAP was highest in the combination treatments cow manure fertilizer 6 kg/ plot (A0B2) and without AMF as 894.5. The weed species with the highest density found was I.cylindrica as 0.5-32.4%, C. kyllingia as 1.3-41.8%, C. rotundus as 1.3-30.3% and F.miliaceae as 1.2-12.7%.Â