Claim Missing Document
Check
Articles

Design of the Five Fastest Strategies to Create the Principle of Fairness for Students in Mathematics Learning I Made Dharma Atmaja; Gusti Putu Suharta; Sariyasa Sariyasa; Gede Suweken
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 3 (2022): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i3.5875

Abstract

A review of aspects in the cognitive, affective, and psychomotor domains of students will be able to support the assessment process in learning, which is supported by the objectivity and fairness of teachers in providing assessments. Objective can be interpreted as an assessment based on facts without the influence of other factors such as likes or dislikes. While fair can be interpreted as equal treatment in accordance with the proportions that should be and appropriately. In learning mathematics there are stages that provide opportunities for students to present their work in front of the class. There are two possible conditions faced by the teacher when providing the stages of this session, namely that none of the students took the initiative to come forward, there were few students who were interested, and there were many students who were interested. The implementation of the five-fastest strategy can be used as an alternative to create the principle of fairness for students, especially the opportunity to appear in front of the class to convey the results of their work or answers to math problems given by the teacher.
Hubungan antara Minat Belajar dengan Kemampuan Reasoning Matematis Mahasiswa pada Mata Kuliah Geometri: Relationship between Interest in Learning and Student Mathematical Reasoning Ability in Geometry Courses I Putu Ade Andre Payadnya; I Made Dharma Atmaja; Kadek Adi Wibawa
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 8 No. 1 (2019): Maret 2019
Publisher : FPMIPA IKIP PGRI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.026 KB)

Abstract

This research is a quantitative study with a correlation approach to determine whether or not there is a relationship between interest in learning and students' mathematical reasoning abilities in geometry. The subjects of this study were IA class students of Mathematics Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Mahasaraswati University Denpasar 2018/2019 academic year. Data was collected through questionnaire and documentation. Data were analyzed with the help of SPSS for Windows v.20 software. The results obtained from this study include: (1) learning interest of students with very interested categories = 62.5%, interested = 25%, and quite interested = 12.5%. (2) There is a positive and significant relationship between interest in learning mathematics with learning outcomes of mathematics with a value of rxy = 0.84 and a test result (2-tailed) of 0.027.
ANALISIS PENERAPAN RPP SATU HALAMAN DALAM KONTEKS PEMBELAJARAN MATEMATIKA I Ketut Suwija; I Made Dharma Atmaja
Jurnal Pembelajaran dan Pengembangan Matematika (PEMANTIK) Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Pembelajaran dan Pengembangan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.397 KB)

Abstract

Penyederhanaan RPP awalnya merupakan wacana yang disampaikan di akhir tahun 2019 oleh MendikbudNadiem Makarim saat mencetuskan kebijakan “merdeka belajar”. Penyederhanaan RPP dari sisi konten inibertujuan untuk memberikan kemudahan bagi guru terutama terkait dengan beban kerja administrasi. Jika kitaanalisis secara menyeluruh maka hal ini cukup memberikan keringanan bagi guru mengingat bahwa RPPsebelumnya terdiri dari banyak komponen, yang mungkin dari sisi implementasi akan sangat baik karenaterperinci, namun jika dilihat dari sisi administrasi cukup memberatkan bagi guru. Penyederhanaan ini jugaberimplikasi pada jumlah halaman RPP yang berkurang hingga menjadi satu halaman saja. Dalam kontekspembelajaran matematika, penyederhanaan RPP merupakan peluang yang sangat baik bagi guru untuk membuatrencana pembelajaran, memilih model pembelajaran, media dan sumber belajar yang berorientasi pada prosesbelajar matematika yang menyenangkan tanpa harus kaku terpaku pada RPP kompleks yang memuat banyakkomponen-komponen.
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN BANGUN DATAR SEGIEMPAT Gede Ivan Prasetya Satria Nugraha Mulya; I Made Dharma Atmaja; Putu Suarniti Noviantari
Jurnal Pembelajaran dan Pengembangan Matematika (PEMANTIK) Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Pembelajaran dan Pengembangan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.642 KB)

Abstract

ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI SPLDV BERDASARKAN PROSEDUR NEWMAN DI KELAS VIIIA SMP NEGERI 7 DENPASAR Martinus Darto Rangu Rangu; I Made Dharma Atmaja; Putu Suarniti Noviantari
Jurnal Pembelajaran dan Pengembangan Matematika Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pembelajaran dan Pengembangan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.783 KB) | DOI: 10.36733/pemantik.v2i2.5102

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis jenis-jenis kesalahan siswa kelas VIIIA SMP Negeri 7 Denpasar dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah pada materi SPLDV berdasarkan prosedur Newman. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes tertulis dan wawancara. Subjek penelitian diambil 6 orang siswa dari 30 siswa kelas VIII A SMP Negeri 7 Denpasar. Setiap hasil pekerjaan subjek penelitian dianalisis untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan menggunakan metode analisis Newman kemudian dilakukan wawancara untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab kesalahan siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis kesalahan yang muncul saat siswa menyelesaikan soal SPLDV adalah 1) Kesalahan memahami soal, yang meliputi tidak menuliskan hal yang diketahui dalam soal dan tidak menuliskan hal yang ditanyakan dalam soal. 2) kesalahan transformasi yang meliputi tidak paham dengan metode penyelesaian yang digunakan. 3) kesalahan kemampuan proses yang meliputi tidak melanjutkan proses penyelesaian. 4) kesalahan penulisan jawaban akhir yang meliputi tidak menuliskan penulisan jawaban akhir dalam soal. Faktor-faktor dari penyebab kesalahan siswa adalah siswa kurang teliti dalam mengerjakan soal, siswa terlalu terburu-buru, siswa kurang berlatih soal-soal cerita.
PENERAPAN E-WORKSHEET DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA TENTANG PELUANG DI SMP NEGERI 5 DENPASAR Zainulloh; I Made Dharma Atmaja; I Putu Ade Andre Payadnya
Jurnal Pembelajaran dan Pengembangan Matematika Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pembelajaran dan Pengembangan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.163 KB) | DOI: 10.36733/pemantik.v2i2.5192

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui seberapa besar peningkatan aktivitas belajar matematika siswa pada materi peluang dengan media E-Worksheet, (2) Untuk mengetahui seberapa besar peningkatan prestasi belajar matematika siswa pada materi peluang dengan media E-Worksheet, (3) Untuk mengetahui peningkatan dan perkembangan setiap siklus pembelajaran di kelas dengan media E-Worksheet. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMP Negeri 5 Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode observasi, tes, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pada pra-siklus diperoleh skor rata-rata hasil belajar siswa 72,8, ketuntasan belajar siswa 54%, dan daya serap 72,8%, pada siklus I diperoleh skor rata-rata hasil belajar siswa 77,2, ketuntasan belajar 67,5%, dan daya serap 77,2%, kemudian pada siklus II diperoleh hasil skor rata-rata nilai hasil belajar siswa 93,7, ketuntasan belajar 91,8% dan daya serap sebesar 93,7%. Berdasarkan hasil pada siklus II maka penelitian diberhentikan sampai dengan siklus II karena telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal yang ditetpakan oleh sekolah yakni sebesar rata-rata hasil belajar siswa ≥77, ketuntasan belajar ≥85% dan daya serap ≥75%.
Defragmenting structures of students’ translational thinking in solving mathematical modeling problems based on CRA framework Kadek Adi Wibawa; I Putu Ade Andre Payadnya; I Made Dharma Atmaja; Marius Derick Simons
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 13 No. 2 (2020): Beta November
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v13i2.327

Abstract

[English]: The fragmentation of thinking structure is a failed construction existing in students’ memory due to disconnections on what they have learned. It makes students undergo difficulties and errors in solving mathematical modeling problems. There is a need to prevent permanent fragmentations. The problem-solving involving modeling problems requires translational thinking, changing from source representations to targeted representations. This research aimed to formulate undergraduate students’ effort in restructuring their fragmented translational thinking (defragmentation of translational thinking structure). The defragmentation was mapped through the CRA framework (checking, repairing, ascertaining). The subjects were three of eighty-five 4th and 6th-semester students. Data were analyzed through three stages; categorization, reduction, and conclusion. The analysis resulted in three types of defragmentation of translational thinking structure: from verbal representations to graph representations, from graph representations to symbolic representations (algebraic forms), and from the graph and symbolic representations to mathematical models. The finding shows that it is essential for mathematics educators to allow students to manage their thinking structures while experiencing difficulties and errors in mathematical problem-solving. Keywords: Thinking structure, Fragmentation, Defragmentation, Translational thinking, CRA framework [Bahasa]: Fragmentasi struktur berpikir merupakan kegagalan konstruksi yang terjadi di dalam memori akibat dari konsep-konsep yang dipelajari tidak terkoneksi dengan baik. Hal ini membuat mahasiswa sering mengalami kesulitan dan kesalahan dalam memecahkan masalah pemodelan matematika. Untuk itu, perlu dilakukan upaya agar tidak terjadi fragmentasi struktur berpikir yang permanen. Dalam memecahkan masalah pemodelan matematika, mahasiswa perlu melakukan berpikir translasi, yaitu mengubah representasi sumber menjadi representasi yang ditargetkan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan upaya mahasiswa dalam melakukan penataan fragmentasi struktur berpikir translasi yang terjadi (defragmentasi struktur berpikir translasi) dalam memecahkan masalah pemodelan matematika. Defragmentasi yang dilakukan mahasiswa dipetakan melalui kerangka CRA (checking, repairing, dan ascertaining). Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 4 dan 6 yang terdiri dari 3 orang dipilih dari 85 mahasiswa. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu pengategorian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menemukan tiga jenis defragmentasi struktur berpikir translasi: defragmentasi dari representasi verbal ke grafik, dari representasi grafik ke simbol (bentuk aljabar), dan representasi grafik dan simbol (bentuk aljabar) ke model matematika. Penelitian ini menunjukkan pentingnya pengajar matematika memberikan kesempatan kepada mahasiswa dalam menata struktur berpikirnya ketika mengalami kesulitan dan kesalahan dalam memecahkan masalah matematika. Kata kunci: Struktur berpikir, Fragmentasi, Defragmentasi, Berpikir translasi, Kerangka CRA
KESALAHAN SISWA YANG BERGAYA KOGNITIF FD DAN FI DALAM MEMECAHKAN MASALAH REALISTIK TIPE HOTS Kadek Adi Wibawa; I Made Dharma Atmaja; Kadek Rahayu Puspadewi; Yohanes Ronaldus Lalung; Ni Made Hermayanti
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i2.6914

Abstract

Siswa seringkali melakukan kesalahan dalam memecahkan masalah matematika, terlebih masalah tipe HOTS. Kesalahan yang terjadi belum banyak meninjau dari gaya kognitif siswa. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis dan penyebab kesalahan siswa dalam memecahkan masalah realistik tipe HOTS ditinjau dari gaya kognitif FD dan FI. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif yang mengambil subjek penelitian di SMP Widiatmika dan SMPN 12 Denpasar. Jumlah subjek sebelum wawancara adalah 59 siswa, dan sebanyak 6 siswa diambil mewakili 6 kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 59 subjek sebanyak 18,64% memiliki gaya kognitif field dependent dan 81,36% dengan gaya kognitif field independent. Siswa yang masuk dalam kelompok tinggi sebanyak 22,03%, kelompok sedang 18.64% dan kelompok rendah 59,33%.  Jika ditinjau dari banyaknya kesalahan yang dibuat, siswa yang tidak melakukan kesalahan sebanyak 16,95%, siswa yang melakukan sedikit kesalahan 11,86%, siswa yang melakukan cukup banyak kesalahan 23,73%, dan siswa yang melakukan banyak kesalahan 47,46%. Jenis kesalahan yang banak terjadi pada siswa FD adalah memahami masalah, dan pada siswa FD pada tahap memeriksa kembali. Penyebab kesalahan yang terjadi pada siswa FD adalah pemahaman dan penalaran yang tidak lengkap, serta kurang teliti dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan. Penyebab kesalahan FI adalah karena terburu-buru dan tidak detail dalam menuliskan jawaban.
Optimalisasi Pemanfaataan Alat Peraga Lingkaran Pada Siswa SMP Widiatmika Kadek Rahayu Puspadewi; I Putu Ade Andre Payadnya; Putu Suarniti Noviantari; Kadek Adi Wibawa; Made Dharma Atmaja
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 6, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v6i3.2272

Abstract

The purpose of this community service is to provide a solution in the form of training and assistance to teachers and students in using the tool display. Widiatmika Middle School is a private school with its address on Jalan Raya Udayana Campus, Pondok Taman Nusantara No.01, Jimbaran. From the results of interviews with partners, it was found that the school was still limited in using visual aids, especially in learning mathematics. The use of this teaching aid in learning is very important in supporting learning process. Visual aids that are utilized optimally can provide better and systematic learning, directly or indirectly, and can provide convenience for the teaching and learning process in schools. Community service activities in the form of training on the use of circle props at Widiatmika Middle School have been running smoothly. This one-day activity has been carried out offline. The enthusiasm of the lecturers and students in providing assistance as well as the enthusiasm of the training teachers and students made this activity run smoothly        Keywords: learning; teaching aids; mathematics Abstrak: Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu memberikan solusi berupa pelatihan serta pendampingan kepada guru dan siswa-siswi dalam menggunakan alat peraga. SMP Widiatmika merupakan sekolah swasta beralamat di Jalan Raya Kampus Udayana, Pondok Taman Nusantara No.01, Jimbaran. Dari hasil wawancara dengan mitra diperoleh permasalahan bahwa pihak sekolah masih terbatas dalam memanfaatkan alat peraga khususnya dalam pembelajaran matematika. Penggunaan alat peraga ini dalam pembelajaran sangat penting dalam menunjang proses  pembelajaran. Alat peraga yang dimanfaatkan secara maksimal dapat memberikan pembelajaran yang lebih baik dan sistematis, secara langsung atau tidak langsung, serta dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pemanfaatan alat peraga lingkaran di SMP Widiatmika telah berjalan lancar. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini telah dilaksanakan secara luring. Semangat para dosen dan mahasiswa dalam melakukan pendampingan begitu juga dengan antusias guru dan siswa pelatihan membuat kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar.Kata kunci: alat peraga, pembelajaran; matematika
Gingivitis Associated With STD On Underage Patient Without Parental Consent Luh Putu Eka Sriwijayanti; I Wayan Gede Artawan Eka Putra; R.A. Tuty Kuswardhani; I Made Dharma Atmaja
Jurnal Health Sains Vol. 4 No. 12 (2023): Journal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A 16-year-old male patient came to a private dental practice presenting chief complaints about frequent gum bleeding when brushing his teeth. The patient came without his parents. Anamnesis and clinical examination result shows that the patient was suspected of having gingivitis associated with sexually transmitted disease. No medical treatment was performed on the patient because the patient was not accompanied by parents while the patient was not legally able to sign informed consent. The patient was educated about sexually transmitted diseases and asked to come back after taking blood and urine tests, with his parents to accompany him during the examination because the patient. The patient then came back with the results of the blood and urine tests, but without his parents. The dentist cannot provide dental treatment because underage patients must be accompanied by their parents in performing a non-emergency medical treatment. Dentists have the right to postpone the non-emergency medical procedures in private practices for these patients. Dentists are obliged to provide education and refer patients to the hospital for further examination and treatment in accordance with government programs and applicable legal provisions in Indonesia.