Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemanfaatan Media Sosial sebagai Strategi Pemasaran Produk Penciri Desa Kenderan Cahyaningrum, Putu Lakustini; Indriani, Made Novia; Premayani, Ni Wayan Wina; Jenar, Putut Dewantha
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.18850

Abstract

Kemajuan teknologi informasi telah mendorong perubahan paradigma dalam strategi pemasaran, termasuk dalam pengembangan potensi desa wisata. Desa Kenderan, yang terletak di Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu desa wisata yang mengangkat konsep wellness tourism. Desa ini memiliki potensi lokal berupa tanaman pegagan (Centella asiatica) yang telah diolah menjadi produk teh dan masker. Namun, potensi ini belum diiringi dengan kemampuan pelaku lokal dalam memasarkan produk secara digital, khususnya melalui media sosial. Minimnya pengetahuan dan keterampilan dalam digital marketing menjadi kendala dalam memperluas pasar serta meningkatkan nilai tambah produk unggulan desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kenderan dalam mengelola strategi pemasaran berbasis media sosial. Metode yang digunakan meliputi tahap sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Sosialisasi bertujuan mengenalkan potensi pegagan sebagai penciri desa. Pelatihan difokuskan pada pembuatan akun media sosial (Instagram, Facebook, TikTok, YouTube), produksi konten digital, serta strategi pemasaran berbasis konsinyasi dengan pelaku pariwisata lokal. Pendampingan diberikan untuk memastikan transfer pengetahuan berjalan optimal, sementara monitoring dilakukan untuk mengukur keberhasilan implementasi program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapasitas Pokdarwis untuk mengelola akun media sosial secara mandiri dan memproduksi konten promosi yang menarik. Model pemasaran digital yang dikembangkan mampu memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan permintaan terhadap produk teh dan masker pegagan. Selain itu, strategi konsinyasi turut memperkuat kerja sama antara Pokdarwis dan pelaku wisata lokal. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan ekonomi desa, peningkatan citra produk lokal, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan potensi alam Desa Kenderan.
OPTIMALISASI BRANDING DESA WISATA MELALUI KAMPANYE DIGITAL DAN PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DI DESA WISATA KERTALANGU Purwaningrat, Putu Atim; Premayani, Ni Wayan Wina; Wulandari, Ni Luh Adisti Abiyoga; Suartina, I Wayan; Purwaningtyas, Ni Wayan Mona; Saputri, Arista Dwi
Dharma Bhakti Vol. 3 No. 2 (2025): Dharma Bhakti
Publisher : Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/mpn97r15

Abstract

This community service program aims to optimize the branding of Kertalangu Tourism Village through the implementation of digital campaign strategies and the utilization of Artificial Intelligence (AI) technologies. Kertalangu Village, which holds rich cultural, educational, and natural tourism potential, requires promotional approaches that are adaptive to current digital advancements. Through a series of training and mentoring sessions, this program introduced techniques in social media campaigning, creative content production, and basic AI applications such as chatbots and digital data analysis to enhance promotional effectiveness and engagement with tourists. The outcomes of the program indicate an increase in the community’s understanding and skills in managing digital branding, alongside a growing awareness of the importance of innovation in local tourism development. Despite challenges such as limited infrastructure and digital literacy, this initiative has laid the groundwork for a sustainable digital transformation in Kertalangu Tourism Village. It is expected that this program can serve as a replicable model for other tourism villages aiming to strengthen community-based tourism through the integration of technology
EDUKASI KESEHATAN MASYARAKAT DI POSYANDU BANJAR PURNAMA ASRI, DESA PEGUYANGAN KANGIN, DENPASAR Premayani, Ni Wayan Wina; Suardana, Anak Agung Komang; Dewi, Ni Gst Ayu Kd Diah Ambara; Pratiwi, Ni Putu Eka; Purnamayanti, Ni Made Ayu; Juniantari, Ni Made Sri
JURNAL SEWAKA BHAKTI Vol 11 No 2 (2025): Sewaka Bhakti
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/n8g2rk05

Abstract

Community health is a crucial aspect in improving quality of life, particularly in urban areas such as Denpasar with its dynamic social conditions. The health education activity at Posyandu Banjar Purnama Asri, Peguyangan Kangin Village, was conducted as an effort to empower the community by enhancing their knowledge, attitudes, and healthy living behaviors. The purpose of this activity was to raise public awareness regarding the importance of clean and healthy living behaviors (PHBS), balanced nutrition, and the prevention of communicable and non-communicable diseases. The methods included interactive counseling, live demonstrations, distribution of educational leaflets, and discussion sessions with posyandu cadres and residents. The results showed an 85% increase in participants’ understanding based on simple pre- and post-tests, along with high enthusiasm and a strong commitment to practice healthy lifestyles within families. Additionally, posyandu cadres improved their capacity to independently provide health education to the community. In conclusion, the community health education program at Posyandu Banjar Purnama Asri was effective in enhancing public awareness and knowledge of health issues while strengthening the role of posyandu as the frontline of community-based health services.
Potential and Strategy for the Development of Pengelukatan Telaga Waja as a Religious Tourism Attraction in Kenderan Tourism Village, Gianyar Suputra, Gusti Alit; Susanti, Herny; Premayani, Ni Wayan Wina
Jurnal Ilmiah Manajemen & Bisnis Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jimb.v8i1.4289

Abstract

The development of religious tourism is used as an alternative to tourism development in the new normal era, including Kenderan Tourism Village. However, various technical problems still need to be solved in its operations and development efforts. This study aims to identify the potential and formulate a strategy for developing Pengelukatan Telaga Waja as a religious tourism attraction in Kenderan Tourism Village, Tegalalang, Gianyar. A type of qualitative descriptive research that identifies the potential and strategy of developing vehicle tourism villages as religious tourism by conducting observations and structured interviews on three informants selected by purposive sampling and meeting inclusion criteria. All results are interpreted using tourism area life cycle theory. As a result, the Pengelukatan Telaga Waja could be a religious tourism attraction in Kenderan Tourism Village, Gianyar District. The potential of the village with good natural resources and prioritizing elements of the sacred language, spirituality, and religion based on Balinese local wisdom makes Pengelukatan telaga waja favored by tourists. The results of the 4A analysis show that Pengelukatan Telaga Waja meets the attractive aspect (natural nuances that provide a sense of sacred mystique and still prioritize the religious side), amenities (there are facilities for post melukat meditation at Pancoran Solas), accessibility (road access to the Pengelukatan Telaga Waja site is quite good), and ancillary (the management of this Pengelukatan Telaga Waja place already has a management institution by Puri Figures). SWOT analysis shows that the Pengelukatan Telaga Waja meets all the criteria of a good SWOT as a religious tourism attraction in Kenderan Tourism Village, and improving the image of the area is the main development strategy.
PENGOLAHAN DAUN PEGAGAN SEBAGAI PRODUK WELLNESS TOURISM DI DESA WISATA KENDERAN KABUPATEN GIANYAR BALI Lakustini Cahyaningrum, Putu; Novia Indriani, Made; Wina Premayani, Ni Wayan; Riska Dewi, Ni Putu; Citra Diah Lestari, Ni Kadek
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.68-78

Abstract

Desa Wisata Kenderan memerlukan produk inovasi sebagai pendukung konsep wellness tourism. Desa Wisata Kenderan memiliki tumbuhan pegagan yang sangat potensial dikembangkan menjadi produk kesehatan karena memiliki khasiat yang luar biasa. Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Kenderan sebagai wadah organisasi dalam mengoptimalkan Desa Wisata Kenderan, sangat mengharapkan adanya produk inovasi yang dihasilkan dari olahan tumbuhan pegagan yang banyak tumbuh di Desa Kenderan menjadi produk wisata penunjang wellness tourism yang dapat dipasarkan di kalangan wisatawan yang berkunjung maupun masyarakat luas lainnya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan produk wellness tourism dari tumbuhan pegagan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada mitra POKDARWIS. Solusi yang diberikan dalam kegiatan ini ada 4 yaitu penyuluhan tentang manfaat pegagan sebagai produk inovasi wellness tourism, pelatihan pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) Bahan Baku, SOP Produksi, SOP Quality Control dan SOP Pengemasan Produk Inovasi Wellnes Tourism dari pegagan menjadi teh dan masker, pengadaan alat teknologi pengolahan dan pengemasan teh dan masker pegagan serta pelatihan dan pendampingan pengolahan pegagan menjadi teh dan masker pegagan. Mitra POKDARWIS yang juga melibatkan ibu-ibu PKK Desa Kenderan berperan aktif dalam mengikuti setiap tahapan pengolahan daun pegagan sebagai produk wellness tourism berupa teh dan masker pegagan. Kegiatan pengabdian ini bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan skill mitra dalam produksi teh dan masker pegagan sebagai produk wellness tourism karena keberadaan produk sangat dinantikan sebagai solusi dalam meningkatkan daya saing pariwisata DesaÂ