Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA BIOLOGI SISWA DI MTs NEGERI DOWORA Hamid, Saoda; Ahmad, Hasna
BIOEDUKASI Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : BIOEDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.631 KB)

Abstract

Team  Game  Tournament  merupakan  salah  satu  model  pembelajaran  dari  pendekatan Kooperatif yang proses pembelajarannya dimulai dari aktivitas Guru dalam menyampaikan pelajaran, kemudian siswa bekerja dalam tim mereka. Untuk memastikan bahwa semua anggota tim telah menguasai pelajaran, selanjutnya diadakan turnamen, dengan cara permainan game akademik oleh siswa dengan anggota tim lain untuk menyumbangkan poin bagi skor timnya.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada kelas VIIIA di MTs Negeri Dowora Kota Tidore Kepulauan dengan menerapkan model pembelajaran Team Game Tournament pada Konsep Struktur dan Fungsi Jaringan pada Tumbuhan. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas, langkah-langkah yang terdapat dalam Penelitian Tindakan Kelas meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Team Game Tournament dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa antara siklus I dan siklus II. Ketuntasan belajar siswa pada siklus I diperoleh presentasi 47,83% sedangkan ketuntasan belajar siswa pada siklus II diperoleh presentase86,96%. Peningkatan hasil belajar memiliki selisih 39,13%. Sementara itu, untuk aktivitas belajar siswa juga terjadi peningkatan yang cukup besar, yakni 47,73% di siklus I dan 79,89% di siklus II. Peningkatan aktifitas siswa yang terjadi memiliki selisih 33,16%. Kata kunci : Team Game Tournament (TGT), hasil belajar, IPA biologi, madrasah 
ANALISIS STRUKTUR VEGETASI PADA HABITAT KUPU-KUPU Papilio ulysses DI PULAU KASIRUTA Ahmad, Hasnah; Roini, Chumidach; Ahsan, Sarmi
JURNAL BIOEDUKASI Vol 4, No 2 (2016): Maret
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.819 KB)

Abstract

Vegetasi merupakan  kumpulan tumbuh-tumbuhan  yang terdiri dari berbagai macam jenis dan hidup bersama-sama pada suatu tempat. Dalam mekanisme kehidupan bersama tersebut  terdapat  interaksi  yang  erat,  baik  diantara  sesama  individu penyusun  vegetasi maupun dengan organisme lainnya sehingga merupakan suatu sistem yang hidup dan tumbuh serta dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur vegetasi pada habitat  kupu-kupu Papilio  ulysses.  Objek  yang digunakan  dalam  penelitian  ini  yaitu  seluruh  vegetasi  yang teramati pada habitat kupu-kupu Papilio ulysses dan Pengumpulan data vegetasi dilakukan dengan metode plot, data vegetasi yang di ambil meliputi vegetasi tingkat semai, pancang, tiang, dan  pohon. Dari hasil penelitian berdasarkan struktur vegetasi pada habitat kupu-kupu Papilio ulysses di desa Kakupang dan desa Doko, ditemukan 16   jenis tumbuhan yang   tergolong dalam 12 family. Tumbuhan yang termasuk dalam family Piperaceae yaitu Piper aduncum L, yang tergolong kedalam family anacardium yaitu Dracontomelum Merr, jenis Somoloae sp dan Mangifera indica, yang tergolong family Rubiaceae yaitu Musaeda sp, yang tergolong Bytneriaceae yaitu Theobroma cacao, yang tergolong family Meliaceae yaitu Lansium parasiticum, family Verbenaceae yaitu Gmelina arborea, family Burseraceae yaitu Canarium commune L, family hamaliumceae yaitu Homalium foetidum, family Moraceae yaitu Ficus benjamina, family Sapindaceae yaitu Nephilium lappaceum dan yang tergolong dalam family Denstaedtiaceae yaitu Orthioptheris sp, family Poaceae yaitu Pogonatherum crinitum, Penisetum purpureum, Ischaemum muticum, dan Imperata arundinaceae.
KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI BEBERAPA OBJEK WISATA KOTA TERNATE: Upaya Mengetahui dan Konservasi Habitat Burung Endemik Zulkifli Ahmad; Yumima Sinyo; Hasna Ahmad; M. Nasir Tamalene; Nurmaya Papuangan; Abubakar Abdullah; Bahtiar Bahtiar; Said Hasan
SAINTIFIK@ Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.813 KB) | DOI: 10.33387/sjk.v1i1.332

Abstract

Kawasan objek wisata merupakan kawasan yang sering dikunjungi oleh wisatawan. Kawasan ini memiliki tingkat keanekaragaman jenis flora dan fauna yang tinggi. Saat ini, kondisi kawasan objek wisata di pulau Ternate  telah mengalami deforestasi dan degradasi serta fragmentasi habitat, akibat tingginya frekuensi kunjungan dan pengelolaan kawasan yang belum optimal. Tujuan dalam penelitian ini adalah ingin mengidentifikasi dan mempelajari kelimpahan dan keanekaragaman jenis-jenis burung yang terdapat di kawasan Objek wisata yang ada di Pulau Ternate. Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini sebagai data base bagi pemerintah daerah untuk pengembangan kawasan objek wisata agar lebih bernilai ekonomis, misalnya pengembangan kawasan ke arah ekowisata atau kegiatan birdwatching. Penelitian ini merupakan salah satu bagian dari penelitian kolaborasi, yang dilakukan di empat lokasi berbeda, yakni Desa Sulamadaha, Desa Ngade, Desa Tolire, dan Desa Tobololo. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode Variable Circular Plot (VCP). Untuk menghitung jumlah jenis burung, digunakan metode Timed Series Counts (TSCs). Data yang dianalisis meliputi kelimpahan dan keanekaragaman jenis burung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman dan kelimpahan burung terendah terdapat pada kawasan wisata pantai Tobololo dan Sulamadaha. Keanekaragaman dan kelimpahan jenis burung tertinggi terdapat pada kawasan wisata Danau Tolire (H' = 2,327) dan Danau Ngade (H' = 2,362).Kata kunci : Keanekaragaman jenis, avifauna, objek wisata, pulau Ternate
PEMANFAATAN TUMBUHAN BAMBU OLEH MASYARAKAT DI KECAMATAN OBA UTARA KOTA TIDORE KEPULAUAN Dewi Fitria Muhtar; Yumima Sinyo; Hasna Ahmad
SAINTIFIK@ Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.654 KB) | DOI: 10.33387/sjk.v1i1.335

Abstract

Bamboo is a plant that is very beneficial for the economic life of society. Until now, bamboo has been used very widely, ranging from the use of the most simple  technologically into use high technology on an industrial scale. Traditionally, generally bamboo used for various purposes such as household appliances, handicrafts and foodstuffs. The objectives of this study was to determine the plant species of bamboo and its utilization by the community in the District of North Oba. The method used in this study is the direct survey Method in the field. The technique of analysis data conducted by using descriptive Explorative analysis with describing the type of bamboo plant. The results of this study can found that 10 species of 4 genera: Schizostachyum lima (bambu tui), Schizostachyum brachyladumi (bambu Jawa), Bambusa atra (bambu loleba), Bambusa vulgaris_vittata (bambu kuning), Dendrocalamus strictus (bambu batu), Bambbusa glaucophylla (bambu putih), Bambusa vulgaris (bambu Ampel), Bambusa blumeana (thorns bamboo), Bambusa balcooa (bambu balku), Gigantochloa Apus Kurz (Rope Bamboo). And its use is the manufacture chairs by craftsmen, fencing, windows, home construction, making vegetables from its rizom (the shoots of bamboo), and as an ornamental plant in the yard.Key Words: Utilization, Bamboo Plant, North Oba, Tidore Kepulauan
PERCEPTION, MOTIVATION, AND STUDENT LEARNING OUTCOMES AFTER USING THE BOT TELEGRAM INTERFACE APPLICATION Zulkifli Ahmad; Hasna Hi Ahmad
EDUKASI Vol 19, No 2 (2021): Edisi Oktober 2021
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/j.edu.v19i2.4140

Abstract

Learning in the millennial century really requires soft skills and ICT support skills by utilizing the sophisticated technological sophistication available. The use of various learning models and media, both in the learning process and in the evaluation, gives a new nuance to students (students). Students are always waiting for new things that are presented by the lecturer. A good educator is always missed by his students, because he is always innovating in the learning process. This indirectly provides new experiences in online learning, and students can interact in the form of chatting. The purpose of this study was to obtain information about students 'motivation to study biology education courses, as well as to find out students' improvement and understanding of concepts and subjects. This study uses survey research methods with a quantitative approach. Data collection was conducted through a survey of Biology education study program students in semester 2 for Animal Diversity courses. Data analysis was calculated based on the number of checklists filled out by respondents, then presented to determine the motivation of each student and look for the value of the gain and the difference between the initial and final knowledge of learning. Each respondent scores are summed with other respondents and averaged so that the average score of respondents' perceptions is obtained overall, then tabulated. The results showed that the perception of students using telegram chatbot with a very happy category by 58%, and very motivational by 67%. While the level of student knowledge becomes more increased with the gain value obtained by 0.78 and is categorized high.
ANALISIS STRUKTUR VEGETASI PADA HABITAT KUPU-KUPU Papilio ulysses DI PULAU KASIRUTA Hasnah Ahmad; Chumidach Roini; Sarmi Ahsan
JURNAL BIOEDUKASI Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Bioedukasi Edisi Maret
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.631 KB) | DOI: 10.33387/bioedu.v4i2.165

Abstract

Vegetasi merupakan  kumpulan tumbuh-tumbuhan  yang terdiri dari berbagai macam jenis dan hidup bersama-sama pada suatu tempat. Dalam mekanisme kehidupan bersama tersebut  terdapat  interaksi  yang  erat,  baik  diantara  sesama  individu penyusun  vegetasi maupun dengan organisme lainnya sehingga merupakan suatu sistem yang hidup dan tumbuh serta dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur vegetasi pada habitat  kupu-kupu Papilio  ulysses.  Objek  yang digunakan  dalam  penelitian  ini  yaitu  seluruh  vegetasi  yang teramati pada habitat kupu-kupu Papilio ulysses dan Pengumpulan data vegetasi dilakukan dengan metode plot, data vegetasi yang di ambil meliputi vegetasi tingkat semai, pancang, tiang, dan  pohon. Dari hasil penelitian berdasarkan struktur vegetasi pada habitat kupu-kupu Papilio ulysses di desa Kakupang dan desa Doko, ditemukan 16   jenis tumbuhan yang   tergolong dalam 12 family. Tumbuhan yang termasuk dalam family Piperaceae yaitu Piper aduncum L, yang tergolong kedalam family anacardium yaitu Dracontomelum Merr, jenis Somoloae sp dan Mangifera indica, yang tergolong family Rubiaceae yaitu Musaeda sp, yang tergolong Bytneriaceae yaitu Theobroma cacao, yang tergolong family Meliaceae yaitu Lansium parasiticum, family Verbenaceae yaitu Gmelina arborea, family Burseraceae yaitu Canarium commune L, family hamaliumceae yaitu Homalium foetidum, family Moraceae yaitu Ficus benjamina, family Sapindaceae yaitu Nephilium lappaceum dan yang tergolong dalam family Denstaedtiaceae yaitu Orthioptheris sp, family Poaceae yaitu Pogonatherum crinitum, Penisetum purpureum, Ischaemum muticum, dan Imperata arundinaceae.
Hama pada Cabai Merah Didi Budi Cahyono; Hasna Ahmad; A. R. Tolangara
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 6, No 02 (2017): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v6i02.565

Abstract

AbstrakHama merupakan hewan yang merusak tanaman dan umumnya merugikan para petani dari segi ekonomi, maka manusia selalu akan memperhatikannya, guna meningkatkan hasil pertanian, jika tidak hasil panennya akan menurun. Adapun tujuan penelitian inim untuk mengetahui keanekaragaman jenis hama yang menyerang tanaman cabai merah. Metode penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, dengan menggunakan perhitungan indeks keanekaragaman jenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jenis hama yang ditemukan pada tanaman cabe merah terdiri dari jenis  Locusta migratoria manilensis, Gryllus mitratus, Grylloptalpa africana, Lycosa sp, Spodoptera litura L., Mycus percicae, Planococus citri, Aulocophora sp,  Epilachna argus. Populasi hama tertinggi adalah ulat grayak (Spodoptera litura L.) dan jenis yang memiliki populasi terendah yaitu orong-orong (Grylloptalpa africana). Keankaregaman jenis hama pada tanaman cabe merah memiliki nilai keragaman sebesar H’ = 1,825, maka dikategorikan keanekaragaman jenis sedang.Kata kunci: Jenis hama, Tanaman Cabe, Keanekaragaman jenis AbstractPest is a destructive animal for plants and is generally harming the farmers in terms of economic aspect. Thus, people always put their attention to it in order to increase the produce otherwise the harvest will be decreased. The research aimed to find out the diversity of pest type attacking chili pepper crop. The research method was qualitative descriptive using the calculation of diversity index. The research result indicates that the types of pest found in chili pepper crop were: Locusta migratoria manilensis, Gryllus mitratus, Grylloptalpa africana, Lycosa sp, Spodoptera litura L., Mycus percicae, Planococus citri, Aulocophora sp, and Epilachna argus. The highest population was taro caterpillar (Spodoptera litura L.) and the lowest was mole cricket (Grylloptalpa Africana). The diversity of pest in chili pepper has diversity value of H’ = 1.825 and it categorized as medium diversity.Keywords: Type of pest, Chili pepper, Type diversity
Kerapatan Mangrove dan Konservasinya di Bacan Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara Abdulrasyid Tolangara; Hasna Ahmad
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 6, No 02 (2017): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v6i02.566

Abstract

AbstrakHutan mangrove merupakan perpaduan antara dua habitat yaitu terrestrial dan aquatik. Dalam perkembangannya ekosistem ini selalu mengalami kerusakan, ini terjadi kerena belum ada perhatian pemerintah untuk mencegahnya. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan  menggunakan model Point Centered Quarter dan pengambilan sampel dengan menggunakan garis transek serta plot hitung berukuran 10mx10m untuk pengamatan tingkat pohon. Mangrove yang diukur pada 2 kawasan yaitu kawasan mangrove alami (A) yang teridiri empat stasiun dan kawasan mangrove rehabilitasi (B) juga terdapat empat stasiun. Pohon yang dipilih adalah pohon yang paling dekat di setiap quarter. Data pengamatan kemudian dianalisis secara kuantitatif  berupa kerapatan jenis mangrove di setiap stasiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan jenis mangrove  kawasan alami berada pada kategori jarang misalnya stasiun I pada jenis A. alba 512 individu/m2, stasiun II terdapat pada jenis S. alba  456 individu/m2 dan stasiun III pada jenis R. apiculata 326 individu/m2. Sedangkan pada kawasan rehabilitasi berada pada kategori padat hingga sedang, misalnya pada stasiun IV kategori padat yaitu jenis B. gymnorrhiza 3.400 individu/m2, stasiun I kategori padat jenis R. apiculata 2.100 individu/m2, dan stasiun II kategori padat  terdapat pada jenis jenis R. stylosa dan stasiun III kategori sedang terdapat pada jenis R. mucronata 1.324 individu/m2. Ini terjadi akibat aktifitas masyarakat yang selalu memanfaatkan potensi hutan tersebut, tanpa upaya konservasi, maka diperlukan upaya konservasi dengan model pengelolaan yang berbasis masyarakat (Community Based Management).Kata Kunci: Mangrove, Kerapatan, Konservasi, Bacan. AbstractMangrove forest is a combination of two habitats, terrestrial and aquatic. In its development, the ecosystem experiences damage due to the less attention from the government to prevent it. Therefore, information is needed to find out about the comparison of density between natural and rehabilitation areas. The research method used was quantitative descriptive using Point Centered Quarter model and sampling used was transect line with calculation plot in size of 10mx10m for observation of tree stage. Mangrove was measured in two areas, natural mangrove (A) and rehabilitation mangrove (B) both consisted of four stations. Trees chosen were the closest trees in each quarter. Observation data was analyzed quantitatively in form of the density of mangrove type in each station. The research result indicates that the density of mangrove type in natural area was in sparse category, such as in Station I for type of A. Alba the density was 512 individual/m2, Station II with type of S. alba was 456 individual/m2 and Station III in type of R. apiculata was 326 individual/m2. In rehabilitation area, on the other hand, was in dense to moderate category, such as the dense category in Station IV was for type of B. gymnorrhiza of 3,400 individual/m2, Station I was for type of R. apiculata of 2,100 individual/m2, and Station II was for R. stylosa. Whereas, for moderate category in Station III was in R. mucronata of 1,324 individual/m2. It was due to the activity of the community that utilized the forest potential without conservation effort. Therefore, a conservation effort is needed through community based management model.Keywords: Mangrove, Density, Conservation, Bacan
Jenis Tumbuhan Bertahan Hidup di Lahan Kering Riri Yulianti Rusdi; A. R. Tolangara; Hasna Ahmad
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 6, No 02 (2017): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v6i02.564

Abstract

AbstrakAir merupakan bagian terbesar penyusun jaringan tumbuh-tumbuhan. Air berfungsi  mengatur setiap proses metabolisme tanaman secara langsung atau tidak langsung. Air yang tersedia di dalam tanah berada pada kapasitas lapang. Air pada kapasitas lapang adalah air yang tetap tersimpan dalam tanah. Air dapat hilang dalam bentuk uap air dari jaringan hidup tanaman yang terletak di atas permukaan tanah, air tersebut daapt hilang melewati stomata, kutikula, dan lentisel disebut transpirasi. Air pun dapat hilang akibatnya tanah menjadi kering. Apabila tanaman hidup dalam kondisi ini,  maka tanaman akan mengalami cekaman air (Water stress) dan akhirnya mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan yang mampu bertahan hidup di lahan kering beserta lamanya waktu tanaman dalam bertahan hidup.  Penelitian ini bersifat eksperimen yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) , dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Pemberian air sekali dalam 9 bulan dan pengamatan dilakukan seminggu sekali dengan parameter tinggi tanaman dan jumlah daun. Sedangkan untuk faktor lingkungan berupa pH, suhu dan kelembaban tanah diukur pada awal penelitian dan akhir penelitian. Kemudian data tersebut dianalisis menggunakan uji Koefisien Variasi (KV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanaman yang mampu bertahan hidup di lahan kering adalah jagung dengan waktu 20 minggu (5 bulan).Kata Kunci : Jenis Tumbuhan, bertahan hidup, lahan kering Abstract Water is the biggest constituent of plant tissues. Water serves to regulate all plant metabolism processes, directly or indirectly. Water available in the soil is in field capacity, which is water that is kept in the soil. The water can be lost in form of vapor from plant living tissues located on the soil surface. The water can be lost through stomata, cuticle and lenticel and it is called transpiration. The loss of water causes soil to dry. If plant lives in this condition, the plant will experience water stress and eventually it will die. The research aimed to find out the type of plant that able to survive on dry land and the duration of the survival. The research was an experimental research using a completely randomized design (RAL) with four treatments and 5 repetitions. Watering was conducted once in 9 months and observation was conducted once in a week with parameters of plant height and number of leaves. Regarding the environmental factors, namely, pH, temperature and, soil humidity, they were measured in the beginning and end of the research. Data was analyzed using variance coefficient (KV) test. The research result indicated that type of plant that survived on dry land was corn with 20 weeks (5 months) of period.  Keywords: Type of plant, survival, dry land
Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Masyarakat Pemukiman Atas Laut Di Kecamatan Kota Ternate Wa Ode Rosnawati; Bahtiar Bahtiar; Hasna Ahmad
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 6, No 02 (2017): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v6i02.569

Abstract

AbstrakPertumbuhan penduduk yang semakin banyak serta meningkatnya aktivitas masyarakat menjadi dasar adanya pertambahan jumlah sampah yang  dihasilkan  setiap  harinya.  Keberadaan  sampah  dapat  menjadikan lahan pencaharian baru bagi sebagian orang, namun tidak menutup kemungkinan sampah dengan jumlah banyak menjadi masalah lingkungan dan kesehatan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengelolaan sampah rumah tangga masyarakat pemukiman atas laut. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey yang menggunakan variabel tunggal yaitu pengelolaan sampah rumah tangga masyarakat pemukiman atas laut yang berjumlah 42 KK. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi dan angket. Data dianalisis dengan menggunakan rumus persentase. Hasil analisis data menunjukan bahwa: Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Masyarakat Pemukiman Atas Laut masih belum maksimal dengan kata lain masih tergolong sangat rendah hal ini dilihat berdasarkan responden dengan nilai persentase kategori nilai tertinggi berada pada responden yang tidak memiliki tempat penampungan sampah sementara didalam rumah, yaitu sebesar  90,47% sedangkan, kategori terendah berada pada responden yang memiliki dan  menyediakan tempat penampung sampah sementara didalam rumah yaitu, dengan persentase 9,53%. Kata kunci : Sampah Rumah Tangga, Pemukiman Atas Laut.                                                                                                                      AbstractIslandic growth one that more and more and increases it society activity becomes basic to mark sense waste amount increase that resulting everyday it. In the presence waste can make new work farm for some people, but doesn't close waste possible by totals a lot of as environment and health problem. This research did by aim to know family waste management settlement society on oceanic. This observational type is observational survey who utilize singles variable which is family waste management settlement society on oceanic total one 42 KK. Instrument who is utilized to gather data is observation and questionnaire. dianalisis's data by use of percentage formula. Analisis's result that point out ' date: Families Waste management Settlement Society On Oceanic still was maximal in other words still its bottommost rank is seen bases respondent with appreciative category percentage assesses supreme lie on Respondent that have no waste relocation place temporary at indoors, which is as big as 90,47% meanwhile, bottommost category lies on respondent that has and make place penampung temporary waste at indoors which is, with percentage 9,53%.Key word: Family waste, Settlement On Oceanic