Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : ANDHARUPA

EVALUASI APRAISAL TEKS DAN SEMIOTIKA VISUAL PADA BROSUR PROMOSI DAERAH TUJUAN WISATA BILINGUAL Suryaningtyas, Valentina Widya; Nugroho, Raden Arief; Cahyono, Setyo Prasiyanto; Nababan, Mangatur Rudolf; Santosa, Riyadi
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 5 No. 02 (2019): August 2019
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v5i2.2571

Abstract

AbstrakSebagai sebuah teks, brosur promosi daerah tujuan wisata memiliki informasi linguistik dan visual. Dalam artikel ini, informasi linguistik dalam sebuah teks promosi pariwisata dikaitkan dengan unsur apresiasi yang diambil dari teori apraisal, sedangkan informasi visual dihubungkan dengan fungsi gambar berdasarkan teori semiotika visual. Aspek linguistik dan visual dalam sebuah teks promosi daerah tujuan wisata jelas tidak bisa dipisahkan, oleh karenanya, artikel ini juga membahas hubungan sintagmatik keduanya. Berangkat dari itu, keselarasan antara aspek linguistik dan visual dapat terlihat. Dengan menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif, data brosur bilingual pariwisata Jogjakarta tahun 2017 dianalisis dengan menggunakan lima tahapan analisis data ciptaan Echtner. Dari hasil analisis yang dilakukan, para penulis mengidentifikasi bahwa brosur bilingual tersebut didominasi oleh tema wisata alam. Unsur apresiasi yang seharusnya digunakan untuk memberikan evaluasi positif terhadap gambaran daya tarik wisata ternyata tidak banyak digunakan di dalam brosur. Yang mengejutkan, ketidakselarasan antara informasi linguistik dan visual banyak ditemukan di dalam brosur bilingual. Melalui artikel ini, para penulis merekomendasikan pembuat brosur untuk tidak mengabaikan keselarasan antara informasi linguistik dengan representasi visualnya serta menambahkan aspek apresiasi linguistik untuk menambah kesan positif daerah tujuan wisata. Kata Kunci: Apraisal, Apresiasi, Brosur Pariwisata Bilingual, Semiotika AbstractAs a text, tourist brochure possesses linguistic and visual information. In this article, linguistic information is associated with appreciation aspect, meanwhile, visual information is affiliated with its visual function. Therefore, this article also discusses the syntagmatic relationship between them. Departing from this point of discussion, the authors are able to identify the congruity of linguistic and visual aspects. Using descriptive qualitative approach, Jogjakarta Bilingual Tourist Brochure 2017 edition served as the data of the research is analyzed using Echtner’s five steps of data analysis. The findings reveal that nature tourism positions as the dominating theme of the bilingual brochure. Despite its function to give positive evaluation to tourism destinations, appreciation aspect is rarely used in the brochure. Surprisingly, the incongruity between linguistic and visual information appears in numerous occasions. From the findings appear in the study, we recommend tourist brochure creator to incorporate the congruity of linguistic information with its visual representation and improve the use of linguistic appreciation in describing a tourism destinantion to create a greater persuasive impact. Keywords: Appraisal, Appreciation, Bilingual Tourism Brochure, Semiotics
Koherensi Lintas Moda sebagai Upaya untuk Meningkatkan Kualitas Buku Digital Dwibahasa Budhara (Borobudur Dalam Hamparan Cerita) Mulatsih, Sri; Nugroho, Raden Arief; Suryaningtyas, Valentina Widya; Soerjowardhana, Aloysius; Muqoddas, Ali; Udayanti, Erika Devi
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 9 No. 01 (2023): March 2023
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v9i01.7860

Abstract

Abstrak Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas informasi pariwisata Candi Borobudur dan Kawasan Cagar Budaya Borobodur, para peneliti membuat sebuah buku digital yang dinamai Budhara (Borobudur dalam Hamparan Cerita). Budhara dikembangkan dengan menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC). Buku digital ini dilengkapi dengan fitur-fitur, seperti navigasi, manipulasi, kontrol, pencarian, dan dialog.  Karena adanya perbedaan perilaku berwisata antara wisatawan lokal dan mancanegara, tim peneliti membedakan visual atau gambar di halaman Budhara berbahasa Indonesia dan Inggris. Terlepas dari perbedaan tersebut, tim peneliti harus mempertahankan koherensi informasi visual dan teks tulisnya dari buku digital ini, karena hal ini dapat mempengaruhi indeks kepuasan wisatawan. Kata Kunci: Budhara, Buku Digital, Candi Borobudur, Koherensi Lintas Moda, Pariwisata  AbstractAs an effort to improve the quality of tourism at Borobudur Temple and Borobudur Cultural Heritage Area (Kawasan Cagar Budya Borobudur), the researchers designed a digital book entitled Budhara (Borobudur dalam Hamparan Cerita). Budhara was designed using Multimedia Development Life Cycle method (MDLC). This digital book is equipped with features, such as navigation, manipulation, control, search, and dialog. Due to dissimilar travel behavior between domestic and international tourists, the researchers differentiate the visualization or pictures in Budhara’s Indonesian and English pages. Apart from the difference, the researchers must employ cross-modal coherence of Budhara’s visual information and its written one, in view of the fact that it can impact the tourist satisfaction index.  Keywords: Budhara, Digital Book, Borobudur Temple, Cross-modal Coherence, Tourism
Perancangan Aplikasi Kamus Istilah Jawa Berbasis Android sebagai Upaya Pelestarian Budaya Jawa Muljono, Muljono; Rokhman, Nur; Zeniarja, Junta; Nugroho, Raden Arief; Suryaningtyas, Valentina Widya; Aryanto, Bayu
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 9 No. 04 (2023): December 2023
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v9i4.9282

Abstract

AbstrakSalah satu bahasa daerah di Indonesia yang paling beragam dan kaya kosakatanya adalah bahasa Jawa.  Namun, seringkali sulit bagi orang memahami arti istilah-istilah Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan aplikasi kamus digital istilah Jawa yang akan membantu pengguna memahami dan menggunakan istilah Jawa.  Aplikasi dikembangkan dalam penelitian ini memungkinkan akses cepat dan mudah bagi pengguna dalam mencari istilah Jawa beserta definisi, contoh penggunaan, dan informasi terkait lainnya. Aplikasi ini dilengkapi fitur-fitur tambahan seperti pengucapan audio dan fitur urun daya yang memungkinkan masyarakat dapat menambah database tetapi tetap menunggu validasi dari pengelola aplikasi.  Dalam pengembangan aplikasi kamus digital ini menggunakan metode waterfall dan metode blackbox untuk metode pengujiannya.  Penelitian ini menghasilkan aplikasi kamus digital bahasa Jawa yang bernama "Senarai Istilah Jawa" yang bertujuan untuk membantu masyarakat memahami dan menggunakan istilah Jawa dan sebagai salah satu bentuk upaya membantu pelestarian bahasa daerah di Indonesia. Kata Kunci: aplikasi android, budaya, kamus istilah Jawa, metode waterfall AbstractOne of the regional languages in Indonesia that is most diverse and rich in vocabulary is Javanese. However, it is often difficult for people to understand the meaning of Javanese terms. The aim of this research is to develop a digital dictionary application of Javanese terms that will help users understand and use Javanese terms. The application developed in this research allows users quick and easy access to search for Javanese terms along with definitions, usage examples and other related information. This application is equipped with additional features such as audio pronunciations and a crowdsourcing feature that allows people to add to the database but still wait for validation from the application manager. In developing this digital dictionary application, the waterfall method and black box method were used for testing methods. This research produces a digital Javanese dictionary application called "Senarai Istilah Jawa" which aims to help people understand and use Javanese terms and as a form of effort to help preserve regional languages in Indonesia. Keywords: android application, culture, dictionary of Javanese terms, waterfall method 
PENERAPAN MODEL FOLKLORISTICS DWIBAHASA UNTUK PENGEMBANGAN KONTEN VIRTUAL REALITY TARI LENGGER LANANG Nugroho, Raden Arief; Yusianto, Rindra; Darma, Etika Kartika; Muqoddas, Ali; Suryaningtyas, Valentina Widya; Utami, Tin
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 10 No. 01 (2024): March 2024
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v10i01.9771

Abstract

Abstrak Salah satu permasalahan yang dialami Rumah Lengger Banyumas adalah berkurangnya minat generasi muda usia produktif di Banyumas yang menyukai dan mendalami tari Lengger Lanang. Padahal, tari tersebut adalah tari khas Banyumas yang tidak dijumpai di daerah lain. Jika kondisi ini berlanjut, tari Lengger terancam punah. Rumah Lengger Banyumas, sebagai salah satu pusat pelestari tari Lengger Lanang, belum mampu menghadirkan inovasi kreatif untuk menarik perhatian generasi muda ini. Dengan menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC), para peneliti mengembangkan virtual reality (VR) berbasis model folkloristics untuk memuat konten tari Lengger Lanang, sejarah, dan filosofinya. Melalui model ini, VR Rumah Lengger Banyumas memuat kisah dari Mbok Dariah yang dikisahkan secara nyata, namun ditambah dengan unsur-unsur dramatis. Sebagai narator di VR ini, para peneliti menciptakan karakter animasi fiktif wayang Lengger Banyumasan untuk memperkuat ikon Kota Banyumas.  Kata Kunci: Banyumas, dwibahasa, folkloristics, Lengger Lanang, virtual reality AbstractOne of the problems experienced by Rumah Lengger Banyumas is the decreasing interest of the young generation, especially those in productive age in Banyumas who are interested in learning or studying Lengger Lanang dance. To make things more complicated, this dance is a typical Banyumas dance that is not found in other areas. If this condition continues, Lengger dance is at stake. Rumah Lengger Banyumas, as the center for preserving Lengger Lanang dance, has not been able to present creative innovations to attract the attention of this young generation. Using the Multimedia Development Life Cycle (MDLC) method, the researchers developed a virtual reality (VR) application which also intertwines folkloristics model in order to creatively describe the history and philosophy of Lengger Lanang dance. The VR contains the real story of Mbok Dariah, but added with dramatic narratives. As the narrator in this VR, the researchers created a fictional animated character of Lengger Banyumasan shadow puppet in order to strengthen the icon of Banyumas City.  Keywords: Banyumas, bilingual, folkloristics, Lengger Lanang, virtual reality