Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

KAJIAN MARKETED SURPLUS PADI SAWAH DI KECAMATAN MUARA SABAK TIMUR KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Liza, Erma; Elwamendri, .; Fitri, Yanuar
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 16 No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.022 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v16i1.2764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola alokasi dan besaran marketed surplus padi serta faktor-faktor yang mempengaruhi besaran marketed surplus padi di Kecamatan Muara Sabak Timur Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 19 September 2012 sampai 15 Oktober 2012 data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer melalui hasil wawancara serta mengajukan kuisioner pada 71 sampel petani yang dipilih secara acak. Metode yang digunakan adalah metode survey, yaitu cara pengumpulan data dengan cara mengambil sampel Petani dan mengamati objek penelian dilapangan dan wawancara langsung dengan narasumber yang dipandu dengan daftar pertanyaan yang telah disiapkan. Untuk mengetahui pola alokasi, besaran marketed surplus dan corak usahatani usahatani di Kecamatan Muara Sabak Timur digunkan Metode analisis deskriptif kuwantitatif dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi  besaranmarketed surplus padi digunakan analisis regresi linear berganda.Dari hasil penelitian bahwa hasil produksi di alokakan untuk keperluan natura panen, zakat, konsumsi, kebutuhan benih dan untuk marketed surplus. Masyarakat Kecamatan Muara Sabak Timur telah memiliki marketed surplussebanyak  453,72 Kg GKP/ Petani atau sebesar 24% dari total produksi. Corak uusahatani di daerah penelitian bercorak subsisten ditandai dengan tujuan berusahatani adalah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Dan Hasil regresi menunjukan  97,6% variasi dalam marketed surplus bersama-sama dipengaruhi oleh variabel total produksi, luas lahan, jumlah tanggungan keluarga dan umur petani sedangkan 2,4% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.   Kata Kunci:  pola alokasi, marketed surplus, corak usahatani, faktor-faktor yang mempengaruhi marketed surplus
ANALISIS RISIKO USAHATANI TANAMAN PANGAN DI DESA MEKAR SARI KECAMATAN KUMPEH KABUPATEN MUARO JAMBI Kurniawan, Ibnu; ernawati, .; Fitri, Yanuar
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 18 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.709 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v18i1.2822

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kegiatan usahatani dan menganalisis seberapa besar nilai pendapatan serta risiko usahatani tanaman pangan jagung dan padi sawah pada kegiatan spesialisasi dan diversifikasi yang dilakukan oleh petani di Desa Mekar Sari. Metode penarikan sampel menggunakan metode Cluster sampling dengan jumlah sampel 79 responden. Analisis data menggunakan metode pendekatan analisis risiko dengan perhitungan varian, standar deviasi dan koefisien variasi dari pendapatan masing-masing komoditi pada kegiatan spesialisasi dan diversifikasi serta koefisien korelasi. Hasil pembahasan dari kegiatan diversifikasi yang dilakukan petani jagung dan padi sawah yaitu dengan sistem bergilir dalam waktu satu tahun dengan biaya produksi yang berbeda-beda sedangkan nilai risiko spesialisasi dari komoditi padi sawah sebesar Rp. 5.692.454 sehingga pendapatan setelah risiko sebesar Rp. 11.199.101. Pada komoditi jagung nilai risiko sebesar Rp. 4.789.398 sehingga pendapatan setelah risiko sebesar Rp. 10.463.462. Nilai risiko diversifikasi dari komoditi padi sawah dan jagung sebesar Rp. 4.935.774 sehingga pendapatan setelah risiko sebesar Rp. 21.744.089. Nilai koefisien korelasi kombinasi lebih besar daripada satu yang berarti perubahan antara dua kombinasi padi sawah dan jagung selalu bergerak searah. Kegiatan diversifikasi dua komoditi tidak dapat meminimalkan risiko melainkan dapat menaikkan risiko dengan kenaikan tanaman padi sebesar 15,2 % sedangkan tanaman jagung sebesar 12,9%. Kata Kunci : Usahatani Tanaman Pangan, Pendapatan, Risiko
KAJIAN KONTRIBUSI PERKEBUNAN KARET TERHADAP PEREKONOMIAN DI KABUPATEN MERANGIN Ahdika, Minni; Nainggolan, Saidin; Fitri, Yanuar
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 19 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.079 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v19i1.4955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui besarnya kontribusi perkebunan karet di Kabupaten Merangin dilihat dari aspek pendapatan dan tenaga kerja, (2) Untuk mengetahui dampak dari perkebunan karet terhadap total pendapatan dan total tenaga kerja di Kabupaten Merangin. Metode analisa yang digunakan adalah analisis kontribusi, analisis sektor basis dengan menggunakan formulasi Location Quetion (LQ), analisis Shif Share dan analisis Multiplier effect. Hasil dari penelitian selama periode (2003-2012), menunjukkan bahwa perkebunan karet memberikan kontribusi dalam perekonomian di Kabupaten Merangin. Berdasarkan analisis kontribusi dengan indikator pendapatan atas dasar harga berlaku, rata-rata kontribusi perkebunan karet terhadap perekonomian wilayah sebesar 13,43 % per tahun dan atas dasar harga konstan sebesar 12,73 % per tahun dan untuk indikator tenaga kerja rata-rata perkebunan karet memberikan kontribusi yang tinggi sebesar 34,46 % per tahun. Analisis LQ menunjukkan bahwa nilai rata-rata LQ lebih besar dari 1 (LQ>1). Untuk harga berlaku sebesar 3,18 dan atas dasar harga konstan sebesar 2,86, sedangkan untuk indikator tenaga kerja nilai rata-rata LQ sebesar 1,07. Analisis shif share menunjukkan bahwa indikator pendapatan atas dasar harga konstan dan indikator tenaga kerja secara national share (Ns) dan defferinsial shif (D) mengalami pertumbuhan yang positif (+),untuk pertumbuhan indikator pendapatan dan indikator tenaga kerja secara proportional shif (P) bernilai negatif (-) yaitu mengalami penurunan atau merosot. Selanjutnya analisis multiplier effect menunjukkan bahwa nilai rata-rata multiplier effect pendapatan jangka pendek atas dasar harga berlaku sebesar 7,98 dan atas dasar harga konstan sebesar 8,52, hasil rata-rata untuk multiplier effect indikator tenaga kerja jangka pendek sebesar 2,94. Kata Kunci : Potensi, Kontribusi, Multiplier Effect
KAITAN BANTUAN LANGSUNG MASYARAKAT (BLM) PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN (PUAP) DENGAN TINGKAT KEBERHASILAN KEGIATAN USAHATANI DI GAPOKTAN KOTA JAMBI Trioni, Nuri; Hamid, Ernawati; Fitri, Yanuar
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 20 No 1 (2017): Jurnal Sosioekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.252 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v20i1.5037

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran umum dan kegiatan gabungan kelompok tani pada pengelolaan dana pengembangan usaha agribisnis perdesaan, serta tingkat keberhasilan kegiatan usahatani anggota gabungan kelompok tani pada pengembangan usaha agribisnis perdesaan. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah metode cluster sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif yang di ukur untuk menganalisis pendapatan masing-masing komoditi pada kegiatan pengembangan usaha agribisnis perdesaan. Hasil pembahasan diketahui bahwa modal usaha yang disalurkan melalui gabungan kelompok tani yaitu sebesar Rp. 100 juta rupiah untuk dimanfaatkan anggota gabungan kelompok tani pada sarana produksi pertanian, kegiatan gabungan kelompok tani pada pengelolaan dana pengembangan usaha agribisnis perdesaan yaitu melalui penyusunan rencana usaha anggota, rencana usaha kelompok, rencana usaha bersama yang bertujuan untuk memperoleh bantuan langsung masyarakat dengan memenuhi syarat dokumen administrasi yang akan di periksa oleh tim teknis pengembangan usaha agribisnis perdesaan, dan tingkat keberhasilan kegiatan usahatani anggota gabungan kelompok tani pada pengembangan usaha agribisnis perdesaan dinilai dari tercapainya keperluan sarana produksi pertanian yang dilihat dari keadaan kelompok tani, luas lahan petani, biaya produksi yang dikeluarkan, produksi usahatani, penerimaan usahatani, serta meningkatnya pendapatan petani. Rata-rata pendapatan anggota gabungan kelompok tani di Kelurahan Lingkar Selatan yaitu sebesar Rp. 1.939.322,53 setiap musimnya dan di Kelurahan Mudung Laut rata-rata pendapatan anggota gapoktan yaitu sebesar Rp. 3.948.505,22 tiap musimnya. Kata Kunci : Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP), Anggota Gapoktan, Kegiatan usahatani, Pendapatan
STRATEGI PEMASARAN DODOL ROSELA PADA AGROINDUSTRI “Adsari” BERDASARKAN PRODUCT LIFE CYCLE (PLC) DI KOTA JAMBI Rahmah, Aulia; Fitri, Yanuar; Ulma, Riri Oktari
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 20 No 2 (2017): Jurnal Sosioekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.791 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v20i2.5063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi produk dodol rosela Agroindustri Adsari dan mengetahui strategi pemasaran dodol rosela yang dilakukan Agroindustri Adsari pada tahapan Product Life Cycle (PLC). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk menentukan posisi dodol rosela dengan menggunakan indikator product life cycle (PLC) yakni : volume penjualan, perubahan volume penjualan dan laba. Untuk mengetahui strategi pemasaran yang digunakan oleh Agroindustri Adsari dengan menggunakan variabel marketing mix (4P), yaitu produk, harga, promosi dan distribusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk dodol rosela berada pada tahap pertumbuhan (Growth). Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya volume penjualan, laba yang bernilai positif, jumlah pesaing yang meningkat, dan adanya perluasan distribusi. Selain itu, strategi pemasaran dodol rosela yang dijalankan oleh agroindustri pada tahap pertumbuhan adalah perbaikan kualitas produk dari segi tekstur dan rasa serta perluasan distribusi keluar Kota Jambi. Kata Kunci : Dodol Rosela, Product Life Cycle (PLC), Strategi Pemasaran
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KOPI LUWAK DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT Anjani, Novia; Malik, Adlaida; Fitri, Yanuar
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.64 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v21i1.5098

Abstract

Kopi luwak merupakan salah satu produk olahan Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang memanfaatkan kopi kotoran luwak sebagai bahan baku. Nilai tambah yang cukup tinggi dan terjaminnya ketersediaan bahan baku menjadi prospek yang baik dalam pengembangan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan agroindustri kopi luwak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 27 November hingga 23 Desember 2015. Data yang diambil dalam penelitian adalah data selama 6 bulan pada periode Juni - November 2015. Penentuan responden dilakukan secara sengaja (purposive) yang terdiri dari pihak internal dan eksternal dengan pertimbangan bahwa responden memiliki kaitan dan memahami perkembangan usaha agroindustri kopi luwak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Responden internal yaitu pemilik atau pimpinan agroindustri (3 orang), responden eksternal berasal dari dinas-dinas dan instansi terkait (4 orang). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan analisis SWOT. Hasil analisis data lingkungan agroindustri melalui matriks IFAS dan EFAS menunjukkan bahwa pada matriks strategis internal, total nilai kekuatan lebih besar dibandingkan dengan total nilai kelemahan. Pada matriks strategis eksternal, total nilai peluang lebih besar dibandingkan dengan total nilai ancaman, sehingga usaha agroindustri kopi luwak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat berada pada posisi Aggressive Strategy. Berdasarkan analisis melalui matriks SWOT, dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang maka alternatif strategi yang dapat diterapkan oleh usaha agroindustri kopi luwak yaitu: 1) peningkatan jumlah produksi, 2) diversifikasi dan modifikasi kemasan, 3) perluasan jangkauan pemasaran dan 4) bekerjasama dan menanggapi respon pemerintah. Kata Kunci: Strategi Pengembangan, Kopi Luwak dan Analisis SWOT.
ANALISIS RISIKO USAHA PEMBIBITAN KARET DI DESA PONDOK MEJA KECAMATAN MESTONG KABUPATEN MUARO JAMBI Malik, Adlaida; Fitri, Yanuar; Herdiyansyah, Rikky
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 21 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.947 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v21i2.8610

Abstract

Risk is a variation about the things that might occur naturally or the possibility of the event that might happen unexpectedly which include as the threat of business and finansial profit due to danger occured. This study aims to: 1) to know risk sources that influence rubber breeding business, 2) to know how much risk probability on rubber breeding business and 3) to evaluate the risk include in rubber breeding business at Desa Pondok Meja Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi. This research conducted on August 27th 2015 to September 27th 2015 toward 20 rubber seed farmer. The method used is descriptive quantitative analysis, by analysing probability and z-score value. Next, do analysis to evaluate business by calculating the expected return, variety, standard deviation, coefficient of variation and lower limit revenue. Descriptive analysis indicates that risk sources in rubber breeding business at research site exsist on production aspect, price or market and human or individual. From probability analysis result obtained the highest probability happened in production aspect caused by mortality (die of seed). Standard deviation values obtained by Rp. 10.163.469,93 which shows that this rubber breeding has a not high risks. On coefficient variation and lower limit revenue value obtained by 0,1857 and Rp. 34.393.911,14/Year. Coefficient variation value is less than 0,5 and lower limit revenue value is higher than 0. Evaluation result indicate that this rubber breeding will not face losses opportunities (no risk) in every breeding period by minimizing the risk chance that will occur.
ANALISIS EFISIENSI EKONOMIS PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI USAHATANI PADI ORGANIK DI DESA SIMBUR NAIK KECAMATAN MUARA SABAK TIMUR KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Frendy Sidauruk, Rian; Malik, Adlaida; Fitri, Yanuar
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 22 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.293 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v22i2.8701

Abstract

Organic rice farming is a farming that cannot be separated in relation with use of factors that affect production. In order achieve high production, then the production factor used must be optimized. This research aimed to know (i) the general overview of organic rice farming in Simbur Naik village, sub-district of Muara Sabak Timur, Tanjung Jabung Timur Regency. (ii) To determine the effect of productions factors on production on organic rice in Simbur Naik village, sub-district of Muara Sabak Timur, Tanjung Jabung Timur Regency, (iii) To analyze the economic efficiency of the use of production factors on the production of organic rice farming in Simbur Naik village, sub-district of Muara Sabak Timur, Tanjung Jabung Timur Regency. This reserach was done from Agustus 30th to September 19th 2017. Production function of Cobb Douglas was used to to know the effect of of the use of seed production factor, manure, Petrobios fertilizer, liquid organic fertilizer, urine pesticide, and labor as independent variables. Economic efficiency was used to evaluate the use of production factors. The data were obtained from 48 selected respondents by using census method. This reserach show that (i) in doing farming business, the farmer in Simbur Naik village could only carry out the rice cultivation process once a year and they used organic fertilizer as used in organic farming generally, namely manure or farmers also used petrobios fertilizer and liquid organic pertilizer.
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN CABAI MERAH KERITING DENGAN PENDEKATAN SCP (Structure, Conduct, and Performance) DI KECAMATAN GUNUNG TUJUH KABUPATEN KERINCI Mar’atil Khasanah, Zummrhotul; Murdy, Saad; Fitri, Yanuar
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 23 No 01 (2020): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiseb.v23i01.11867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui saluran pemasaran cabai merah keriting di Kecamatan Gunung Tujuh Kabupaten Kerinci, dan (2) menganalisis efisiensi pemasaran cabai merah keriting dilihat dari market sructure, market conduct, and market performance (SCP) di Kecamatan Gunung Tujuh Kabupaten Kerinci. Penelitian ini di laksanakan di Kecamatan Gunung Tujuh Kabupaten Kerinci dari 24 Juni sampai 24 Juli 2019. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif dengan pendeketan SCP (structure, conduct, and performance). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran cabai merah keriting di Kecamatan Gunung Tujuh Kabupaten Kerinci terdiri dari empat saluran pemasaran, yaitu: (1) petani–pedagang pengumpul lokal–pedagang wholesaler Sungai Penuh–pedagang pengecer–konsumen akhir Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh; (2) petani–pedagang pengumpul lokal–pedagang antar kota; (3) petani–pedagang pengumpul lokal–pedagang pengecer–konsumen akhir; (4) petani–pedagang pengecer–konsumen akhir Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh. Fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pemasaran, yaitu fungsi pertukaran, fungsi fisik dan fungsi fasilitas. Struktur pasar pada pemasaran cabai merah keriting di Kecamatan Gunung Tujuh pada tingkat petani merupakan struktur pasar oligopsoni, sedangkan di tingkat lembaga struktur pasar yang terbentuk merupakan stuktur pasar oligopoli. Pada perilaku pasar, lembaga pemasaran yang terlibat memiliki perilaku yang berbeda-beda. Kinerja pasar menunjukkan penyebaran marjin, farmers share, dan rasio keuntungan dan biaya tidak merata pada masing-masing lembaga pemasaran. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, saluran pemasaran IV merupakan alternatif saluran pemasaran yang efisien sehingga dapat dipilih oleh petani.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI KARET INTENSIF DAN NON INTENSIF DI KECAMATAN MUARA BULIAN KABUPATEN BATANGHARI Ratnasari, Ratnasari; Mara, Armen; Fitri, Yanuar
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 23 No 02 (2020): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiseb.v23i02.11901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Untuk mengetahui usahatani karet intensif dan karet non intensif di Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batanghari 2) Untuk menganalisis perbedaan pendapatan usahatani karet intensif dan karet non intensif di Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batanghari. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2019 sampai dengan 20 Juli 2019. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive dan penentuan responden dilakukan menggunakan teknik snowball sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif untuk menjawab tujuan pertama, analisis pendapatan digunakan untuk menjawab permasalahan dan tujuan tentang besarnya biaya dan pendapatan petani karet intensif dan non intensif, analisis statistic uji beda rata-rata digunakan untuk membandingkan pendapatan usahatani karet intensif dan non intensif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perlakuan pada karet intensif berupa penyiangan dan pemupukan dan tidak ada perlakuan yang sama terhadap karet non intensif. Rata-rata pendapatan usahatani karet intensif berdasarkan biaya dibayarkan yaitu sebesar Rp.16.923.327/ha/tahun dan pendapatan berdasarkan biaya diperhitungkan yaitu sebesar Rp.6.773.013/ha/tahun. Rata-rata pendapatan karet non intensif berdasarkan biaya dibayarkan yaitu sebesar Rp.8.956.639/ha/tahun dan pendapatan berdasarkan biaya diperhitungkan yaitu sebesar Rp.2.068.789/ha/tahun. Hasil uji t menunjukkan nilai sig. (2 tailed).000 < α = 5% 0,05.