Esti Widowati, Esti
Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta Jl. Ir. Sutami No. 36 A Surakarta 57126

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

KOMBINASI ENZIM POLIGALAKTURONASE DAN SELULASE PADA KLARIFIKASI SARI BUAH NAGA SUPER MERAH (Hylocereus costaricensis) DALAM PEMBUATAN SIRUP Widowati, Esti; Sari, Ardhea Mustika; Husnayaini, Fitriana
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 11, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.587 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v11i2.40949

Abstract

Buah naga super merah (Hylocereus costaricensis) mempunyai umur simpan 7-14 hari pada suhu 14-20°C. Umur simpan buah naga relatif singkat disebabkan karena kandungan air yang tinggi sebesar 90% sehingga perlu dilakukan pengolahan lanjutan menjadi sirup. Karakteristik sirup yang dihasilkan keruh, berkabut dan tidak jernih karena pektin dan selulosa. Kekeruhan tersebut dapat diatasi dengan enzim poligalakturonase dan selulase sehingga dihasilkan sirup yang jernih.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan variasi konsentrasi enzim poligalakturonase Bacillus licheniformis GD2A AR2 dan selulase Bacillus subtilis Krakarya_1S6 terhadap kualitas sirup, mendapatkan  konsentrasi  terbaik  dari  kombinasi  kedua  enzim  tersebut terhadap efektivitas klarifikasi dalam pembuatan sirup buah naga super merah berdasarkan pH, viskositas, total padatan terlarut dan transmitansi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan dua faktor. Faktor  pertama  yaitu  jenis  enzim  terdiri  atas  poligalakturonase  dan  selulase. Faktor kedua konsentrasi enzim yang digunakan yaitu 0%; 0,06%; 0,09%; 0,1% (poligalakturonase) dan 0%; 0,1%; 0,13%; 0,16% (selulase). Penelitian ini dilakukan dengan tiga kali ulangan sampel dan satu kali ulangan analisis. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan SPSS menggunakan two way Analysis of Varian (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enzim poligalakturonase dan selulase mempunyai   aktivitas enzim 0,32 U/ml dan 0,06 U/ml. Penambahan enzim poligalakturonase dan selulase serta kombinasinya berpengaruh nyata terhadap penurunan pH dan viskositas dna peningkatan total padatan terlarut dan transmitansi sirup yang dihasilkan. Perlakuan terbaik terdapat pada penambahan enzim poligalakturonase 0,09% dan selulase 0,1% karena dapat menurunkan pH (4,24) dan viskositas (10,6 cP) serta meningkatkan total padatan terlarut (43,5°brix) dan transmitansi (66,2%T).
KAJIAN PENGGUNAAN TEPUNG UWI PUTIH KULIT COKELAT (Dioscorea rotundata) DALAM PEMBUATAN MINUMAN SINBIOTIK TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA, SENSORI, DAN TOTAL BAKTERI PROBIOTIK Andriyani, Titin A.; Utami, Rohula; Widowati, Esti
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.244 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13508

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi tepung uwi putih kulit cokelat terhadap nilai pH, viskositas, kadar asam laktat, karakteristik sensori, dan total bakteri probiotik pada minuman sinbiotik uwi putih kulit cokelat. Penelitian ini terdiri dari dua tahap utama yaitu pembutatan tepung uwi putih kulit cokelat dan pembuatan minuman sinbiotik uwi putih kulit cokelat. Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu kombinasi tepung uwi putih kulit cokelat. Untuk melihat beda nyata antar perlakuan dianalisis secara statistik menggunakan oneway ANOVA pada taraf α 0,05 dilanjutkan dengan menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf α 0,05. Perbedaan konsentrasi tepung uwi putih kulit cokelat memberikan pengaruh yang berbeda terhadap nilai pH, nilai viskositas, kadar asam laktat, nilai sensori, dan total bakteri probiotik. Nilai pH terendah (3,68), kadar asam laktat tertinggi (0,60%), dan total bakteri probiotik terbesar (9,39 log cfu/ml) didapatkan dari penambahan 2,5% tepung uwi putih kulit cokelat dan 7,5% susu skim. Nilai viskositas terbesar didapatkan dari penambahan 10% tepung uwi putih kulit cokelat dan 0% susu skim yaitu 10,92mPas. Berdasarkan analisis sensori penambahan tepung uwi putih kulit cokelat 7,5% dan susu skim 2,5% memiliki nilai sensori paling baik diantara keempat sampel lainnya berdasarkan parameter warna (2,78), kekentalan (2,41) dan overall (2,85).
KAJIAN KARAKTERISTIK KIMIA DAN SENSORIS FRUIT LEATHER BEBERAPA VARIETAS PISANG (Musa spp.) DENGAN VARIASI PENAMBAHAN RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) Ni'mah, Ana Mufidatun; Amanto, Bambang Sigit; Widowati, Esti
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.713 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13238

Abstract

Dalam penelitian ini dibuat fruit leather beberapa varietas pisang (pisang kapas, pisang kepok kuning,dan pisang nangka) dengan variasi penambahan rumput laut (0%; 7,5%; dan 15%) dengan tujuan untukmengetahui karakteristik kimia (kadar air, kadar abu, kadar gula reduksi, dan kadar serat pangan) dankarakteristik sensoris, serta untuk mendapatkan fruit leather terbaik pada masing-masing varietas pisang yangdigunakan. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitukonsentrasi rumput laut. Masing-masing perlakuan dilakukan dua kali ulangan sampel dan tiga kali ulangananalisis. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode one way ANOVA dilanjutkan dengan DMRT apabilamatan diketahui bahwa dengansemakin tinggi konsentrasi rumput laut yang ditambahkan mengakibatkan terjadinya peningkatan kadar abu,kadar gula reduksi, dan kadar serat pangan pada fruit leather pisang kapas, fruit leather pisang kepok kuning,dan fruit leather pisang nangka, namun terjadi penurunan pada kadar air fruit leather semua varietas pisang.Fruit leather semua varietas pisang dari segi sensoris diterima oleh panelis dan rata-rata penambahan rumputlaut tidak berpengaruh signifikan terhadap karakteristik sensoris. Fruit leather yang terbaik pada masing-masingvarietas pisang yaitu fruit leather dengan penambahan 15% rumput laut.
PRODUKSI DAN KARAKTERISASI ENZIM PEKTINASE BAKTERI PEKTINOLITIK DARI LIMBAH KULIT JERUK UNTUK KLARIFIKASI JUS LEMON (Citrus limon) Widowati, Esti; Utami, Rohula; Nurhartadi, Edhi; Andriani, M.A.M; Hanifah, Ririn
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.896 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.12910

Abstract

KOMBINASI ENZIM POLIGALAKTURONASE DAN ENZIM PEKTINESTERASE PADA KLARIFIKASI SARI BUAH NAGA SUPER MERAH (Hylocereus Costaricensis) DALAM PEMBUATAN SIRUP Widowati, Esti; Sari, Ardhea Mustika; Ningsih, Rokhimah Sudarmi
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 12, No 1 (2019): Februari
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.283 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v12i1.37625

Abstract

The aim of this research was to investigated the effect of polygalacturonase enzyme (PG) from Bacillus licheniformis strain GD2a AR2 0.09%, 0.1%, and 0.11% concentration combine with pectinesterase enzyme (PE) from Bacillus licheniformis strain GD2a KK2 0.5%, 1%, and 1.5% concentration on the super red dragon fruit juice calrification in syrup production based in pH, total soluble solids, transmittance, and viscosity. Polygalacturonase enzyme hydrolized the α-1,4- D-glycosidic form galacturonic acid while the pectinesterase enzyme break the metoxyl group of pectin form pectat acid. Both PG and PE work together to hydrolized pectin. Pectinesterase catalyzed pectin become pectat acid as the substrat for polygalacturonase. In the lower acid degree, polygalcturonase and pectinesterase enzyme combination cause the viscosity and total soluble solids decrease. Degradation of pectin cause the transmittance of super red dragon fruit syrup increase. The result of this research were obtained a partially pure polygalacturonase enzyme with enzyme activity 0.31 U/ml while the pectinesterase enzyme activity was 1.167 U/ml. Samples with the addition 0.11% concentration of poligalakturonase enzyme and 0.5% concentration of pectinesterase enzyme with pH value of 4.303, total soluble solid value of 38.133oBrix, transmittance value of 74.5%T, and viscocity value of  0.128cP was selected sample. 
PENGARUH ENZIM POLIGALAKTURONASE DAN GELATIN DALAM KLARIFIKASI SARI BUAH NAGA SUPER MERAH (Hylocereus costaricensis) Widowati, Esti; Parnanto, Nur Her Riyadi; Muthoharoh, Muthoharoh
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 13, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.93 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v13i1.40950

Abstract

PENGARUH PENAMBAHAN HIDROKOLOID TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN SENSORIS NORI FUNGSIONAL DAUN SINGKONG Sholitan, Nur Wahyu; Fitriani, Afrianita; Innayatuhubbah, Gesti Annisa; Nurlaily, Desi Anisa; Widowati, Esti
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.984 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v10i2.29078

Abstract

The present research sought to find out appropriate type and concentrations of hydrocolloids in the production of nori derived from cassava leaves, and the influence on physical, chemical, and sensory properties of the produced nori. The research is useful to optimize the use of cassava leaves as alternative raw materials for the production of nori. Hydrocolloids with concentrations of 1%, 3%, and 5% were added in boiled and blended cassava leaves, with the addition of 1 gram of salt and 100 ml of water. Such processes as molding, drying, and frying were subsequently done. The given concentrations of hydrocolloids were proved to influence smell, texture, overall, and thickness, instead of color. The functional food of nori derived from cassava leaves appropriate with commercial nori seaweed is that with the addition of pectin concentration of 3%.
Karakterisasi bakteri pektinolitik dari limbah kulit jeruk dan karakterisasi pektinase yang dihasilkan serta studi aplikasinya untuk penjernihan sari buah Jeruk Pontianak Widowati, Esti; Utami, Rohula; Nurhartadi, Edhi; Fenny, Fenny
Journal of Tropical AgriFood Volume 2, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.2.1.2020.3937.34-44

Abstract

PKejernihan merupakan salah satu parameter penting kualitas sari buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri pektinolitik dari limbah kulit jeruk. Dilakukan pula karakterissasi enzim pektin hidrolase ekstraseluler yang dihasilkan meliputi kondisi optimum untuk aktivitas dan kestabilannya, nilai KM dan Vmax. Pengaruh penambahan enzim pektin hidrolase ekstraseluler terhadap kekeruhan, viskositas, dan total padatan terlarut sari buah jeruk Pontianak juga diamati. Hasil dari penelitian didapatkan 10 isolat bakteri dengan karakter semua isolat bakteri merupakan Gram negatif, endospora negatif, dan katalase positif. Pada penjernihan sari buah jeruk Pontianak terpilih 3 isolat bakteri untuk karakterisasi enzim yaitu isolat A, H, dan I. Karakter enzim ditentukan berdasarkan pH optimum, suhu optimum, kestabilan pH dan suhu, serta nilai KM dan Vmaks. Enzim isolat A optimum pada pH 4 dan stabil pada pH 4-5; enzim isolat H optimum pada pH 4 dan stabil pada pH 3-4; enzim isolat I optimum pada pH 4-4,5 dan stabil pada pH 3-5. Ketiga enzim isolat optimum pada suhu 50oC dan stabil pada suhu 30-50oC. Nilai KM enzim isolat A, H dan I berturut-turut adalah 0,022; 0,011; 0,017 mg mL-1 dan nilai Vmaks berturut-turut adalah 0,041; 0,038; 0,039 U mL-1. Enzim pektin hidrolase ekstraseluler dari ketiga isolat tersebut dapat diaplikasikan pada penjernihan sari buah jeruk Pontianak.