Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Solah

KARYA MUSIK “PENTATONIC VARIATION IN MARCHING BAND DALAM TINJAUAN VARIASI MELODI LINTANG HIMANTORO, BAGAS; WINARKO, JOKO
Solah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya musik ?Pentatonic Variation in Marching Band? merupakan jenis karya musik absolut dengan durasi 7 menit dan total birama 162. Karya musik ini merupakan hasil dari proses penciptaan musik dengan metode konversi nada-nada Pelog menggunakan format Marching Band dan menggunakan teknik variasi melodi Rhytmyc Variation and Fake, Melodic Variation and Fake, Counter melody,dan Dead Spot Filler. Dalam karya ini terdiri dari 3 bagian yaitu bagian 1, 2 dan 3.Bagian pertama dalam karya musik ?Pentatonic Variation in Marching Band? menggunakan variasi Melodic Variation and Fake, dan Counter melody. Pada bagian kedua menggunakan variasi melodi Melodic Variation and Fake, Rhytmyc Variation and Fake, Dead Spot Filler dan Counter melody. Pada bagian ketiga menggunakan variasi Rhytmyc Variation and Fake, Melodic Variation and Fake, dan Counter melody. Variasi melodi dalam tiga bagian karya tersebut merupakan dasar dari pembentukan sajian komposisi pada karya musik ?Pentatonic Variation in Marching Band? sebagai penguat harmoni nada pentatonik yang digunakan, pembentukan variasi ritmikal marching band dan kebutuhan aransemen.Kata kunci: Laras Pelog, Variasi Melodi, Marching Band
ANALISIS BENTUK PENYAJIAN LAGU “PRAU LAYAR” OLEH GAMELAN GOA TABUHAN DESA WARENG KECAMATAN PUNUNG KABUPATEN PACITAN SATRIA PRATAMA, ANDHIKA; WINARKO, JOKO
Solah Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Wareng, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur memiliki kesenian yang unik, yaitu Gamelan Goa Tabuhan. Gamelan ini mengunakan mayoritas instrumen musik dari batu stalagtit yang berada di Goa Tabuhan. Ruangan dibagian dalam goa juga sekaligus menjadi tempat menggelar sajian gending-gending Jawa dalam alunan musik batu. Lagu ?Prau Layar? ciptaan Ki Nartosabdho yaitu satu repertoar gending bersifat melodis berlaraskan Pelog, yang kemudian disajikan dengan menggunakan instrumen yang terbuat dari batu yang cenderung bersifat ritmis. Kemampuan musik Gamelan Goa Tabuhan yang mampu mengadopsi sistem garap Seni Karawitan Jawa untuk dijadikan sistem untuk menggarap sajian gending-gending inilah yang kemudian menarik untuk diteliti dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif yang digunakan untuk mendapatkan data secara langsung di lapangan yaitu dengan observasi,wawancara dan kemudian melakukan validasi data. Sehingga sangat relevan untuk digunakan sebagai metode untuk penelitian dengan fokus Bentuk Penyajian Lagu ?Prau Layar? oleh Gamelan Goa Tabuhan. Hal-hal yang ditemukan adalah perihal yang berkaitan dengan bentuk penyajian Lagu ?Prau Layar? misalkan instrumentasi, sistem pelarasan, unsur-unsur garap sajian Gamelan Goa Tabuhan, sistem pemanggungan yang meliputi tata letak instrumen, artistik panggung, dan juga kostum yang digunakan oleh pemain Gamelan Goa Tabuhan. Data yang ditemukan tersebut akan di deskripsikan dengan menggunakan sistematika penulisan karya ilmiah, sehingga dapat menjadi bahan kajian dan referensi di lingkungan akademisi. Kata Kunci : Bentuk Penyajian, Lagu Prau Layar, Gamelan Goa Tabuhan