Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Perancangan Purwarupa Pengukur Kadar Air dan Kualitas Pangan Komoditas Beras dan Jagung Menggunakan Sensor Kapasitif Firmansyah, Dudi; Rahmawati, Riski Amalia; Firmansyah, Vera; Gianto, Gianto; Sutanto, Willi; Waras, Nandang Gunawan Tunggal; Yasri, Budi; Muslim, Azis; Irwanto, Decky Ari; Karsono, Eko; Alam, Hilman Syaeful; Sanjaya, Ari Susandy
Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi
Publisher : Pusat Teknologi Instrumentasi dan Otomasi (PTIO) - Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/joki.2024.16.2.6

Abstract

Water content is an indicator that can affect food quality and safety as well as commodity prices. Therefore, measuring the moisture content of commodities is important to ensure the food system viability. The development of increasingly sophisticated technology has led many companies to introduce water content measuring instruments called Moisture Content Meters (MCM). However, this tool is marketed at an expensive price. In this research, a prototype for measuring the moisture content and food quality of rice and corn commodities using a cheap capacitive sensor has been successfully made according to the design. Based on the testing results, this prototype has an accuracy value of 98,9%, precision of 97,4%, and error of 1,1%. The test results show that this prototype is accurate enough to measure the moisture contents of rice and corn samples, accompanied by consistent food quality indications according to applicable quality standards.  
Kombinasi Mikrob Antagonis dan Air Rendaman Kompos untuk Menekan Penyakit Bercak Cokelat pada Daun Tomat Istifadah, Noor; Muslim, Azis; Widiantini, Fitri; Hartati, Sri
Agrikultura Vol 36, No 3 (2025): Desember, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i3.68219

Abstract

Penyakit bercak cokelat yang disebabkan jamur Alternaria solani merupakan salah satu kendala dalam budidaya tanaman tomat. Pengendalian penyakit secara ramah lingkungan dapat dilakukan melalui aplikasi mikrob pengendali penyakit dan penggunaan bahan organik. Artikel ini membahas hasil penelitian yang mengevaluasi efek pencampuran mikrob antagonis (isolat bakteri dan khamir) serta kombinasi mikrob dengan air rendaman kompos terhadap kemampuannya dalam menekan penyakit bercak cokelat pada daun tomat. Selain pengujian pada tanaman tomat, dilakukan juga percobaan secara in vitro untuk mengevaluasi kompatibilitas dan pengaruh campuran mikrob terhadap kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan jamur A. solani. Percobaan secara in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima ulangan, sedangkan percobaan pada tanaman tomat menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa bakteri isolat KSB4 (Bacilus subtilis) dan khamir isolat KDK11 asal air rendaman kompos bersifat kompatibel dan dapat menghambat pertumbuhan jamur A. solani secara in vitro sebesar 57,50%-65,23%. Kemampuan isolat mikrob secara tunggal atau campurannya tidak berbeda secara nyata. Aplikasi isolat mikrob antagonis secara tunggal, campuran, air rendaman kompos maupun kombinasinya dapat menekan penyakit bercak cokelat pada tanaman tomat sebesar 78,77%-97,12%.  Pencampuran isolat mikrob antagonis atau kombinasi mikrob antagonis dengan air rendaman kompos tidak menghasilkan penekanan penyakit bercak coklat yang lebih baik daripada perlakuan secara tunggalnya.
Pengembangan Bahan Ajar Geometri Ruang Bercirikan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi dengan Konsep Etnometematika Masjid Bersejarah di Banjarmasin Ferita, Rolina Amriyanti; Muslim, Azis; Riadi, Arifin
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3245

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar etnomatematika pada materi geometri ruang yang bercirikan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dengan memanfaatkan konteks masjid-masjid bersejarah di Banjarmasin. Pengembangan dilakukan melalui model ADDIE yang mencakup tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan bahan ajar, implementasi terbatas, dan evaluasi. Tahap analisis menunjukkan perlunya bahan ajar kontekstual yang mampu mengintegrasikan budaya lokal sekaligus mendorong kemampuan HOTS. Tahap perancangan dan pengembangan menghasilkan bahan ajar yang memadukan elemen arsitektur masjid, aktivitas etnomodeling, dan latihan soal HOTS. Produk yang dihasilkan divalidasi oleh ahli matematika, ahli budaya, guru, serta pengelola masjid. Implementasi dilakukan pada 22 siswa kelas IX MTs Babussalam Evaluasi dilakukan melalui tes HOTS dan angket kepraktisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berada pada kategori valid berdasarkan penilaian ahli. Kepraktisan dinilai baik dengan skor rata-rata 4,3 (skala 1–5). Dari sisi efektivitas, 86,4% siswa mampu menjawab soal berbasis HOTS, menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dengan demikian, bahan ajar etnomatematika berbasis arsitektur masjid bersejarah ini layak digunakan sebagai sumber belajar berbasis HOTS untuk memperkuat pemahaman geometri ruang sekaligus mengintegrasikan nilai budaya.
Pengembangan Modul Matematika Berbasis Budaya Rumah Baanjung pada Materi Transformasi Geometri Menggunakan Model ADDIE Ferita, Rolina Amriyanti; Yanti, Williza; Muslim, Azis; Riadi, Arifin
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3248

Abstract

Pembelajaran matematika yang terlepas dari konteks budaya lokal sering kali dipersepsikan abstrak dan kurang bermakna bagi siswa. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pengembangan bahan ajar berbasis budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul matematika berbasis budaya Rumah Baanjung pada materi transformasi geometri serta mengevaluasi kualitas modul berdasarkan respons siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Modul dikembangkan dalam bentuk cetak dan disempurnakan melalui focus group discussion. Implementasi dilakukan secara terbatas dengan melibatkan 27 siswa, yang selanjutnya diminta memberikan respons terhadap modul menggunakan angket skala Likert. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul diterima secara positif oleh siswa. Modul dipersepsikan relevan dengan kebutuhan belajar, mudah digunakan, menarik dari segi penyajian, serta membantu siswa memaknai keterkaitan antara konsep matematika dan budaya lokal. Selain itu, penggunaan konteks Rumah Baanjung juga berkontribusi dalam menumbuhkan kesadaran siswa terhadap nilai kearifan lokal dan keberlanjutan budaya. Temuan ini menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memiliki potensi untuk mendukung pembelajaran matematika yang kontekstual dan bermakna.
Efektivitas Program Kampus Mengajar dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi dan Numerasi Siswa di Sekolah Dasar Inklusi Indriani, Rusda; Safitri, Deta; Rahmayani, Nora; Fitri, Maulida; Muslim, Azis; Maulida, Dina; Fitria, Mia; Hidayat, Farid
Nusantara Journal of Education and Social Science Vol 3 No 1 (2026): Terbitan Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69959/nujess.v3i1.242

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the Kampus Mengajar Program in improving the literacy and numeracy skills of students in an inclusive elementary school. The research subjects were fifth-grade students at SD Negeri Inklusi Banjang 2 (n = 11) who participated in learning assistance activities conducted by Kampus Mengajar student volunteers. The study employed a quantitative approach using a one-group pretest–posttest design. Data were collected through literacy and numeracy tests administered before and after the intervention. The normality test indicated that the data were normally distributed; therefore, comparative analysis was conducted using a paired sample t-test. The results revealed significant differences between pretest and posttest scores in both literacy (p < 0.001) and numeracy (p = 0.008). These findings indicate that the Kampus Mengajar Program is effective in enhancing students’ literacy and numeracy skills in the inclusive classroom setting.
Geometric Transformations in Banjar Baanjung Woodcarvings: Reflection, Translation, Rotation Muslim, Azis; Ferita, Rolina Amriyanti; Yanti, Williza; Riadi, Arifin
Mathematics Education Journal Vol. 9 No. 2 (2025): MEJ Vol 9 No.2
Publisher : Department of Mathematics Education University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/mej.v9i2.42875

Abstract

This field‑based ethnomathematical study examines how three geometric transformations—reflection, translation, and rotation—are embodied in the woodcarvings of the Banjar Baanjung house. We conducted in‑situ exploration at a Baanjung house in Teluk Selong (Martapura) and worked directly with a traditional carver in Kuin Cerucuk (West Banjarmasin) in August 2025. Data collection combined on‑site photographic measurement with on‑plane scale references, motif tracing, semi‑structured interviews, and think‑aloud carving demonstrations. Using open and axial coding, we mapped motifs—daun jeruju friezes, tampuk manggis rosettes, gigi haruan zigzags, and paired panels on tawing halat—to transformation types and derived classroom‑ready parameters. Findings show: (1) bilateral reflection on paired panels, quantified through local axes and symmetry deviation; (2) translational friezes on daun jeruju with consistent period, corroborated by the carver’s use of spacing templates; and (3) rotational symmetry (typically order 4) on tampuk manggis, aligned with a radial layout technique. The study converts field‑verified cultural artefacts into learning materials that enable students to study transformations in a culturally grounded context. The contribution sharpens conceptual understanding while fostering cultural appreciation and yields a sequence of ready‑to‑use tasks and analytic prompts for secondary classrooms.