Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

MEMINIMALISASI KONFLIK LINGKUNGAN AKIBAT OFFSHORE TIN MINING (STUDI TERHADAP IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH RZWP3K DI BANGKA BELITUNG) Agustari, Agustari; Muslim, Azis
Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian, Badan Keahlian DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22212/jekp.v14i2.3073

Abstract

The Provincial Government of Bangka Belitung Islands has designed a Zoning Plan for Coastal Areas and Small Islands (RZWP3K) under Regional Regulation No. 3 of 2020, ratified in the Plenary Session of The Regional Legislative Council of Bangka Belitung. However, this regional regulation hasn’t adequately reduced conflicts arising from offshore tin mining. This paper will evaluate RZWP3K’s enactment through a qualitative descriptive research method and socio-legal research approach, integrating it with field realities. This study employs primary data from direct observation and secondary data from literature reviews. It delves into not just policy content and execution, but also the responses of stakeholders. The merits and drawbacks of Regional Regulation RZWP3K’s formulation in terms of tin mining zoning in coastal areas, economic ramifications, and socio-ecological repercussions are discussed. Findings reveal the government’s attempt to oversee marine resource usage in coastal zones and small islands through three stages: socialization, implementation, and monitoring. Zoning is segregated into four regions, each assigned varying roles and functions. The study identifies four factors impeding regional regulation execution, originating both internally and externally.Keywords: conflict, environment, offshore tin mining, RZWP3KAbstrakPemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah merumuskan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) melalui Peraturan Daerah (perda) Nomor 3 Tahun 2020, yang disahkan dalam Sidang Paripurna DPRD Bangka Belitung. Namun implikasi perda tersebut sampai saat ini belum cukup untuk meminimalisir konflik lingkungan akibat offshore tin mining. Tulisan ini akan menganalisis implementasi kebijakan Perda RZWP3K dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan pendekatan sosio-legal research untuk mengintegrasikan penerapan Perda RZWP3K dengan kondisi lapangan. Tulisan ini menggunakan sumber data primer dari observasi langsung dan data sekunder melalui studi literatur. Tulisan ini tidak hanya menganalisis substansi dan implementasi kebijakan, tetapi juga mengelaborasi reaksi dari para pemangku kebijakan. Pro dan kontra perumusan Perda RZWP3K dalam hal zonasi pertambangan timah di wilayah pesisir laut, implikasi ekonomi, dan dampak sosial-ekologis. Hasil dari penelitian mengindikasikan bahwa pemerintah berupaya mengatur pemanfaatan sumber daya laut di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil melalui tiga tahapan, yaitu tahap sosialisasi, pelaksanaan, dan monitoring. Zonasi terbagi menjadi empat kawasan dengan masing-masing wilayah memiliki peran dan fungsi yang berbeda. Penelitian ini mengidentifikasi empat faktor yang menghambat implementasi perda, baik dari sisi internal maupun eksternal.Kata kunci: konflik, lingkungan, offshore tin mining, RZWP3K
PENALARAN VISUAL SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH GEOMETRI DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Maulida, Dina; Hidayat, Farid; Yanti, Williza; Muslim, Azis; Fitria, Mia
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 2 (2024): JSRD, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i2.518

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang penalaran visual siswa dalam materi bangun ruang berdasarkan indikator penalaran matematis ditinjau dari gaya belajar Honey–Mumford. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang telah mempelajari tentang bangun ruang. Peneliti memberikan angket untuk mengklasifikasikan siswa yang memiliki gaya belajar reflektif dan pragmatis dan siswa-siswa tersebut diberikan tes penalaran visual tentang bangun ruang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif jenis deskriptif-naratif. Berdasarkan hasil kuesioner gaya belajar yang telah diberikan, dipilihlah masing-masing satu orang siswa yang mewakili gaya belajar reflektif dan pragmatis. Siswa yang terpilih adalah siswa yang mampu mencapai indikator penalaran visual lebih tinggi dibanding siswa lainnya. Kemudian, siswa dari masing-masing kelompok gaya belajar diwawancarai untuk mendapatkan informasi tentang penalaran visual saat menyelesaikan soal TPV yang telah diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Siswa reflektif mencapai semua indikator penalaran visual, pada level memproses masalah, sesuai dengan karakteristik gaya belajar reflektif, ia lebih berhati-hati dalam membuat kesimpulan. Siswa reflektif lebih baik dalam memahami representasi bangun ruang dan mampu memaparkannya secara tepat serta cenderung mengumpulkan informasi data secara mendasar dan keseluruhan sebelum beraksi dengan menuliskan informasi dengan kata-kata yang lengkap. (2) Siswa pragmatis hanya mencapai dua dari tiga indikator penalaran visual, dalam memproses masalah siswa pragmatis cenderung menulis informasi numerik pada soal dengan menggunakan simbol dan lebih dominan menggunakan langkah prosedural. Fenomena ini sesuai dengan karakteristik siswa pragmatis yang lebih mementingkan cara yang praktis untuk menyelesaikan sesuatu.
PROTOTIPE PENGISIAN OTOMATIS RUANG KOSONG PADA PENGUJIAN TERA / TERA ULANG TANGKI UKUR MOBIL (TUM) Muslim, Azis; Waras , Nandang Gunawan Tunggal; Raesita, Amira Naila
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 8 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tangki yang biasanya digunakan sebagai alat ukur volume cairan di dalamnya biasa disebut dengan Tangki Ukur Mobil (TUM), baik dalam kondisi operasional maupun kondisi standar. Ada beberapa jenis TUM yang harus ditera dan ditera ulang, salah satunya jenisnya yakni digunakan sebagai alat untuk mengukur cairan Bahan Bakar Minyak (BBM). Pengujian TUM terdiri dari dua metode yakni metode gravimetrik (dengan menimbang) atau metode volumetrik (dengan mengukur masuk atau keluarnya cairan). Salah satu pengujian yang dilakukan dalam kedua metode tersebut adalah pengujian ruang kosong. Setiap pengujian tera atau tera ulang harus dibandingkan dengan alat ukur dengan ketelitian tinggi, biasanya disebut sebagai standar. Pengujian TUM menggunakan standar berupa Bejana Ukur Standar (BUS). BUS yang digunakan untuk tera/tera ulang TUM harus memiliki kapasitas besar dan biaya pembuatan serta perawatannya relatif tinggi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mempermudah kegiatan tera/ tera ulang TUM serta menggantikan penggunaan BUS yang mahal dan mengurangi kesalahan yang disebabkan oleh manusia saat menutup katup air secara manual untuk mengisi ruang kosong TUM. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan water level sensor, water flow sensor dan solenoid valve.
THE ROLE OF ZAKAT ACCOUNTING: NORMATIVE AND CONTEXTUAL APPROACH TO CASE STUDY IN INDONESIA Panggiarti, Endang Kartini; Muslim, Azis; Ismiati, Baiq
Riset Akuntansi Keuangan Vol 6, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/rak.v6i2.5715

Abstract

The aim of this study is to find out about the role of zakat accounting according to PSAK No. 109 and its implementation in Zakat Management Organizations of regions in Indonesia during the period 2015 - 2020. This research method used a qualitative research approach with case study design, which is a review of various scientific studies on the development of zakat accounting based on PSAK No. 109 in Indonesia. The result obtained is that some Zakat Management Organizations still do not fully implement PSAK No. 109. This is because less understand about the standard and the limitations of existing human resources. The recommendation given is that the manager participates in training on PSAK No. 109 and increases the number of administrators.
Rancang Bangun Prototipe Pemantau Temperatur Ruang Penyimpanan Anak Timbangan Standar di Unit Metrologi Legal Kabupaten Bandung Barat Firmansyah, Vera; Nuriska, Fanny; Mulyana, Teddy; Firmansyah, Dudi Adi; Yasri, Budi; Muslim, Azis; Gianto; Gunawan T.W, Nandang; Sutanto, Willi
Cendekia Niaga Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Cendekia Niaga : Trade and Development Studies
Publisher : Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Perdagangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52391/jcn.v8i2.890

Abstract

The Legal Metrology Unit (UML) is a unit that carries out metrological activities in the Regency/City. UML has a vital role in achieving a well-measured market. These metrological activities include calibration and re-calibration and metrological supervision activities. One of UML's efforts to support these activities is to maintain the working standards it has, in this case, reference weights. In addition to purchasing existing measuring instruments with four sensors at once being very expensive, prototyping is the leading choice because it can be developed according to needs. This study created a prototype for monitoring the room conditions of the reference weight storage cabinet. This prototype uses four sensors integrated with a microcontroller to measure temperature simultaneously. The testing process for the prototype began with testing the temperature sensor with a standard thermocouple and water bath. Furthermore, the prototype will be tested with a standard thermohygrometer measuring instrument. The test results of the prototype for accuracy have a range of 94%-98%, precision of 97%-98%, and an error of 2%-4%. Meanwhile, the results of the measurement uncertainty of the prototype for the morning are by the provisions in the range of 0.37 °C-0.46 °C, and in the afternoon, they do not comply with the requirements, namely in the range of 0.38°C-0.61 °C.
DAMPAK PEMASARAN DIGITAL PADA PETANI PADI DI DESA KARANG INDAH Forqan, Berry Nahdian; Muslim, Azis; Aulia, Redhana
JURNAL AGRIMANSION Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Agrimansion Agustus 2024
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v25i2.1680

Abstract

Digitalisasi telah membuka peluang baru bagi petani di desa dalam meningkatkan efisiensi produksi dan pemasaran hasil pertanian, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani secara keseluruhan. Digitalisasi terhadap tingkat ekonomi petani tercermin dalam peningkatan akses pasar dan nilai tambah produk pertanian melalui platform e-commerce dan jaringan distribusi digital. Petani dapat menjual produk mereka langsung kepada konsumen atau melalui mitra distribusi secara online, mengurangi ketergantungan pada perantara tradisional dan memperoleh margin keuntungan yang lebih tinggi. Penelitian ini berlokasi di Desa Karang Indah, Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan secara mendalam terhadap perilaku dan kejadian secara alami petani dalam memanfaatkan teknolog digital. Subjek penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria dan pertimbangan tertentu untuk mendapatkan informasi lebih efektif. Adapun subjek penelitian terdiri dari 36 anggota kelompok tani padi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penerapan pemasaran digital di Desa Karang Indah masih terbatas, terutama karena kurangnya pengetahuan, keterampilan digital, serta akses terhadap teknologi. Meskipun ada sebagian kecil petani yang telah merasakan manfaatnya, mayoritas petani belum melihat pemasaran digital sebagai solusi yang relevan untuk meningkatkan pendapatan mereka.
DAMPAK DIGITALISASI TERHADAP TINGKAT EKONOMI PETANI DI DESA KARANG INDAH SEBAGAI PERCONTOHAN DESA CERDAS Forqan, Berry Nahdian; Muslim, Azis; Aulia, Redhana; Pertiwi, Ria Anita; Maulana, Adam
JURNAL AGRIMANSION Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Agrimansion Agustus 2024
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digitalisasi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas di berbagai sektor, termasuk pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak digitalisasi terhadap pendapatan petani dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini berlokasi di Desa Karang Indah Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif. Subjek penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria dan pertimbangan tertentu untuk mendapatkan informasi lebih efektif. Data dianalisis menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov untuk normalitas dan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani, oleh karena itulah pentingnya kebijakan yang mendukung akses teknologi secara merata bagi petani, seperti pelatihan keterampilan digital dan pembangunan infrastruktur jaringan.
HARMONIZING RELIGIOUS COEXISTENCE THROUGH EDUCATION AND POLITICAL ECONOMY: A CASE STUDY OF PANDOWOHARJO VILLAGE Mukotip, Mukotip; Muslim, Azis; Jamil, Muhammad Abdun; Kusuma, Danar; Azka, Ibnu
Al-Qalam Vol. 30 No. 2 (2024)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v30i2.1531

Abstract

The life of the Pandowoharjo people in the framework of harmony has been going on for a long time. Pandowoharjo Village is 1 of 75 villages in Bantul district, which administratively consists of 16 hamlets and 94 RTs, with a population in 2023 of 22,818 people. In this village, the majority of people are Muslim, reaching 93%, Catholics 3%, Christians 1% and Hindu-Buddhists below 1%. However, people can live side by side without conflict and are able to construct religious coexistence in daily life. The aim of this research is to find out how education and political economy can build coexistence in society. The research method used is a qualitative method. The research results show that; 1) Education has an important role in building coexistence, this is to provide understanding and a basic foundation for society. So far, there are various religious organizations that are active in community religious activities, and there are also religious leaders who call for the importance of maintaining religious coexistence. 2) Political economy is an important sector in efforts to maintain a harmonious life. In Pendoharjo Village, the entire community can access various sectors, including economic, political and educational, regardless of religious background. This is proof that Pandowoharjo Village has been able to construct coexistence in all aspects of life.
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN SPADE TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PERKALIAN DAN PEMBAGIAN DI SEKOLAH DASAR Muslim, Azis; Nur’aeni L., Epon; Suryana, Yusuf; Muharram, Muhammad Rijal Wahid
ATTA`DIB Vol. 6 No. 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Program Studi PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/at-tadib.v6i2.19544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan model pembelaja-ran SPADE dalam peningkatan hasil belajar matematika peserta didik pada materi perkalian dan pembagian di sekolah dasar. Dilatarbelakangi oleh kesulitan peserta didik terhadap proses belajar matematika materi perkalian dan pembagian. Pembelajaran yang telah dilaksanakan belum mencapai hasi sesuai harapan. Ditunjukkan dengan masih ren-dahnya hasil belajar peserta didik pada materi perkalian dan pembagian. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experiment dengan pengumpulan data menggunakan in-strumen tes (pretest dan posttest). Sampel dalam penelitian ini peserta didik kelas II SDN 1 Sukamanah Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya dengan teknik saturation sampling. Kelas IIA sebagai kelompok eksperimen dan kelas IIB sebagai kelompok kontrol. Hasil analisis data pretest-posttest diolah menggunakan Microsoft Excel dan SPSS. Berdasar-kan hasil analisis data menggunakan uji-t menghasilkan skor signifikansi 0,026 dengan taraf signifikan sebesar 5% dan diperoleh skor thitung = 2,313 dengan taraf signifikansi 5% menghasilkan ttabel = 1,687. Dengan demikian, disimpulkan bahwa melalui penggunaan model pembelajaran SPADE dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi perkalian dan pembagian serta lebih baik daripada penggunaan model kon-vensional di Sekolah Dasar.
Rancang Bangun Prototipe Pemantau Temperatur Ruang Penyimpanan Anak Timbangan Standar di Unit Metrologi Legal Kabupaten Bandung Barat Firmansyah, Vera; Nuriska, Fanny; Mulyana, Teddy; Firmansyah, Dudi Adi; Yasri, Budi; Muslim, Azis; Gianto; Gunawan T.W, Nandang; Sutanto, Willi
Cendekia Niaga Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Cendekia Niaga : Trade and Development Studies
Publisher : Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur Perdagangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Legal Metrology Unit (UML) is a unit that carries out metrological activities in the Regency/City. UML has a vital role in achieving a well-measured market. These metrological activities include calibration and re-calibration and metrological supervision activities. One of UML's efforts to support these activities is to maintain the working standards it has, in this case, reference weights. In addition to purchasing existing measuring instruments with four sensors at once being very expensive, prototyping is the leading choice because it can be developed according to needs. This study created a prototype for monitoring the room conditions of the reference weight storage cabinet. This prototype uses four sensors integrated with a microcontroller to measure temperature simultaneously. The testing process for the prototype began with testing the temperature sensor with a standard thermocouple and water bath. Furthermore, the prototype will be tested with a standard thermohygrometer measuring instrument. The test results of the prototype for accuracy have a range of 94%-98%, precision of 97%-98%, and an error of 2%-4%. Meanwhile, the results of the measurement uncertainty of the prototype for the morning are by the provisions in the range of 0.37 °C-0.46 °C, and in the afternoon, they do not comply with the requirements, namely in the range of 0.38°C-0.61 °C.