Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

TRANSFER TEKNOLOGI PRODUKSI TEMPE BAGI GURU BACA AL-QUR’AN DI DESA SUKAMULIA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Muttalib, Surya Abdul; Yuniarto, Kurniawan; Hidayat, Agriananta Fahmi
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v6i1.32197

Abstract

Kegiatan pengabdian bertujuan memberikan alih pengetahuan dan paket teknologi dalam pembuatan tempe yang baik sekaligus mengasah kemampuan berwirausaha bagi guru baca Al-Qur’an di Desa Sukamulia Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur. Mitra merupakan kelompok pembimbing baca Al-Qur’an dengan usia produktif (18-25 tahun) yang secara ikhlas mengajar anak-anak usia 5 sampai 13 tahun untuk fashih membaca Al-Qur’an. Hal mendasar yang dimiliki oleh mitra yakni mitra memiliki keinginan yang sangat kuat untuk berwirausaha sehingga mampu mandiri secara ekonomi.  Melalui pendekatan yang terstruktur baik mulai tahapan perencanaan sampai evaluasi, kegiatan pengabdian yang dilakukan selama 8 bulan dapat berjalan dengan optimal yang dibuktikan dengan ketercapain luaran pengabdian. Bentuk ketercapaian luaran dibuktikan dengan:1) kemampuan mitra dalam produksi tempe yang mampu berjalan baik dan kontinyu; 2) Penerimaan mitra terhadap paket teknologi mesin pencampur ragi tempe dengan kedelai yang diaplikasikan oleh pada mitra sudah optimal; 3) Peningkatan pendapatan mitra dengan produksi rata-rata harian 10 Kg menghasilkan pendapatan sebasar Rp. 750.000,-
Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani Sinar Bahagia dalam Diversifikasi Produk Kakao Dengan Penerapan Teknologi Berbasis Green Processing di Desa Bebidas Yasa, I Wayan Sweca; Saloko, Satrijo; Dila, Baiq Fitriana; Fikriana, Garin; Muttalib, Surya Abdul
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 7 No. 3 (2025): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v7i3.635

Abstract

The capacity-building program for the Sinar Bahagia Farmers’ Group in Bebidas Village was implemented to strengthen farmers’ ability to diversify cocoa-based products through the application of green processing technologies. This community engagement initiative aimed to enhance postharvest efficiency, product quality, and economic value addition by utilizing environmentally friendly technologies such as solar dryers with photovoltaic panels, low-energy closed fermentation systems, and composting using EM4-enriched water. The methods employed included participatory training, technology demonstrations, production mentoring, and performance evaluation through measurements of cocoa bean quality, compost yield, and value-added analysis. The results indicated an increase in farmers’ knowledge from 54% to 88%, improved fermentation uniformity up to 85%, reduced drying time from 5–7 days to 2–3 days, and an increase in compost yield from 5.6% to 18.2%. Product diversification into organic cocoa powder, artisan chocolate, and pectin contributed to income growth of 18–72% for the group. Moreover, the program strengthened institutional capacity, enhanced women’s participation, and established a circular-economy-oriented farming model. In conclusion, the application of green processing effectively improved farmers’ capacities while expanding a sustainable cocoa value chain, and the program carries strong potential for replication in other cocoa-producing regions.
IMPLEMENTASI SMART FRESHNESS LABEL BERBASIS BROMOFENOL BIRU DAN METIL MERAH UNTUK PREDIKSI KEMATANGAN PISANG AMBON LUMUT SECARA NON-DESTRUKTIF Ince Siti Wardatullatifah S.; Hanifah Ayu; Hary Kurniawan; Surya Abdul Muttalib; Wiwin Apriyandita; Ansar Ansar; Sukmawaty Sukmawaty; Murad Murad; Rahmat Sabani; Rabiatul Adwiah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37603

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan dan mengimplementasikan smart freshness label berbasis bromofenol biru dan metil merah sebagai indikator non-destruktif dalam memprediksi tingkat kematangan pisang ambon lumut. Varietas pisang ini memiliki karakteristik unik karena warna kulitnya tetap hijau saat matang, sehingga penentuan tingkat kematangan sering dilakukan dengan menekan buah dan berpotensi menyebabkan memar serta menurunkan mutu dan nilai jual. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi teknologi, dan pelatihan teknis kepada 23 peserta yang terdiri dari petani dan pedagang produk pisang lokal. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan kuesioner dan observasi praktik penggunaan label indikator. Uji coba terhadap 80 prototipe label menunjukkan teknologi ini mudah diaplikasikan dalam proses penyimpanan dan distribusi buah. Hasil evaluasi menunjukkan 92% peserta menyatakan label membantu menentukan waktu panen atau penjualan, 84% menilai label mudah digunakan, dan 56% menyatakan bersedia menggunakannya secara berkelanjutan. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap teknologi indikator kesegaran serta mendukung penerapan teknologi pascapanen secara non-destruktif.Abstract: his community engagement program aims to introduce and implement a smart freshness label based on bromophenol blue and methyl red as a non-destructive indicator for predicting the ripeness level of Ambon Lumut bananas. This banana variety possesses a unique characteristic in which the peel remains green even at the ripe stage, leading consumers and traders to determine ripeness by pressing the fruit, a practice that may cause bruising and reduce product quality and market value. The activity was carried out through outreach sessions, technology demonstrations, and technical training involving 23 participants consisting of farmers and local banana traders. The program evaluation was conducted using questionnaires and direct observation of participants’ practices in applying the indicator labels. Field trials involving 80 prototype labels demonstrated that the technology is easy to apply during fruit storage and distribution processes. Evaluation results indicated that 92% of participants reported that the label helped determine the appropriate harvesting or selling time, 84% considered the label easy to use, and 56% expressed willingness to adopt the technology continuously. Overall, the program enhanced community understanding of freshness indicator technology and supported the adoption of non-destructive postharvest practices.